CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 61


__ADS_3

"Apa kamu betul-betul ingin mengenalku?" tanya Thania.


"Tentu," jawab Chiko mantap.


"Tapi saat ini aku sedang mencari yang mau menetap bukan hanya sekedar singgah," kata Thania dengan penuh keyakinan.


"Baiklah aku akan segera menemui orangtuamu untuk melamar, apa kamu bersedia?" tanya Chiko menatap mata Thania.


Pertanyaan Chiko seketika membuat Thania kaget, "Tapi... aku masih perlu mengenalmu," jawab Thania malu.


"Baiklah kita bisa jalani dulu sambil saling mengenal satu sama lain, setelah kepulanganku dan kondisiku sudah betul-betul pulih aku akan segera menemui orangtuamu, bagaimana?" tanya Chiko lagi.


"Baiklah aku akan menunggu keseriusanmu padaku," jawab Thania tersenyum.


"Baiklah terimakasih," kata Chiko tersenyum lebar.


Di tempat lain pak Sam mengetuk pelan pintu ruangan Randy dan Putri membiarkan pak Sam masuk.


"Tuan Randy bagaimana keadaannya?" tanya pak Sam.


"Alhamdulillah pak kondisiku jauh lebih baik sekarang, oh ya bagaimana perkembangan kasus yang menimpaku dan Chiko? Apa kau sudah mengetahui dalang di balik ini?" tany Randy.


"Ah iya tuan saya dan yang lain sudah menyelidiki kasus ini dan dalang di balik ini semua adalah Mr. Aryo tuan," jawab pak Sam.


"Bukankah beliau berada di pihakku?" tanya Randy.


"Betul tuan, namun berdasarkan pengakuannya beliau ingin menguasai seluruh saham tuan yang berada di Malaysia dan jika tuan celaka hingga meninggal beliau akan dengan mudah mengambilnya sehingga ia meminta anak buahnya untuk berpura-pura menawarkan mobil sewaan beserta supirnya," jelas pak Sam.

__ADS_1


"Jadi supir itu juga terlibat?" tanya Randy.


"Betul tuan, semuanya sudah terencana dengan baik oleh Mr. Aryo dan saat penangkapan beliau tengah melaksanakan pesta kemenangan bersama anak buah nya di salah satu tempat persembunyiannya," jelas pak Sam kembali.


"Lalu dimana dia sekarang?" tanya Randy.


"Saya sudah menyerahkan beliau dan anak buahnya ke pihak berwajib tuan dan saat ini mereka sudah di tahan karena saat tuan kecelakaan banyak dari kolega-kolega tuan yang membantu mengusut kasus ini sehingga pelakunya segera tertangkap," kata pak Sam.


"Ah aku perlu berterimakasih kepada mereka yang membantu menyelesaikan kasus ini, bisakah kamu membuatkan janji dengan mereka setelah aku keluar dari sini?" kata Randy.


"Baik tuan saya akan menghubungi mereka," jawab pak Sam menganggukan kepalanya.


"Terimakasih, kalau begitu kamu boleh kembali," jawab Randy dan pak Sam segera pamit dan keluar.


Setelah kepergian pak Sam Putri kembali menghampiri Randy dan memegang tangannya sambil tersenyum manis.


"Sayang kamu pasti lapar kan? Ini tadi saat kamu berbicara dengan pak Sam aku membelikan makanan ini untukmu, makan ya aku suapi, " kata Putri.


"Ini nasi lemak dan ayam goreng sayang," kata Putri membuka bungkusan yang ia bawa.


"Kelihatannya enak itu sayang apalagi kalau kamu yang suapi,"jawab Randy mencolek hidung Putri.


"Tentu sayang, nih a... a... a....," kata Putri memberikan satu suapan pada Randy dengan segera Randy melahap suapan Putri lalu mengunyahnya.


"Gimana? Enak?" tanya Putri.


"Emm enak sayang, kamu juga makan ya biar gemukan lagi," kata Randy yang melihat badan Putri yang kian mengurus.

__ADS_1


"Baiklah sayang kita makan sama-sama ya," jawab Putri dan mengambil satu suapan untuknya.


