
Karena khawatir dengan keadaan Putri yang sangat pucat Randy memutuskan untuk membawa Putri ke rumah sakit terdekat setelah menempuh jarak sepuluh menit akhirnya Randy sampai di IGD lalu menggendong Putri dan membaringkannya di brankar namun karena memang saat itu kondisi di rumah sakit sedang penuh Putri pun tidak segera di tangani oleh dokter jaga membuat Randy kesal dan menegur petugas medis disana dan menjadi pusat perhatian keluarga pasien yang berada disana, namun karena mereka mengenal siapa Randy akhirnya mereka tidak ada yang berani untuk melawannya dan segera menangani Putri yang masih belum sadarkan diri. Setelah di periksa dokter menjelaskan kondisi Putri yang kekurangan asupan dan sedang dalam tekanan berat dokterpun memutuskan untuk melakukan observasi lebih lanjut sehingga Putri harus di rawat untuk beberapa hari hingga kondisinya betul-betul pulih.
Demi kebaikan putri Randy menyetujui saran dari dokter dan segera memproses biaya pendaftaran dan rawat inap untuk Putri dan memilih kamar VVIP agar Putri nyaman berada disana. Setelah menyelesaikan proses administrasi rawat inap Putri segera mendapat infusan dan dibawa ke kamar rawat inap sambil berjalan menuju kesana Randy menghubungi Chiko untuk memberitahunya bahwa Putri masuk rumah sakit dan meminta Chiko untuk datang kesana membawa pakaian ganti untuk Randy dan Putri lalu kembali fokus dengan Putri yang masih menutup matanya. Tiba-tiba ponsel Randy pun berdering kembali yang ternyata dari Sefti ketika Randy hendak menekan tombol hijau ia kembali berpikir bahwa Putri sempat salah paham dengan hubungan mereka hingga membuat Putri keluar dari rumah dan untungnya Randy bisa menemukan Putri hingga Putri pingsan dan harus di bawa ke rumah sakit akhirnya Randy memutuskan untuk tidak menjawabnya dan memblokir nomor Sefti agar Putri tidak salah paham lagi dan Randy tidak ingin rumah tangga yang baru ia bina kurang dari satu bulan ini harus berakhir dengan perceraian karena tak bisa Randy pungkiri bahwa ia sangat mencintai dan menyayangi Putri lebih dari dirinya terlebih Randy baru menyadari arti Putri dalam hidupnya ketika Putri pergi tanpa meninggalkan kabar padanya hingga Randy hampir di buat frustasi hampir kehilangan Putri karena tidak ada lagi informasi mengenai Putri jika tadi ia tidak hendak membeli minum ke supermarket tempat Putri beristirahat ia tidak akan menemukan Putri disana apalagi saat Randy menemukan Putri ia sedang tertidur dalam posisi terduduk hingga membuat hatinya sangat sakit melihat istri yang sangat ia cintai harus tertidur di depan supermarket bahkan ia tidak bisa membayangkan jika saja yang tadi menghampiri Putri bukan dirinya mungkin saat ini Putri sudah dalam bahaya karena di manfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Namun Randy sangat bersyukur ia masih bisa dipertemukan kembali dengan Putri dan dapat mendengar alasan Putri pergi dari rumah dan ingin berpisah dengannya hingga Randy bisa segera memperbaiki kesalahannya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
Randy dan Putri akhirnya sampai di ruangan VVIP lalu petugas pun meninggalkan mereka berdua, setelah kepergian petugas Randy kembali memandangi wajah istri cantiknya itu dan memegang erat tangannya Randy memastikan dan berjanji bahwa Putri tidak akan lagi masuk rumah sakit lagi karena keegoisannya dan akan lebih memperhatikan pola makan Putri. Tiga puluh menit kemudian seseorang mengetuk pintu kamar pasien dan Randy segera memintanya masuk dan masuklah Chiko dengan membawa tas berisi pakaian Randy dan Putri yang telah di siapkan bi Sumi sebelumnya tak lupa Chiko juga membawakan makanan dan beberapa cemilan untuk Randy dan Putri karena ia tau mereka pasti belum makan dan Randy menerimanya dengan senang hati namun ia tidak serta merta segera memakan makanan yang Chiko bawa sedangkan Putri masih belum juga sadarkan diri dan Putri juga belum makan apapun akhirnya Randy memutuskan untuk makan bersama Putri jika ia bangun nanti lalu meminta Chiko untuk menyimpan makanan tersebut di meja yang tak jauh dari mereka. Tanpa diminta Chiko segera duduk di sofa memperhatikan raut wajah Randy yang tampak sangat merasa bersalah karena telah membuat Putri masuk rumah sakit.
