
Saat Randy menghampiri mereka pria tersebut sedang memeluk Putri seketika darah Randy mendidih dan tanpa pikir panjang Randy segera memukul wajah pria tersebut yang membuat Putri dan orang-orang yang berada di sana kaget, Putri segera melerai mereka namun tenaga nya kalah dengan tenaga Randy sehingga Putri malah terjatuh ke lantai.
"Aawwww," teriak Putri.
Randy pun menoleh ke arah Putri dan menghampirinya.
"Sayang kau tidak apa-apa?" tanya Randy memegang pundak Putri untuk membantu nya bangun, namun tiba-tiba Randy di pukul oleh pria tadi dari belakang dan Randy pun jatuh tersungkur menindih Putri.
"Sayangg.... Kak Dika stop ini suami Putri," teriak Putri dan orang-orang di sekitar sana segera membantu Randy yang tersungkur di atas Putri dengan kepala yang berdarah.
"Pak tolong segera bawa suami saya ke rumah sakit terdekat," pinta Putri pada satpam yang membantu menggendong Randy.
"Baik mba," jawab satpam itu.
"Putri kamu hutang penjelasan sama kakak," teriak kak Dika.
Putri hanya menoleh ke belakang sambil terisak lalu kembali berjalan menyusul suami nya.
Saat sampai di parkiran Putri menunjukkan mobil Randy kepada satpam dan ia segera duduk di bangku penumpang untuk menidurkan Randy di pangkuannya.
"Pak satpam bisakah Anda mengantar kami ke Rumah Sakit?"
"Baik mba saya akan antarkan ke sana," jawab Satpam tadi.
"Terimakasih pak," kata Putri lagi sambil memegang wajah Randy yang sudah tidak sadarkan diri.
"Sayang bertahanlah," kata Putri khawatir.
Satpam pun segera melajukan mobil Randy menuju rumah sakit terdekat dengan kecepatan tinggi, sehingga dalam waktu lima belas menit mereka telah sampai di UGD. Pak satpam segera turun dan meminta perawat untuk membantunya menurunkan Randy.
Setelah Randy di bawa ke ruang UGD dan langsung di tangani, satpam pun memberikan kunci mobil Randy kepada Putri, dan Putri pun segera menerima nya dan memberikan beberapa lembar uang untuk satpam tersebut dari dompetnya, "Terimakasih ya pak sudah membantu suami saya ke sini, ini ada sedikit rejeki untuk bapak."
"Tidak usah mba saya ikhlas membantu," tolak satpam tersebut.
"Tidak pak ini untuk istri dan anak-anak bapak di rumah," paksa Putri memberikan uang tersebut ke tangannya.
"Baiklah terimakasih mba semoga suaminya segera sembuh ya mba," kata satpam tersenyum.
"Iya pak aamiin terimakasih," kata Putri tersenyum juga.
"Kalau begitu saya kembali ke mall ya mba," kata satpam tersebut dan di angguki oleh Putri.
"Keluarga pa Randy," teriak perawat dari ruang UGD.
__ADS_1
"Iya mba saya istrinya," jawab Putri mengahampiri perawat tersebut.
"Maaf bu mohon untuk segera melengkapi data Pa Randy di pendaftaran dan ini ponsel serta dompet Pa Randy," kata perawat tersebut sambil memberikannya pada Putri.
"Baik mba terimakasih," Putri segera ke bagian pendaftaran dan melengkapi data-data Randy serta membayar administrasinya, setelah selesai Putri kembali ke ruang UGD untuk memberikan berkas Randy. Perawat pun segera menerima berkas Randy dan meminta Putri untuk menunggu di luar.
"Sayang bertahanlah... Kak dika kenapa berbuat seperti ini sama suami Putri," kata Putri sambil terisak.
Saat Putri menunggu Randy tiba-tiba ponsel Randy berdering dan ternyata dari Chiko yang hendak memberi tau Randy soal perkembangan kasus mantan karyawannya, Putri segera menghapus air mata nya dan menjawab telpon dari Chiko.
"Hallo A Chiko," jawab Putri sambil sesekali terisak.
"Hallo Putri kamu menangis? Randy dimana?" tanya Chiko yang mendengar isakan Putri.
