
"Sayang aku boleh ijin keluar sebentar?" tanya Putri.
"Mau kemana sayang?" jawab Randy.
"Aku laper sayang mau beli makan," kata Putri memegang perutnya.
"Ah iya maaf sayang, kamu mau makan apa? Biar aku minta pak Sam untuk membelikan makanan untukmu," kata Randy.
"Tidak usah sayang aku bepi sendiri saja, aku kan tidak tau makanan disini lagian kasihan Thania sejak tadi aku tinggal di luar," jawab Putri.
"Kamu datang bersama Thania?" tanya Randy heran.
"Iya sayang dia yang menemaniku terbang kesini," kata Putri.
"Hmm baiklah kalau begitu, tapi harus di temani pengawal ya biar aman," kata Randy memrgang tangan Putri.
"Baiklah sayang, kamu ingin makan apa?" tanya Putri.
"Tidak sayang aku makan makanan rumah sakit saja," kata Randy tersenyum.
"Yakin sayang?" tanya Putri memastikan.
"Iya sayang, yasudah belilah dulu makanan nya jika sudah selesai cepat kembali ya sayang," kata Randy tersenyum manis.
"Baiklah sayang aku pamit sebentar ya," kata Putri lalu beranjak keluar ruangan Randy.
Saat sudah sampai di luar Putri tidak menemukan Thania di ruang tunggu, ia pun mengedarkan pandangannya berharap ia dapat menemukan sahabatnya itu. Pak Sam yang tak jauh dari sana melihat kberadaan Putri di depan pintu rawat Randy dan terlihat sedang mencari seseorang, pak Sam pun segera menghampiri Putri.
"Non ada yang bisa saya bantu? Apa tuan Randy baik-baik saja?" tanya pak Sam.
"Pak Sam! Iya pak Randy baik-baik saja, tapi saya mencari sahabat saya Thania, apa bapak melihatnya?" tanya Putri.
"Oh non Thania sedang berada di ruangan pak Chiko non," jawab pak Sam.
__ADS_1
"Di ruangan Chiko? Sejak kapan pak?" tanya Putri lagi.
"Tak lama setelah non masuk ke ruangan tuan Randy dan belum kembali kesini," jawab pak Sam.
"Dimana ruangan Chiko, pak?" tanya Putri.
"Di sebelah sana non, mari saya antar," jawab pak Sam lalu bergegas berjalan dan membiarkan Putri berjalan lebih dulu.
Selama di perjalannn Putri merasa ada yang janggal dengan sahabatnya itu karena ia tidak pernah melihat Thania dekat lagi dengan pria lain setelah hubungannya berakhir dengan mantannya apalagi ia harus berlama-lama berdua dengan pria yang belum terlalu ia kenal.
"Sejak kapan mereka dekat? Kenapa aku tidak pernah melihat kedekatan mereka jika bertemu bersama," batin Putri.
Sesampainya di depan kamar Chiko Putri pun segera mengetuk pintu kamar Chiko namun tak ada jawaban dari dalam akhirnya Putri memutuskan untuk membuka pintunya perlahan dan betapa terkejutnya Putri saat pintu terbuka Thania tengah tertidur di samping ranjang Chiko, begitupun Chiko terlelap sangat nyenyak. Putri segera menutup pintu lalu menghampiri Thania dan membangunkannya.
"Than.... Thania bangun," kata Putri pelan.
Karena masih saja belum terbangun akhirnya Putri kembali membangunkan Thamia dengn menggoyangkan badannya dan... TAARAAA!!!
Thania kaget melihat Putri di samping nya, seketika matanya melotot dan cepat membenarkan posisinya menjadi terduduk.
Tanpa di sangka Chiko pun terbangun dan melihat keberadaan Putri disana, ia segera menyapa Putri setelah ia melihat tatapan membunuh dari sorot mata Putri terhadap Thania.
"Put... kamu disini?" tanya Randy yang berhasil mengalihkan pandangan Putri.
"Hei.. Gimana kondisimu sekarang? Maaf aku baru bisa menjengukmu hari ini," kata Putri sambil melirik mata Thania membuat yang di tatap tertunduk malu.
