
Hari sudah malam saat Randy pulang ke rumah tampak wajahnya sangat lelah namun ia juga merasa lega karena masalahnya satu persatu dapat terselesaikan dengan baik dan saat ini ia bisa fokus dengan istri dan calon anaknya saja, saat Randy hendak menaiki anak tangga tiba-tiba ia melihat seseorang sedang duduk di pinggir kolam renang Randy pun kembali segera menghampirinya dan sontak membuatnya terbelalak.
"Sayang kenapa kamu diam disini? Udara disini sangat dingin," kata randy bergegas membuka jas yang di pakainya lalu memakaikan pada Putri.
"Hai sayang sudah pulang? Sini duduk denganku," kata Putri antusias dan mengulurkan tangannya.
Randy pun ikut duduk dengan Putri sambil memeluknya erat, "Sejak kapan kamu disini sayang?" kata Randy.
"Emm sekitar setengah jam yang lalu sayang aku bosan di kamar terus jadi aku kesini sambil menunggumu," kata Putri membalas pelukan Randy.
"Apa kamu ingin jalan malam agar tidak bosan?" kata Randy tiba-tiba.
"Bolehkah sayang?" jawab Putri menatap suaminya.
"Tentu sayang, kamu mau kemana?" tanya Randy lagi mengusap pipi Putri.
"Aku mau ke pasar malam," jawab Putri yang membuat Randy mengernyitkan dahinya.
"Dimana ada pasar malam sayang," jawab Randy.
"Itu lho sayang kata bi Sumi di ujung jalan sana ada pasar malam tadi aku akan kesana dengan bi Sumi tapi bi Sumi nya gak mau karena takut di marahi sama kamu," jawab Putri mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah kalau begitu kita kesana tapi aku mandi dulu ya, kamu juga pakai pakaian yang hangat agar tidak kedinginan," kata Randy membantu Putri berdiri.
"Oke sayang makasih," kata Putri tersenyum lebar.
Mereka pun beranjak ke kamar dimana Randy segera masuk ke kamar mandi dan Putri mengganti pakaian nya dengan yang lebih hangat karena memang baju yang sebelumnya pun telah basah dengan air kolam tadi lalu beranjak menyiapkan pakaian untuk Randy. Saat Putri sesdikit memoles dirinya tiba-tiba Randy pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan tercium aroma sabun menghampiri Putri dan mencium pipinya yang membuat wajah Putri merona merah karena sikap Randy padanya telah kembali hangat seperti dulu.
"Kamu semakin cantik jika wajahmu seperti itu," kata Randy mengedipkan sebelah matanya.
Putri hanya tersenyum manis pada Randy dan memalingkan kembali wajahnya memghadap cermin dan benar saja wajah Putri saat ini seperti kepiting rebus yang sudah matang begitu merona padahal Randy sering melakukan itu padanya tapi Putri selaku saja tersipu jika Randy melontarkan kata-kata romantis atau bersikap manis padanya. Dengan cepat Putri memoles wajahnya agar tidak terlihats seperti kepiting rebus lagi dan Randy pun telah bersiap dan hendak mengambil ponselnya yang berada di sebelah ponsel Putri, tanpa meminta ijin terlebih dahulu Randy mengambil ponsel Putri lalu memeriksanhnya dengan sangat teliti sedangkan Putri membiarkan suaminua bersikap seperti itu karena memang tidak ada yang ia sembunyikan dari Randy.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa kan sayang?" kata Putri mendekat ke arah Randy.
"Iya sayang terimakasih karena sudah menjaga hati dan ragamu untukku selama aku sibuk dengan pekerjaanku," kata Randy mengecup kening Putri.
"Iya sayang," jawab Putri tersenyum.
Randy dan Putri pun turun ke bawah menuju parkiran dan segera meluncur menuju pasar malam yang memang semakin ramai dengan pengunjung terutama anak-anak dan Putri begitu antusias meminta Randy untuk cepat-cepat jalan menuju pintu masuk karena takut kehabisna tiket, akhirnya Randy pun mengikuti kemanpun Putri pergi dan terliht rona bahagia di wajahnya meski hanya berkunjung ke pasar malam saja, Randy merasa sangat bersalah karena selama ini ia terlalu sibuk dengan urusan kantor juga menyelesaikan beberapa masalah yang menimpanya akhir-akhir ini bahkan Putri tidak pernah merengek apapun padanya jika bukan karena ngidamnya.
"Sayang aku mau naik itu," kata Putri menunjuk ke arah bianglala yang tentunya membuat Randy menatapnya tajam.
"Sayang kamu sedang hamil muda dan itu berbahaya buatmu dan calon anaj kita," kata Randy berbicara selembut mungkin.
"Tapi sayang anak kita yang menginginkannya," kata Putri lagi.
"Ganti dengan permainan lain saja ya kan masih banyak yang belum kamu coba, dari pada membahayakan kandunganmu," jawab Randy penuh harap.
Putri pun hanya menatap bianglala itu dengan tatapan sedih namun ia juga tidak ingin mengorbankan kandungannya yang memang lemah, Putri tidak ingin sesuatu terjadi padanya dan janin yang di kandungnya.
"Yasudah ayo kita makan disana," ajak Randy.
