CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Ketulusan Cinta


__ADS_3

Lima menit kemudian mobil yang Randy kendarai telah sampai di restauran korea. dengan sangat antusias Putri segera membuka seatbelt nya lalu turun tanpa menunggu Randy membukakan pintunya, melihat Putri yamg bertingkah seperti anak kecil yang mendapat mainan membuat Randy tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu turun dan merangkul istrinya hingga masuk ke dalam restauran, Putri sangat tertegun dengan pernak pernik dan penataan restauran tersebut yang benar-benar sangat mirip dengan restauran Korea yang selalu ia lihat di film-film drakor yang selalu ia tonton setiap malam saat sebelum menikah dulu.


"Wah sayang restauran ini mirip sekali dengan yang aku lihat di film drakor," kata Putri terus mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru arah.


"Apa kamu menyukainya sayang?" tanya Randy.


Putri menoleh ke arah suaminya dan menganggukan kepalanya cepat sambil tersenyum manis, seorang pelayan membawa Randy dan Putri ke ruangan VVIP yang sudah Randy pesan sebelumnya untuk lebih menjaga privasi mereka saat makan terlebih ia ingin memanjakan istrinya dengan berbagai menu khas Korwa tersebut sehingga Putri dapat makan banyak untuk kembali memperbaiki gizinya selama mengurusinya di rumah sakit kemarin.


Tampak Putri kembali tertegun saat memasuki ruang VVIP yang Randy pesan dengan ruangan yang luas dan berbgai hidangan makanan khas restauran Korea telah tersedia di sana Randy segera membawa Putri duduk dan menikmati hidangan tersebt sepuasnya membuat Putri begitu senang dan segera memasak daging yang sudah tersedia di sana, saat semuanya telah di rasa matang Putri segera mengambilkan untuk Randy dan untuknya seperti yang Randy duga Putri telah menghabiskan beberapa porsi daging yang tersedia hingga hampir habis di tambah beberapa jenis jajanan khas Korea pun ia santap dengan lahapnya dan hanya sesekali berbagi dengan Randy yang memang sudah begitu kekenyangan setelah memakan hampir semua hidangan yang ia punya saat ini.


Tanpa Putri sadari suaminya itu mengabadikan momen tersebut dengan mengambil sebuah video Putri yang sedang makan dengan lahapnya pipi mulus Putri pun tak luput dari saus Korea yang telah mencoreng-coreng pipinya memgetahui hal itu dengan segera Randy mengambil tissue untuk membersihkan saus di pipi Putri.


"Sayang pelan-pelan saja makan nya," kata Randy.


"Hehe maaf sayang aku sudah lama tidak memakan ini," jawab Putri tersenyum malu dan membersihkan sendiri sisa-sisa saur di bibir nya.


"Yasudah makan lagi sayang," kata Randy.


Hampir satu jam Randy dan Putri menikmati hidangan Korea tersebut di sertai canda tawa dimana Putri yang selalu bertingkah seperti anak kecil membuat Randy terus tertawa geli melihat tingkah istrinya itu, terlebih Putri dapat menghabiskan semua hidangan yang ada di meja hingga makanan penutupnya Randy sangat bahagia melihat Putri yang makan begitu banyak apalagi mereka sebelumnya telah beberapa kali bertempur sehingga begitu banyak membakar kalori di tubuh mereka.


Setelah betul-betul kenyang Randy dan Putri pun segera meninggalkan tempat itu dan membawa Putri ke sebuah taman tak jauh dari restauran Korea.


"Wah sayang aku batu tau ternyata ada taman seindah ini di Bandung," kata Putri mengedarkan pandangannya.


"Sebelum aku mengenal dan menikahimu ini tempat favorite ku jika aku sedang banyak masalah di kantor," jawab Randy.


"Sama siapa?" selidik Putri.


"Sendiri sayang, kamulah wanita pertama yang aku ajak ke tempat ini Chiko saja belum pernah tempat ini," jawab Randy.


"Mengapa kamu menyukai tempat ini?" tanya Putri lagi.


"Entahlah aku selalu nyaman saat berada disini apalagi saat malam seperti ini tak banyak orang yang berlalu lalang di sekitar sini karena memang tidak semua pengunjung di restauran Korea mengetahui tempat ini," jelas Randy.


