CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Part 82


__ADS_3

Randy membuka pintu kamar Putri yang langsung tampak wajah cantik istrinya sedang memainkan ponsel sambil memakan apel dari Chiko tadi.


"Sayang... gimana kondisinya sekarang? Masih sakit?" tanya Randy.


"Sudah lebih baik sayang," jawab Putri tersenyum.


"Alhamdulillah, emm sayang ada yang mau aku bicarakan sama kamu," kata Randy memegang tangan Putri.


Putri pun menyimpan ponsel dan apelnya di atas nakas lalu memperhatikan suaminya yang hendak berbicara serius padanya.


"Ada apa sayang?"


"Begini sayang besok pagi aku dan Chiko harus ke Turkey karena ada pekerjaan disana, apa kamu tidak keberatan aku tinggal dalam kondisi seperti ini?" tanya Randy pelan takut istrinya marah.


Putri terdiam sejenak, "Hmm boleh, tapi ada satu syarat!" jawab Putri.


"Apa?"


"Selama kamu disana aku mau nginep di rumah Thania!" jawab Putri mantap.


"Lho kenapa di rumah Thania kan rumah kita lebih nyaman!" sergah Randy.


"Yaudah kalau gak boleh!" kata Putri melepaskan tangan Randy.


Melihat Putri yang merajuk Randy masih berusaha membujuk istrinya agar tidak menginap di rumah Thania karena ia takut fasilitas di rumah Thania tak sebagus di rumah nya namun tak membuahkan hasil, istrinya itu tetap kekeh ingin menginap di rumh Thania selama Randy tak berada di sampingnya.


"Baiklah sayang tapi kamu harus janji bisa menjaga diri kamu dan calon bayi kita, jaga hatimu juga selama aku tidak ada, jangan main keluyuran, kalau mau pergi kemana-mana sama pak supir dan ka..!" ucapan Randy terhenti setelah telunjuk Putri menempel di bibirnya.


"Sayang sudah, pokoknya aku akan jaga diri baik-baik ok!" kata Putri mengedipkan matanya.


Randy pun tersenyum gemas melihat tingkah istri cantiknya itu bahkan jika ia sedang tidak berada di rumah sakit mungkin saat ini ia sudah memakannya namun Randy hanya mengusap-usap pucuk kepala Putri dan mencubit pelan pipi Putri.


"Besok jam berapa kamu pergi?"


"Sekitar pukul lima sayang pesawat nya take off pukul tujuh, mau nitip oleh-oleh apa?"


"Oleh-oleh nya kamu aja kembali sampai sini lagi dengan selamat tanpa kurang satu apapun!" jawab Putri tegas.


Randy pun tersenyum memegang pipi Putri


"Tentu sayang, doakan aku ya semoga pekerjaan disana lancar dan kembali lagi ke Bandung dengan selamat," kata Randy.

__ADS_1


"Tentu sayang kita berdua akan selalu mendoakan kamu," jawab Putri mengecup punggung tangan Randy.


"Yasudah kamu istirahat dulu ya biar cepet pulih," kata Randy mengubah posisi nya berdiri.


"Tapi kamu gak akan kemana-mana kan?" tanya Putri.


"Engga sayang, aku disini temani kamu tidur," jawab Randy tersenyum manis.


Putri pun membaringkan badannya mengikuti tangan Randy sambil terus memegang tangan Randy, walaupun bibirnya berkata iya untuk melepaskan kepergian Randy yang sangat mendadak jauh di dalam lubuk hati Putri ia tidak ingin suaminya itu pergi apalagi dalam kondisi nya yang saat ini sangat membutuhkan dirinya namun ia juga tidak bisa egois jika memang itu berhubungan dengan pekerjaan maka dari itu ia meminta untuk menginap di rumah Thania jika sudah di perbolehkan pulang nanti agar ia tidak merasa kesepian dan juga ia merasa sangat merindukan sahabat satu-satunya itu setelah kepergian Lira. Sebetulnya ia ingin menghabiskan banyak waktu sebelum Randy pergi namun apa daya karena efek obat yang diberikan membuat matanya terasa berat hingga ia tertidur lelap di atas telapak tangan Randy.


Melihat istrinya yang sudah tertidur lelap Randy pun ikut mengistirahatkan badannya karena memang ia pun merasa sangat lelah dengan beban pikiran nya dengan posisi duduk dan tangan satunya ia pakai untuk bantal kepalanya.


Cukup lama mereka tertidur hingga Thania masuk ke dalam setelah mengetok pintu terlebih dahulu.


"Astaga ternyata mereka sedang tertidur,"


Karena melihat Randy dan Putri tertidur ia pun menyimpan makanan kesukaan Putri di atas meja dengan sangat pelan agar tidak membangunkan mereka lalu duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang Putri sambil memainkan ponselnya, ia ingin menghubungi Chiko namun tadi Chiko sudah mengabarinya bahwa hari ini ia akan sangt sibuk karena harus mengurus persiapan untuk ke Turkey besok bersama Randy. Akhirnya untuk menghilangkan kebosanan Thania pun bermain game di laptop yang ia bawa.


