CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Calon Papa


__ADS_3

Randy bergegas menuju ruang administrasi secepat mungkin karena ia tidak ingin meninggalkan Putri terlalu lama terlebih saat ini Putri sedang mengandung anak keduanya, anak yang mereka tunggu-tunggu. Meski sebelumnya ia sempat kehilangan calon anak pertamanya tapi Randy tidak menyangka akan kembali di berikan kepercayaan lagi untuk memiliki anak, kali ini ia bertekad untuk menjaga calon anak nya terutama Putri dengan baik agar ia tidak kembali merasakan kepahitan kehilangan calon anak nya.


Setelah selesai mengurus administrasi Randy segera bergegas ke ruang perawatan Putri, ia melihat Putri masih belum sadarkan diri dengan selang infus di lengannya. Tentu hal ini membuat Randy semakin khawatir dengan kondisi istri cantik nya itu.


"Den non Putri sakit apa?" tanya bi Sumi.


Randy menoleh ke arah bi Sumi dengan senyumnya, "Alhamdulillah Putri hamil lagi bi, Randy akan jadi calon papa lagi," kata Randy semangat.


"Alhamdulillah den akhirnya non Putri mengandung anak den Randy lagi bibi ikut senang mendengarnya den, alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan lagi kepada den Randy dan non Putri," jawab bi Sumi antusias.


"Iya bi alhamdulillah," kata Randy sambil memegang tangan Putri.


"Semoga kehamilan sekarang lancar ya den sampai waktunya non Putri melahirkan nanti," jawab bi Sumi memegang pundak Randy.


"Iya bi tolong jaga Putri juga ya bi kalau Randy lagi gak di rumah," pesan Randy menatap bi Sumi.


"Pasti den, tanpa den Randy minta bibi dan yang lain pasti akan menjaga non Putri," jawab bi Sumi.


"Terimakasih ya bi," kata Randy tersenyum.


"Permisi pak, istri bapak akan di bawa ke ruang obgyn untuk di lakukan USG terlebih dahulu," kata perawat.


"Ah iya sus, tapi istri saya masih belum sadar," kata Randy sambil berdiri.


Perawat itu pun melihat ke arah Putri dan benar saja Putri masih belum sadarkan diri.


"Kalau begitu nanti kalau istri bapak sudah bangun beritahu kami ya pak," ucap perawat itu ramah.


"Baik sus," jawab Randy singkat.


"Oh iy den ini ponsel non Putri, " kata bi Sumi memberikan ponselnya.


"Terimakasih ya bi,"


"Sama-sama Den, kalau begitu bibi ijin pulang dulu untuk membawa perlengkapan non Putri dan den Randy," pamit bi Sumi.

__ADS_1


"Ah iya bi silahkan," jawabRandy singkat.


Tiba-tiba ponsel Randy berdering yang ternyata dari Chiko.


"Halo bro sorry gue lupa ngabarin lo, gue sekarang di rumah sakit nungguin Putri," kata Randy yang mengerti alasan Chiko menghubunginya.


"Putri kenapa bro?" tanya Chiko panik.


"Tadi dia ngeluh perutnya sakit dan pingsan,"


"Astaga terus gimana kondisi nya sekarang? " tanya Chiko.


"Dia masih belum sadar bro ini gue masih menunggu, tolong handle dulu kerjaan disana ya bro kalau ada yang penting banget hubungi gue," mata Randy tertuju pada jari Putri yang bergerak dan dengan cepat ia menghampiri Putri.


"Bro nanti gue hubungi lagi!" kata Randy dan segera menutup ponselnya.


"Sayang kamu sudah sadar," kata Randy memegang tangan Putri.


"Aku dimana sayang?" tanya Putri melihat sekelilingnya yang terasa asing.


"Ah maaf sayang aku gak ingat, perutku masih sakit sayang," kata Putri memegang perutnya.


"Tunggu sebentar sayang aku panggil dokter dulu," kata Randy segera bergegas keluar.


