
Warnlga semakin mengerumuni palataran rumah Dika dan menyuruhnya keluar dari kampung tersebut bersama ibunya, tentunya hal itu membuat Dika dan ibu Feny semakin terpojok dan sangat-sangat takut dengan amukan warga yang semakin kencang berteriak hingga menggedor-gedor pintu rumah mereka belum lagi Dika mendapat kabar dari teman-temannya bahwa ia sedang viral di beberapa media sosial dan terancam di pecat dari perusahaan tempat ia bekerja.
"Shiittt! Ini semua gara-gara ibu yang terus menyuruhku untuk mendapatkan Putri dan mencelakai suaminya," teriak Dika.
"Kenapa kamu malah menyalahkan ibu? Bukannya kamu yang sangat terobsesi untuk mendapatkan Putri?" jawab bu Feny tak kalah tingginya.
"Iya tapi semenjak aku masuk rumah sakit karena ulah suaminya aku sudah berusaha mengikhlaskan Putri dengan pria itu, tapi ibu yang selalu mendorongku untuk terus mengejarnya!" jawab Dika berapi-api.
"Terus kenapa kamu mau melakukannya jika kamu sudah mengikhlaskan Putri? Kamu kan bisa menolak permintaan ibu!" jawab ibu Feny tak mau kalah.
"Halaaahhh sudahlah tidak penting berbicara itu! Sekarang bagaimana caranya kita bisa keluar dari sini tanpa ketahuan oleh mereka? Aku tidak mau mati konyol disini karena di keroyok warga," tanya Dika.
"Mana ibu tau! Ini semua ulah laki-laki arogan itu! Kalau saja tadi dia tidak memukulmu dan berteriak-teriak di depan warga kita tidak akan mungkin seperti sekarang ini!" jawab bu Feny mengerlingkan matanya.
Tiba-tiba.....
"Bruuuggghh!!!" Suara pintu berhasil di dobrak oleh warga.
"Bu apa itu?" tanya Dika kaget lalu berdiri dari duduknya.
"Jangan-jangan mereka berhasil mendobrak pintu depan nak! Ayo cepat kita sembunyi!" perintah bu Feny membuat keduanya sangat-sangat panik dan mencari tempat persembunyian yang paling aman.
__ADS_1
Di tempat lain....
Ketika Randy baru saja menyelesaikan sarapannya ia mendapat kabar dari anak buah pak Sam bahwa rumah Dika sedang di kerumuni warga untuk mengusirnya dari kampung ini melalui sambungan telepon, Randy pun beranjak dari temat duduknya dan memberikan kode pada pak Sam untuk mengikutinya. Setelah menjauh dari meja makan Randy kembali berbicara dengan anak buah pak Sam untuk memastikan kabar kebenarannya dan meminta bukti yang betul-betul valid, tak butuh waktu lama Randy mendapatkan pesan berupa video yang membuatnya melotot. Randy hendak memberitahu Putri mengenai kabar ini namun ponselnya kembali berdering dan ternyata dari Chiko yang memberikan kabar bahwa ia dan Putri sedang viral di media sosial bersama Dika, Randy segera mematikan teleponnya lalu melihat media sosialnya dan ternyata benar banyak yang media online yang memasang berita tentangnya dan Putri, banyak pula yang mengirimkan DM padanya untuk memberikan dukungan, bahkan kolom komentarnya di penuhi hujatan untuk Dika dan ibunya. Seketika Randy menatap pak Sam untuk mengurus media online dan menghentikan kabar tersebut karena meskipun ia sangat-sangat membenci Dika namun ia tidak ingin kabar ini sampai menjadi konsumsi publik apalagi menyangkut rumah tangganya.
Pak Sam segera bergegas pergi untuk menjalankan tugasnya sedangkan Randy bergegas memberitahu Putri dan yang lainnya untuk segera ke rumah Dika, karena ia tau apa yang akan terjadi dengan mereka saat warga sudah menerobos masuk ke rumahnya.
