CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Kepulangan Randy Part II


__ADS_3

Selesai shalat shubuh Putri dan Randy tidak jadi melanjutkan tidurnya karena hari sudah mulai pagi rasa sejuk mereka rasakan ketika jendela kamar terbuka sehingga terdengar burung-burung herkicau saling bersautan. Putri pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu membuatkan Randy teh hangat dan sepotong roti untuk mereka sarapan saat itu sambil menunggu Putri menyiapkan sarapan Randy ikut beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena sudah beberapa minggi ia mandi hanya dengan kain saja dengan di bantu Putri.


Rasa segar kembali di rasakan Randy saat ia keluar dari kamar mandi dan melihat Putri tengah menata sarapan di meja membuat Randy tersenyum lebar lalu mendekati istrinya itu.


"Sayang aku senang sekali akhirnya bisa kembali memelukmu seperti ini," kata Randy memeluk erat Putri.


"Aku juga sangat senang sayang akhirnya kamu bisa melewati ini dan Allah kembli mengangkat sakitmu sehingga kamu bisa di ijinkan pulang oleh dokter," jawab Putri memegang lengan Randy.


"Iya sayang aku sangat bersyukur Allah masih memberiku kesempatan untuk sembuh dan ini semua tak luput dari doa dan caramu merawatku sayang, terimksih ya," kata Randy mengecup mesra pipi Putri.


"Sudah menjdi kewajibanku untuk merawatmu ketika kamu sakit sayang dan tugasmu sekarang untuk kembali menjaga diri agar tidak terjadi hal yang sama, semoga kedepannya Allah selalu melindungi kita dari orang-orang yang berniat jahat dan tidak baik pada kita," kata Putri.


"Iya aamiin sayang semoga ya, oh ya kita jangan dulu pulang ke Bandung ya sayang aku akan mengajakmu berlibur dulu disini kamu pasti sangat bosan kan berada disini berminggu-minggu," kata Randy tersenyum.


"Apa kamu tidak merindukan suasana Bandung sayang?" tanya Putri mendongakkan kepalanya.


"Tentu aku merindukan suasana Bandung sayang tapi sebelum pulang aku ingin mengajakmu mengelilingi negara ini terlebih dahulu barulah kita pulang," jawab Randy memegang dagu Putri.


"Baiklah sayang aki ikut apa katamu saja," jawab Putri singkat.


Randy pun mendekatkan wajahnya ke wajah Putri membuat Putri membuat jantung Putri berdegup kencang wajah nya pun kini telah memerah bak kepiting rebus saat Randy menatap Putri penuh dengan gairah, melihat Putri yang begitu gugup dan wajah yang memerah Randy pun semakin gemas di buatnya segera ia menempelkan bibirnya pada bibir Putri ********** ganas namun tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar pasien Randy yang seketika menghentikkan aktifitas mereka dan membuat Randy berdecak kesal dan Putri tersenyum geli saat melihat wajah suaminya yang begitu kusut. Randy pun melepaskan pelukannya dan berteriak,


"Masuk!" kata Randy.


"Ternyata lo sudah bnngun," kata Chiko tersenyum tanpa dosa.


Melihat Chiko yang masuk Randy pun menatap tajam Chiko dan menghempaskan badannya di sofa sedangkan Putri kembali menata sarapan untuk mereka sambil menahan senyum.


"Ada apa lo kesini sepagi ini?" tanya Randy ketus.


"Hehe sorry bro kalau gue datang kepagian karena nanti siang gue mau balik ke Bandung jadi gue urus administrasi lo lebih awal," jelas Chiko duduk di sofa.

__ADS_1


"Apa ada masalah di Bandung?" tanya Randy.


"Tidak bro ini menyangkut masa depan gue," jawab Chiko tersenyum.


"Mkasud lo?" tanya Randy tak mengerti.


"Gu... Gue.. Gue... mau melamar Thania bro," jawab Chiko gugup.


"Apa!" kata Putri tiba-tib membuat Randy dan Chiko kaget.


"Apa kamu betul-betul yakin dengan Thania?" tanya Putri.


"Iya Put aku sudah sangat yakin dengan Thania, kemarin aku sudah menghubungi orangtuanya dan mereka bilang mereka menungguku untuk menemui mereka," jelas Chiko.


"Yasudah kalau memang kamu serius dengan sahabatku aku titip dia ya jangan sakiti dia," jawab Putri tersenyum.