"Sudah jangan terlalu meratapi kesalahan lo yang membiarkan Putri pergi sendiri hingga larut malam karena semuanya sudah terjadi lebih baik lo jadikan semuanya ini sebagai pembelajaran buat rumah tangga lo jangan terlalu mengedapankan ego lo seperti sebelum lo nikah dulu, lo harus merubah sifat lo lebih dewasa lagi untuk mengambil sikap buat rumah tangga lo tanpa harus menyakiti hati siapapun selesaikan masalah dengan kepala dingin seperti yang sering lo lakukan jika lo menyelesaikan masalah di depan client dan lo bisa menekan ego lo saat di depan client kenapa lo gak bisa lakuin itu untuk istri lo yang jelas-jelas satu rumah dengan lo, satu tempat tidur dengan lo, gadis yang lo janjiin untuk di bahagiakan dan berjanji di hadapan Allah dan almarhum kedua orangtua nya bahwa lo akan menjadi suami yang bisa membimbing dia justru lo selalu mengedapankan emosi saat lo menyelesaikan masalah dengan Putri," kata Chiko menatap tajam ke arah Randy karena terlalu geram dengan sikap Randy pada Putri.
Randy hanya terdiam mendengar ucapan Chiko tanpa berusaha menangkis perkataan Chiko karena semua yang Chiko ucapkan pada Randy betul adanya, Chiko yang melihat Randy hanya terdiam ia pun bangkit dan hendak meninggalkan Randy namun tiba-tiba Randy membuka mulutnya membuat Chiko menghentikan langkah nya dan berbalik mentap Randy.
"Apa selama ini gue terlalu egios dengan istriku sendiri?" kata Randy dengan tatapan kosongnya.
__ADS_1
"Sorry bro gue tau sikap lo pada Putri saat lo di Paris hingga pipi nya bengkak dan ia demam tinggi, gue rasa masalah saat itu pun sangat sepele dan lagi-lagi itu karena keegoisan lo yang tidak pernah menanyakan alasan apapun yang bikin mood lo berubah karena Putri padahal lo bisa selesaikan masalah itu tanpa ada yang tersakiti dan masih bisa di selesaikan dengan kepala dingin dan sekarang lo juga melakukan hal yang sama hanya karena Putri fokus dengan kedua sahabatnya lo pergi keluar tanpa berbicara apapun dengan dia lalu bertemu dengan teman perempuan lo yang bikin Putri pergi dari rumah," jelas Chiko dan mendapat tatapan tajam dari Randy.
"Dari mana lo tau masalah gue?" kata Randy dengan nada setengah tinggi.
"Lo gak perlu tau dari mana gue dapat informasi ini yang jelas gue dapat informasi ini bukan dari Putri biar lo gak salah paham juga sama gue," kata Chiko mendudukan dirinya kembali di sofa.
"Kalau lo masih belum merubah sifat lo jangan harap lo bisa liat Putri lagi karena gue yakin Putri lambat laun akan pergi jauh dari kehidupan lo jadi sebelum itu semua terjadi lo berubah menjadi yang lebih baik lagi buat istri lo,"
"Untuk apa gue ngerasain apa yang lo rasain karena menurut gue Putri sudah melakukan yang terbaik buat lo cuman lo nya aja yang terlalu meninggikan ego, lagian belajar rumah tangga itu gak harus nikah dulu dari orang sekitar juga bisa dapat pembelajaran bagaimana menjadi suami yang baik dan bagaimana cara memperlakukan istri dengan baik serta bagaimana cara menyelesaikan masalah rumah tangga tanpa menyakiti hati siapapun termasuk diri sendiri,"
"Kenapa lo lebih tau istri gue?" tanya Randy yang curiga dengan Chiko.
__ADS_1
"Bukannya gue lebih tau istri lo tapi gue selalu menjadi pengamat rumah tangga lo dan Putri bahkan rumah tangga orang lain dan itu bisa jadi pembelajaran buat gue kalau suatu saat gue punya istri gue udah punya bekal ilmunya," kata Chiko santai.
"Lo boleh saja mengamati rumah tangga orang lain tapi lo tidak ada hak untuk mengamati rumah tangga bos lo," kata Randy melintingkan lengan kemejanya.
"Seharusnya lo berterimakasih sama gue karena kalau gue tidak mengamati rumah tangga lo dan Putri lo gak bakalan sadar dengan kesalahan lo kan?" kata Chiko.
"Hah ya ya ya lo emang selalu benar padahal gue disini yang bos nya, lebih baik lo pulang sana dari pada bikin mood gue makin rusak" kata Randy ketus.
"Lo tuh ya kebiasaan udah di bantuin bukannya terimakasih malah ngusir gue seenaknya bukannya nyuruh gue istirahat ke apa ke temen yang gak tau terimakasih ya lo emang," jawab Chiko lalu berjalan keluar sambil menggerutu membuat Randy yang melihatnya bergidik ngeri.
"Bisa-bisanya gue punya temen sekaligus asistan yang rada-rada kaya dia hih tapi emang dia selalu bantu gue juga sih," gerutu Randy memainkan ponselnya.
__ADS_1