
Beberapa menit kemudian Chiko pun datang bersama bi Sumi dan pak Ujang.
"Sorry lama bro tadi di jalan macet banget," kata Chiko saat masuk ke ruang rawat Randy.
"Oke gak papa bro yang penting mana pesanan gue?" kata Randy ketus.
"Nih bro, gimana keadaan lo?" tanya Chiko.
"Iya den gimana keadaannya? Bibi sangat khawatir saat mendengar den Randy di rawat," sambung bi Sumi.
"Alhamdulillah sudah sedikit membaik," jawab Randy tersenyum.
"Gimana bisa seperti ini den?" tanya pak Ujang.
"Biasa pak masalah laki-laki," kata Randy sambil melirik Putri.
"Maaf sayang," kata Putri yang mengerti lirikan suaminya.
"Gak papa ko, yasudah sekarang kamu makan dulu biar ga sakit," titah Randy.
"Baiklah, tapi kamu juga harus makan ya," jawab Putri.
"Aku nanti saja sayang, ada yang ingin aku bicarakan dulu dengan Chiko," jawab Randy melirik ke arah Chiko.
"Baiklah kalau begitu aku, bi Sumi dan pak Ujang ke ruang sebelah dulu ya," jawab Putri.
Randy hanya menganggukan kepala nya daj melirik ke arah Chiko, Chiko yang sedang di lirik pun segera menghampiri Randy sedangkan Putri, bi Sumi dan pak Ujang berlalu ke ruangan sebelah meninggalkan mereka.
"Ada apa bro?" tanya Chiko.
"Cari tau orang yang bernama Dika," titah Randy.
"Dika kakak kelas Putri maksud lo?" jawab Chiko.
"Ya, apa lo kenal orang itu?" kata Randy menatap tajam Chiko.
"Ah tidak, gue tau dari Putri tadi pagi dia cerita ke gue orang yang mukul lo nyampe begini," jelas Chiko.
"Ya karena itu gue mau dia merasakan hal yang sama terlebih dia berani peluk Putri di depan mata gue! Gue mau lo cari dia sampai ketemu," kata Randy dengan nada menekan.
"Lo yakin bro? Kalau Putri tau gimana?" tanya Chiko.
"Putri biar gue yang urus yang penting lo bawa dia ke depan gue secepatnya," titah Randy tegas.
"Oke kalau itu mau lo besok gue bakal cari dia ke depan lo," jawab Chiko.
__ADS_1
"Lalu masalah pertemuan gue dengan keluarga korban besok udah lo urus kalau Putri yang mewakilkan?" tanya Randy.
"Kalau masalah itu udah gue urus bro, besok pengacara jemput Putri kesini," jawab Chiko.
"Oke kalau begitu besok lo bisa cari laki-laki itu setelah Putri pergi," kata Randy.
"Oke siap bro," jawab Chiko.
"Yasudah lo sekarang bisa pulang dan besok pagi lo balik lagi, bilang sama Putri lo bakal nungguin gue besok," titah Randy.
"Oke siap bro, kalau gitu gue pamit dulu ya bro."
"Oke bro," jawab Randy.
Setelah pamit dengan Putri dan yang lainnya Chiko segera berlalu keluar dan menyusun rencana untuk besok.
"Sayang," panggil Randy.
"Ya sayang, apa sudah selesai?" tanya Putri sambil menghampiri Randy.
"Sudah sayang, apa kau sudah selesai makan nya?" tanya Randy.
"Sudah sayang tadi aku makan bareng dengan bi Sumi dan pak Ujang, dan ini makan untukmu biar aku suapin," jawab Putri.
Putri pun segera menyuapi Randy hingga habis dan menyuruhnya minum obat dan istirahat, setelah itu Putri beranjak membereskan barang-barang yang bi Sumi bawa lalu Putri istirahat di sofa karena ia memang sangat lelah hingga tak lama Putri pun terlelap dan giliran bi Sumi dan pak Ujang yang berjaga di dekat Randy.
Saat Putri terbangun terlihat Randy sedang memangku laptop.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Putri dengan suara khas bangun tidur.
