
Saat pagi menjelang pasangan itu masih terlelap di balik selimut tebal sambil berpelukan menambah kesan hangat karena pagi itu kota Bandung sedang diguyur hujan deras membuat keduanya semakin enggan untuk bangun dan semakin terhanyut dalam mimpi indah. Meski dalam kondisi yang kurang baik namun mereka masih tetap merasakan indahnya memadu kasih sang pengantin baru karena bagi keduanya kebiasaan ini adalah candu apalagi untuk Randy, bagaimana tidak Putri yang memiliki paras cantik dan selalu berjilbab ketika keluar kamar namun di dalam kamar ia sudah tidak segan untuk membuka jilbabnya dan selalu membiarkan rambut panjang terurai dan berpakaian minim membuat jiwa kelelakian Randy selalu naik ketika berdua dikamar bersama Putri seperti saat pagi ini ketika Bandung sedang diguyur hujan Randy dan Putri kembali melakukannya hingga beberapa kali sampai Putri begitu kewalahan dengan keperkasaan Randy padahal semalam mereka juga telah melakukan beberapa kali hingga mereka harus mandi keringat setelah dua jam akhirnya Randy pun terkulai lemah dan ambruk di atas Putri dengan nafas tak beraturan karena terlalu lelah mereka pun kembali tertidur.
Setelah mereka cukup istirahat Randy yang sudah lebih dulu membersihkan diri pergi keruang kerja untuk mengecek berkas-berkas untuk ia bawa di persidangan mengensi kasus kebakaran kantornya, setelah di rasa berkas-berkasnya siap Randy pun kembali ke kamar untuk mengajak istrinya makan di luar sebelum ia pergi ke makam lalu ke pengadilan. Saat itu jam telah menunjukan pukul dua belas lewat tiga puluh menit dan kondisi di luar masih di guyur hujan gerimis dan perut Randy juga sudah berdemo minta diisi sehingga Randy segera mengajak istrinya untuk lebih cepat bersiap.
"Sayang apa masih lama bersiapnya? Aku sudah sangat lapar," kata Randy
"Iya sayang aku sudah siap ko," kata Putri keluar dari kamar ganti membuat Randy terpesona melihat Putri memakai dres panjang berwarna maroon dan jilbab motif bunga berwarna putih dan make up tipis.
"Ayo sayang kenapa kamu bengong? Katanya sudah sangat lapar," kata Putri lagi.
"Apa kamu sengaja menggodaku lagi hmm?" tanya Randy menaikan halisnya dan memegang pundak Putri.
"Maksud kamu?"
"Kamu cantik sekali dengan pakaian ini sayang," kata Randy berbisik di twlinga Putri.
"Apaan sih kamu udah telat nih udah nanti aja gombalnya yuk keburu makin laper nanti," kata Putri menghindari malu.
"Ah baiklah jika saja tidak ada acara aku sudah kembali memakanmu sayang, kata Randy.
"Apa tadi dan semalam kurang cukup sayang?"
"Tidak akan pernah cukup jika istriku saja masih selalu membuatku tergoda," kata Randy mengedipkan sebelah matanya membuat Putri tersipu malu dan mecubit pinggang suaminya.
"Udah yuk kita berangkat sayang," kata Putri menarik tangan Randy keluar agar Randy tidak menggodanya lagi karena jika Randy terus menggodanya bisa-bisa mereka tidak akan jadi pergi.
Mereka pun berpamitan pada bi Sumi dan meminta doa bi Sumi semoga persidangannya berjalan lancar sesuai dengan harapan dan berlalu pergi menggunakan mobil sport nya. Setelah tiga puluh menit perjalan Randy dan Putri berhenti di sebuah restaurant jepang karena Putri sangat menyukai makanan negeri sakura tersebut, tak lama merek menunggu akhirnya pesanan pun datang dan mereka makan dengan sangat lahap nya karena memang tenaga kedua nya telah habis setelah kegiatan mereka tadi malam dan tadi pagi sehingga Putri pun harus menambah makanan nya hingga dua kali dan masih bisa memakan menu penutup nya hingga beberapa hidangan membuat Randy tersenyum geli melihat istri mungilnya bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.
"Pelan-pelan makannya sayang gak akan ada yang minta makananmu ko," kata Randy tersenyum.