"Lalu kenapa kamu bisa menemukan tempat ini?" kata Putri.


"Itu karena dulu setelah pertemuan meeting di restauran Korea aku mendengar suara tangis anak kecil yang tiada hentinya hingga akhirnya aku mencari ke sumber suara tersebut dan ternyata anak itu sedang terduduk lemah karena kaki nya terluka akibat terjatuh dari sepeda, hingga beberapa kali setiap aku ke restauran selalu menemui anak tersebut yang ternyata anak itu memang sering bermain di tempat ini sendirian karena rumah nya memang tidak jauh dari sekitar sini, setelah aku amati tempat ini memang begitu indah dan selalu menyejukkan hati," jawab Randy menerawang.


"Lalu apa kamu masih sering bertemu anak yang kamu tolong?" tanya Putri.


"Sudah lama ini aku tidak pernah melihat anak itu bermain-main lagi disini aku hanya berpikir anak itu sudah pindah rumah sehingga tidak lagi bermain di sini," kata Randy.


Tiba-tiba Putri terdiam menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Randy.


"Tidak sayang aku hanya merindukkan anak kita saja," kata Putri.


Randy yang mengerti akhirnya membawa Putri untuk duduk di kursi yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Aku mengerti perasaanmu sayang, insyaAllah kamu akan segera mengandung lagi," jawab Randy menenangkan.


"Tapi sayang dokter bilang selama tiga hingga enam bulan aku belum boleh mengandung karena kuret kemarin," jawab Putri bersedih.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku sayang?" tanya Randy.


"Kondisiku dulu masih belum ingin berbicara apapun denganmu," jawab Putri singkat.


"Lalu jika kamu hamil sebelum tiga bulan lebih itu apa yang terjadi?" tanya Randy sesikit panik karena ia takut jika Putri kembali hamil karena ulahnya yang tidak pernah satu kali jika sudah menyentuh istrinya.


"Besar kemungkinan akan terjadi keguguran lagi apalagi dokter bilang jika kandunganku lemah," jawab Putri pelan.


Randy pun menghela nafas panjang berusaha untuk meredam rasa takutnya.


"Baiklah kalau begitu besok kita ergi ke dokter kandungan lagi untuk memastikan ya sayang, yang penting sekarang kamu bisa mengontrol diri kamu agar tidak terlalu stres dan makan makanan sehat agar kondisi rahimmu juga kembali membaik," jawab Randy tersenyum.


"Sayang seandainya aku tidak bisa lagi memberikanmu keturunan bagaimana?" tanya Putri tiba-tiba.


"Tapi bukankah kamu begitu menginginkannya?" tanya Putri lagi.


"Aku memang begitu menginginkannya sayang tapi semua tergantung kepada Allah jika memang Allah sudah memberi kita kepercayaan lagi ya alhamdulillah tapi jika Allah belum memberi kepercayaan lagi dalam waktu dekat kita sabar dulu saja mungkin itulah yang terbaik untuk kita berdua," jelas Randy.


"Kamu tidak akan mencari penggantiku?" tanya Putri membuat Randy menatap tajam istrinya.


Randy pun berdiri dan berjongkok di hadapan Putri dan memegang kedua tangannya,


"Hei sayang dengarkan aku, aku mencintaimu sangat tulus dan aku menikahimupun sangat tulus bukan karena semata-mata aku ingin segera dan harus mendapatkan keturunan darimu, memang semua orang jika sudah menikah yang mereka inginkan adalah hadirnya seorang malaikat kecil di tengah-tengah keluarga namun semua itu atas kehendak Allah jikapun Allah belum memberikan rejeki itu pada kita aku tidak akan memaksamu untuk bisa mengandung anakku dan aku juga tidak akan mencari atau mengagumi wanita lain jika kita belum di berikan kepercayaan itu, aku akan menunggu hingga Allah memberikan kita kepercayaan untuk menjadi orangtua jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak tentangku apalagi berpikir aku akan mencari penggantimu, lagian pernikahan kita belum genap satu tahun kita bisa jalan-jalan kemanapun sebelum kamu hamil lagi sayang dan satu lagi manusia hanya bisa berusaha dan berdoa selebihnya Allah yang menentukan," jelas Randy yang berhasil membuat Putri meneteskan air matanya.


