
Saat semua keluarga korban keluar dari ruangan meeting Putri dan pengacara pun bernafas lega.
"Alhamdulillah ya pak meeting nya selesai sesuai harapan," kata Putri sambil membereskan berkas-berkasnya.
"Iya bu, ini semua karena ibu yang dapat meyakinkan mereka," jawab pengacara tersenyum.
"Iya pak, hanya satu lagi yang belum kita selesaikan pak yakni keluarga almarhum," kata Putri tertunduk.
"Biarkan itu menjadi urusan saya bu, saya akan mengumpulkan bukti-bukti bahwa pak Randy tidak bersalah dan tidak ada kaitannya dengan peristiwa ini karena peristiwa ini betul-betul di luar kehendak bahkan pak Randy tidak mengetahui jika beliau memiliki musuh sebelumnya," jawab pengacara mantap.
"Baiklah terimakasih atas bantuannya ya pak, semoga kasus ini segera selesai dan Randy bisa keluar dari masalah ini," kata Putri.
"Aamiin bu, yasudah saya kembali ke kantor ya bu untuk menyiapkan berkas-berkas nya dan mengumpulkan kembali bukti-bukti yang belum sempat saya simpan, apa ibu akan kembali ke rumah sakit atau mau disini dulu?" tanya pengacara.
"Hmm seperti nya saya akan kembali ke rumah sakit pak," jawab putri.
"Baiklah kalau begitu mari bu saya antar ke rumah sakit," ajak pengacara.
"Ah tidak usah pak saya pakai taksi saja, bapak kan masih harus mencari bukti dan ini bingkisan untuk bapak juga ya terimakasih sudah membantu Randy," kata Putri tersenyun sambil memberikan bingkisan pada pengacara.
"Tidak usah bu, ini sudah menjadi tugas saya," tolak pengacara.
"Tidak apa-apa pak mohon di terima untuk keluarga bapak," kata Putri lagi.
"Baiklah terimakasih banyak ya bu, kalau begitu mari bu saya antar ke depan," kata pengacara.
"Baik pak."
Putri dan pengacara pun berjalan menuju lift.
"Sayang kenapa tidak di antar pengacara saja? Aku khawatir terjadi apa-apa denganmu," kata Randy dari seberang sana.
"Ah iya sayang maaf aku melupakanmu, tidak apa-apa sayang aku naik taksi saja biar pengacara lebih cepat membawa bukti bahwa kamu tidak bersalah," kata Putri yang sudah berada di dalam lift.
"Tapi sayang saat ini kondisi nya sedang tidak baik-baik saja," kata Randy cemas.
__ADS_1
"Tidak apa-apa sayang aku akan tetap waspada ko, kamu percaya sama aku ya," jawab Putri.
"Baiklah, tapi kalau ada yang mencurigakan kamu beritahu aku," kata Randy.
"Baiklah sayang, ini aku sudah di lobby kantor," kata Putri.
"Baiklah minta satpam untuk memberhentikan taksinya," kata Randy.
"Bu saya sudah titip pesan ke satpam untuk memberhentikan taksi untuk ibu, tapi mohon maaf bu saya harus segera ke kantor karena sepertinya ada yang ingin mencuri data-data yang sudah terkumpul untuk bukti ke pengadilan, ibu tidak apa-apa jika saya pergi lebih dulu?" kata pengacara.
"Iya pak tidak apa-apa nanti saya tunggu di depan bapak pergi saja, data-data nya jauh lebih penting," kata Putri kaget.
"Baiklah maaf ya bu kalau begitu saya duluan," kata pengacara dan mendapat anggukan dari Putri.
Tidak berselang lama taksi pun datang dan seorang satpam menghampiri Putri.
"Siang bu, ini taksinya sudah datang," kata satpam itu sopan dan membukakan pintu untuk Putri.
"Baik pak terimakasih ya," jawab Putri dan masuk ke dalam taksi.