__ADS_1
"Hehe maaf sayang aku sangat lapar sekali dan makanan disini makanan terbaik yang pernah aku makan," kata Putri tersenyum kikuk.
"Baiklah sayang makanlah yang banyak karena kamu harus mempersiapkan tenaga yang banyak untuk nanti malam," kata Randy mengedipkan sebelah matanya membuat Putri tersipu malu.
"Apa sih sayang malu tau si denger orang," kata Putri memelankn suaranya.
"Kenapa harus malu sayang kita kan sudah suami istri mereka juga pasti pernah ada di posisi kita ko," kata Randy tanpa peduli dengan beberapa pasang mata yang memperhatikannya.
Putri pun hanya tertunduk malu dan mempercepat menghabiskan makanan nya lalu mengajak Randy segera keluar dari tempat itu dengan menarik lengannya,
"Sayang kenapa harus kabur tidak perlu pedulikan mereka santai aja sayang," kata Randy merangkul Putri.
"Sayang apa kamu tidak memperhatikan orang-orang di dalam yang memperhatikan kita seperti ingin memakan kita saja lagian kamu kenapa bicara hal sensitif seperti itu sih aku kan malu" gerutu Putri.
"Yasudah maaf sayang gak lagi bicara seperti itu di tempat umum sudah jangan badmood lagi sekarang kan kita mau ke makam orangtuaku masa kamu pasang muka masam gitu sih," kata Randy mencubit hidung Putri.
"Hmm baiklah tapi awas ya kalau kamu bicara seperti itu lagi di tempat umum," ancam Putri.
Kalimat terakhir Randy seketika membuat Putri kembali tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil yang telah di bukakan Randy lalu mereka kembali membelah jalanan kota Bandung menuju tempat pemakaman umum untuk mengunjungi makam kedua orangtua Randy karena Randy juga sudah lama tidak mengunjungi makam kedua orangtuanya akhirnya sebelum mereka ke pengadilan Randy memutuskan untuk ke makam orangtuanya untuk meminta restu atas pernikahan mereka dan doa untuk kasus yang menimpa Randy saat ini selain itu Randy jug sangat merindukan orangtua nya yang sudah lama pergi meninggalkan nya sendiri biasanya di saat Randy sedang berada dalam sebuah masalah ibunya yang selalu menyemangati Randy untuk tetap kuat dan sabar dalam menjalani ujiannya namun saat ini yang Randy punya hanya istrinya yang selalu menguatkannya untuk tetap berdiri tegak meski sebetulnya Randy sangat lelah dan kehadiran istrinya juga sedikit demi sedikit kembali mewarnai kehidupan Randy yang sempat kosong semenjak kepergian orangtuanya.
Beberapa menit kemudian Randy dan Putri sampai di tempat pemakaman umum merek pun segera turun dari mobil dan tak lupa mereka membeli bunga termasuk bunga kesukaan ibu nya yakni bunga mawar Putih Randy pun membeli beberapa tangkai bunga itu untuk di makam ibu nya nanti. Perasaan bahagia yang Randy rasakan saat ia semakin dekat dengan makam kedua orangtuanya sambil terus menggenggam erat tangan Putri mereka terus berjalan pelan karena memang tekstur tanah nya juga licin setelah turun hujan, saat mereka sampai di makam kedua orangtuanya hal yang pertama mereka lakukan adalah dengan mengucapkan salam dan duduk di dekat nisan ayah dan ibu Randy.
"Assalamualaikum ibu ayah maaf Randy baru bisa datang lagi kesini karena kesibukkan Randy dan sekarang Randy datang tidak sendiri ayah ibu ini istri Randy yang sangat Randy cintai menantu yang ayah dan ibu inginkan seorang wanita yang lembut, penyayang dan pastinya bisa membuat hidup Randy berwarna lagi," kata Randy menitikan air matanya.
Putri pun mengusap-usap punggung Randy untuk menenangkannya.