"Sayang lihat ini," kata Randy memberikan ponselnya pada Putri.
Saat melihat video yang di berikan Randy mata Putri pun membulat sempurna dan menurupi mulutnya saking kagetnya, karena mendengar suara riuh dari video tersebut dan melihat ekspresi Putri Thania dan ibu Lira pun perlahan melihat isi video tersebut yang sontak membuat mereka pun kaget tak percaya dengan apa yang mereka lihat di video.
"Nak Randy apa itu benar rumah Dika?" tanya ibu Lira memastikan.
"Untuk apa sayang? Apa kamu mau memerkeruh suasana disana?" tanya Putri membuat Randy menyipitkan matanya.
"Maksud kamu?" tanya Randy balik.
"Iya kamu mau apa kesana? Sudahlah mereka itu sudah susah jangan di tambah susah lagi karena ulahmu," jawab Putri membuat Randy mengepalkan tangannya.
Thania yang melihat kepalan tangan Randy pun segera menenangkan dengam memberikan kode padanya sedangkan ibu Lira yang tidak mengerti dengan pertengkaran Randy dan Putri segera mengajak mereka untuk segera ke rumah Dika terkecuali Putri yang enggan ikut kesana karena tidak ingin memperkeruh suasana di sana, ia juga melarang Randy untuk kesana akhirnya Thania dan ibu Lira saja yang pergi ke rumah Dika. Setelah kepergian Thania dan ibu Lira Putri judtru malah mendiamkan Randy yang membuat Randy sudah tidak sabar menahan amarahnya ia pun pergi keluar meninggalkan Putri yamg masih tertunduk sambil memainkan ponselnya. Saat Putri melihat media sosialnya matanya kembali membuat sempurna dengan video yang tengah viral yang menampilakan Randy tengah memberikan peringatan kepada ibu Feny agar anaknya tidak mengganggu rumah tangganya dengan Randy, wajahnya pun sudah terpampang jelas di media sosial membuatnya sangat malu. Ia segera mencari keberadaan Randy yang ternyata sedang berada di halaman rumah sedang memainkan ponselnya juga.
"Apa ini?" tanya Putri dengan nada sedikit tinggi.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Randy.
"Sudahlah kamu jangan pura-pura tidak tau seperti itu! Lihat apa yang kamu lakukan tadi pagi sudah merugikan banyak orang!" jawab Putri dengan nada tinggi.
"Maksud kamu merugikan banyak orang siapa? Apa yang salah dengan kata-kataku tadi pagi? Aku hanya memeperingati ibunya untuk mendidik anaknya agar tidak mengganggu rumah tangga kita!" jawab Randy dengan nada tinggi juga.
"Ya tetap saja ini semua kan ulahmu yang tidak mau berdamai!" jawab Putri yang semakin membuat Randy terpancing emosi.
"Jadi kamu nyalahin aku atas apa yang menimpa kakak kelasmu itu hah? Kamu lebih memilih dia dari pada aku suamimu begitu? Kamu lebih membela cinta pertamamu?" tanya Randy.
Putri hanya diam mendengar perkataan suaminya dan menyadari bahwa tindakannya sudah melewati batas karena terlalu memojokkan Randy.
"Oke diam mu aku anggap jawaban iya! Kalau begitu silahkan kejar cinta pertamamu! Aku pulang!" jawab Randy yang membuat Putri menarik kencang lengan Randy untuk menahannya.
"Sayang maafkan aku, aku tidak bermaksud membela dia!" kata Putri meneteskan air matanya.
"Sudahlah kamu kejar saja pria itu, tidak perlu melihatku lagi," jawab Randy berusaha melepaskan cengkraman tangan Putri.
"Engga! Kamu jangn seperti ini dong sayang aku minta maaf, kamu gak kasian apa sama bayi kita?" kata Putri memegang perutnya.
"Kamu yang lebih dulu membela dia di banding aku! Kamu yamg sejak tadi membentakku dan melarangku untuk pergi kesana! Kamu yang gak kasian sama bayi kita!"
__ADS_1