
Saat mereka tiba di Indonesia waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari , baik Putri dan Randy memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu sebelum Randy kembali ke kantor. Tak lupa Pak Sam pun mereka ajak untuk istirahat di rumah nya sementara waktu, Randy mempersilahkan Pak Sam untuk beristirahat di kamar tamu dan pukul delapan esok hari mereka akan pergi ke kantor bersama.
"Silahkan pak Sam untuk sementara Anda dapat istirahat disini esok hari baru kita ke kantor bersama," kata Randy ramah sedangkan Putri sudah lebih dulu naik ke kamarnya karena sudah sangat lelah.
"Baik pak terimakasih," jawab Pak Sam dengan senyuman.
Setelah mengantar Pak Sam ke kamar tamu Randy pun segera naik ke atas menyusul istrinya, saat Randy masuk ternyata istrinya sedang berada di kamar mandi ia pun menyimpan ponsel dan jam tangan nya di atas nakas lalu menyusul istrinya tak lama Randy dan Putri keluar dari kamar mandi merekapun istirahat dengan sangat lelapnya.
Pagi hari ponsel Randy berdering yang ternyata itu dari pengacara Randy, segera Randy menjawab telponnya.
"Halo," jawab Randy dengan suara seraknya.
"Halo pak maaf mengganggu pagi-pagi begini, apakah Anda sudah berada di Bandung?" tanya pengacara di seberang sana.
"Ah iya saya sudah sampai tadi malam, rencana nya saya akan ke kantor pukul delapan nanti saya juga membawa orang yang biasa menangani kasus seperti ini dari Paris."
"Baiklah pak kalau begitu nanti kita ketemu di kantor saja, sekali lagi maaf karena sudah mengganggu waktu istirahatnya," kata pengacara Randy tidak enak.
"Baiklah tidak apa-apa," jawab Randy lalu mematikan telpon nya.
Ia melihat ke arah jam dinding sudah menunjukkan pukul enam pagi, meski matanya masih mengantuk Randy pun segera bangkit dan melihat istrinya yang masih terlelap dengan sangat nyenyak, Randy mencium kening istrinya dengan lembut lalu beranjak ke kamar mandi.
Saat Randy keluar dari kamar mandi ternyata istrinya sudah tidak ada di tempat tidur hanya ada pakaian kantornya saja, ia pun mencari ke ruang ganti tetap tidak menemukan istrinya. Randy segera memakai pakaian yang sudah di siapkan Putri lalu segera turun ke bawah dan mendapati istrinya sedang memasak disana.
"Sayang.. aku mencarimu kemana-kemana ternyata kamu ada disini," kata Randy memeluk istrinya.
"Iya sayang mulai saat ini aku yang akan memasak makanan untukmu," jawab Putri sambil tangannya dengan lihai mengaduk-ngaduk masakannya.
"Bukankah ada bibi sayang? Kenapa kamu repot-repot memasak."
"Tidak apa-apa tadi bibi membantuku menyiapkan bahan-bahan untuk memasak lalu aku menyuruhnya untuk mengerjakan pekerjaan yang lain saja."
"Baiklah tapi kamu jangan terlalu cape ya sayang."
"Iya sayang, sebaiknya kamu tunggu di meja makan saja sepertinya tadi Pak Sam juga sudah bangun."
"Benarkah? Baiklah aku akan menemui pak Sam," kata Putri dan mengecup pipi istrinya lalu pergi mencari pak Sam.
Putri pun melanjutkan masakannya dengan cepat karena suami nya harus cepat pergi ke kantor bersama pak Sam. Setelah selesai Putri segera menghidangkan masakannya di meja makan dan mencari suaminya untuk segera sarapan.
__ADS_1
"Bi apa melihat Randy?" tanya Putri yang kebetulan berpapasan dengan bi Sumi.
"Tuan sedang di halaman depan bersama temannya nona," jawab bi Sumi menunjukkan keberadaan Randy.
"Baiklah terimakasih bi," Putri segera menghampiri suami nya.
"Sayang.. sarapannya sudah siap, Pa Sam mari kita sarapan bersama," kata Putri tersenyum.
