CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 59


__ADS_3

Selang beberapa menit pak Sam datang bersama seorang dokter yang sudah memakai pakaian steril, seketika Putri mundur satu langkah saat dokter mulai memeriksa kondisi Randy yang menurutnya sedikit ada perkembangan. Tak henti-hentinya Putri memanjatkan doa di dalam hatinya semoga Allah memberikan mujizat kesembuhan untuk suaminya itu sehingga ia dapat kembali melihat senyum dan sikap menyebalkan Randy.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?" tanya Putri saat dokter telah memeriksa keadaan Randy.


Dokterpun tersenyum ke arah Putri dan pak Sam, "Alhamdulillah bu, pak Randy telah melewati masa kritisnya namun kami masih tetap harus menunggu hingga pak Randy sadar untuk memastikan jika pendarahan pada otak pak Randy tidak begitu fatal sehingga masih dapat berfungsi dengan baik," jelas dokter itu yang membuat Putri sedikit merasa lega.


"Lalu kapan suami saya akan sadar dok?" tanya Putri lagi.


"Kita tunggu hingga beberapa jam kedepan ya bu, semoga pak Randy segera sadar sepertinya kehadiran ibu disini membuat pak Randy kembali berjuang untuk hidup," jawab dokter itu tersenyum.


"Saran saya sebaiknya ibu tetap temani pak Randy disini agar kondisinya semakin membaik," sambung dokter tersebut.


"Baik dok terimakasih," jawab Putri menundukan kepalanya.


Dokter pun berlalu keluar meninggalkan Putri dan pak Sam yang masih menatap Randy.


"Bu sebaiknya ibu istirahat ya, non Thania bilang ibu dari kemarin belum istirahat biar pak Randy saya yang jaga," kata pak Sam.


"Tapi aku ingin Randy melihatku pertama kali saat ia terbangun nanti pak," jawab Putri.


"Jangan khawatir non nanti saya bangunkan non jika pak Randy sadar, jangan sampai nona sakit jika itu terjadi saya pasti akan kena marah tuan Randy karena tidak dapat menjaga non," jawab pak Sam yang membuat Putri terdiam.


Akhirnya kata-kata terakhir pak Sam mampu membuat Putri luluh dan ia pun pamit pada pak Sam untuk istirahat sejenak dan meminta pak Sam untuk berjanji padanya jija Randy terbangun ia harus segera memberitahu Putri yang langsung disetujui oleh pak Sam.


Putri berlalu keluar menghampiri sahabatnya Thania yang tengah menunggu di kursi dan mengajaknya untuk ke hotel terdekat agar mereka dapat beristirahat terlebih dahulu dan menyimpan barang bawaan mereka, dengan di antar oleh anak buah pak Sam dan tetap memakai masker, topi dan kacamata hitamnya mereka pun berlalu menuju hotel yang hanya berjarak beberapa meter saja dari tempat Randy di rawat. Setelah mereka sampai dan telah melakukan registrasi di meja resepsionis mereka pun segera menuju kamar mereka di ikuti dua orang anak buah pak Sam, tak lupa Putri pun memesan kamar untuk anak buah pak Sam yang pasti juga sangat kelelahan karena telah menjaga mereka dari Bandung dimana Putri memesan kamar yang bersebelahan dengan kamarnya untuk memudahkan merek menjaga Putri dan Thania.


Setelah beberapa menit mereka pun sampai di kamar mereka dan Putri segera membersihkan badannya yang sudah terasa sangat lengket yang hanya memakan waktu sepuluh menit saja karena ia sudah sangat lelah dan segera beristirahat. Tak lama setelah Putri keluar Thania pun bergantian masuk ke kamar mandi meninggalkan Putri yang hanya dalam hitungan detik ia sudah masuk ke alam mimpi di sertai dengkuran halusnya.


Di sisi lain Randy yang sedang berada di sebuah lapangan luas di sertai bunga dan kupu-kupu yang memberikan kesan sangat wangi menusuk hidungnya, ia tidak tau dimana ia berada namun terdapat kursi kosong berada disana Randy pun segera duduk di kursi tersebut. Ia tampak menikmati suasana disana apalagi wangi yang cium belum pernah ia temui selama ia hidup hingga akhirnya seorang wanita memanggilnya dari arah belakang, suara yang begitu ia rindukan dan selalu menginginkan kehadirannya seketika Randy menoleh ke arah suara tersebut yang ternyata ibunya tengah tersenyum ke arahnya, senyuman manis menyejukkan yang selalu ia rindukan Randy pun menghambur hendak memeluk ibunya namun ia terhalang oleh sebilas cahaya yang membentengi mereka sehingga Randy hanya bisa menatap ibunya dari kejauhan.

__ADS_1


"Bu Randy kangen sama ibu, Randy ingin memeluk ibu," kata Randy menangis.


"Bersabarlah nak kita pasti bisa bertemu lagi suatu saat nanti, namun percayalah ibu selalu memelukmu dan berada di sampingmu di setiap langkahmu nak ibu juga tau beban hidup yang kamu jalani setelah kepergian ibu dan ayah, ibu tau kamu anak yang kuat." kata ibu Randy tersenyum.


"Tapi bu Randy ingin bersama ibu untuk bisa menguatkan Randy menjalani hari-hari Randy bu, Randy rapuh tanpa ibu dan ayah," jawab Randy menangis.


"Nak saat ini ada sosok yang mampu menguatkanmu selain ibu, dan ia saat ini tengah menunggumu dia juga sangat membutuhkanmu," kata ibu Randy lagi.


