CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Kembali Bersama


__ADS_3

Sesampainya di rumah Putri di sambut bi Sumi, mang Ujang, pak Amir dan yang lainnya dengan senyum dan tangis bahagia bi Sumi menghampiri Putri dan Randy memeluk mereka secara bergatian bwgitupun dengan Randy dan Putri yang juga sangat bahagia dapat kembali menginjakkan kaki mereka di rumah tercintanya dan dapat bertemu dengan bi Sumi dan yang lainnya tanpa Randy pungkiri ketika ia jauh dari mereka ia memang begitu merindukan bi Sumi beserta yang lainnya ia juga sangat merindukan rumah tempat ia di besarkan dengan penuh suka cita bersama almarhum kedua orangtuanya. Penataan rumah yang memang tetap sama pada saat orangtuanya masih hidup membuat Randy kembali mengingat momen indah bersama kedua orangtuanya ia pun tampak bersedih ketika kembali menginjakkan kakinya seolah ia sedang bertemu kembali dengan kedua orangtuanya, tak terasa air matanya pun menetes di tengah rasa haru dan bahagianya Putri, bi Sumi dan yang lainnya atas kepulangan Randy yang dalam kondisi baik-baik saja.


"Den Randy, non Putri bibi kangen sudah lama bibi tidak melihat kalian seperti ini hibi bersyukur den Randy dan non Pitri dapat kembali ke rumah dengan selamat," kata bi Sumi.


"Iya bi Putri dan Randy juga sangat merindukan kalian disini juga merindukan rumah ini terlebih kami berjuang di negeri orang berdua saja karena Chiko dan Thania sudah pulang lebih dulu ke Bandung," jawab Putri sesenggukan.


"Iya non bibi juga khawatir dengan keadaan kalian apalagi non sekarang jadi semakin kurus non pasti sangat lelah disana harus merawat den Randy sendiri," kata bi Sumi memegang lengan Putri dan menatap Putri dalam.


"Iya bi tapi rasa lelahku terbayar sudah setelah dokter menyatakan bahwa Randy telah sembuh total dan di perbolehkan untuk pulang," jawab Putri tersenyum.


"Alhamdulillah ya non karena kesabaran non dan den Randy Allah pun kembali mengangkat sakitnya den Randy, bibi do'akan semoga kalian senantiasa di beri kesehatan, di beri rejeki yang semakin melimpah dan selalu dalam lindungan Allah," kata bi Sumi memegang tangan Randy dan Putri.


"Bibi juga turut prihatin ya non karena Allah kembali mengambil dede bayi yang non kandung semoga Allah segera memeberikan kepercayaan kepada non dan den Randy lagi untuk menjadi orangtua," kata bi Sumi berkaca-kaca.


"Iya bi do'akan kami ya," kata Randi merangkul istrinya.


"Bibi akan selalu mendo'akan kalian," jawab bi Sumi tersenyum.


"Terimakasih ya bi," jawab Putri dan Randy bersamaan.


"Yasudah kalau begitu den Randy dan non Putri istirahat terlebih dahulu nanti bibi masakan makanan kesukaan kalian," kat bi Sumi tersenyum.


"Baik bu terimakasih banyak ya," kata Putri tersenyum.


Randy dan Putri pun pamit kepada bi Sumi dan yang lainnya untuk beristirahat setelah mereka melepas rindu dan memeberikan oleh-oleh yang mereka beli untuk bi Sumi, mang Ujang, pak Amir dan yang lainnya di bantu pak Amir yang membawakan koper Randy dan Putri ke kamarnya sebelum naik ke kamar Randy pun meminta pak Sam dan yang lainnya untuk beristirahat karena ia mengetahui kalau mereka pun sangatlah lelah tentunya sangat diterima dengan baik oleh pak Sam dan yang lainnya yang memang sangat lelah dan langsung membubarkan diri menuju ke kamar masing-masing.

__ADS_1


Sesampinya di kamar Randy dan Putri segera membersihkan diri secara bergantian lalu melaksanakan shalat dhzuhur dan ashar karena mereka telah melewatkan shalat saat di acara Thania. Tak lama berselang Randy dan Putri membaringkan tubuh nya untuk meregangkn kembali otot-oto mereka setelag perjalanan jauh namun selang beberapa menit mereka justru tertidur pulas dengan posisi saling memeluk.