"Randy sedang berada di UGD A," jawab Putri dan kembali menangis.
"Apa? Kenapa bisa di UGD? Apa yang terjadi?" teriak Chiko dari seberang sana.
"Ceritanya panjang A."
"Baiklah kalian ada di rumah sakit mana?" tanya Chiko memelankan suaranya kembali.
"Kami ada di rumah sakit Xxxx A."
"kenapa dokter menangani Randy lama sekali? Apa lukanya sangat parah?" gumam Putri melihat ke arah pintu UGD yang masih tertutup.
Putri terus menangis sendiri di depan ruang UGD hingga Chiko datang dan menghampiri Putri.
"Putri..," panggil Chiko mendekatinya.
Putri pun mengangkat wajanya, "A Chiko."
"Gimana keadaan Randy, Put?" tanya Chiko.
"Aku gak tau A, dokter maupun perawat masih belum keluar," ucap Putri mengusap air matanya dan tertunduk lesu.
"Apa yang terjadi?" tanya Chiko.
Putri pun segera menceritakan awal mula kejadiannya pada Chiko di sertai isakan tangis.
"Kak Dika itu siapa Put?" tanya Chiko.
"Dia kakak kelasku saat sekolah dulu A."
__ADS_1
"Apa kamu memiliki hubungan dengannya?" selidik Chiko.
Putri menggeleng pelan "Tidak A, kami hanya sebatas teman memang dulu aku memiliki perasaan terhadapnya namun ia mengucapkan padaku bahwa dia mencintai temanku dan sejak saat itu aku berhenti mengejarnya dan berusaha melupakannya hingga saat ini, aku juga gak tau kenapa saat di mall tadi dia tiba-tiba memelukku dan membuat Randy memukulnya berkali-kali," jelas Putri.
Chiko yang mendengarnya mebuang nafas panjang "Sepertinya dia menyukaimu dan cemburu saat kamu bersama Randy sehingga dia melakukan hal tersebut pada Randy," ucapan Putri seketika membuatnya menoleh ke arah Chiko.
"Itu tidak mungkin A karena yang aku tau dia telah bertunangan dengan temanku orang yang dia cintai," jawab Putri.
"Jika dia tidak menyukaimu, dia tidak akan mungkin tiba-tiba datang dan memelukmu sepertinya kamu melewatkan satu hal dari dirinya," jelas Chiko pada Putri, membuat ia terdiam dan memikirkan perkataan Chiko barusan.
Tiba-tiba dokter keluar, "Keluarga pak Randy?" teriak dokter tersebut.
Putri dan Chiko segera menghampiri dokter yang memanggilnya,
"Saya istrinya dokter bagaimana keadaan suami saya?"
"Alhamdulillah keadaan suami Anda baik-baik saja, hanya ada luka robek di kepala nya akibat benturan benda tumpul dan kami telah menjahitnya," jelas dokter tersebut.
"Alhamdulillah," ucap Putri dan Chiko.
"Apa kami dapat menemui nya dok?" tanya Chiko.
"Pak Randy akan segera di pindahkan ke ruang perawatan, kalian dapat menemui nya disana," jawab dokter tersebut.
"Baik dok terimakasih banyak." ucap Putri.
"Sama-sama bu, kalau begitu saya permisi," ucap dokter tersebut dan meninggalkan mereka.
Tak lama perawat membuka lebar pintu UGD dan membawa Randy menuju ruang perawatan di ikuti Putri dan Chiko,
"Put lebih baik kamu pulang ya biar aku yang menjaga Randy," ucap Chiko saat berjalan menuju ruang perawatan Randy.
"Tidak A, aku akan menunggunya disini hingga Randy sembuh," jawab Putri.
"Tapi sepertinya kondisimu sedang tidak stabil Put, aku khawatir kamu sakit," kata Chiko lagi.
"Tidak A aku baik-baik saja, A Chiko tidak perlu khawatirkan aku," kata Putri tersenyum.
"Baiklah aku akan menunggu kalian di luar ya," jawab Randy.
"Baik A," Putri mengangguk.
Tak lama mereka pun tiba di ruang perawatan Randy dan mereka segera masuk menemui Randy yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
Bersambung...