Randy kembali bernafas leg karena Putri yang biasanya keras kepala ia mau mengikuti apa yang di arahkan oleh Randy dan memang itu demi kebaikan Putri dan janinnya terlebih dokter menganjurkannya untuk beristirahat total namun karena Ramdy tidak tega dengan Putri yang selalu berada di rumah akhirnya ia mengajak Putri keluar dan tetap dalam pengawasannya.
Mereka memesan dua porsi nasi goreng dan satu porsi mie goreng karena Putri menginginkannya, benar saja tidak perlu waktu lama Putri menghabiskan nasi goreng dan mie goreng dengan sekejap bahkan Randy pun baru memakan setengahnya saja seketika Randy tersenyum karena kini istrinya menjadi rakus makan.
Putri yang merasa sedang di perhatikan oleh Randy pun kembali menatap Randy dengan penuh tanya karena Randy menatapnya dengan senyuman yang tidak dapat ia artikan sama sekali, akhirnya Putri menepuk pelan lengan Randy yang membuat Randy terperanjat kaget dan salah tingkah.
"Kamu kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah denganku?" tanya Putri.
"Ah tidak sayang aku hanya senang saja nafsu makanmu sekarang menjadi bertambah dua kali lipat dari biasanya," jawab Randy santai.
"Aku terlihat jelek ya saat makan tadi sampai kamu tersenyum seperti itu?" kata Putri melipat tangannya di meja.
__ADS_1
"Tidak sayang kamu tetap cantik ko bahkan sangat cantik, lagian kan kamu makan untuk dua orang jadi tidak masalah buatku," kata Randy membuat Putri mencubit pinggang Randy hingga merintih kesakitan dan mengundang perhatian dari pengunjung lain.
Putri pun hanya cekikikan tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah mencubit pinggang Randy hingga Randy merintih kesakitan, namun melihat Randy yang mengusap-usap pinggangnya tanpa berkata apapun pada Putri membuat Putri merasa bersalah dan meminta maaf pada Randy dan mengusap-usap pinggang Randy dengan tangannya. Tapi Randy tetap tidak bergeming dan kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda tadi.
"Sayang apa kamu marah padaku?" tanya Putri.
"Tidak ko sayang," jawab Randy tersenyum dan memegang pucuk kepala Putri.
"Yuk kita pulang sudah larut malam," ajak Randy memegang tangan Putri.
Saat mereka hendak pulang Putri melihat ada boneka beruang besar berwarna merah muda dan ia sangat menginginkannya.
"Sayang tunggu," kata Putri menghentikan langkahnya.
"Ada apa sayang?" tanya Randy.
"Emmmm aku.. aku... ingin boneka itu," tunjuk Putri.
"Itu kan permainan sayang nanti kita beli di toko lain saja ya," kata Randy merangkul Putri.
"Tidak mau aku maunya boneka itu dan kamu harus memenangkannya," jawab Putri lalu pergi ke tempat dimana boneka itu berada.
Randy dengan terpaksa mengikuti keinginan Putri bahkan ia tidak tau bagaimana cara memenangkan hadiah boneka besar itu karena ia juga sama sekali tidak pernah memainkan permainan lempar panah itu.
"Sayang ayo cepat," kata Putri menarik tangan Randy.
"Iya-iya sayang," jawab Randy.
Dengan antusias Putri berada di samping Randy menyemangati Randy yang sedang berusaha mengenai titik pusat dan selalu saja meleset, setelah berkali-kali Randy mencoba tetap saja tidak berhasil dan ia ingin menyerah saja namun saat melihat Putri hendak menangis akhirnya Randy pun mencoba lagi dan lagi hingga akhirnya dengan sangat berhati-hati panah terakhir itu mengenai titik pusat hingga Randy terkulai lemas dengan berpegangan pada meja permainaan, seketika Putri menjerit dan memeluk Randy dengan sangat erat dan melompat-lompat layaknya anak kecil yang memenangkan sebuah hadiah yang ia sukai. Ya semenjak Putri hamil tingkahnya kadang membuat Randy menggeleng-gelengkan kepalanya karena Putri selalu bertingkah seperti anak kecil kadang juga ia bertingkah seperti ibu tiri yang kejam kadang juga Putri bertingkah manja padanya membuag Randy gemas, namun apapun itu Randy akan lakukan demi istri cantik kesayangannya itu.
Dengan perasaan senang Putri pun pulang membawa boneka beruang besar yang selalu ia pangku hingga berada di dalam mobil Putri enggan melepaskan boneka itu hingga membuat Randy iri dengan beruang itu karena terus-menerus mendapat pelukan dari Putri sedangkan Randy yang sudah tampak sangat lelah di abaikan oleh Putri, Randy hanya sesekali melirik ke arah Putri yang terus tersenyum sambil mengusap-usap wajah beruang tersebut. Hingga akhirnya mereka sampai di rumah Putri membawa boneka itu ke kamar dan menidurkannya di tengah-tengah mereka sehingga membuat kebiasaan Randy yang selalu memeluk Putri saat tidur pun terhalang oleh si beruang besar yang malah mendapat pelukan hangat dari Putri. Randy pun mengusap wajahnya kasar dan berbalik membelakangi boneka itu hingga akhirnya ia terlelap.
__ADS_1