CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 18


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Putri berdering dan mengagetkan semuanya, segera Putri menjawab telponnya.


"Hallo sayang."


"Hallo sayang kalian sudah di atas."


"Sudah sayang kami juga menahan pintu dengan benda berat, kamu masih dimana?" tanya Putri.


"Sebentar lagi aku sampai, apa mereka masih disana? Gimana kondisi satpam di depan?" tanya Randy panik.


"Aku ga tau sayang kami tidak ada yang berani keluar balkon untuk melihatnya."


"Nona seperti nya mereka berhasil masuk ke dalam." teriak pak Amir yang juga di dengar oleh Randy.


"Dari mana bapak tau?" tanya Putri.


"Saya melihat cctv yang tersambung ke handphone saya," jawab Pa Amir cepat.


"Sayang berikan ponselmu pada pa Amir," perintah Randy.


Putri segera memberikan ponselnya pada Pa Amir.


"Hallo Tuan?"


"Pa Amir apa mereka sudah sampai di atas?"


"Belum tuan sepertinya mereka sedang mencari sesuatu di bawah, mereka membuka kamar satu persatu."


"Berapa jumlah mereka?" tanya Randy lagi.


"Ada enam orang tuan, tapi sepertinya satu orang sedang menelpon seseorang."


"Dimana posisi mereka sekarang?"


"Yang tiga orang sedang mengobrak abrik lantai satu yang dua orang berjaga di pintu utama dan yang sedang menelpon dia berjalan menuju lantai dua tuan."


"Baiklah tetap awasi pergerakan mereka, saya sudah di gerbang bersama beberapa polisi dan bodyguard, jangan matikan telponnya!" perintah Randy.


"Baik tuan."


"Pak Amir apa yang di katakan Randy?" tanya Putri cemas.


"Tuan sudah sampai di depan gerbang bersama beberapa orang polisi dan bodyguard nona, ssst jangan ada yang bersuara satu pria sedang mendekat kesini," kata Pak Amir dan di dengar oleh Randy.


Putri dan beberapa orang disana terdiam ketakutan hingga mereka mandi keringat meskipun ruangan tersebut sudah full ac karena ketakutan mereka. Putri duduk di tempat tidur di temani bi Sumi dan yang lainnya duduk di sofa.


Tiba-tiba terdengar bebarapa kali tembakan di bawah yang membuat Putri dan yang lainnya kaget.


"Pa Amir apa yang terjadi di bawah?" tanya Putri.


"Polisi telah datang dan melumpuhkan empat orang dari mereka sedangkan tuan Randy, polisi dan temannya menuju kesini."

__ADS_1


"Dimana keberadaan pria tadi?" bisik Randy melalui telpon.


"Dia berlari ke arah balkon tuan satu orang kabur melalui pintu belakang."


Dor...dor...dor.... suara tembakan kembali terdengar di dekat kamar, Putri yang sangat ketakutan memeluk bi Sumi


"Amir bagaimana? apa tidak terjadi apa-apa dengan tuan Randy?" tanya pak Ujang yang melihat ekspresi pak Amir berubah.


"Alhamdulillah mereka selamat pak Ujang, hanya saja aku mengenal pria yang kabur keluar." jawaban Pak Amir sontak membuat Putri dan semuanya kaget.


"Siapa dia?" tanya Putri.


"Dia anak buah sari salah satu karyawan Tuan Randy nona."


"Siapa Pak?" tanya Randy tiba-tiba.


"Yang beberapa hari lalu tuan jebloskan ke penjara." jawab Pak Amir.


"Apa kamu tidak salah melihat?" tanya Randy lagi.


"Tidak tuan, bahkan saya sudah mengcapture wajahnya di ponsel saya."


"Baiklah kalau begitu kamu tolong jaga disitu saya akan mengurus penjahat-penjahat ini terlebih dulu, jangan ada yang keluar sebelum saya selesai mengurus mereka."


"Baik tuan."


"Nona sebaiknya Nona istirahat saja penjahatnya sudah tertangkap dan tuan Randy sudah selamat" ucap bi Sumi.


"Jangan nona tuan berpesan kita jangan ada yang keluar sebelum tuan selesai mengurus mereka," cegah Pak Amir.


"Bolehkah aku melihat ponsel Pak Amir?" tanya Putri.


"Silahkan nona."


Putri terkejut melihat kondisi rumah yang berantakan dan para pelaku yang sudah terduduk lemah karena terkena tembakan, beberapa menit kemudian keempat pelaku tersebut di bawa ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan untuk mengetahui dalang di balik kejadian ini.


"Buka pintunya," kata Randy di telepon.


Pak Amir dan mang ujang segera membuka pintu kamar mereka dan kembali membereskan sofa ke tempat semula, Putri segera memeluk Randy saat Randy masuk ke kamarnya.


