CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 55


__ADS_3

Putri sejenak menatap langit menghembuskan nafasnya kasar dan memejamkan matanya berharap ia dapat menemukan jawaban yang harus ia ambil, di satu sisi hati kecilnya masih mencintai Randy namun di sisi lain ia sudah sangat lelah menghadapi sikap Randy terlebih sumber kekuatannya kini telah di ambil lagi oleh sang pengcipta,


"Apa jaminannya jika dia akan berubah dan tidak mengulangi kesalahannya," tanya Putri dengan suara berat.


"Kamu boleh meninggalkanku dan pergi jauh dari kehidupanku jika aku kembali mengulangi kesalahanku," jawab Randy tiba-tiba.


Putri menoleh kebelakang dan ternyata Randy sudah berada beberapa langkah di belakangnya, ia pun membalikkan badannya hingga berhadapan dengan Randy dan menatap mata Randy dengan lekat.


"Baiklah aku akan memberimu kesempatan untuk terakhir kalinya namun untuk saat ini biarkan aku berada disini hingga aku tenang, jika kamu ingin kembali ke Bandung untuk mengurus perusahaanmu maka lakukanlah dan aku akan memberitahumu jika aku telah siap untuk kembali ke rumahmu,"


"Tapi.." kata Randy.


"Tolong hargai keputusanku," potong Putri menatap Randy tajam.


Randy pun menghela nafas panjang dan tertunduk sejenak, "Baiklah jika itu keputusanmu aku akan membiarkanmu berada disini sejenak, beritahu aku jika kamu telah siap kembali ke rumah," jawab Randy menatap kembali mata Putri.


Putril hanya menganggukan kepala nya dan di saat Ramdy hendak memekuk Putri, ia telah lebih dulu meninggalkan Randy dan masuk ke dalam. Randy hanya mrnatap punggung Putri dengan perasaan sedih namun ia tetap harus menerima keputusan Putri untuk menyelamatkan rumah tangganya, ia juga tidak ingin kehilangan orang yang ia cintai untuk yang kesekian kalinya.


Setelah melihat Putri masuk ke dalam Chiko pun menghampiri Randy yang sedang menatap kosong ke depan.


"Sudah bro ini ujian buat rumah tangga lo, lo harus sabar yang penting Putri masih mau memberikan kesempatan buat lo meskipun dia ingin menenangkan dirinya disini untuk beberapa hari ke depan dan ini kesempatan buat lo untuk betul-betul berubah menjadi yang lebih baik lagi untuk Putri, gue yakin lo bisa dan gue yakin Putri betul-betul cinta sejati lo, sebagai sahabat gue pengen liat lo bahagia bro," kata Chiko menepuk bahu Randy.


"Makasih bro, kalau begitu kita segera makamkan anak gue sebelum hari semakin siang," kata Randy dan langsung di angguki Chiko dan masuk bersama.

__ADS_1


Setelah di dalam Randy melihat Putri tengah mengaji di depan anaknya sambil menangis ingin sekali ia menenangkan Putri dan memeluknya namun ia takut jika Putri akan kembali menghindarinya sehingga Randy hanya bisa menatapnya dari kejauhan dan ia juga ikut mengaji untuk anaknya.


Tiga puluh menit berlalu semua persiapan pemakaman telah siap dan kini waktunya dua sejoli ini untuk memakamkan darah dagingnya, Randy menggendong darah dagingnya itu membawanya ke tempat pemakaman di ikuti Putri, Thania dan ibu Lira yang berada di sisi kanan dan kiri Putri untuk lebih menenangkannya. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka sampai di dekat tanah yang sudah di lakukan penggalian tepat berada di samping makam Lira.


Setelah empat puluh lima menit berlalu proses pemakaman pun selesai di laksanakan dan warga sudah mulai meninggalkan mereka terutama Putri dan Randy yang masih berada di sana yang masih sama-sama melepas kepergian anak yng begitu mereka inginkan namun Allah memiliki rencana lain untuk rumah tangga mereka. Randy memberanikan diri untuk memeluk Putri yang masih terisak menanngis,


"Sayang ayo kita kembali," ajak Randy.


