
Randy yang merasa tidak enak di liatin Putri makan akhirnya ia pun memberikan satu sendok makanan nya untuk di berikan kepada Putri, Putri kaget dengan tindakan Randy dan dengan cepat menggelengkan kepala nya tanda ia menolak,
"Ayo makan, aku ga mau makan sendiri," kata Randy.
"Tapi aku masih kenyang Ran, kamu makan sendiri aja," tolak Putri lagi.
"Tenang aja aku sehat ko ga ada penyakitnya, ayo cepat buka mulutmu kalau engga kita ga akan selesai-selesai makannya," paksa Randy.
Putri pun akhirnya dengan terpaksa membuka mulut, meskipun perutnya sudah sangat begah karena terlalu banyak makan.
"Enak kan?" tanya Randy saat melihat Putri mengunyah makanannya.
Putri hanya mengangguk pelan, mereka pun menghabiskan makanan nya dengan sesekali Randy menyuapi Putri.
Setelah selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan nya ke Bandung, dan karena terlalu kenyang Putri pun tertidur di dalam mobil.
Randy tersenyum saat melihat Putri tertidur, ia pun menepikan mobil nya untuk membenarkan posisi tidur Putri agar lebih nyaman dan kembali melanjukan mobil nya
Setelah satu jam ia mengemudikan mobilnya akhirnya mereka sampai di butik langganan Randy, kembali Randy melihat ke arah Putri yang masih terlelap dengan nyenyaknya. Meski tidak tega membangunkan Putri namun Randy tetap melakukannya karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi.
"Put... Putri.. bangun kita udah sampai di butik," kata Randy pelan.
Putri pun terbangun dan kaget karena bisa-bisa nya dia tertidur di mobil dengan laki-laki, dengan cepat dia bangun "Maaf Rand aku ketiduran," kata Putri sambil membenarkan posisi duduk nya.
Randy hanya tersenyum "Ga apa-apa kamu pasti kecapean, maaf ya aku bangunin kamu."
"Iya gak apa-apa, kita dimana ini?" tanya Putri melihat sekitar.
__ADS_1
"Kita udah sampe di Bandung ini di butik langganan aku, yuk kita turun," ajak Randy.
Putri pun siap-siap turun dan Randy membukakan pintu mobilnya,
"Ran aku boleh ke toilet dulu ga?" tanya Putri saat sudah sampai di dalam butik.
"Boleh, mau aku anter?" tanya Randy.
"Ga usah sebentar ya," Putri pun berlalu meninggalkan Randy.
Ketika Randy sudah tidak melihat Putri dia bertemu dengan pemilik butik tersebut dan meminta untuk memilihkan baju yang terbaik untuk Putri dan meriasnya, lalu dia duduk di ruang tunggu butik tersebut sambil memainkan ponsel nya. Setelah sepuluh menit Randy menunggu akhirnya Putri keluar dari toilet,
"Maaf lama," kata Putri sambil duduk di sebelah Randy.
"Iya gak apa-apa," Randy pun memanggil pemilik butik tadi.
Putri dan Randy pun masuk ke ruang ganti, Putri di bantu pemilik butik untuk memakaikan hijabnya tak lupa ia pun di rias dengan make up natural karena permintaan Putri juga.
"Cantiknya.... A Randy pasti terpesona saat melihat kamu," kata pemilik butik itu yang membuat Putri tersenyum malu.
"Oh ya Teh apa sudah lama kenal Randy?" tanya Putri saat sedang membereskan baju nya.
"Lumayan lama Teh, pak Randy salah satu konsumen langganan di butik ini," kata pemilik butik itu tersenyum.
"Apa Randy orang yang baik mbak?" tanya Putri lagi.
"A Randy sangat baik Teh, beliau juga termasuk orang yang royal jika belanja disini" jawab pemilik butik.
__ADS_1
"Apa dia pernah membawa wanita kesini selain aku?" tanya Putri lagi
"Dulu ada Teh tapi sudah sangat lama sekali," jawab pemilik butik.
"Kapan itu Teh?" tanya Putri lagi.
"Sekitar dua atau tiga tahun kebelakang, memangnya kenapa Teh?" tanya pemilik butik.
"Ah engga apa-apa ko Teh tanya saja, makasih ya Teh," jawab Putri tersenyum.
"Baiklah kalau begitu kita sudah selesai, mari kita keluar pak Randy pasti sudah menunggu," kata perias tadi.
"Iya Teh," jawan Putri.
Setengah jam Putri di rias akhirnya ia keluar dari ruang ganti, dengan malu-malu ia menghampiri Randy yang saat itu sudah duduk di kursi ruang tunggu tadi.
"Ran," panggil Putri.
Seketika Randy pun mendongak ke atas dan betapa ia terpesona dengan penampilan Putri yang Anggun dan sangat Cantik dengan balutan dress panjang berwarna Peach dan hijab berwarna Cream serta make up natural memberikan kesan sederhana namun elegan, lama Randy menatap Putri sampai akhirnya Putri menegurnya kembali.
"Randy.... ko malah bengong? Aku jelek ya?" tanya Putri.
"Eh iya maaf, engga ko kamu sangat cantik Put," tanya Randy tersenyum.
"Udah siap? Yuk kita berangkat," ajak Randy.
Setelah membayar ke kasir dan mengucapkan terimakasih pada pemilik butik Putri dan Randy pun kembali beriringan menuju mobil sambil Randy memegang erat tangan Putri.
__ADS_1
Bersambung...