"Ah iya sayang aku sedang mempersiapkan berkas untuk kamu bawa di pertemuan nanti," jawab Randy tetap menatap layar laptop nya.
"Astaga sayang kamu masih belum pulih kenapa mempersiapkan nya sendiri? Coba mana sini biar aku saja yang melanjutkan pekerjaan mu," kata Putri segera menghampiri Randy.
"Tidak usah sayang ini sudah mau selesai ko, lebih baik kamu siap-siap karena pengacara akan segera menjemputmu," kata Randy menatap Putri.
"Tapi sayang...," kata Putri terpotong.
"Sudah sayang nanti kamu telat, keluarga korban pasti akan kecewa jika kamu telat," kata Randy.
"Baiklah, tapi apa kamu sudah sarapan? Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Putri bertubi-tubi.
"Aku sudah mulai membaik hari ini sayang hanya masih sedikit sakit saja di kepala bekas jaitannya tapi tidak masalah dan aku sudah sarapan tadi ada suster yang mengantarkan makanan kesini dan bi Sumi membantuku makan sebelum beliau pulang," jelas Randy tersenyum.
"Baiklah kalau begitu sayang, apa Randy jadi menjagamu selama aku ke kentor?" tanya Putri lagi.
__ADS_1
"Jadi sayang dia sudah di jalan kesini ko," jawab Randy tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku siap-siap dulu ya sayang jika sudah selesai cepat istirahat," kata Putri sebelum berlalu ke ruang sebelah.
Setelah kepergian Putri Randy segera menyelesaikan pekerjaan nya dan mengirim pesan pada Chiko,
"Kau sudah sampai mana?" kata Randy.
"Sepuluh menit lagi aku sampai di sana dan aku sudah menemukan keberadaan dia," balas Chiko.
"*Bagus, segera datang kesini Putri akan segera ke kantor," kata Randy.
"Oke siap bro*."
Setelah mengirim pesan pada Chiko, Randy pun segera merebahkan kembali badannya karena sudah mulai terasa pusing lagi dan beberapa menit kemudian Putri keluar dari ruangan sebelah.
"Sayang apa kamu merasa sakit lagi?" tanya Putri yang melihat suaminya memegang kepala.
"Tidak sayang hanya sedikit pusing saja," jawab Randy.
"Apa kamu sudah meminum obatnya?" tanya Putri memegang kepala Randy.
"Sudah sayang sebentar pagi juga akan hilang sakitnya, oh ya kamu sarapan dulu tadi bi Suki sudah menyiapkan saran untukmu di meja sebelah," kata Randy.
"Sudah di makan ko sayang tadi, apa pengacara dan Chiko masih lama sayang?" tanya Putri.
"Sudah sayang mereka sedang di lift menuju kesini," jawab Randy menatap Putri.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Putri.
"Ah tidak sayang kamu cantik sekali jika memakai pakaian kantor seperti itu, jiwa kepemimpinanmu semakin keluar," jawab Randy tersenyum.
"Ah kamu pagi-pagi udah ngegombal," jawab Putri malu.
"Aku tidak gombal sayang kamu memang berwibawa, sini sayang aku ingin memelukmu," kata Randy yang telah meregangkan tangannya untuk memeluk Putri dan Putri pun segera berhambur memeluknya.
"Cepet sembuh sayang," kata Putri hendak menangis.
"Iya sayang aku pasti akan segera sembuh," jawab Randy mengusap punggung Putri.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat Chiko dan pengacara sedang berada di ambang pintu dengan tersenyum kikuk.
"Ah maaf kami mengganggu," kata Chiko hendak menutup kembali pintunya.
"Tidak usah A Chiko aku akan segera ke kantor ko, sayang aku berangkat dulu ya doakan aku bisa meluluhkan hati mereka," kata Putri mencium punggung tangan Randy.
__ADS_1
"Iya sayang hati-hati ya aktifkan dulu earphone nya," kata Randy dan Putri segera memasangkan earphone nya.
"Yasudah sayang aku pamit ya, mari pak," kata Putri dan berlalu bersama pak pengacara.