"Sayang aku takut," peluk Putri erat.


"Tidak apa sayang semuanya sudah teratasi, kalian semua tidak apa-apa?" tanya Randy pada seluruh asistan rumah tangga mereka.


"Tidak apa-apa tuan, untung nya tadi nona Putri segera memberitahu saya kalau di luar ada beberapa orang yang memaksa masuk dan nona Putri meminta kami untuk menahan pintu utama dan pintu belakang jika tadi tidak ada non Putri kami tidak tau nasib kami akan seperti apa," kata bi Sumi.


"Sayang benarkah yang di ucapkan bi Sumi?" tanya Randy.


"Benar sayang, tadi selesai mandi aku berniat untuk berjemur di balkon kamar tapi aku kaget saat melihat satpam di depan tengah menahan beberapa orang pria yang memaksa masuk ke dalam dan aku segera turun ke bawah panggil bi Sumi untuk menahan pintu dengan benda berat agar mereka tidak bisa masuk, oh ya bagaimana keadaan pak satpam yang di depan?" tanya Putri.


"Mereka sudah di bawa ke rumah sakit karena mereka sudah babak belur dan di ikat di pos satpam."

__ADS_1


"Astagfirullah," ucap Putri dan seluruh asistannya.


"Lebih baik sekarang kalian istirahat terlebih dahulu biar nanti saja membereskan rumah yang telah di obrak abrik oleh para pelaku dan sekarang saya sudah lebih memperketat penjagaan di rumah ini, saya juga memutuskan pak Sam akan bekerja disini sebagai kepala keamanan dan Pak Amir saya tugaskan untuk membantu Pak Sam dengan memantau keamanan melalui cctv, jika ada gelagat orang yang mencurigakan beritahu pak Sam, mengerti?"


"Baik tuan saya mengerti" ucap Pak Amir dan Pak Sam bersamaan.


"Yasudah kalau begitu kalian boleh keluar dan beristirahat, oh ya pak Ujang tolong nanti tunjukkan kamar untuk Pak Sam ya," kata Randy seketika.


"Baik tuan, mari pak Sam," kata pak Ujang.


"Baik terimakasih."


Mereka pun berlalu dan Randy kembali melihat istrinya yang tengah memperhatikannya.


"Kenapa sayang?" tanya Randy memegang pundak Putri.


"Apa ini ulah mantan atasanku?" tanya Putri pada Randy.


"Aku masih belum jelas siapa pelaku nya sayang, karena kejadian yang bersamaan dengan terbakarnya gudang kantor membuat polisi membagi dua kubu untuk mengusut siapa pelaku nya, tapi besar dugaan pelakunya adalah orang yang sama," ucap Randy mengajak Putri duduk di sofa.


"Lalu bagaimana dengan dua pelaku yang berhasil kabur sayang? Bukankah mereka berpotensi kembali lagi?" tanya Putri khawatir.


"Ya kamu benar, kedua orang itu sudah masuk daftar pencarian orang dan Pak Sam sedang mengurusnya. Untuk sementara waktu kamu dan aku kemana pun harus bersama-sama karena seperti nya mereka mengincar kamu dan ruang kerja ku," kata Randy lagi.


"Sayang aku minta maaf karena kamu menolongku saat itu kamu jadi banyak masalah seperti ini," kata Putri dan hendak menangis.


"ssstt sudahlah sayang ini sudah jadi kewajibanku untuk melindungimu," jawab Randy memeluk Putri.


"Yang terpenting sekarang kamu selamat dan ketika aku pergi ke kantor atau kemanapun kamu ikut denganku, apa kamu mau?"


Putri hanya menganggukan kepala nya "Lalu bagaimana dengan nasib para korban kebakaran sayang? Apa mereka masih akan menuntutmu?" tanya Putri khawatir.


"Chiko sudah meminta para keluarga untuk datang besok siang bertemu denganku."


"Apa aku boleh mendampingimu menemui mereka sayang?" tanya Putri lagi.


"Tentu boleh sayang, justru aku akan memintamu untuk menemaniku di pertemuan besok dan aku harap kamu dapat menjadi penyejuk jika besok terjadi ketegangan dalam pertemuan ini."


"InsyaAllah aku akan berusaha agar mereka tidak jadi menuntutmu sayang," jawab Putri.


"Terimakasih sayang," kata Randy mengecup kepala Putri.


"Lalu sekarang kamu akan kembali ke kantor?"


"Tidak sayang, aku sudah memberitahu Chiko kalau kau sedang dalam bahaya dan aku sudah mengutus pak Sam untuk ke kantor menemui Chiko."


"Baiklah sayang terimakasih," kata Putri dan kembali memeluk erat Randy.


"Lebih baik kita sekarang istirahat ya," kata Randy lalu menggendong Putri ke tempat tidur dan mereka pun langsung terlelap.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2