"Siapa bu?" tanya Randy.


"Istrimu nak, wanita cantik dan baik yang telah kamu nikahi beberapa bulan lalu dan kamu begitu sangat mencintainya bahkan kalian baru saja kehilangan calon buah hati kalian karena kesalahanmu dan memang sudah Allah takdirkan untuk mengambilnya kembali dari rahim istrimu, ia sangat terpukul setelh kepergian calon buah hatinya dan ia juga saat ini kembali terpukul karenamu maka dari itu kembalilah bersama istrimu nak ibu yakin ia yang akan selalu menguatkanmu dan mengisi hari-harimu menjadi lebih berwarna lagi, ibu dan ayah merestui kalian," kata ibu Randy tersenyum sendu.


"Tapi bu Randy ingin bersama ibu dan ayah disini," jawab Randy lagi.


"Belum saatnya nak tugasmu di dunia masih panjang dan akan tiba saatnya kita akan kembali berkumpul lagi di kehidupan yang kekal, pulanglah nak," kata ibu Randy semakin menjauh dari Randy.


"Bu... tunggu bu Randy masih kangen sama ibu Randy ikut bu," teriak Randy namun ibunya semakin jauh berjalan.


"Putriiiiiii.......!!" teriak Randy.


Pak Sam terperanjat kaget melihat Randy telah sadar dengan keringat di sekujur tubuhnya dan nafas yang tak beraturan.


"Alhamdulillah pak Randy sudah sadar?" tanya pak Sam lalu memencet tombol untuk memanggil dokter.


"Pak Sam aku dimana?" tanya Randy.


"Sabar ya pak, bapak sedang di rumah sakit karena kecelakaan beberapa hari lalu," jawab pak Sam.


"Apa kecelakaan? Lalu dimana istriku pak apa dia mengetahuinya?" tanya Randy kaget.

__ADS_1


"Istri bapak tadi siang saya suruh untuk beristirahat di penginapan sekitar sini bersama teman perempuannya," jawab pak Sam.


Tiba-tiba dokter masuk untuk memeriksa keadaan Randy yang membuat dokter tersebut tersenyum mengembang karena tanpa ia sangka bahwa Randy betul-betul telah melewati masa kritis nya dan melewati masa koma selama beberapa hari ini, ia segera memeriksa keadaan Randy dan ia sangat bersyukur bahwa kondisi Randy baik-baik saja bahkan Randy dapat merespon ucapannya dengan baik.


"Apa yang terjadi dengan saya dok?" tanya Randy.


"Beberapa hari lalu bapak mengalami kecelakaan parah bersama teman bapak dan hatus menjalani operasi di bagian otak kiri bapak karena benturan hebat di kepala bapak bahkan bapak sempat koma selama empat hari dan mengalami kritis dan bagi kami hany kemungkinna kecil bapak dapat selamat namun Allah berkehendak lain pak, Alhamdulillah kehadiran istri bapak disini membuat bapak bisa melewati masa-masa kritis bapak hingga akhirnya bapak dapat membuka mata lagi, ini suatu mujizat dari Allah dan doa tulus seorang istri," jelas dokter itu tersenyum sambil berkaca-kaca.


Mendengar itu Randy pun ikut terharu dan meneteskan air matanya.


"Bahkan kondisi bapak saat ini sangat baik apalagi setelah menjalani operasi di bagian otak kiri bapak tapi bapak masih dapat merespon ucapan saya yang berarti fungsi otak kiri bapak masih berjalan dengan baik," sambung dokter itu.


"Terimakasih dok, saya bersyukur Allah masih memberikan saya kesempatan kedua untuk tetap berada di dunia ini," jawab Randy.


"Lalu bagaimana keadaan teman saya dok? Apa dia baik-baik saja?" tanya Randy.


"Alhamdulillah beliau sudah sadar tadi pagi namun kondisinya masih sangat lemah karena mengalami cedera di bagian kaki kirinya sehingga harus menjalani operasi." jawab dokter itu.


"Baiklah dok lakukan yang terbaik untuk teman saya hingga ia betul-betul pulih," jawab Randy.


"Pasti pak, itu sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kami. Kalau begitu saya permisi dulu ya pak jika kondisi bapak terus berangsur membaik bapak akan segera di pindahkan ke ruang perawatan," jawab dokter itu dan berlalu keluar.


Saat dokter itu keluar ia berpapasan dengan Putri yang baru saja datang dan melihat dokter itu baru saja keluar dari ruangan Randy.


"Dokter apa terjadi sesuatu dengan suami saya?" tanya Putri panik.


"Alhamdulillah berkat doa dan semangat dari ibu pak Randy sudah melewati masa kritis dan koma nya, saat ini beliau sudah sadarkan diri dan dapat merespon perkataan saya dengan baik dan ingatannya pun tidak ada yang terganggu," jelas dokter itu tersenyum lebar.


"Alhamdulillah ya Allah... kalau begitu bolehkah saya melihat suaminya dok?" tanya Putri senang.

__ADS_1


"Silahkan bu," jawab dokter itu.


Putri pun segera masuk ke dalam dan memakai pakaian steril meninggalakan Thania yang melihat Putri dari balik kaca yang tengah menghampiri suaminya bergantian dengan pak Sam yang berjalan keluar meninggalkan mereka berdua di dalam. Senyum Thania pun mengembang disertai tangis haru saat melihat sahabatnya tengah memeluk suaminya yang sudah sadar meski masih terlihat lemah namun ia sangt bersyukur akhirnya sahabatnya itu bisa kembali di persatukan dengan cintanya.


__ADS_2