Dengan langkah cepat Randy menuju ruang dokter dan memberitahukan jika Putri telah sadar serta mengeluh sakit.


Tanpa menunggu lama dokter dan perawat masuk ke ruangan Putri dan memeriksa keadaan Putri.


"Sakit nya masih seperti tadi bu?" tanya dokter.


"Sedikit berkurang dok tapi masih sakit," jawab Putri pelan.


"Baiklah, sus tolong segera bawa pasien ke ruang obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata dokter itu.


"Baik dok, mari bu," kata perawat itu membantu Putri untuk bangun dan menyiapkan kursi roda.

__ADS_1


Randy yang merasa khawatir dengan sigap memangku Putri menuju kursi roda.


Sesampainya di ruang obgyn Putri segera di periksa dengan menggunakan alat USG untuk mengetahui kondisi janin yang ada di perut Putri.


Putri yang memang belum mengetahui mengenai kondisinya merasa heran dan kebingungan dan menatap Randy, Randy yang di tatap pun mengerti maksud Putri dan segera melemparkan senyum manis nya namun bukannya mengerti Putri malah semakin kebingungan dengan sikap suaminya itu.


"Baik bu ini janin nya ya berusia sekitar 6-7minggu," kata dokter memecah kebingungan Putri.


"Apa dok? Janin? Saya hamil?" kata Putri kaget.


"Lho ibu belum mengetahui kalau ibu sedang hamil?" tanya dokter heran.


Putri melirik suaminya sekilas yang tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya, dokter pun hanya tersenyum dengan ekspresi Putri yang memang brlum mengetahui mengenai kabar kehamilannya itu.


"Baiklah ini kehamilan pertama ibu?" tanya dokter.


"Tidak dok ini kehamilan kedua saya, namun kehamilan pertama keguguran," jawab Putri sedih.


Dokter menganggukan kepalanya dan kembali fokus ke layar USG nya, terdengar suara detak jantung janin yang membuat Putri meneteskan air matanya.


"Dari detak jantung bayi nya masih bagus ya bu dan tidak ada tanda-tanda yang berbahaya," jelas dokter.


"Tapi kenapa perut saya terasa sakit sekali dok?" tanya Putri.


"Tadi ibu sempat meminum obat pereda sakit?" tanya dokter lagi.


"Iya dok saya tidak tau kalau saya sedang hamil," jawab Putri khawatir.


"Baik, begini ya bu ada beberapa obat-obatan yang tergolong keras dan tidak di anjurkan untuk ibu hamil karena bisa menyebabkan keguguran dan dilihat dari reaksi ibu setelah minum obat pereda sakit memang mengarah kesana tapi untungnya janin nya masih kuat dan sanggup bertahan sehingga tidak terjadi keguguran, saya sarankan kedepannya jikaibu merasa sakit segera periksakan ke bidan agar obat-obatan yang diminum aman untuk bayi ibu," jelas dokter.


"Maaf dok tapi saya betul-betul tidak tahu jika saya sedang hamil karena tidak merasakan tanda apapun dan tadi saat perut saya terasa sakit saya meminum obat yang biasa saya gunakan ketika sakit dan tidak tahu akan berakibat seperti saat ini," jelas Putri lagi.


"Baiklah nanti saya berikan obat penguat dan pereda sakit nya ya melalui selang infus ya bu, untuk saat ini banyak komsumsi makanan-makanan sehat dan bergizi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin ya bu jangan lupa untuk pemeriksaan berkala agar kita bisa memantau kondisi janin," kata dokter.


"Baik dok terimakasih," jawab Putri memegang tangan Randy.

__ADS_1


Randy yang sejak tadi hanya berdiam diri tanpa mengatakan satu patah katapun hanya tersenyum senang dan merasa lega saat melihat Putri dan calon anaknya dalam keadaan baik-baik saja meskipun penjelasan dokter tadi sangat membuatnya takut namun dokter sudah memastikan bahwa calon anaknya itu baik-baik saja.


__ADS_2