"Ibu ayah Randy kangen sama ibu dan ayah Randy ingin peluk ibu dan ayah lagi, makan bersama ayah dan ibu lagi, melalui semua ujian ini bersama ibu, ayah dan istri Randy. Andai saja ibu dan ayah masih hidup ibu dan ayah pasti juga akan senang dengan kehadiran Putri maaf ketika pernikahan kami Randy tidak meminta restu terlebih dahulu pada ibu dan ayah karena semuanya serba mendadak ibu dan ayah juga pasti mengetahui apa yang Randy dan Putri lewati sebelum hari pernikahan kami, kami mohon doa restu dari ibu dan ayah untuk pernikahan kami juga doakan kami agar kami bisa menjadi keluarga yang sakinnah mawwadah warrahmah serta Randy bisa segera memberikan ayah dan ibu cucu sehingga rumah tangga kami bisa lebih ramai dengan kehadiran mereka" kata Randy tersenyum lalu terdiam sesaat.
"Ayah... Ibu... Randy juga ingin meminta doa pada kalian atas beberapa ujian yang Randy dan Putri hadapi saat ini dan hari ini Randy dan Putri akan ke pengadilan untuk menghadiri putusan kasus kebakaran kantor Randy kemarin, doakan juga agar keluarga korban yang terdampak bisa luluh hatinya sehingga tidak menuntut Randy tapi jika suatu saat Randy tetap dilaporkan doakan Randy juga untuk tetap kuat melewati ini ya bu, ayah," kata Randy tersenyum dan melirik Putri.
__ADS_1
Putri pun tersenyum ke arah Randy dan memegang nisan ayah Randy "Assalamualaikum ayah, ibu perkenalkan namaku Putri kedatanganku kemari juga ingin meminta restu dari ayah dan ibu untuk bisa menjadi pendamping Randy hingga akhir hayat Putri maaf Putri baru bisa mengunjungi ibu dan ayah karena memang A Randy sedang sibuk dan kemarin sempat ada kejadian yang mengharuskan A Randy di rawat di rumah sakit dan itu semua karena Putri, Putri mohon maaf ayah ibu karena Putri membuat Randy celaka Putri janji kedepannya Putri akan menjadi istri yang baik untuk Randy doakan kami ya ayah ibu agar kami dapat menjalani rumah tangga ini dengan baik dan memberikan cucu yang cantik dan tampan untuk ayah dan ibu kami juga janji akan sering-sering mengunjungi ibu dan ayah disini," kata Putri menitikan air matanya.
Randy pun memeluk Putri untuk memberikan ketenangan bagi keduanya dan sebelum mereka pergi ke pengadilan mereka juga mengaji untuk mendoakan ayah dan ibunya dan menaburkan bungan di atas pusara ibu dan ayah Randy setelah mereka berpamitan pada ayah dan ibu Randy mereka pun berlalu pergi ke pengadilan untuk menghadiri sidang putusan pelaku. Selama di perjalanan Randy dihubungi tim pengacara dan Chiko karena sidang akan segera di mulai namun karena mereka belum juga hadir di persidangan membuat pengacara dan Chiko cemas khawatir terjadi sesuatu lagi pada Randy dan Putri karena memang tidak di pungkiri jika kesalamatan Randy dan Putri saat ini sedang terancam dan kolega-kolega Randy yang tidak menyukainya menginginkan Randy tidak ada ataupun hancur. Chiko yang sudah tau titik keberadaan Randy dan Putri pun bergegas menyusul mereka di temani polisi untuk demi keamanan Randy dan Putri, lima belas menit berlalu mereka pun akhirnya sampai di pengadilan dimana Chiko dan polisi berada di belakang mobilnya. Saat mereka sampai sidang akan di mulai beberapa menit lagi dan merekapun segera berlari untuk memberikan kesaksiannya.
Selama tiga jam sidang putusan itu akhirnya para pelaku di jerat hukuman lima belas tahun penjara dan denda membuat Randy dan Putri bisa bernafas lega karena satu masalah nya telah selesai hanya tinggal menangani Firman keluarga salah satu korban yang meninggal dunia. Randy dan Putri keluar dan hari pun sudah gelap di sertai hujan deras mereka pun memutuskan untuk bersama-sama menuju restauran terdekat untuk makan malam dan sebagai rasa terimakasih Randy dan Putri kepada seluruh pengacara, polisi dan Chiko yang telah membantu melancarkan kasus ini hingga sidang putusan tanpa mereka semua Randy tidak akan bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik dan cepat. Makan malampun berlangsung dengan suasana kebahagiaan dan tak lupa Randy memberikan bonus kepada semua yang terlibat dalam kasus ini atas dedikasi mereka pada Randy, Putri yang berada disana hanya bisa menikmati makanan dan tersenyum bahagia dengan berkah yang mereka dapat hari ini ia juga memikirkan bagaimana caranya agar dapat melunakan Firman karena saat ini masalah terberatnya adalah Firman yang tetap kekeh ingin memenjarakan Randy atas meninggalnya adik Firman yang juga bekerja di perusahaan Randy dan menjadi satu-satunya korban yang meninggal dalan insiden itu. Randy yang menyadari bahwa istrinya sedang melamunpun akhirnya menghampiri Putri.
