CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Manusia Es


__ADS_3

Keesokan pagi


Matahari mulai menampakkan teriknya namun Randy dan Putri masih saja belum terbangun dan malah semakin meghangatkan saling memeluk menarik kembali selimut mereka hingga ke leher.


Di sisi lain Chiko baru saja sampai di pelataran rumah Randy dan di sambut hangat oleh mang Ujang yang sedang menyiram tanaman.


"Selamat pagi mang," kata Chiko.


"Eh den Chiko! Selamt pagi den, mau ketemu den Randy?" tanya mang Ujang.


"Iya mang! Sudah bangun belum?" tanya Chiko.


"Eh kurang tau den soalnya mamang belum lihat den Randy dan non Putri," jawab mang Ujang.


"Yasudah kalau begitu aku masuk dulu ya mang," kata Chiko meninggalkan mang Ujang.


Karena Chiko seperti di rumah sendiri akhirnya ia langsung masuk ke dalam rumah Randy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tampak bi Sumi sedang menata makanan di meja makan.


"Pagi bi!" seru Chiko.


"Eh den Chiko sudah sembuh?" tanya bi Sumi.


"Alhmdulillah bi, Randy nya belum turun bi?" tany Chiko.


"Belum den mungkin masih tidur soalnya malem den Randy dan non Putri pulang larut," jawab bi Sumi.


"Dari mana mereka bi?" tanya Chiko lagi.


"Semalem den Randy bilang mau ajak non Putri jalan-jalan dan makan di luar dan pulang bawa oleh-oleh kue dan cake kami semua pun di kasih satu kantong keresek besar.


"Oh ya? Wah berarti semalam ada yang pesta cake dan kue sepertinya ya bi," kata Chiko.


"Hehe mungkin iya den, ayo den sarapan dulu sambil menunggu den Randy dan non Putri turun," kata bi Sumi.


"Ah iya bi terimaksih ya bi," kata Chiko mengambil piring lalu menuangkan nasi dan lauk pauknya.


Hingga Chiko memyelesaikan sarapannya baik Randy maupun Putri belum juga turun untuk sarapan hingga Chiko memberanikan diri untuk naik ke kamar Randy dan Putri berada.


Tok...tok...tok...


Tok...tok...tok....


Hingga beberapa Chiko mengetuk pintu masih juga belum terdengar bahwa Pitri dn Randy terbangun.


"Astaga apa mereka baru pada tidur ya? Ko ga ada yang nyaut dari tadi!" gerutu Chiko.

__ADS_1


"Hah yasudahlah aku tunggu saja di kursi," kata Chiko lalu berjalan menuju sofa yang tak jauh dari kamar Randy dan Putri.


Di sisi lain Randy baru saja terbangun karena suara alarm yamg Putri pasang dan mematikan dering alarm nya.


"Hmm ternyata sudah siang lagi," kata Randy.


Randy menoleh ke arah istrinya yang masih terlelap lalu mengecup kening Putri lembut lalu mengusap pucuk kepala Putri dan tersenyum.


Setelah beberapa saat memandangi wajah Putri Randy pun beranjak turun dari tempat tidurnya dengan pelan agar tak membangunkan Putri ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri daj berendam sejenak. Putri baru saja terbangun dan melihat suaminya ternyata sudah bangun lebih dulu saat Putri hendak mencari Randy terdengar suara gemercik air tanda bahwa suaminya sedang mandi ia pun segera turun menuju kamar ganti untuk menyiapkan pakaian kerja Randy beserta sepatunya laku membereskan kembali tempat tidurnya dan membereskan makanan ke lemari es mini khusus di kamarnya.


"Istriku sudah bangun?" tanya Randy mencium pipi Putri.


"Iya sayang maaf ya kamu bangun lebih dulu dari pada aku," kata Putri tak enak.


"Tidak apa-apa sayang kamu pasti sangat lelah kan?" kata Randy.


"Iya sayang," jawab Putri nyengir kuda.


"Yasudah tidak apa-apa sekarang kamu mandi ya biar lebih segar biar sisanya aku yang bereskan," kata Randy.


"Tapi sayang!" kata Putri terhenti.


"Sudah gih mandi dulu," jawab Randy santai.


"Baiklah sayang terimakasih," kata Putri mengecup bibir suaminya.


Randy segera memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Putri lalu menepati janjinya untuk membereskan makanan ke lemari es mini. Setelah di rasa semuanya selesai Randy merapikan rambutnya dan memakai minyak wangi kesukaannya, dari pantulan cermin tampak Putri baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah dan rambut yg terbungkus handuk Randy pun membalikkan badannya tersenyum manis.