"Jika kamu ingin pergi, pergilah lebih dulu aku masih ingin bersamanya," jawab Putri melepaskan pelukan Randy.


"Baiklah aku akan menunggumu," kata Randy singkat.


Mereka pun berada di sana hingga hari menjelang sore baru pergi meninggalkan makam anaknya itupun karena Randy yang kembali mengajak Putri pulang karena cuaca sudah mulai akan turun hujan sehingga mereka tidak mungkin berlama-lama lagi berada disana, selama di perjalanan menuju rumah ibu Lira tak ada percakapan sama sekali di antara mereka hingga mereka sampai di rumah ibu Lira dan Putri ijin ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan Randy menerima telepon dari sekretarisnya bahwa ia harus pergi ke Malaysia untuk mengurus perusahaan disana karena ada sedikit masalah dan hanya Randy yang dapat menyelesaikannya dengan berat hati ia pun harus segera bersiap untuk berangkat malam ini juga.


"Gue harus ke Malaysia malam ini karena ada problem di sana, lo temani gue kesana karena gue juga hutuh bantuan lo di sana," jawab Randy.


"Lo yakin bakal ninggalin istri lo yang masih suasana berkabung seperti ini?" tanya Chiko memastikan.


"Gue gak ada pilihan lain bro lagian kalau Putri disini gue merasa ia akan aman berada disini," jawab Randy.


"Gimana dengan Dika?" tanya Chiko lagi.


"Gue akan tugaskan pak Sam dan yang lainnya untuk mengawasi Putri dan pergerakan Dika selama gue pergi, sekarang gue harus segera bersiap karena sudah tidak ada waktu lagi," jawab Randy lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


Saat Randy masuk ternyata Putri sudah berada di ruang tamu sendiri sambil memainkan ponselnya, ia pun segera menghampiri Putri dan duduk di sampingnya.


"Sayang ada yang ingin aku bicarakan," kata Randy.


"Bicaralah," jawab Putri tanpa melihat ke arah Randy.


"Malam ini aku harus pergi ke Malaysia karena ada masalah, aku pergi bersama Chiko karena aku juga membutuhkan nya disana," kata Randy menghentikan pembicaraannya.


Putri pun menatap suaminya, "Pergilah jika masalah disana jauh lebih penting dari pada mendoakan anakmu," jawab Putri ketus.


"Aku akan berangkat setelh acara tahlil anak kita, bukannya aku tidak peduli dengan suasana kita yang masih berkabung tapi perusahaan juga membutuhkanku karena tidak ada yang bisa di andalkan disana selain aku dan Chiko," jelas Randy.


"Terserah kamu saja," jawab Putri dan hendak pergi.


"Sayang tolong jangan bersikap seperti ini sebelum kepergianku, biarkan aku pergi dengan tenang karena mendapatkan restu dan maaf darimu," kata Randy menatap sayu Putri.


Deg... perasaan Putri mulai merasakan tidak enak setelah Randy berbicara seperti itu, rasa khawatir pun mulai menyerang batinnya karena takut terjadi sesuatu dengan suaminya di saat yang bersamaan ia juga menepis perasaan itu dan membuang nafasnya kasar.


"Berapa lama kamu disana?" tanya Putri.


"Aku tidak tau sayang, namun aku harap besok atau lusa aku bisa segera kembali kemari untuk menjemputmu," jawab Randy memegang lembut tangan Putri.


"Baiklah aku menginjinkanmu pergi, namun berjanjilah untuk kembali lagi kesini menjemputku,* jawab Putri yang membuat senyum mengembang di bibir Randy lalu memeluk Putri erat.

__ADS_1


"Makasih sayang aku janji akan menjemputmu disini," kata Randy mengusap punggung Putri.


__ADS_2