"Sayang ada apa aku perhatikan dari tadi kamu tidak menikmati makananmu dengan baik apa kamu sakit sayang?" tanya Randy memegang tangan Putri.
"Ah iya maaf sayang aku hanya memikirkan cara agar Firman tidak menuntutmu," kata Putri menatap suaminya.
"Astaga sayang kenapa kamu memikirkan hal itu? Itu bukan urusanmu sayang semuanya sudah aku atur dan aku sudah menyiapkan semuanya agar hati Firman lunak," kata Randy merangkul istrinya.
"Oh ya apa itu sayang?" kata Putri antusias.
"Sudahlah kamu tidak perlu terlibat lagi dalam urusan ini semuanya sudah menjadi tanggung jawabku kamu hanya perlu berdoa saja agar semuanya bisa berjalan sesuai harapan kita," kata Randy tersenyum.
"Tapi sayang.."
"Sssttt sudah sayang lebih baik sekarang nikmati hidangan ini dengan baik dan jangan terlalu banyak pikiran atau stres ya biar kita bisa segera memberikan ayah dan ibu kita cucu," bisik Randy.
Putri pun tersenyum malu dan mengalihkan pandangannya lalu menghabiskan makanannya dengan baik membuat Randy tersenyum puas karena akhirnya Putri dapat melupakan masalahnya dan mengembalikan mood Putri lagi.
Disisi lain pak Sam sedang berada di pekarangan rumah Firman untuk bermediasi bersama Firman dan keluarga nya agar mereka tidak menuntut Randy dengan memberikan kesempatan untuk Firman dan keluarga agar berbicara keinginan apa yang ingin mereka minta dan Randy pasti akan mengabulkannya dan tentunya hal ini sangat di manfaatkan baik oleh Firman meskipun orangtuanya menolak karena mereka telah ikhlas dengan kepergian anaknya dan itu memang murni kecelakaan dan bukan unsur kesengajaan Randy sehingga mereka dapat memakluminya tapi tidak dengan Firman ia malah meminta Randy memberikan salah satu anak perusahaan yang Randy miliki kepadanya dan tentu saja membuat pak Sam dan orangtua Firman sangat terkejut dengan usulan Firman membuat orangtua Firman marah besar karena bisa-bisanya Firman memanfaatkan kematian adiknya untuk kepentingan dirinya sendiri dan sama saja Firman telah menukar nyawa adiknya dengan perusahaan Randy.
"Apa-apan kamu Firman bapak tidak setuju jika kamu ingin menukar nyawa adikmu dengan sebuah perusahaan! Kuburan adikmu itu masih basah kenapa kamu malah memanfaatkan situasi ini demi kepentinganmu hah! Bapak dan ibu sudah ikhlas dengan kepergian adikmu kamu tidak perlu meminta apapun dari pak Randy karena itu bukan kesalahannya dan memamg sudah takdir adikmu meninggal dalam kebakaran itu," kata pak Tomi ayah Firman.
"Tapi pak dia telah menghilangkan nyawa adikku pak," sangkal Firman.
"Bapak tau selama ini kamu memeras adikmu untuk mendapatkan uang kan? Dan kamu tidak pernah mendapatkannya karena adikmu tau uang yang dia berikan kepadamu hanya untuk di pakai foya-foya saja dan sekarang setelah adikmu meninggal kamu memanfaatkannya untuk mendapatkan uang juga begitu maksudmu?" teriak pak Tomi.
__ADS_1
Seketika ucapan pak Tomi membuat Firman terdiam dan melihat ke arah pak Sam yang sedari tadi diam dan mendengarkan baik-baik apa yang sebetulnya terjadi membuat pak Sam tersenyum simpul.