
Sore menjelang... Pasangan suami istri ini masih terlelap dalam tidur nya hingga suara ketukan pintu kamar membangunkan Randy, karena tidak ingin mengganggu waktu tidur istrinya Randy segera membuka pintu dan tampaklah Pak Sam dan Chiko sedang berada di luar dan tersenyum.
"Maaf mengganggu tuan, saya sudah mendapatkan bukti-bukti pelaku kejahatan di kantor bapak dan saya juga telah berhasil membawa dua orang pelaku yang kabur tadi dan menyerahkannya ke polisi," jelas Pak Sam.
"Baiklah kerja bagus kita lanjutkan berbicara di ruang kerja saya."
"Baik tuan."
Randy, Chiko dan Pa Sam masuk ke ruang kerja Randy setelah Randy memberikan sidik jari sebagai kode masuk ke ruang kerjanya, mereka pun duduk berhadapan
"Apa kamu membawa buktinya?" tanya Randy langsung.
"Ini tuan saya sudah mendapatkan bukti-bukti real dan pelaku utama nya mengarah pada mantan karyawan yang kemarin masuk penjara," kata pak Sam.
"Dia lah otak di balik kebakaran gudang kantor dan kasus tadi pagi," sambung Chiko.
"Apa motifnya?" tanya Randy
"Dia dendam karena lo telah menjebloskannya ke penjara membuat anak dan istrinya di cemooh oleh para tetangganya, dia juga telah kehilangan pekerjaan yang susah payah dia dapatkan," kata Chiko lagi.
"Dan sebetulnya kejadian tadi pagi mereka di tugaskan untuk menculik nona Putri dan mengambil berkas-berkas penting di ruang kerja tuan sehingga tuan akan hancur," sambung pak Sam.
"Sudah ku duga, kumpulkan seluruh bukti-bukti ini dalam sebuah file di flashdisk dan berikan pada pengacara biar beliau yang mengurus selanjutnya.. pastikan flashdisk ini sampai ke tangan pengacara dan polisi tanpa ada yang mengetahuinya agar mereka dapat di tuntut seberat mungkin, masalah istri dan anak-anak nya yang di cemooh kalian bisa mengurusnya agar tetangga mereka tidak lagi mencemoohnya," tunjuk Randy Pada Chiko dan pak Sam.
"Terimakasih pa Sam atas bantuan Anda kasus ini sudah mendapatkan titik terang, saya akan segera mentransfer bonus ke rekening Anda," kata Randy tersenyum.
"Terimakasih tua," jawab pak Sam mengangguk.
"Terus gue dapet apa bro? gue juga kan ikut andil mengurus masalah ini," tanya Chiko menuntut.
"Lo dan semua orang yang terlibat dalam kasus ini segera dapat bonus dari gue dan gue transfer," kata Randy tegas.
__ADS_1
"Oke bro terimakasih, lo emang bos yang paling loyal sama seluruh karyawan lo," kata Chiko menunjuk Randy.
"Oke kalau begitu pak Sam boleh istirahat, dan lo juga boleh langsung pulang ke rumah dan istirahat," kata Randy pada Chiko dan pak Sam.
"Baik tuan terimakasih," kata pak Sam.
"Oke bro terimakasih," kata Chiko.
Mereka pun berlalu keluar dari ruang kerja Randy dan segera pulang sedangkan Randy membereskan berkas-berkas yang masih berserakan di atas meja lalu kembali keluar dan masuk ke kamarnya untuk mandi, Randy melihat Putri sedang mangotak atik ponselnya dengan kesal.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Randy menghampiri Putri
"Handphone ku rusak sayang."
"Ko bisa rusak?"
"Tadi tidak sengaja terjatuh saat aku hendak menelponmu sayang, kamu dari mana?" tanya Putri bertubi-tubi.
"Aku dari ruang kerja sayang, yasudah kalau begitu kamu siap-siap kita akan makan di luar sekalian membeli handphone baru untukmu," jawab Randy.