Satu jam berlalu baik Randy maupun Putri masih belum terbangun membuat Thania yang memang lelah setelah pulang bekerja pun ikut tertidur di sofa dengan posisi duduk dan hanys di selimuti blazer yang ia kenakan.


Putri terbangun saat seorang suster masuk untuk memeriksa kondisinya dan memeriksa detak jantung bayi dalam kandungan Putri, saat di periksa ia masih belum menyadari kehadiran Thania yang tertidur di sofa karena terhalang oleh suster yang sedang memeriksanya, pandangan nya justru tertuju pada Randy yang ternyata tertidur juga selama ia tidur tadi.


"Ternyata dia pun sangat lelah," batin Putri.


"Ehem, tolong jangan pandangi suami saya seperti itu sus!" tegas Putri yang berhasil membuat suster itu terkejut.


"Eh i iya bu mohon maaf!" jawab suster itu merasa tidak enak karena ketahuan mengagumi suami Putri.


Suster pun kembali fokus dengan Putri sedangkan Randy hanya tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang ternyata cemburuan itu, Putri yang melihat suaminya tersenyum geli memalingkan wajahnya karena malu ketahuan mencemburui Randy.


Randy yang menyadari bahwa istrinya sedang malu itu pun segera mengalihkan pandangan nya.


"Gimana kondisi anak saya sus?" tanya Randy.


"Kondisinya baik pak," kata suster itu tersenyum manis pada Randy.


"Kira-kira kapan istri saya bisa pulang?"


"Nanti ya pak saya konsulin dulu sama dokter yang menangani istri bapak, jika memang kondisi nya sudah bagus istri bapak bisa segera pulang," jelas suster menatap mantap wajah Randy.


"Baiklah terimakasih sus,"

__ADS_1


"Sama-sama pak!"ucap suster itu kembali tersenyum manis pada Randy lalu meninggalkan ruangan Putri.


Setelah kepergian suster Putri pun membenahi posisi tidur nya jadi memunggungi Randy yang masih terduduk di sampingnya.


"Lho kenapa aku di punggungi sayang?" tanya Randy.


"Kayanya ada yang seneng banget di tatap suster dari tadi!" seru Putri.


"Hahaha istriku sedang cemburu rupanya! Hahaha,"


"Gak lucu!" tegas Putri menoleh ke arah Randy.


"Sini-sini sayang jangan cemburu gitu dong aku kan biasa aja bicara sama suster tadi," kata Randy mencoba memeluk Putri.


"Iya tapi suster nya genit banget dari tadi liatin kamu terus! kamu juga yang di liatin malah senyum-senyum aja bukannya pergi malah di ajak bicara lagi tuh suster!" gerutu Putri lagi.


"Iya-iya deh lain kali aku pergi ya kalau ada suster masuk, sekarang udah ya ngambek nya nanti aku kasih es krim," bujuk Randy.


"Emangnya aku anak kecil apa pake dibujuk es krim segala!"


Randy pun membalikkan badan Putri dengan paksa lalu segera mencium bibir Putri dan ********** cepat, Putri yang awalnya mengoceh itu pun jadi terdiam membisu menikmati serangan Randy pada bibirnya.


"Astaga! kalian ini kalau mau bermesraan liat-liat dulu kali!" teriak Thania dari belakang.


Randy dan Putri yang keget dengan suara Thanua pun segera melepaskan ciuman nya dan melihat ke arah sumber suara yang ternyata Thania sudah berdiri memangku kedua tangannya di depan ranjang Putri. Putri yang malu segera mengambil bantal menutupi wajahnya yang merah padam sedangkan Randy segera masuk ke kamar mandi tanpa berkata satu patah kata pun.


"Kalian gak nyadar apa aku dari tadi tidur di sofa! Malah enak-enakan mesraan di depan aku!" gerutu Thania lagi.


"kamu sejak kapan ada disitu?" tanya Putri dari balik bantal.


"Sejak suamimu ******* bibir mu dan kamu menikmatinya!" jawab Thania yang berhasil membuat Putri semkin membenamkan kepalanya di bawah bantal.


"Makanya kalau lagi liat suami istri lagi bermesraan tuh keluar aja jangan di liatin!" ujar Randy tiba-tiba sambil membuka bantal di wajah Putri.


"Eh hehehe maaf!" kata Thania yang justru tidak enak dengn Randy apalagi saat itu Randy menatapnya tajam.


"Sayang jangan aku malu," teriak Putri.


"Ngapain malu orang kita udah sah! Udah buka aja pengap tau di tutup-tutup gini!" ujar Randy lagi menarik bantal lalu melemparnya ke sofa.


"Sayang!" teriak Putri.

__ADS_1


"Udah Put gak papa ko wajar juga suami istri kaya gitu!" kata Thania setelah di tatap tajam oleh Randy.


__ADS_2