
"Pak RT! Pak RT...." teriak salah satu warga.
"Ia ibu - ibu ada apa?" jawab pak RT membuka pintu.
"Itu pak si Dika anaknya bu Feny udah jadi pebinor!" kata ibu-ibu itu sambil berapi-api.
"Sebentar-sebentar bu kita duduk dulu, sebelumnya pebinor itu apa bu?" kata pak RT yang mendudukan pantatnya di kursi.
"Aduuhhh pak RT ini kurang update banget deh! Itu lho pak perebut istri orang," jawab ibu yang lain.
"Istri siapa bu? Jangan mengada-ngada nak Dika itu kan anak yang baik," jawab pak RT tidak percaya.
"Itu pak tadi di dekat rumah nya almarhum Lira tadi si Dika sama cowo ganteng ribut-ribut gitu bahkan ya si Dika di pukul tuh sama cowo ganteng tadi sampai bu Feny nya teriak-teriak gak terima, terus si cowo ganteng nya bilang sama bu Feny ajarin tuh anaknya jangan mengganggu rumah tangga orang lain! Iya kan ibu-ibu?" jelas ibu itu yang di angguki ibu yang lainnya.
"Sebentar ini saya tadi diam-diam videoin mereka buat di upload di sosial mediaku hehe kan lumayan bisa jadi viral," kata mba-mba yang baru datang.
"Mana coba saya lihat videonya," jawab pak RT seketika.
Mba-mba itu pun memberikan ponselnya kepada pak RT yang membuat pak RT mengeleng-gelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang ia lihat karena Dika terkenal anak yang baik dan tidak pernah membuat masalah apapaun dengan warga sekitar dan terkenal anak yang begitu sopan.
"Baiklah saya akan menindaklanjuti kasus ini," jawab pak RT mengembalikan ponselnya.
__ADS_1
"Usir aja pak dia udah bikin malu kampung kita!" saran ibu tadi.
"Kita lihat saja nanti ya bu saya akan berkoordninasi dulu dengan pak RW dan jajaran lainnya, oh iya bu nanti saya minta copyan video tadi ya dan satu lagi sebaiknya ibu-ibu pulang saja ke rumah biar kasus ini menjadi tanggungjawab saya" jawab pak RT.
"Oke pak tapi kalau sampai si Dika gak di usir dari kampung kita awas lho ya," jawab ibu-ibu tadi lalu beranjak pergi meninggalkan rumah pak RT.
Setelah kepergian ibu-ibu tadi pak RT pun segera menghububgi pak RW dan jajaran lainnya untuk menindaklanjuti kasus ini, sebelumnya pak RT juga sudah meminta copyan video sebagai barang bukti untuk ia bawa ke balai desa nanti.
Sedangkan di sisi lain Randy dan Putri sedang membeli sarapan tidak lupa Putri membungkus makanan lainnya karena ia sangat menginginkan makanan yang membuatnya merasa ingin segera memakannya. Setelah selesai pak Sam membawakan jinjingan yang sudah di beli Randy dan Putri yang mengambil jinjingan yang berisi gorengan untuk ia langsung makan di jalan.
Randy yang melihatnya tersenyum gemas karena tanpa ia sadari jika pipi Putri saat ini sudah mulai mengembang efek kehamilannya, seketika Randy mencubit gemas pipi Putri yang membut Putri meringis kesakitan hingga mengembungkan pipinya dan memajukan bibirnya. Randy yang melihat itu pun seketika menghentikan langkahnya sambil tertawa melihat tingkah Putri yang menurutny sangat lucu itu, sadar Randy menertawakannya Putri pun mencubit pinggang Randy sekuat tenaga lalu berlari kecil sambil meledek Randy yang tengah mengusap-usap pinggang nya.
Melihat itu Putri segera mempercepat larinya sambil tertawa dan menjulurkan lidahnya.
