CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 10


__ADS_3

Dua puluh menit kemudian Putri telah selesai membuat surat pengunduran dirinya, saat melihat jam sudah pukul sembilan lebih empat puluh lima menit masih ada lima belas menit untuk Putri mengganti pakaian nya menjadi pakaian santai dengan rok panjang hitam di padukan dengan sweater abu dan hijab coklat tak lupa ia pun membawa tas selempang kesayangan nya dan sepatu tali, ia juga memakai kacamata bulat untuk melengkapi penampilannya


Saat Putri sedang membereskan barang-barangnya ke dalam tas ponselnya pun berdering, segera ia menekan tombol hijau


"Hallo Ran, kamu sudah sampai?" kata Putri.


"Ya aku di depan kosan mu," jawab Randy singkat.


Seketika Putri terperanjat dan, "Oh oke tunggu aku akan keluar," setelah mematikan ponselnya ia segera keluar dan benar Randy sedang menunggu nya di depan pagar kosan


sambil melihat ke arah nya.


Putri pun berjalan menuju ke depan sambil memberikan senyuman dan mengacungkan dua jarinya "Maaf menunggu."


"Wanita ini semakin hari semakin membuatku jatuh cinta, meskipun terlihat seperti anak remaja tapi ia bisa membuatku yakin untuk segera menikahinya," batin Rangga.


"Hei ko malah liatin aku kaya gitu? ada yang salah dengan penampilanku? Apa pakaian ini tidak cocok untukku?" tanya Putri sambil melambaikan tangannya di depan Randy.


"Ah tidak, kamu hanya seperti anak remaja yang baru lulus sekolah tapi kamu tetap cantik," ucap Randy tersenyum.


Blushhhh seketika wajah Putri merona, "Makasih, yaudah yuk kita langsung jalan aku udah di tunggu atasanku," kata Putri dan berjalan di depan Randy.


Setelah sampai Randy membukakan pintu untuk Putri dan berlari menuju kursi kemudi nya lalu berjalan menuju kantor tempat Putri bekerja yang juga anak dari perusahaan yang Randy miliki, tak butuh waktu lama mobil Randy pun sampai di parkiran perusahaan nya dan segera membukakan pintu untuk Putri.


"Kamu tunggu disini ya, aku tidak lama ko," kata Putri saat hendak berjalan.


"Tidak perlu, aku akan mengantarmu sampai ke depan ruangan atasanmu," ucap Randy mendahului Putri.


"Tunggu dulu Ran, nanti kalau atasan aki marah karena kamu masuk gimana? kamu tunggu di mobil aja ya," bujuk Putri.


Randy tidak menghiraukan perkataan Putri dan berlalu pergi menuju pintu masuk perusahaan nya, saat ia masuk semua karyawan yang ada di sana memberikan hormat kepada Randy dan membuat Putri yang berada di belakang Randy heran.


"Kenapa semua orang di kantor ini memberi hormat pada Randy ya?" batin Putri.

__ADS_1


Putri pun segera menepis pikiran nya dan segera melangkah cepat untuk mensejajarkan langkahnya dengan Randy, saat sudah berada di depan lift Putri yang ngos-ngosan tiba-tiba menepuk bahu Randy.


"Kamu tuh ya udah seenaknya masuk main ninggalin aja lagi, kan aku sampai harus menguras tenagaku untuk mengejar kamu lagian kenapa semua karyawan disini memberikan hormat padamu?" tanya Putri sambil masuk ke dalam lift.


Randy hanya melirik Putri tanpa berniat menjawabnya.


"Hei.. kalau di tanya tuh jawab," kata Putri lagi.


"Lebih baik kita segera keluar karena pintu lift sudah terbuka," kata Randy berlalu pergi.


"Ih jadi cowok ko nyebelin banget sih, kan aki yang kerja disini kenapa dia yang dari tadi duluan jalan," gerutu Putri.


Tak lama Putri pun berada di depan ruangan atasannya dan mengetuk pintunya tanpa menghiraukan Randy yang bersandar di pinggir pintu.


"Masuk!" seru atasannya dari dalam.


Putri pun segera masuk dan mengucapkan salam.


"Assalamualaikum pak," kata Putri.


"Baik pak terimakasih," kata Putri tersenyum.


"Kenapa kamu ingin mengundurkan diri? Padahal kerja kamu selama berada disini itu sangat bagus," tanya atasannya sambil menghampiri Putri dan duduk di meja.