"Tentu sayang, yuk kita siap-siap dulu biar gak kemaleman," ajak Randy lagi.
Dengan semangat Putri masuk ke kamar mandi seperti anak kecil yang hendak dibelikan mainan oleh orangtua nya membuat Randy menggelengkan kepala melihat tingkah istri cantik nya itu. Sambil menunggu Putri di kamar mandi Randy pun menepati janjinya untuk mentransfer bonus pada setiap karyawan yang membantunya dalam kasus ini bahkan kepada asistan rumah tangganya masing-masing mendapatkan lima puluh juta rupiah. Setelah selesai Randy hendak menyusul istrinya ke kamar mandi namun ternyata Putri sudah lebih dulu membuka pintu nya.
"Sayang kamu sudah selesai?" tanya Randy.
"Sudah sayang, ayo cepat kamu mandi aku akan menyiapkan baju untukmu," jawab Putri semangat lalu pergi ke ruang ganti dan Randy segera masuk ke kamar mandi yang hanya memerlukan waktu lima belas menit untuknya keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian yang telah di siapkan Putri tak lupa ia memakai jam tangan sport kesayangannya dan menghampiri istrinya di kamar ganti yang sedang merias dirinya.
"Sayang masih belum siap? Tidak perlu merias wajahmu terlalu berlebihan sayang, cukup kamu dandan seperti itu saat bersamaku saja aku tidak ingin mata laki-laki di luar sana menikmati kecantikamu juga," protes Randy.
"Baiklah sayang ini hanya make up tipis-tipis saja agar tidak terlalu pucat," jawab Putri singkat.
__ADS_1
"Apa masih lama sayang?" tanya Randy lagi.
"Tidak sayang sebentar lagi selesai ko hanya tinggal pakai liptint nya saja, memangnya kenapa?" tanya Putri.
"Kalau begitu aku akan menunggumu di luar ya sayang sekalian panasin dulu mobil sebentar," jawab Randy memegang pundak Putri.
"Tunggu sayang, ini sudah selesai ko.. yuk kita berangkat," ajak Putri memeluk lengan Randy.
"Sayang tolong jangan bersikap seperti itu padaku jika kita akan bepergian."
"Memang nya kenapa sayang?" tanya Putri mengerutkan keningnya.
"Jika kamu bertingkah seperti itu kita tidak akan jadi berangkat, karena yang di bawah sana mulai bereaksi," jawab Randy menunjuk juniornya.
"Iihhh kamu tuh ya, nanti malam aja kalau kita sudah selesai jalan-jalannya," ajak Putri lagi menarik lengan Randy.
"Hmmm janji ya nanti malam?" tanya Randy mendekatkan wajahnya.
"Iya sayang aku janji," kata Putri tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku akan tagih janjimu nanti malam dan kamu jangan beralasan capek."
"Oke sayang..."
Mereka pun turun ke bawah dan berpamitan pada bi Sumi, pak Sam dan penjaga yang ada di pintu utama jika mereka akan pergi keluar dan meminta mereka untuk berjaga-jaga selama Randy dan Putri tidak di rumah yang langsung di angguki oleh mereka semua. Randy pun segera membawa Putri ke pusat Mall terkenal di kota Bandung untuk menikmati makanan di sana dan membeli ponsel serta makanan kesukaan Putri, tanpa sepengetahuan Putri Randy juga membelikan Putri lingerie untuk di pakainya nanti malam yang membuatnya tesenyum penuh arti saat membayangkan Putri memakai lingerie tersebut.
"Sayang boleh gak aku beli es krim yang disana?" tanya Putri saat melihat suaminya datang.
"Boleh sayang belilah sesukamu."
"Asyikkk ... makasih sayang" Putri pun segera berjalan cepat dan Randy mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Saat Randy tengah menunggu Putri tiba-tiba lengan Putri di tarik oleh seseorang yang tak di kenal nya, sontak membuat Randy kaget dan menghampiri mereka
Bersambung...