CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 34


__ADS_3

Hari sudah hampir menjelang malam namun Randy dan Putri belum kunjung pulang juga, bi Sumi baru saja membereskan kamar Randy dan Putri yang ternyata Putri meninggalkan ponselnya di kamar membuat bi Sumi sangat cemas apalagi ketika Putri pergi tidak meninggalkan pesan apapun pada bi Sumi. Bi Sumi segera turun ke bawah dan mencoba menghubungi Randy beberapa kali namun tidak kunjung mendapat jawaban, akhirnya bi Sumi meminta bantuan pak Amir untuk menghubungi Chiko dan memberitahunya kalau Putri masih belum kunjung pulang serta meninggalkan ponsel di kamarnya.


"Halo selamat sore pak Chiko," kata pak Amir.


"Halo iya pak Amir ada apa?" jawab Chiko.


"Begini pak saya diminta bi Sumi untuk menghubungi bapak karena pak Randy tidak bisa di hubungi apa pak Randy masih di kantor pak?" kata pak Amir.


"Oh iya pak Randy masih di meeting dengan client di luar ada pesan untuk Randy pak?" kata Chiko.


"Ini pak non Putri dari pagi masih belum pulang menurut informasi dari bi Sumi non Putri pergi sambil menangis tidak lama setelah pak Randy berangkat dan ini non Putri meninggalkan ponsel di kamarnya," jelas pak Amir.


"Apa mereka sedang bertengkar pak?" tanya Chiko.


"Saya kurang tau pak karena saya baru saja kembali dari rumah karena istri saya sedang sakit," kata pak Amir.


"Baiklah pak nanti saya tanyakan langsung pada Randy dan menyampaikan pesan dari pak Amir terimakasih ya pak," pungkas Chiko lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


Lama Chiko menunggu Randy di kantor sambil menyelesaikan pekerjaannya setelah hampir satu jam menunggu Chiko mendengar suara Randy sedang berbincang dengan sekretarisnya ia pun segera keluar dan memanggil Randy dan membawa nya ke ruangan Randy. Saat Randy hendak duduk ia tiba-tiba bertanya sesuatu halyang membuat mood nya kembali tidak baik.


"Ran lo berantem sama Putri?" tany Chiko tiba-tiba.


Randy pun berbalik menghadap Chiko, "Apa urusan lo?" jawab Randy ketus.


"Bukan gitu bro tadi pak Amir telepon gue katanya Putri masih belum pulang ke rumah dan meninggalkan ponselnya di kamar, lo ada masalah apa sama Putri?" tanya Chiko lagi.


"Sudahlah dia paling ke rumah sahabatnya nanti jug dia pulang sendiri, ada lagi yang lebih penting selalin bahas masalah Putri gak?" jawab Randy malas lalu duduk di kursi kebesarannya.


"Bukannya gue mau ikut campur masalah lo sama Putri tapi lo bisa liat jam berapa ini apa lo gak khawatir terjadi apa-apa sama istri lo? Mending kalau benar Putri ada di rumah sahabatnya kalau engga lo mau cari Putri kemana? Ponsel yang biasa lo lacak keberadaan Putri pun gak Putri bawa gue cuman ingetin lo jangan sampe lo nyesel karena keegoisan lo," jawab Chiko lalu keluar dari ruangan Randy.


Di sisi lain Putri yang sedang duduk di sebuah supermarket tertunduk lesu kemana ia harus pergi karena ia sama sekali tidak berniat untuk kembali ke rumah Randy karena Putri sudah terlalu sakit dengan perlakuan Randy terlebih Randy telah menghianati kepercayaan nya dan pergi bersama wanita lain di saat ia sangat mengkhawatirkannya di rumah hingga akhirnya Putri meminta petugas supermarket untuk ikut bermalam di sana karena supermarket hendak tutup. Setelah kepergian petugas supermarket Putri pun kembali terduduk di sana sambil meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan bahkan ia tidak membawa uang lebih untuk menyewa kamar kos karena Putri meninggalkan kartu debit dan kartu kredit yang Randy berikan dan hanya membawa beberapa lembar uang lima puluh ribu. Putri hanya bisa menundukan kepalanya hingga ia tertidur dengan posisi duduk dan kaki menjadi tumpuan kepala nya, hingga akhirnya Putri di bangunkan oleh suara yang tidak asing baginya Putri pun segera mengangkat kepalanya yang ternyata seseorang itu adalah laki-laki yang membuat hatinya sakit dan tengah menatapnya sendu.


"Sayang kenapa kamu tidur disini? Ayo kita pulang," ajak Randy memegang tangan Putri.


"Kenapa kamu ada disini?" tanya Putri melepaskan pegangan Randy.

__ADS_1


"Aku mencarimu sayang kenapa kamu tidak pulang ke rumah? Semua orang rumah mengkhawatirkanmu termasuk aku, aku tadi mencarimu ke makam orangtua mu namun kamu sudah tidak di sana dan aku mendapatimu tertidur disini ayo kita pulang sayang," kata Randy.


"Aku tidak ingin pulang dan aku minta saat ini juga ceraikan aku," kata Putri menatap Randy dan menjatuhkan air matanya.


"Cerai? Apa salahku kenapa kamu minta aku menceraikanmu?" tanya Randy kaget.


Putri tersenyum dan menghapus air matanya, "Aku tidak ingin menjadi penghalang hubunganmu dengan wanita itu," jawab Putri mantap.


"Wanita mana maksudmu?" tanya Randy lagi.


"Kamu tidak perlu berpura-pura lagi aku sudah tau semuanya bahkan tadi pagi kamu lebih memilih sarapan bareng bersamanya dari pada memakan masakanku yang sudah susah payah aku masak lalu saat kamu pergi kerjapun kamu tidak memberitahuku, jadi jika selama ini aku menjadi penghalang hubunganmu dengan dia aku mundur aku tidak ingin hadir diantara kalian berdua," kata Putri menatap Randy.


"Maksud kamu Sefti?" kata Randy tanpa mendapat jawaban dari Putri.


"Sayang itu teman lamaku dia baru datang dari italy dan tadi pagi dia mengajakku untuk makan bersamanya karena ia akan pergi lagi ke Paris dan menetap disana jadi aku menyetujui nya namun karena aku masih tidak ingin berbicara denganmu tadi pagi jadi aku segera pergi tanpa memberitahumu lebih dulu," jelas Randy namun tetap tidak mendapatkan respon dari Putri.


"Sayang," kata Randy memegang pundak Putri.

__ADS_1


Namun tiba-tiba Putri pingsan hendak terjatuh ke lantai namun Randy segera menangkap Putri dan membawa nya ke dalam pelukan Randy tanpa pikir panjang Randy segera menggendong Putri ke mobil dan membaringkannya di kursi penumpang.


__ADS_2