
Lama Randy dan Putri terlelap dan Randy terbangun saat jam menunjukkan pukul delapan malam waktu setempat, Randy melihat istrinya masih terlelap dan memegang kening nya.
"Alhamdulillah demam nya sudah turun," Randy pun tersenyum dan mencium kening Putri lalu bergegas turun menuju kamar mandi, tak lama Randy di kamar mandi Putri memanggilnya dari luar.
"Sayang apa kamu di dalam?" teriak Putri.
"Iya sayang aku sedang mandi, ada apa?" jawab Randy dari dalam.
"Aku ingin buang air kecil sayang," teriak Putri lagi.
Tiba-tiba pintu kamar pun terbuka dan Randy keluar dengan badan penuh dengan sabun.
"Masuklah sayang," kata Randy dan berlalu membilas sabun nya, Putri yang sudah kebelet segera masuk menuju toilet saat sudah selesai Putri keluar dari toilet dan mencuci wajahnya tiba-tiba Randy memeluknya dari belakang sehingga membuat Putri kaget dan hampir terjatuh namun Randy dengan sigap menangkap nya.
"Hati-hati sayang," kata Randy.
"Lagian kamu ngagetin aja sih sayang," kata Putri dan kembali cuci muka dan gosok gigi.
"Aku kangen sama kamu sayang," kata Randy men*cium tengkuk Putri dan memeluk nya erat.
Putri hanya melihat tingkah suaminya dari pantulan cermin dan merasakan pinggang nya menyentuh benda keras, seketika Putri membalikkan badan nya dan mengalungkan tangannya ke leher Randy dan tersenyum
"Aku juga merindukan kamu sayang," kata Putri manja.
"Apakah bibirmu masih terasa sakit sayang?" tanya Randy memegang sudut bibir Putri.
"Masih sedikit perih sayang."
"Baiklah aku obati bibirmu ya?" tanya Randy dan mendapat anggukan dari Putri.
Seketika Randy me*ncium lembut bibir Putri dan Putri pun memejamkan matanya dan membalas ciuman suaminya, semakin lama ciuman itu menjadi ciuman panas dan menuntut kedua nya untuk melakukan lebih. Randy pun segera menggendong Putri ke tempat tidur dan membuka seluruh pakaian Putri, Randy dan Putri pun melepas rindu mereka dengan penuh gairah.
Setelah berkali-kali menyatukan cinta mereka akhirnya mereka pun terkulai lemas dan kembali tertidur dan melewatkan jam makan malam mereka.
Putri terbangun pukul enam pagi karena perutnya terasa sangat lapar, ia membangunkan Randy yang masih tertidur pulas memeluknya
"Sayang... banguunnn."
"Hmm aku masih ngantuk sayang," jawab Randy.
"Tapi aku laper sayang," kata Putri memegang perutnya.
Randy pun segera membuka matanya, ia baru ingat mereka hanya makan kemarin siang
"Baiklah ayo kita mandi setelah itu kita keluar cari makan,"
__ADS_1
Randy segera menggendong Putri ke kamar mandi dengan cepat dan segera siap-siap keluar.
"Sayang mau makan apa?" tanya Randy saat mereka sudah di luar kamar.
"Terserah kamu saja aku sudah sangat lapar."
"Baiklah kita makan di hotel dulu aja ya nanti kita jalan-jalan keluar agar lebih cepat," kata Randy di dalam lift.
"Baiklah sayang," kata Putri tersenyum.
Tak lama lift terbuka dan mereka segera menuju tempat makan lalu sarapan dengan sangat lahap nya bahkan Putri makan dengan porsi besar namun ia dapat menghabiskannya karena saking lapar nya, Randy yang melihat tingkah istrinya pun merasa bersalah karena ia membiarkan istrinya melewatkan waktu makan malam nya.
"Maaf sayang," katq Randy tiba-tiba.
"Maaf untuk apa?" jawab Putri mengerutkan keningnya.
"Karena aku sudah membiarkanmu melewatkan makan malam."
Putri tersenyum "Gak apa-apa ko sayang, yang penting sekarang perutku sudah sangat kenyang," jawab Putri mengusap perutnya.
"Baiklah sayang.. kalau begitu kita jalan-jalan keluar ya, aku akan menelpon pak Sam terlebih dulu," kata Randy mengeluarkan ponselnya tak lama Pak Sam pun menjawab dan akan menjemput mereka lima menit lagi.
"Apa kata pak Sam?" tanya Putri.
"Dia akan menjemput kita lima menit lagi, sebaiknya kita menunggu nya di lobby agar tidak menyusahkannya," jawab Randy.
