CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Hari untuk Thania dan Chiko


__ADS_3

Butuh waktu tiga puluh menit untuk mereka sampai di bandara dan untuk menghindari kejadian serupa mereka pun mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian menuju ke bandara. Baik Randy maupun Putri masih terlelap karena mereka begitu sangat mengantuk terlebih Putri yang bangun di sepertiga malam di lanjutkan membereskan pakaian Randy hingga saat ini kantuk pun baru di rasakannya.


Melihat tuan muda dan nona muda nya terlelap begitu nyenyak membuat pak Sam tersenyum lega karena Randy dan Putri dapat kembali berbaikan setelah beberapa masalah menimpa mereka apalagi saat ini Randy dan Putri akan kembalicke kota kelahiran mereka membuat pak Sam ikut senang karena sejak Randy di rumah sakit Putri pun semakin kurus dengan wajah lelah nya namun nona muda nya masih tetap bisa tersenyum dan berusaha tegar, pak Sam merasa kagum dengan ketegaran Putri dan entah berapa banyak air mata yang Putri teteskan untuk tuan muda nya bahkan ia sendiri pun mengetahui jika Randy terkadang menggores luka hati Putri namun yang di lakukan Putri sangatlah luar biasa ia tetaplah memaafkan Randy meski Putri harus menangis terlebih dahulu sebelum ia kembali berbesar hati untuk memaafkan Randy.


Seperti hal nya Chiko, pak Sam pun beranggapan bahwa Putri memang istri yang betul-betul sabar menghadapi sifat Randy yang begitu arogan, egois dan mudah cemburu meskipun pak Sam baru belum begitu lama bekerja dengan mereka namun ia amat sangat merasakan kebaikan hati Putri yang tidak membedakan terlihat dari cara Putri memperlakukan pak Sam serta anak buah nya sangat baik bertahun-tahun pak Sam bekerja dengan pengusaha dan petinggi-petinggi luar negeri baru dengan Putri-lah pak Sam di perlakukan sangat baik oleh nona muda nya. Ia pun begitu beruntung dapat bekerja dan mendedikasikan dirinya untuk Randy dan Putri ia berjanji akan betul-betul menjaga mereka dengan baik dan menjaga kepercayaan Randy dan Putri untuknya, ia sendiri berharap rumah tangga Randy dan Putri dapat senantiasa bahagia dan segera di berikan keturunan kembali.


Tak terasa mereka telah sampai di bandara dengan tak enak hati pak Sam membangunkan Randy dan Putri karena Chiko berada di mobil depan bersama anggota intel yang ikut pengawalan.


"Tuan, nona kita sudah sampai," kata pak Sam.


Randy segera terbangun dan mendaati istrinya masih terlelap di bahu nya, sambil memegang puncak kepala Putri ia pun tersenyum manis lalu menatap pak Sam yang telah memalingkan kembali badan nya ke depan ia tidak ingin mengganggu suasana romntis pasangan muda tersebut sambil senyum-senyum sendiri.


"Tak usah menyembunyikan senyum mu pak Sam! Aku mengetahuinya," kata Randy yang berhasil membuat pak Sam salah tingkah.


"Maaf tuan!" jawab pak Sam menunduk.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Randy.


"Sudah tuan, mobil Chiko di depan bersama beberapa orang intel mereka bilang sebentar lagi mereka akan turun terlebih dahulu barulah tuan dan nona muda boleh keluar," kata pak Sam kembali mengangkat kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, kau turunlah lebih dahulu dan keluarkan koperku dan koper istriku," kata Randy.

__ADS_1


"Baik tuan!" jawab pak Sam lalu turun dari mobil dan melaksanakan perintah Randy.


Setelah pak Sam keluar Randy mengelus pipi Putri yang kini telah tirus, pipi yang sebelumnya begitu ia senangi karena mampu ia cubit sesukanya kini pipi tembem itu hampir tidak membentuk.


"Maafkan aku sayang," batin Randy.


Karena merasa pipinya terus menerus di elus akhirnya Putri pun terbangun memdapati suaminya yang tengah menatapnya ia pun kembali gugup jantungnya berdegub kencang karena sorot mata Randy yang membuat Putri kembali membayangkan tikaman Randy Putri pun memberanikan diri untuk menegur Randy agar tidak terjadi hal-hal yang akan membuat dirinya kembali malu karena ulah Randy.


"Sayang apa kita sudah sampai?" kata Putri memperbaiki posisinya.


"Sudah sayang kita sedang menunggu komando dari Chiko dan polisi agar kita aman sampai masuk ke pesawat," jawab Randy tersenyum.


"Baiklah sayang, jam berapa kita berangkat?" tanya Putri.


"Memangnya ada yang jual oleh-oleh di sekitar sini?" kata Putri.


"Sebentar aku tanya pak Sam dulu," jawab Randy lalu membuka jendela mobil dan memanggil pak Sam.


"Saya tuan!" kata pak Sam.


"Pak apakah di sekitar sini ada yang menjual oleh-oleh?" kata Randy.

__ADS_1


"Sepertinya di seberang sana tuan karena terlihat sangat ramai, apa tuan dan nona muda ingin membeli sesuatu?" tanya pak Sam.


"Sayang kamu mau?" tanya Randy.


"Bahaya gak ya pak jika kita kesana?" tanya Putri karena khawatir ada yang menguntit mereka lagi.


"Sebentar nona saya memberitahu dulu Chiko dan polisi disana," jawab pak Sam meninggalkan Randy dan Putri.


Tanpa di sangka saat pak Sam tengah berbicara dengan Chiko dan salah satu anggota Polisi terlihat ada beberapa orang bertubuh kekar mengahampiri mobil yng di tumpangi Randy dan Putri, Putro yang kaget secara spontan berteriak namun Randy yang dengan sigap membekap mulut Putri agar tidak terlalu menimbulkan suara yang lebih kencang lagi dengan sigap tangan Randy yang lain berusaha mengunci pintu mobil agar tidak dapat terbuka dari luar.


Randy menyadari dari kejauhan ada beberapa intel yang juga mengawasi mobil yang ia tumpangi dan tentunya mengawasi beberapa orang berbadan tegak tersebut, salah satu dari mereka sesang mengotak atik kunci mobil membuat Putri semakin ketakutan. Di sisi lain beberapa orang polisi sigap menangkap mereka di bantu dengan beberapa intel lainnya akhirnya mereka pun telah berhasil di ringkus dan tentunya menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di bandara., setelah polisi berhasil meringkus mereka pak Sam dengan cepat berlari menuju mobil dan segera membuka pintu mobil.


"Tuan, nona! Apa kalian baik-baik saja?" tanya pak Sam khawatir.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja pak beruntung polisi dengan cepat meringkus mereka kalau tidak mungkin kami akan kembali celaka," jawab Randy sambil mengusap lengan Putri yang masih ketakutan.


"Nona apa anda baik-baik saja?" tanya pak Sam yang melihat Putri sangat gugup .


"Iya pak saya hanya merasa syok saja takut kejadian yang sudah-sudah kembali terulang apalagi wajah dan badan mereka sangat menyeramkan," jawab Putri gugup.


"Tenang saja ya tuan, nona pengawalan kalian saat ini sangat di perketat dan masih ada beberapa anggota polisi serta TNI yang akan menemani perjalanan kita hingga kita sampai di Bandung karena kami juga tidak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali," jawab pak Sam menenangkan.

__ADS_1


"Baiklah pak terimakasih banyak," kata Putri tersenyum.


"Sama-sama nona itu sudah menjadi tugas saya," kata pak Sam tersenyum ramah.


__ADS_2