"Iya tidak apa-apa Put, aku mengerti. Alhamdulillah kondisiku saat ini sudah berangsur membaik hanya tinggal menyembuhkan kakiku saja dokter bilang kaki kananku patah akibat benturan keras," jawab Chiko.
"Ya Allah.. mudah-mudahan kaki kamu bisa segera pulih normal seperti sebelumnya ya, maaf kamu ikut terlibat dalam kecelakaan itu," kata Putri pelan.
"Tidak perlu minta maaf Put ini bukan salahmu, kita semua tidak ada yang tau jika hari itu kita akan mendapat musibah seperti ini. Tapi bersyukur Allah masih memberikan kesematan untuk kami bisa melewati musibah ini dan yang penting kita masih selamat meskipun aku tahu Randy lah yang paling terkena dampak dari kecelakaan ini karena memang mobil itu menabrak tepat di samping tempat duduk Randy, aku harap kamu bisa sabar ya Put menemani Randy samapai dia betul-betul sembuh," jelas Chiko.
"Tentu, insyaAllah aku akan menjaganya. Eh by the way kenapa sahabatku ada disini ya? Tumben nih nyamperin duluan," sindir Putri.
__ADS_1
"Aku... Aku....." kata Thania gugup.
"Aku menyukainya Put!" jawab Chiko mantap.
Seketika keempat pasang mata melotot ke arah Chiko membuat nyalinya kembali menciut karena mendapat tatapan tajam dari kedua wanita di depan nya terutama. Putri.
Putri pun kembali menatap Thania yang kini telah tertunduk tak berani menatap wajah Putri.
"Sejak kapan kalian saling mengenal dan dekat?" tanya Putri.
"Sejak aku menangkap wanita psikopat itu yang ternyata dia adalah saudara Thania, tapi sejak saat itu aku menyukainya Put," jawab Chiko pelan.
"Lalu apa rencanamu kedepan dengan sahabatku?" tanya Putri.
"Aku akan melamarnya, Put," jawab Chiko mantap.
"Baiklah aku pegang ucapanmu, aku titip sahabatku jangan kamu sakitin Thania karena jika sampai itu terjadi kamu akan berhadapan denganku," kata Putri dengan nada menekan.
"Siap Put jangan khawatir kalau masalah itu, kamu bisa memegang janjiku terimakasih," kata Chiko tersenyum senang.
"Baiklah kalau begitu aku pinjam Thania-mu untuk menemaniku membeli makan dan aku yakin Thania juga belum makan kan?" tany Putri pada Thania.
"Eh iya Put, yasudah ayo kita berangkat," kata Thania yang segera bergegas mengajak Putri keluar ruangan Chiko tanpa pamit terlebih dahulu kepada Chiko membuat pria itu sedikit kecewa.
Sesampainya di luar Putri segera menintrogasi Thania dan betul-betul meminta jawaban yang masih saja belum bisa ia pecahkan.
"Apa betul yang di katakan Chiko tadi?" tanya Putri.
"Iya betul Put, aku juga kaget dan tidak percaya ketika mendengar jika Chiko menyukaiku dan berniat serius padaku, namun setelah dia meyakinkanku akhirnya aku pun percaya padanya dan setelah kesembuhannya ia berjanji akan segera menemui kedua orangtuaku," jawab Thania tersenyum.
"Apa kamu menyukainya?" selidik Putri.
"Siapa yang tidak menyukai pria tampan seperti Chiko, Put? Para gadis-gadis normal pasti akan sangat tergila-gila jika melihat sosok Chiko," kata Thania tersenyum-senyum sendiri membuat Putri risih dengan tingkah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Terus kenapa kamu gak pernah cerita?" tanya Putri.
"Aku masih belum bisa cerita kabar bahagiaku di saat kamu sendiri sedang berduka Put, makanya aku simpan dulu kabar ini hingga keadaannya sudah memungkinkam untuk aku cerita terlebih kondisimu kemarin sudah betul-betul down dan aku yakin hingga sekarangpun kamu masih rapuh kan?" tanya Thania yang berhasil membuat Putri terdiam.