Randy dan Putri segera menuju lobby hotel saat sudah sampai di lobby ponsel Randy berdering dan Randy segera menjawabnya.
"Halo bro ada apa?" tanya Randy.
"Sorry bro gue ganggu waktu bulan madu lo, tapi.. di kantor ada masalah besar bro," kata Chiko tidak enak.
"Masalah apa?"
"Gudang di kantor pusat terbakar hangus dan ada beberapa karyawan mengalami luka bakar dan satu orang meninggal di tempat," jelas Chiko.
"Apa?! kenapa bisa?" teriak Randy yang membuat Putri dan pak Sam yang baru saja datang terperanjat kaget.
"Sepertinya ada orang yang sengaja membakarnya bro, polisi sedang menyelidiki kasusnya, namun keluarga korban saat ini sedang melakukan protes di kantor dan akan menuntut lo atas tuduhan kelalaian," jelas Chiko lagi.
"Shittt !! Gue akan segera pulang hari ini, selama gue belum ada disana tolong lo dan pengacara tangani dulu masalah itu bilang sama pihak keluarga mereka kalau perusahaan akan menanggung seluruh pembiayaan rumah sakit hingga mereka sembuh total dan akan memberikan tunjangan untuk keluarga nya terutama untuk keluarga korban yang meninggal," jawab Randy panjang.
"Oke bro lo hati-hati ya, sorry gue udah ganggu acara bulang madu lo," kata Chiko tidak enak.
"Oke gak masalah bro, yaudah gue siap-siap dulu lo tolong pesan tiket kepulangan gue dan istri gue jam penerbangan tercepat," kata Randy dan menurup telponnya.
__ADS_1
"Sayang maaf sepertinya kita harus segera pulang ke bandung karena ada masalah di kantor," ajak Randy.
"Masalah apa?" tanya Putri memegang tangan Randy.
"Gudang yang ada di kantor pusat kebakaran dan menimbulkan korban lalu keluarga nya melakukan protes dan akan menuntutku atas tuduhan kelalaian."
Putri seketika kaget dan menutup mulutnya, "Kenapa bisa kebakar sayang?"
"Seperti nya ada orang yang sengaja membakarnya dan kasusnya sedang di tangani polisi, kamu tidak apa-apakan jika kita lebih awal kembali ke Bandung?"
"Iya sayang gak papa masalah ini jauh lebih penting."
"Pak Sam tunggu sebentar ya, kami akan membereskan pakaian kami dan nanti antar kami ke Bandara," kata Randy.
"Maaf pak bolehkah saya ikut ke Bandung untuk membantu kasus bapak? Kebetulan saya biasa menangani kasus-kasus seperti yang bapak alami selama di sini."
Randy pun melihat ke arah Putri untuk meminta persetujuannya dan Putri pun mengangguk.
"Baiklah terimakasih bantuan nya Pak, kalau begitu nanti kita ke bandara menggunakan taksi saja. Anda bisa mengemasi barang-barang yang akan Anda bawa, kami akan menunggumu disini tiga puluh menit lagi."
"Baik pak terimakasih atas kepercayaanmu, saya akan segera kembali ke sini," kata pak Sam lalu pamit pulang ke rumah nya untuk mengemas barang-barang yang akan ia bawa terutama barang yang akan ia butuhkan saat penyelidikan kasus Randy di Bandung.
Setelah kepergian pak Sam Randy dan Putri segera kembali ke kamar dan mengemasi barang-barang mereka.
"Sayang apa kamu yakin pa Sam akan membantuku dalam masalah ini?" Tanya Randy setelah mengemasi barang-barangnya
"Sepertinya beliau memang bukan orang biasa-biasa sayang."
"Dari mana kamu tau?"
"Dari cara dia berbicara denganmu."
"Baiklah kalau itu pendapatmu, semoga dia dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat."
"Aamiin sayang, yasudah kita segera turun ke lobby ya penerbangan nya jam berapa?"
"Ah iya aku lupa menelpon Chiko kalau pak Sam akan ikut juga ke Bandung," kata Randy lalu segera menelpon Chiko.
"Hallo bro bisa lo pesan lagi satu tiket untuk pa Sam? beliau akan ikut gue ke Bandung untuk membantu gue menyelesaikan kasus ini"
"Oke bro, penerbangan jam sepuluh pagi ini," kata Chiko.
"Oke kita akan segera ke Bandara sekarang, makasih ya bro."
Setelah menelpon Chiko, mereka segera bergegas ke lantai dasar untuk chekout dan segera berangkat menuju ke bandara menggunakan taksi yang sudah di pesan pa Sam.
__ADS_1
Bersambung...