Putri yang merasa canggung segera memundurkan kursi nya, " Maaf pak tapi calon suami saya menyuruh saya untuk berhenti bekerja dan ini surat pengunduran diri saya pak," kata Putri memberikan berkas kepada atasannya.


Namun bukannya di terima atasannya malah menarik tangan putri hingga Putri hampir terbentur ke meja


Seketika Putri pun berteriak "Ahhh!"


Randy yang berada di luar mendengar jeritan Putri dari dalam segera membukakan pintu, dan ia sangat terkejut saat putri tengah meronta-ronta dimana atasannya berusaha untuk dapat menci*um dan melakukan hal lebih pada Putri. Seketika darah Randy mendidih dan menarik atasan Putri dari belakang lalu meghajarnya habis-habisan, Putri hanya terduduk di lantai sambil menangis dan membenahi pakaiannya yang sudah berantakan. Lalu datang beberapa karyawan lain untuk memisahkan mereka terutama memegang Randy yang sudah seperti kerasukan menghajar atasan Putri yang sudah tak berdaya dengan darah di sekujur wajahnya.


"Berani-beraninya kau hendak memperkosa wanitaku hah," teriak Randy pada atasan Putri dan memaksa melepaskan cengkraman karyawan nya, Putri pun tengah di bantu oleh karyawan perempuan untuk di bawa keluar dari ruangan atasannya, sambil menangis sesenggukan Putri mengikuti ajakan karyawan perempuan itu untuk berjalan keluar.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu saya pecat dan akan saya pastikan kamu mendekam di penjara, bawa dia ke kantor polisi," kata Randy pada karyawan nya.


"Baik pak," kata beberapa karyawan Randy.


Karyawan Randy pun segera membawa atasan Putri ke kantor polisi, dan Randy segera mencari keberadaan Putri.


"Dimana Putri?" tanya Randy pada pekerja yang lewat disitu.


"Beliau di bawa ke ruang medis pak," jawab pekerja itu sopan.


Randy pun segera berlari ke ruang medis sambil menelpon pengacaranya.


"Pastikan Tono Wibowo mendekam di penjara dalam waktu yang lama karena dia hendak memperkosa bawahannya, segera urus di Kantor Polisi Bandung," kata Randy pada pengacaranya dan terus berlari menuju ruang medis lalu membuka pintunya dengan kasar.


"Putri kamu tidak apa-apa?" tanya Randy sambil memegang tangan Putri.


Putri hanya menangis sesenggukan tanpa menjawab pertanyaannya.


"Maaf pak dia masih Shock dengan kejadian yang baru di alaminya," kata dokter yang berada disitu.


Tanpa berpikir panjang Randy pun segera memeluk Putri untuk menenangkannya "Maaf karena aku sedikit terlambat menolongmu," kata Randy sambil mengelus kepala Putri.


Mendengar ucapan Randy tangis Putri semakin kencang dan ia pun memeluk Randy dengan sangat erat nya.


"Sssstt sudah, aku sudah menangani laki-laki bajingan itu dia sudah di bawa ke kantor polisi," kata Randy lagi


Dokterpun menyuntikkan obat penenang pada Putri karena Putri terus menangis, akhirnya dia perlahan melemah dan tertidur di pelukan Randy.


"Apa dia akan lama tertidurnya dok?" tanya Randy saat melihat Putri tertidur dengan wajah yang sudah basah dan mata yang sembab, membuat Randy merasa sedih dan kembali murka atas apa yang di lakukan atasan Putri tersebut.


"Tidak pak paling hanya satu sampai dua jam dia akan segera sadar, sebaiknya dia di bawa pulang untuk beristirahat hingga kondisi nya benar-benar pulih," saran dokter tersebut pada Putri.


"Baiklah saya akan membawanya pulang, terimakasih dok."

__ADS_1


Randy pun menggendong Putri menuju ke mobilnya di bantu satpam yang sedang berjaga di luar ruangan, ia segera mendudukkan Putri di bangku penumpang dan menjalankan mobilnya. Karena ia tidak mungkin membawa Putri ke kosannya dalam keadaan seperti itu bisa-bisa dia di tuduh yang tidak-tidak oleh ibu kos nya akhirnya Randy memutuskan untuk membawanya ke rumah. Selama di perjalanan Randy menelpon asistannya Chiko kalau dia tidak akan ke kantor karena ada urusan lain dan Chiko pun mengiyakan keinginan Randy, setelah selesai Randy kembali fokus dengan kemudi nya sambil sesekali melihat ke belakang untuk memastikan Putri baik-baik saja.


Bersambung...


__ADS_2