"Jika kamu jenuh terus berada di rumah saat aku bekerja kamu boleh ikut denganku setiap hari ke kantor dan jika aku tidak terlalu banyak kerjaan kita bisa pergi jalan-jalan," sambung Randy sambil menghapus air mata Putri.


Putri memeluk Randy erat menumpahkan seluruh isi hatinya ia tidak menyangka bahwa Randy akan memberikan jawaban yang membuat dirinya begitu terharu dan menenangkan, ia juga tidak menyangka jika cinta Randy terhadapnya sangat dalam.


"Terimakasih telah menyangi dan mencintaiku sedalam itu sayang," kata Putri di tengh isak tangisnya.


"Aku yang berterimakasih karena kamu masih memberiku kesempatan untuk menjadi suamimu dan sabar merawatku saat aku sakit jika itu bukan kamu mungkin saja aku akan di tinggalkan di saat kondisi sulitku," kata Randy mengusap punggung Putri.


Putri melepaskan pelukannya dan kembali menghapus air matanya meski masih sesenggukan hingga membuat wajah putih mulusnya begitu merah.

__ADS_1


"Sayang kamu tau gak apa yang membuat hatiku begitu sesak dan sakit?" tanya Randy dan Putri hanya menggelengkan kepalanya.


"Ketika wanita yang aku cintai menangis seperti ini," kata Randy menghapus sisa air mata di sudut mata Putri.


"Kenapa?" tanya Putri.


"Ketika aku melihatmu menangis seperti ini aku selalu merasa bahwa aku pria yang tidak bisa membahagiakan istriku sendiri selalu membuatmu menangis aku merasa aku gagal menjadi seorang suami," jawan Randy.


Putri menggelengkan kepalanya, "Tidak sayang aku sangat bahagia menjadi istrimu, bahkan kamu selalu memperlakukanku dengan istimewa meski terkadang egomu membuatku terjatuh sakit tapi kamu sosok laki-laki yang bisa membuatku merasakan jatuh cinta kembali," jawab Putri tersenyum.


"Benarkah sayang?" tanya Randy antusias.


"Iya sayang, jangan pernah berkat seperti itu lagi dan buang jauh-jauh egomu biar aku selalu tersenyum bahagia," kata Putri menangkup wajah Randy.


"Aku berjanji kali ini aku akan membuatmu tersenyum setiap harinya," kata Randy mengacungkan jari kelingkingnya.


Putri dengan senang hati mengikat jari kelingkingnya dengan jari kelingking Randy dan saling mengikat janji sambil tersenyum manis.


"Nah gitu dong, kalau tersenyum seperti ini kamu terlihat semakin cantik sayang," kata Randy mencubit gemas pipi Putri.


"Hmm dari pada kita bersedih disini lebih baik kita kembali ke mobil yuk lagian angin nya sudah mulai sangat dingin aku tidak ingin kamu sakit," kata Randy.


Putri pun menyetujui ajakan suaminya dan mereka berjalan menuju ke mobil, Randy mendekap istrinya agar tidak terlalu kedingingan karena angin yang semakin kencang di sertai rintik hujan, mereka berlari menuju mobil lalu Randy dengan cepat membuka pintu untuk Putri dan memutar lalu masuk ke pintu kemudi.


"Untung saja hujan nya masih kecil jadi kita tidak kehujanan," kata Randy saat masuk ke dalam mobil.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Randy.


"Tidak sayang hanya dingin saja," jawab Putri.


Randy mengambil jas yang selalu ia bawa di jok belakang dan memakaikannya pada Putri agar tidak terlalu kedinginan.


"Apa sudah hangat sayang?" tanya Randy.


"Iya sayang, apa kamu tidak merasa dingin?" tanya Putri yang melihat Randy hanya memakai kaos pendek saja.


"Tidak sayang sudah terbiasa seperti ini," jawab Randy.


"Kita mau kemana lagi sayang?" sambungnya.


"Emm aku ingin membeli cake sayang setelah itu kita pulang," jawab Putri nyengir.


"Oke sayang kita di ujung jalan sana ada toko kue terenak langganan almarhum ibuku dulu apa kamu mau kesana?" tanya Randy yang langsung mendapatkan angggukn cepat dari Putri.

__ADS_1


Randy pun segera menancap gas menuju toko kue yang tidak jauh dari sana.


__ADS_2