"Bu maaf sepertinya dari tadi mobil yang di belakang membuntuti kita, apa ibu mengenal mobil yang di belakang?" kata supir taksi itu.
Seketika Putri pun menoleh ke belakang dan memang benar mobil tersebut membuntuti taksi yang ditumpanginya.
"Saya tidak mengenalnya pak, bapak hati-hati ya kalau bisa gunakan jalan yang ramai saja ya pak tidak apa-apa saya membayar lebih pada bapak yang penting selamat," kata Putri tenang meskipun hati nya berontak takut tapi ia tidak ingin Randy tau jika ia sedang dalam bahaya.
"Sayang ada apa?" tanya Randy.
"Tidak apa-apa sayang," jawab Putri.
"Kamu jangan bohong aku dengar tadi ada yang mengikutimu?" tanya Randy tegas.
"Hmm iya sayang, tapi aku sudah meminta pak supir untuk menggunakan jalan yang ramai," jawab Putri.
"Aku bilang juga apa kamu kenapa ga nurut dengan perkataanku?" kata Randy cemas.
__ADS_1
"Maaf sayang tapi memang kondisinya pun tidak bersahabat karena tadi pengacara juga harus segera ke kantor karena ada yang mencoba mencuri data-data untuk bukti," jawab Putri.
"Hah ini pasti sudah di rencanakan oleh mereka kamu dimana sekarang?" tanya Randy.
"Aku sudah sampai jalan xxx sekitar lima belas menit lagi aku sampai," kata Putri.
Tiba-tiba sebuah mobil memotong laju taksi sehingga taksi yang di tumpanginya harus berhenti mendadak.
"Astagfirullah, pak ada apa?" tanya Putri pada sopir taksi itu.
"Maaf bu mobil yang tadi di belakang tiba-tiba memotong jalan jadi saya harus rem mendadak," jawab supir itu kaget.
"Lalu dimana mobil itu sekarang pak?" tanya Putri lagi.
"Sepertinya mobil nya sudah berjalan kembali bu, tapi saya tidak melihat ke arah mana," jawab sopir taksi itu.
"Baiklah kalau begitu di percepat perjalannya ya pak agar saya dapat segera sampai di rumah sakit," titah Putri.
"Baik bu, sekali lagi saya mohon maaf," kata sopir itu lagi.
"Iya pak tidak apa-apa," kata Putri tersenyum.
Supir taksi pun segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan Putri kembali mengotak atik handphone nya sambil sesekali melihat ke belakang karena takut mobil itu masih mengikutinya, tak lupa ia juga melihat ke arah supir taksi jika di lihat ada hal yang mencurigakan Putri dapat segera memberitahu Randy. Saat taksi sudah hampir sampai di rumah sakit tiba-tiba dari arah berlawanan hendak menabrak taksi itu sehingga supir taksi tadi harus membanting setir.
"Pak awaaassss !!!" teriak Putri.
"Sayang ada apa?" tanya Randy kaget.
Putri tidak menjawab apapun karena kepala nya terbentur keras jendela mobil hingga menyebabkan ia pingsan. Randy yang tidak mendapat jawaban Putri pun semakin cemas dan berusaha bangun dari tempat tidur dan membuka infusan yang masih terpasang, meski kepala nya masih terasa sakit ia tetap melanjutkan jalannya menuju lift. Tidak berselang lama lift pun terbuka dan suster yang melihat Randy hendak keluar dari rumah sakit segera mencegahnya,
"Pak Randy mau kemana? Bapak masih belum pulih," kata suster itu
"Saya mau susul istri saya sus dia dalam bahaya," kata Randy.
"Tapi bapak masih belum pulih pak," kata suster itu memegang tangan Randy.
__ADS_1
"Tidak sus saya pasti akan kembali lagi setelah membawa istri saya kemari," kata Randy lalu berlalu pergi meninggalkan suster itu.