Saat tengah malam Putri terbangun karena merasa perutnya keroncongan dan melihat Randy yang masih tertidur pulas ia tak berani membangunkan suaminya karena tampak sangat kelelahan akhirnya Putri memutuskan untuk ke dapur sendiri, dengan langkah pelan ia menuruni anak tangga yang sudah tampak sepi karena seluruh pekerjanya sudah masuk ke kamar mereka masing-masing meski Putri tampak ragu untuk mneruskan menuruni anak tangga namun suara keroncongan cacing di perutnya semakin membawa Putri untuk pergi di dapur langkahnya menuju dapurpun ia percepat untuk segera mendapatkan makanan. Sesampainya disana Putri membuka lemari es dan hanya terdapat beberapa buah dan ayam mentah akhirnya ia memutuskan untuk membuat ayam sewir dengan cepat ia menyiapkan bumbu dan mengkukus ayamnya setengah matang dengan cekatan Putri memasak dan fokus dengan masakannya hingga tanpa sadar Randy sudah berada di belakang Putri hingga ia hampir saja terjatuh mengenai penggorengan namun segera Randy menahan Putri agar tidak terkena minyak panas.


"Sayang kau membuatku kaget!" seru Putri di pelukan suaminya.


"Maaf sayang, apa kau tidak apa-apa?" tanya Randy mengecek seluruh badan Putri.


"Tidak! Untung saja aku tidak terkena minyak ini," jawab Putri kembali melanjutkan memasaknya.


"Lagian kamu kenapa memasak tengah malam begini sayang?" tanya Randy memeluk Putri dari belakang.


"Aku tadi terbangun karena perutku sangat keroncongan tadinya aku ingin membangunkanmu untuk menemaniku ke sini tapi sepertinya tidurmu sangat nyenyak akhirnya aku memutuskan untuk pergi kesini sendiri dan memasak bahan makanan yang tersisa di lemari es," jelas Putri sambil tangannya mengaduk masakan yang hampir matang.


"Aku takut kalau gofood tengah malam begini sayang," kata Putri menuangkan masakannya ke atas piring.


"Heemmm tapi kelihatannya masakanmu jauh lebih menggugah selera sayang," kata Randy mencium aroma lezat pada masakan Putri.


"Tentu sangat lezat sayang ayo kita makan kamu juga pasti sangat lapar kan?" kata Putri membawa masakannya ke atas meja makan.


Randy mengikuti langkah Putri dari belakang dan duduk di kursi kebesarannya sedangkan Putri mengambilkan nasi, minum dan buah untuk hidangan penutupnya, setelah menghidangkan semuanya mereka pun makan bersama.


"Sayang bagaimana rasanya? Apakah lezat?" tanya Putri saat suaminya pertama memakan ayamnya.


"Hmmm masakan istriku emang paling lezat pintar sekali kamu sayang," jawab Randy yang kembali memakan nasi ayam suwirnya dengan lahap.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Putri lalu mencoba masakannya.


"Hmmm memang lezat sama seperti masakan ibu dulu, tidak sia-sia aku dulu sering membantu ibu di dapur," batin Putri.


"Enak kan?" tanya Randy menatap Putri.


Putri pun menganggukan kepalanya dengan cepat sambil senyum sumringahnya menghiasi bibir mungilnya.


"Kalau seperti ini caranya aku akan lebih memilih memakan masakanmu setiap hari dari pada harus makan di luar," jawab Randy.


"Tiap hari kan aku juga biasanya masak sayang, hanya saja bi Sumi ikut membantuku menyiapkannya," kata Putri.


"Tapi mulai sekarang aku ingin kamu yang selalu memasak sendiri untukku, apa kamu mau?" tanya Randy.


"Tentu sayang aku akan selalu memasakannya untukmu," jawab Putri tersenyum.


"Makan siang kantor juga aku ingin makan masakanmu," sambung Randy.


""Berarti aku harus setiap hari ke kantor dong sayang," kata Putri dan hanya mendapat anggukan dari Randy.


"Baiklah sayang," kata Putri cepat.


"Terimakasih istrinya yang paling cantik," kata Randy mencubit gemas pipi Putri.


Mereka pun mengahabiskan makanannya hingga tidaj ada satupun nasi yang tersisa dan di tutup dengan memakan buah dan segelas susu hangat untuk Putri agar lebih sehat. Putri kembali membereskan sisa makannya tak lupa ia kembali mencuci bersih seluruh piring kotor yang telah ia pakai untuk makan meski Randy telah melarangnya namun Putri tetap melakukannya karena ia tidak suka jika melihat dapur yang kotor. Setelah di rasa dapurnya sudah bersih Putri pun kembali mengajak Randy ke kamar dan membawa cokelat dan cemilan sisa yang ada di lemari es.

__ADS_1


__ADS_2