"Tentu Put aku akan membahagiakannya, emmm tapi aku punya satu permintaan lagi," kata Chiko memelankan suaranya.


"Apa kalian bisa menemaniku untuk melamar Thania nanti siang?" tanya Chiko.


"Tidak bisa!" jawab Randy cepat.


"Sayang kenapa?" tanya Putri.


"Kita kan akan berlibir disini sayang," jawab Randy ketus.


"Tapi sayang kasian Chiko kan kalau kita tidak mendampingi nya," kata Putri.


"Iya bro lo tega gue gak nikah-nikah seumur hidup? Sebagai tanda terimakasih Gue janji deh nanti gue pesenin kalian tiket berlibur ke Singapura, please!" kata Chiko menyatukan kedua telapak tangannya.


"Sayang ayolah tidak ada salah nya membantu," sambung Putri.

__ADS_1


"Oke oke kali ini gue bantuin lo, tapi lo janji ya belikan tiket berlibur untuk kita," jawab Randy menatap tajam.


"Oke makasih ya bro gue janji setelah acara selesai gue beli tiket untuk kalian," jawab Chiko antusias.


"Oke kalau begitu lo nanti lo angkat barang-barang gue ke mobil bersama pak Sam," kata Randy.


"Sayang kamu ini jahat sekali biarkan Chiko sarapan terlebih dahulu lagian aku menyiapkan sarapan sangat banyak," kata Putri.


"Istri lo emang pengertian banget ya gak kaya lo!" jawab Chiko lalu mengambil sepotong roti dari atas meja.


"Iya lah istri gue emang paling terbaik!" kata Randy yang tiba-tiba mencium pipi Putri.


Chiko pun tersedak melihat Randy yang mencium Putri di depan matanya dan dengan cepat mengambil segelas minum.


"Sayang kamu apaan sih kan malu," jawab Putri memegang pipi nya.


"Lo kalau mau bermesraan sama istri lo tau tempat kali gak usah depan mata gue juga!" kata Chiko kesal.


"Emang kenapa? Kan sudah halal!" jawab Randy tak mau kalah.


"Hmm baiklah emang lo selalu benar tuan Randy!" kata Chiko mengalah.


Randy pun tersenyum penuh kemenangan sambil melirik istrinya yang tertunduk malu karena ulahnya.


Tiga puluh menit kemudian mereka telah menyelesaikan sarapan nya tak lupa Putri memberikan beberapa potong roti untuk pak Sam dan yang lainnya setelah itu ia kembali membersihkan sisa makanan dari atas mej dan membawanya ke dapur, kegiatan Putri pun tak luput dari bantuan tangan Randy agar pekerjaan Putri cepat selesai dan tidak terlalu lelah.


Setelah semua selesai Chiko membantu pak Sam untuk membawa koper Randy dan Putri ke dalam mobil karena mereka akan segera berangkat ke bandara untuk pulang ke Bandung.


Randy dan Putri pun pamit kepada perawat dan dokter yang telah merawatnya selama Randy di rawat di sana serta telah di perlakukan sangat baik, setelah berpamitan Randy dan Putri berjalan menuju lobby rumah sakit rasa haru dan senang tentunya kembali di rasakan karena ia dapat kembali menghirup udara segar setelah sekian lama ia bergulat dengan obat-obatan dan berbagai alat-alat medis ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur atas nafas nya hingga saat ini bahkan sebelumnya ia pun telah mengalami kecelakaan yang untuk bisa selamat saja hanya kemungkinan kecil hingga namun Allah Maha baik padanya akhirnya Randy dapat melewati masa-masa kritisnya hingga akhirnya ia dapat kembali pulih dan dapat menghirup udara segar dunia. Alhamdulillah....


Pak Sam dan Chiko memasukkan koper Randy dan Putri ke bagasi sedangkan Randy dan Putri tepah berada di dalam mobil dengan senyum dari kedua nya, tangan mereka pun seakan memakai perekat karena Randy terus menerus memegang erat tangan Putri dan enggan untuk melepaskan nya. Putri pun bersandar di pundak Randy ia kembali merasakan hembusan halus dari nafas Randy seketika Putri mendongak ke atas menemukan Randy yang kembali tertidur dengan sangat lelap padahal baru saja ia masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Putri hanya tersenyum dan mengeratkan pegangan tangannya lalu ia pun ikut terlelap dengan lengan Randy sebagai sandarannya.


__ADS_2