Mereka pun segera menuju ke meja makan dan Putri mengambilkan makan untuk Randy bersama dengan lauk pauknya. Mereka pun sarapan tanpa ada yang bersuara satupun. Beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan dan Randy pun pamit pada istrinya untuk berangkat ke kantor.
"Sayang.. aku berangkat ya doakan semoga semuanya segera selesai sesuai rencana."
"Iya sayang aku pasti akan mendoakanmu, hati-hati dijalan nya ya kabari aku jika sudah selesai," jawab Putri sambil berjalan mengantarkan Randy ke depan.
"Iya sayang aku pasti akan mengabari mu," jawab Randy lalu mengecup pucuk kepala Istrinya.
"Baik-baik di rumah ya, kalau ada apa-apa segera beritahu aku."
"Iya sayang."
Setelah Randy dan Pa Sam pergi Putri pun segera menutup pintunya lalu kemabali ke meja makan untuk membersihkan sisa makanan nya.
"Nona biar bibi saja yang membereskannya, nona istirahat saja ya," kata bi Sumi melangkah cepat dari dapur.
"Tidak nona ini sudah menjadi tugas bibi," jawab bi Sumi tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku akan mandi dulu ya bi."
"Iya nona."
Putri segera berlalu menuju kamarnya untuk mandi dan berendam sejenak karena badan nya sangat lelah, lama Putri berada di kamar mandi sambil mendengarkan musik kesukaan nya. Setelah hampir satu jam Putri berada di kamar mandi ia pun keluar lalu beranjak ke ruang ganti dan segera memakai pakaian lalu merias tipis wajahnya.
Karena tidak ada kegiatan yang akan di lakukannya Putri pun duduk di balkon kamarnya sambil melihat pemandangan dari atas sana.
Seketika mata Putri terbelalak saat melihat segerombolan pria tengah memakasa masuk ke rumah nya, segera Putri keluar kamar sambil berteriak.
"Bi sumi... bi Sumi," teriak Putri.
"iya nona ada apa?" jawab bi Sumi tergopoh-gopoh keluar dari dapur.
__ADS_1
"Bi tolong aku lihat ada banyak pria memaksa masuk kesini ayo bantu aku untuk menahan pintu nya," kata Putri tergesa-gesa.
"Susi.. pak Ujang... Desiii... Winda... Pak Amir... kemari cepat!" teriak bi Sumi.
"Ada apa bi?" tanya pak Ujang.
"Tolong bantu kami memindahkan barang-barang ini," jawab Bi Sumi cepat.
"Ada banyak pria memaksa masuk kesini, mereka masih di tahan satpam di depan, ayo cepat kita tidak punya banyak waktu," kata Putri lagi.
"Desi.. Susi dan pak Amir tolong kunci pintu belakang dan tahan dengan benda berat apapun, lalu winda tolong telepon Randy setelah itu bantu kami," kata Putri sambil mendorong kursi ke pintu.
Tiba-Tiba..
Tok...tok...tok.. "Buka pintunya!!!" teriak seorang pria.
"Astaga ayo bi cepat," kata pak Ujang yang sedang mengangkat kursi.
"Nona maaf tuan ingin berbicara dengan nona," kata Winda dari belakang.
"Baiklah kamu gantikan posisiku," Putri pun segera berlari ke belakang.
.
"Halo sayang."
"Halo apa kamu baik-baik saja? Aku sedang di jalan pulang," jawab Randy dengan panik.
"Aku baik-baik saja sayang kami sedang menahan pintu utama dan pintu belakang dengan benda berat agar mereka tidak masuk ke dalam, kamu hati-hati sayang sebaiknya kamu juga telepon polisi."
"BUKA!!" teriak seseorang dari pintu belakang.
"Aku sudah menelponnya dan mereka juga sedang di perjalanan. Sayang apa itu mereka?"
"Iya sayang," jawab Putri takut.
"Sebaiknya kalian semua masuk ke kamar kita tunggu di sana sebelum aku dan polisi datang."
"Iya sayang kamu hati-hati," Putri segera menutup telponnya lalu memanggil seluruh asistan rumah tangga nya untuk mengikutinya masuk ke kamar utama dan kembali menahan pintu dengan benda berat disana.
__ADS_1
Semua yang ada di sana sangat ketakutan terutama Putri.
Bersambung...