CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 33


__ADS_3

Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul tiga sore dan mereka sejak tadi terlalu asyik bernincang hingga lupa waktu hingga Randy menghampiri Putri yang masih berbincang dengan sahabatnya membuat kedua sahabatnya kembali takut dan saling pandang sedangkan Putri yang memang posisi nya membelakangi Randy merasa heran karena perubahan wajah kedua sahabatnya dan lebih banyak diam dan mata mereka selalu tertuju ke belakang Putri seketika membuat Putri membalikkan badannya dan tersenyum tanpa bersalah sedikitpun malah meminta Randy untuk duduk di samping nya membut kedua sahabatnya menjadi salah tingkah dan Randy juga menjadi canggung dengan perubahan kedua sahabat Putri saat kedatangannya sehingga Randy memilih untuk pergi ke halaman belakang dan meminta bi Sumi untuk membuatkan kopi. Putri yang masih merindukan kedua sahabatnya hanya menatap punggung Randy yang berjalan menuju halaman belakang tanpa berniat menyusulnya lalu ia pun kembali fokus dengan kedua sahabatnya sambil katawa ketiwi dan ngobrol kesana kemari. Randy yang merasa di abaikan oleh Putri hanya bisa menahan amarahnya karena baru kali ini Putri mengabaikan Randy dari sejak ia menikah hingga Randy berpikir bahwa kedua sahabat Putri lebih penting dari pada dirinya, Randy hanya bisa menghela nafas panjang dan ia beranjak masuk kembali ke ruang tamu untuk mengambip kunci mobil karena ia berniat untuk keluar rumah menghilangkan rasa suntuknya dan saat Randy hendak keluar ia berpapasan dengan bi Sumi yang hendak membawakan kopi untuknya namun Randy meminta bi Sumi untuk membawa kembali kopinya ke dapur karena ia akan keluar rumah dan tanpa banyak bertanya lagi bi Sumi pun segera membawa kopi itu kembali ke dapur.


Disisi lain Putri yang tengah asyik berbincang dengan kedua sahabatnya tidak menyadari bahwa Randy keluar rumah begitupun kedua sahabatnya yang saat itu tengah fokus dengan laptop Putri sehingga Putri masih mengira bahwa suaminya masih berada di halaman belakang hingga pada akhirnya setelah dua jam berlalu bi Sumi menghampiri Putri yang ia pikir bahwa Randy pergi bersamanya karena setelah mengembalikan kopi ke dapur bi Sumi segera masuk ke kamarnya untuk beristiraht sejenak dan ia terbangun saat mendengar Putri dan teman-temannya sedang tertawa dan ada jeritan-jeritan kecil dari Lira membuat bi Sumi pun terbangun dan saat keluar dari kamar dan hendak masuk ke ruang tamu ia melihat Putri dan teman-temannya tengah berlari-lari mengelilingi kursi sambil tertawa riang namun bi Sumi tidak melihat keberadaan Randy disana dan melihat ke garasi mobil ternyata Randy masih pergi keluar dan belum saja pulang akhirnya bi Sumi pun memutuskan untuk menghampiri Putri dan memanggil Putri, Putri yang saat itu tengah duduk di sofa karena merasa lelah pun akhirnya segera menghampiri bi Sumi yang sedang memanggilnya.


"Iya bi ada apa?" kata Putri.


"Maaf bibi mengganggu non bibi hanya ingin bertanya apa non Putri tau kemana den Randy?" kata bi Sumi pelan.


"Lho tadi kan Randy di belakang bi emang ga ada ya? Oh atau ia sedang berada di kamar bi" kata Putri singkat dan hendak menghampiri kedua sahabatnya lagi


"Tapi mobil nya masih belum pulang non," kata bi Sumi cepat membuat Putri kembali membalikkan badannya.


"Maksud bibi? Emang Randy kemana bi?"


"Maaf non tadi saat bibi hendak memberikan kopi pada den Randy, den Randy bilang katanya ia akan keluar dan meminta bibi untuk membawa kembali kopi ke dapur bibi pikir den Randy pergi bersama non Putri jadi bibi tadi langsung istirahat di kamar dan bibi terbangun karena mendengar teman non Putri yang teriak," jelas bi Sumi.


"Jadi Randy pergi bi? Sejak kapan?" tanya Putri.

__ADS_1


"Mungkin sekitar dua jam yang lalu non," kata bi Sumi


"Kenapa dia pergi tanpa memberitahuku lebih dulu?" batin Putri.


"Baiklah bi terimakasih Putri akan mencoba menghubungi Randy," jawab Putri dan mengambil handpohone nya di meja.


"Kenapa Put?" kata Thania.


"Suamiku pergi tanpa memberitahuku lebih dahulu, apa kalian melihat suamiku pergi?" tanya Putri dan kedua sahabatnya hanya saling pandang dan menggelengkan kepalanya.