Melihat Randy yang menatapnya seperti hendak memakan Putri membuatnya malu dan menundukan kepalanya menuju kamar ganti.


"Hey sayang kenapa kamu mengabaikan suamimu!" seru Randy saat melihat Putri dengan cepar menuju kamar ganti.


Saat Randy hendak menyusul Putri pintu kamarnya kembali di ketuk sehingga terpaksa Randy mengurungkan niatnya untui mengejar Putri dan membuka knop pintu ynag ternyata Chiko yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah sangat masam.


"Astaga ternyata Lo sudah bangun!" teriak Chiko.


"Sudah memangnya kenapa?" tanya Randy tanpa dosa.


"Lo tau gak gue sudah dua jam nunggu lo bangun tapi lo malah santai-santai saja di dalam! Dasar temen gak ada akhlak ya lo!" kata Chiko berapi-api.


"Lah mana gue tau lo dateng, lagian kenapa gak lo ketuk pintu kamar gue atau telepon gue?" kata Randy.


"Gue udah puluhan kali ketuk kamar lo tapi gak ada respon sama sekali dan tolong cek ponsel lo gue juga sudah puluhan kali nelpon lo tapi gak lo angkat!" kata Chiko.


"Oh gitu yasudah sorry mungkin gue tadi masih tidur!" jawab Randy santai.

__ADS_1


"Enak banget lo bilang sorry gue aja sudah jamuran nunggu di kursi lo!" kata Chiko.


"Ya terus lo mau apa?" tanya Randy.


"Ganti rugi lah waktu gue kebuang sia-sia karena nunggu lo disini!" jawab Chiko.


"Hah berani lo minta ganti rugi sama gue?" kata Randy menatap tajam mata Chiko yang membuat Chiko menciut.


"Emm eh hahaha bercanda bro sorry! Mana mungkin gue berani minta ganti rugi sama lo!" jawab Chiko menggaruk kepalanya.


"Ok kalau begitu lo turun duluan bentar lagi gue nyusul!" kata Randy kembali menutup pintunya


Chiko yang berada di depan pintu hanya bisa melotot dan diam terpaku karena dua jam dia menunggu di depan pintu kamar Randy hanya mendapat respon yang sungguh tidak berkeprimanusiaan.


"Hah untung dia bos kalau bukan udah gue uleg biar tau rasa!" gerutu Chiko sambil turun menuruni anak tangga.


"Sayang ada siapa?" kata Putri saat keluar dari kamar ganti.


"Biasa si Chiko," kata Randy.


"Oh dia sudah datang? Yasudah ayo kita turun kasian kalau dia menunggu terlalu lama," kata Putri.


"Cantik sekali istriku ini!" kata Randy mengecup gemas pipi dan bibir Putri.


"Jangan macam-macam sayang kamu sudah di tunggu Chiko di bawah!" kata Putri yang sudhh mengerti maksud suaminya.


"Baiklah nanti malam saja," kata Randy mengedipkan sebelah matanya.


"Sudhh ayo cepat!" kata Putri menarik lengan suaminya itu.


Mereka pun keluar kamar dan menuruni anak tangga dan telah tampak Chiko sedang menunggu mereka di ruang tamu sambil menonton televisi.


"A Chiko kapan datang?" tanya Putri menghampiri Chiko.


Saat Chiko hendak menjawab Randy sudah lebih menatapnya tajam karena tau jika Chiko selalu mencari pembelaan dari istrinya itu.


"Ah baru saja Put," jawab Chiko cengengesan.


"Oh kalau begitu ayo kita sarapan bersama," kata Putri.


"Ah tidak usah Put tadi aku sudah sarapan ko masih kenyang," jawab Chiko cepat.


"Baiklah kalau begitu kita sarapan dulu dan kau tunggu saja disitu!" ucap Randy lalu menarik tangan istrinya.


"Dasar manusia es batu!" gerutu Chiko.

__ADS_1


"Aku masih mendengat gerutuanmu tuan Chiko! Gajimu bulan ini gue potong dua puluh persen karwna telah mengataiku!" kata Randy penuh penekanan.


Chiko kaget dan menoleh ke belakang ternyata Randy masih berada beberapa meter dari tempat ia duduk dan kata-kata Randy membuat Chiko semakin bungkam karena takut gaji nya di potong.


__ADS_2