CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Episode 52


__ADS_3

"Sayang...." kata Putri hendak memeluk Randy.


"Sudahlah aku kecewa sama kamu," jawab Randy melengos pergi keluar.


Putri pun mengejar Randy yang tengah melangkah panjang dan karena tidak hati-hati ia pun terjatuh sangat kencang hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Sayang tolong aku, aw sakit," teriak Putri sambil memegang perutnya.


Randy yang mendengar samar rintihan Putri yang meminta tolong akhirnya menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, dengan cepat ia berlari ke arah Putri yang tengah memegang perutnya dan terus merintih kesakitan.


Ia segera menggendong Putri membawa nya ke dalam mobil yang tidak jauh dari tempat Putri terjatuh lalu membawanya ke rumah sakit terdekat. Perasaan bersalah dan tegang mendengar rintihan Putri yang terus melontarkan kata sakit saat menuju rumah sakit membuat Randy semakin gerogi ia berusaha menenangkan Putri sebisanya dan membawa mobil dengan kecepatan tinggi.


Lima belas menit kemudian mobil nya pun sampai di rumah sakit dan segera membawa Putri ke ruang IGD, Randy segera memanggil perawat disana untuk segera melakukan tindakan agar istri dan calon anaknya dapst terselamatkan. Dengan cepat perawatpun mengambil brangkal dan meminta Randy untuk menidurkan Putri disana lalu membawanya ke ruang tindakan, perawat itu meminta Randy untuk menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu. Selang sepuluh menit perawat memanggil Randy karena ada sesuatu yang harus di sampaikan oleh dokter dan ia pun segera menghampiri dokter tersebut yang berada tidak jauh dari Putri, sekilas Randy melihat Putei yang tengah tertidur yang membuatnya sedikit merasa tenang.


"Iya dok saya suami pasien, ada apa?" tanya Randy.


"Begini pak, sepertinya benturan yang di alami istri bapak itu sangat keras sehingga membuat janin yang berada di dalam kandungan istri bapak tidak kuat yang akhirnya luruh," jelas dokter yang masih tidak dimengeri oleh Randy.


"Maksudnya luruh bagaimana dok?" tanya Randy cemas.


"Mohon maaf pak, kami tidak dapat menyelamatkan janin yang ada di dalam rahim istri bapak, karena saat istri bapak sampai disini ternyata beliau sudah mengeluarkan banyak darah beserta janinnya yang sudah keluar. Saat ini saya sudah memberikan obat bius pada istri bapak karena saya terpaksa harus membersihkan rahim istri bapak dengan cara kuret agar sisa jaringannya ikut luruh keluar," jelas dokter yang membuat Randy lemah tak berdaya dan terduduk di lantai.

__ADS_1


Dokter dan perawat yang berada di sana pun ikut merasa iba dengan apa yang di alami oleh Randy yang harus kehilangan calon buah hati yang begitu di nantikannya, dokterpun berjongkok di depan Randy.


"Saya turut berduka yang sedalam-dalamnya ya pak, semoga istri bapak dapat segera diberi kepercayaan untuk mengandung lagi. Dan perlu bapak ketahui bahwa istri bapak pun hampir saja tidak dapat kami selamatkan karena kehilangan banyak darah namun untungnya stok darah yang sama dengan istri bapak di rumah sakit ini masih tersedia sehingga istri bapak dapat terselamatkan," jelas dokter kembali membuat Randy menatap dokter itu.


"Apa saat ini istri saya baik-baik saja dok?" tanya Randy dengan suara serak karena menangis.


"Alhamdulillah istri bapak kuat, hanya beliau masih perlu istirahat untuk beberapa hari kedepan agar kondisinya cepat pulih kembali dan saran saya bapak juga harus memberikan dukungan serta perhatian lebih pada istri bapak karena saat ia terbangun nanti pikirannya akan terganggu dan pasti akan merasa sangat kehilangan calon bayinya," jelas dokter itu lagi sambil tersenyum.


"Baik dok, lalu dimana calon anak saya?" tanya Randy.


"Calon anak bapak sedang kami urus untuk dapat segera di makamkan pak, nanti suster akan memanggil bapak jika sudah siap," jawab dokter itu lagi lalu berdiri dan pamit kepada Randy karena ia harus menangai pasien gawat darurat yang baru saja masuk.


Dering telepon ponsel Randy kembali menyadarkannya, "Halo," kata Randy pelan.


"Bro gue di rumah sahabat Putri tapi kenapa sepi? Lo pada kemana?" tanya Chiko di seberang sana.


"Gue di rumah sakit," jawab Randy singkat.


"Apa! Siapa yang sakit?" jawab Chiko panik.


"Putri keguguran," jawab Randy yang membuat Chiko kaget bukan kepalang.

__ADS_1


"Oke bro gue kesana sekarang, rumah sakit mana?" tanya Chiko.


"Rumah sakit xxxx," jawab Randy dan sambungan teleponnya langsung terputus.


Ia menatap layar ponselnya lalu melihat album gallery di ponselnya yang menampilkan video-video calon anaknya setiap kali Putri kontrol ke rumah sakit untuk melihat perkembangan calon anaknya yang tampak sudah mulai membentuk itu, ia pun tersenyum memandangi setiap foto dan video yang ia putar namun seketika air matanya pun lolos begitu saja sambil mengusap layar ponselnya.


"Maafin papa yang tidak bisa menjagamu dan mama nak, maafkan papa," kata Randy terisak.


"Seandainya papa tadi tidak pergi mungkin mamamu tidak akan mengejar papa dan kamu saat ini masih ada dalam kandungan mama dalam kondisi baik-baik saja, papa menyesal nak," sambung Randy.


Tak lama perawat memanggil Randy membawa sesuatu di tangannya seketika Randy memandangi yang dibawa perawat tersebut lalu berdiri dan menghampiri perawat itu sambul menghapus air matanya.


"Suster apa itu anak saya?" tanya Randy.


"Betul pak, silahkan untuk segera di makamkan pak," jawab suster tersebut dengan suara yang sudah bergetar.


"Ya Allah nak ini papa sayang," kata Randy sambil menggendong anaknya itu dan air mata Randy kembali lolos kali ini begitu deras membuat perawat dan orang-orang yang sejak tadi memperhatikan Randy pun ikut meneteskan air matanya karena terharu dengan apa yang mereka lihat saat ini.


"Maafin papa nak, maafin papa," bisik Randy dan mengecup lama anaknya itu.


Randy terus saja menangisi anaknya yang saat ini berada dalam gendongannya, rasanya ia tidak ingin melepaskan pelukan untuk anaknya itu hingga akhirnya perawat memberitahu bahwa Putri sudah sadarkan diri dan sedang mencarinya ia pun segera masuk ke dalam dengan tetap menggendong anaknya meskipun perawat sudah melarangnya untuk membawa ke hadapan Putri namun Randy tetap kekeh ingin membawanya masuk karena Randy tau walaupun menyakitkan Putri juga pasti ingin melihat anaknya untuk yang terakhir kalinya sebelum ia memakamkan anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2