Beberapa menit kemudian Randy dan Putri pun sudah menghabiskan makanan tersebut dalam sekejap saja karena baik Randy maupun Putri dalam beberapa hari ini selalu melupakan makan nya terlebih Putri yang setiap hari harus berhadapan dengan rasa khawatirnya akan kondisi Randy yang sempat memburuk, namun beruntung Allah masih memberinya kesempatan untuk dapat melihat senyum Randy lagi meski sebelumnya ia sangat kecewa dengan sikap Randy namun dalam hati kecilnya ia masih sangat mencintai suaminya itu bahkan ia tidak akan bisa begitu saja menerima kenyataan jika ia pun harus kembali kehilangan orang-orang terkasihnya, kehilangan calon anaknya saja sudah membuat nadinya seolah berhenti dan serasa dunia hancur apalagi jika ia harus kembali kehilangan suaminya yang ketika itu ia sedang menyimpan amarah dan rasa kecewanya pada Randy. Tapi karena kejadian ini membuat Putri pun tersadar dan berusaha mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dalam hidupnya bahkan Allah kembali mengambio calon buah hati yang begitu ia dan Randy nantikan, Putri berharap Allah kembali mempercayakan dirinya dan Randy untuk kembali mengandung dan melahirkan buah hati sehingga mereka dapat merasakan kebahagiaan menjadi orangtua.


"Sayang..." kata Randy memegang tangan Putri.


"Iya sayang kenapa?" tanya Putri menatap suaminya.


"Aku minta maaf atas kejadian sebelum keberangkatanku kemarin, aku menyesal sayang," kata Randy bergetar.


"Ssst sudah sayang aku sudah mengikhlaskan anak kita," jawab Putri tersenyum.


"Tapi sayang jika saat itu aku tidak pergi bayi kita masih berada di dalam kandunganmu," elak Randy dan meloloskan air matanya.


Melihat itu Putri pun bergegas mengusap air mata Randy dan tersenyum menatap manik mata Randy,


"Sayang sudah aku sudah ikhlas, mungkin Allah memiliki rencana lain untuk kita dan Allah hanya mempercayakan aku untuk mengandungnya saja," jawab Putri tenang.


"Sebelumnya aku memang sangat tidak dapat menerimanya dan menyalahkanmu sehingga saat kepergianmu yang tanpa restuku karena saat itu aku sedang menyimpan amarah padamu, bahkan aku berfikir untuk meninggalkanmu dan pergi jauh dari kehidupanmu namun begitu aku mendapat kabar bahwa kamu kecelakaan hanya beberapa jam setelah kamu pamit untuk pergi sangat memukul hati dan akalku bagaimana bisa aku harus kehilangan orang-orang yang aku kasihi hanya dalam hitungan hari saja? Dan dari situlah aku sadar bahwa aku tidak bisa egois dengan terus mengikuti amarahku terhadapmu, bagiku saat ini melihatmu dapat melewati masa kritismu saja sudah lebih dari cukup sayang," sambung Putri dengan wajah yang sudah basah dengan air matanya.


"Terimakasih sayang karena kamu masih tetap ingin berada di sampingku saat ini setelah aku berulang kali melakukan kesalahan, aku berjanji padamu mulai saat ini akuvakan berusaha menjadi laki-laki terbaik untukmu dan membuang jauh semua sifat jelekku, aku berjanji untuk selalu membahagiakanmu dan tidak lagi membuatmu menangis seperti ini," jawab Randy memegang erat tangan Putri.


Putri menarik nafas panjang untui meredakan rasa sesak di dadanya dan menghapus kembali air mata yang begitu saja lolos dari mata indahnya,


"Sudahlah sayang lebih baik sekarang kita mulai semuanya dari awal, kita saling memperbaiki diri semoga kedepannya kita jauh lebih kuat untuk menghadapi segala ujian untuk rumah tangga kita," kata Putri tersenyum.


"Baiklah sayang aku janji padamu, terimaksih banyak," jawab Randy tersenyum.

__ADS_1


"Sudahlah sayang jangan memikirkan hal itu lagi yang penting saat ini kamu harus sembuh dan dapat kembali pulang bersama-sama ke Bandung," kata Putri.


"Aku pasti akan segera sembuh jika perawatnya kamu sayang," goda Randy yang berhasil membuat wajah Putri merah merona bagaikan kepiting rebus.


__ADS_2