Tanpa berpikir panjang lagi Putri segera menekan tombol call di layar ponsel nya namun hanya suara dering telepon saja tanpa ada jawaban dari Randy sama sekali dan Putri kembali menelepon Randy namun malah suara operator yang berbicara padanya membuat Putri cemas dan merasa bersalah karena telah mengabaikan Randy hingga membuatnya pergi, kedua sahabatnya yang melihat Putri cemas segera memeluknya dan menenangkannya. Disisi lain Randy yang sedang berada di sebuah danau yang selalu ia kunjungi sejak ia duduk di bangku sekolah menengah atas dan ketika ia kesal Randy selalu mengunjungi tempat itu sampai pikirannya tenang kembali. Saat Putri menelepon Randy yang masih enggan untuk berbicara dengannya hanya mengabaikan telepon dari Putri dan segera mematikan ponselnya agar Putri tidak mengganggunya. Setelah beberapa jam berlalu dan hari sudah mulai gelap dan pikirannya sudah mulai tenang Randy pun segera beranjak dari tempat itu dan berniat untuk pulang ke rumah namun saat di perjalanan Randy bertemu dengan teman lamanya karena ia lama tidak bertemu akhirnya Randy mengajak teman lamanya itu makan dan dengan senang hati temannya itu menyetujui untuk makan bersamanya tanpa pikir panjang Randy segera mengajaknya menuju parkiran dan meluncur ke resturan x. Randy dan teman nya lama berbincang dan setelah puas melepas rindunya Randy pun segera mengajaknya pulang yang sebelumnya saling bertukar nomor handphone tak lupa Randy mengantar temannya itu ke rumah lalu ia segera pulang ke rumahnya tanpa mengingat kembali apa yang sudah terjadi antara ia dengan Putri sebelumnya.


"Sayang syukurlah kamu baik-baik saja kamu dari mana saja? Aku mengkhawatirkanmu," kata Putri menatap suaminya.


"Aku dari suatu tempat aku lelah ayo kita tidur," ajak Randy melepaskan pelukan Putri dan langsung menaiki tangga tanpa menghiraukan Putri yang menatapnya sendu.


Putri pun segera mengikuti suaminya dengan langkah gontai dan ketika Putri masuk ke kamar tampak Randy sedang berada di kamar mandi dan Putri segera menyiapkan pakaian tidur untuk Randy lalu meletakkannya di sofa saat Putri hendak berbaring ponsel Randy berderin dan muncul pesan dari Sefti.

__ADS_1


💌 "Hai Ran apakah kamu sudah sampai?"


Tanpa perintah apapun air mata Putri langsung lolos begitu saja dan seketika hatinya bagai di sayat sembilu betapa hancurnya hati Putri ternyata Randy pergi berjam-jam untuk menemuinya sedangkan Putri di rumah begitu mengkhawatirkannya dan Putri pun mengerti kenapa sikap Randy tadi begitu dingin padanya akhirnya terduduk lemas di tempat tidur sambil menangis tersedu-sedu. Saat Putri mendengar pintu kamar mandi terbuka ia segera menghapus air matanya dan menawarkan Randy untuk makan namun Randy menolaknya dan mengatakan bahwa ia telah makan di luar membuat hati Putri kembali sakit dan tanpa menjawab apapun lagi Putri berlalu ke kamar mandi dan meluapkan kesedihannya disana. Setelah hampir satu jam Putri berada disana ia pun segera mencuci mukanya lalu keluar dari kamar mandi dan melihat Randy tengah tertidur pulas tanpa ada bersalah sedikitpun padanya. Hingga pagi menjelang Putri yang memang tidak bisa tidur ia segera masuk kemar mandi untuk mencuci muka dan berwudhu lalu shalat tanpa membangunkan suaminya, setelah itu Putri turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Kegiatannya di dapur sedikit membuatnya lupa dengan apa yang ia lihat semalam dan satu jam kemudian sarapan yang ia buat pun jadi lalu menghidangkannya di meja makan dan kembali ke kamar untuk mandi, saat Putri kembali tampak Randy tengah bersiap-siap untuk ke kantor dan seketika ingatan Putri tentang isi pesan itu kembali muncul apalagi sikap Randy pada Putri masih acuh dan tidak menghiraukan keberadaan Putri yang membuatnya segera masuk ke kamar mandi tanpa sepatah katapun pada Randy, dengan cepat Putri mandi dan berlalu ke kamar ganti dan ternyata disana Randy sedang menelpon seseorang sambil tertawa ria membuat Putri yang hendak masuk pun terhenti dan mendengar percakapan mereka yang hendak bertemu pagi ini seketika air mata Putri pun kembali lolos dan segera mengambil baju lalu memakainya di kamar mandi.


Saat Putri turun ternyata Randy telah berangkat ke kantor tanpa memakan sarapan yang telah ia buat dan tanpa berpamitan kepadanya terlebih dahulu membuat Putri semakin sakit dan kembali ke kamar lalu mengambil tasnya dan segera pergi keluar menggunakan taksi bi Sumi yang melihat Putri keluar sambil menangis pun segera mengejarnya namun terlambat karena Putri telah lebih dulu menaiki taksi bi Sumi dan satpam yang berada disana hanya menatap kepergian Putri lalu bi Sumi segera kembali ke rumah dan berusaha menelpon Randy namun tidak di jawab lalu bi Sumi kembali menelpon Randy dan ternyata di angkat oleh Randy.


"Halo," kata Randy.


"Halo den maaf mengganggu," kata bi Sumi takut.


"Ada apa bi?" tanya Randy.


"Itu den barusan non Putri pergi naik taksi sambil menangis dan bibi tidak sempat mengejarnya bibi panggil-panggil non Putri pun tidak di hiraukan," kata bi Sumi panik.


"Udah biarkan saja bi paling dia ke rumah temennya nanti juga dia pulang, saya lagi di jalan bi nanti saya telpon lagi ya," kata Randy dan langsung mematikan teleponnya.


Bi Sumi hanya menatap gagang telepon dengan perasaan cemas "Apa mereka sedang bertengkar ya, ah yasudahlah mungkin benar kata den Randy paling non Putri pergi ke rumah sahabatnya yang kemarin dan akan segera kembali gerutu bi Sumi beranjak ke dapur.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2