"Sayang hati-hati jangan berlari seperti itu," kata Randy yang membuat Putri menghentikan langkahnya dan sekerika Randy memeluknya dari belakang sambil menggelitiknya membuat Putri tertawa kencang membuat Thania dan ibu Lira keluar dari rumah juga tetangga Lira.
Melihat kemesraan mereka Thania, ibu Lira dan pak Sam hanya tersenyum memperhatikan kebahagiaan mereka.Sadar sedang di perhatikan banyak orang Putri pun melepaskan pelukan suaminya dan berlari menuju rumah ibu Lira dengan wajah yang merona merah, menyadari istrinya yang tengah malu menjadi pusat perhatian Randy segera masuk menyusul Putri di ikuti ibu Lira Thania dan pak Sam.
Ketika Randy sampai di dalam terlihat Putri sedang duduk di kursi dengan wajah yang di tutupi kedua tangannya, Randy pun menghampiri istri cantiknya itu dan duduk di sampingnya.
"Sayang...." kata Randy memegang pundak Putri.
__ADS_1
"Aku malu sayang, kenapa kamu peluk aku di tempat umum seperti itu?" jawab Putri yang masih menutupi wajahnya.
"Memangnya kenapa sayang? Kenapa harus malu? Kita kan suami istri jadi halal dong mau peluk-peluk dimana saja," jawab Randy santai.
"Iya tapi kan jadi pusat perhatian tetangga sini sayang, emang kamu gak malu apa?" jawab Putri menurunkan tangannya.
"Yasudah maaf ya sayangku aku janji tidak akan mengulangnya lagi jangan merajuk lagi ya, nanti baby nya ikut merajuk juga," jawab Randy memeluk Putri.
"Yasudah aku maafin," jawab Putri membalas pelukan suaminya.
"Ehem.. Ehem udahan kali peluk-pelukannya kita jadi sarapan gak nih?" kata Thania tiba-tiba.
Melihat Thania yang sudah berada di belakang Randy, Putri pun segera melepaskan pelukannya dan kembali merona merah.
"Iiihhh kamu sih aku jadi malu lagi kan?" kata Putri mendorong suaminya lalu beranjak merangkul lengan Thania.
Randy yang melihat istrinya kembali merajuk hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, ia berusaha terus menurunkan ego dan amarahnya menghadapi sikap Putri yang semakin sensitif dan selalu merajuk semenjak ia hamil. Randy juga sebelumnya membeli beberapa buku untuk menghadapi wanita hamil dan bagaimana mengatasi ibu hamil yang sering merajuk karen pengaruh hormon kehamilannya. Ia juga membaca tentang bagaimana menjadi suami siaga saat istrinya hamil besar nanti, berhubung Randy tidak memiliki keluarga perempuan dan memang gengsi jika ia bertanya pada orang-orang di sekitarnya sehingga Randy lebih memilih membeli buku-buku khusus untuk ibu hamil.
Randy menghampiri Putri dan yang lainnya yang sudah berada di meja makan termasuk pak Sam yang sudah lebih dulu menyantap makanan nya atas permintaan Putri dan ibu Lira. Randy segera duduk di sebelah Putri lalu Putri pun melayani suaminya mengambilkan makanan untuknya dan pagi itu mereka sarapan dengan di selingi canda tawa dari Putri, Thania dan Randy.
Disaat yang bersamaan rumah Dika sudah di kerumuni warga sekitar yang menyuruh Dika dan ibunya meninggalkan kampung mereka karena mereka tidak ingin ada pebinor disekitar kampung mereka khawatir akan di ikuti oleh warga lainnya, video Dika dan ibunya yang tengah di maki Randy pun sudah tersebar luas di media sosial dan langsung menjadi trending topik meski baru beberapa menit saja. Bagaimana tidak Randy yang merupakan pengusaha muda sukses itupun menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan tidak sedikit juga warganet yang mengutuk tingkah Dika yang masih mengejar wanita bersuami apalagi suaminya itu orang terpandang.
__ADS_1