CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 42


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit Randy segera bergegas ke kamar rawat Putri yang ternyata disana ada Chiko juga sedang menunggu nya, bi Sumi segera mengambil buah tangan Randy pesanan Putri lalu membawanya ke dapur. Randy pun menghampiri Putri mengecup kening dan perut Putri yang masih rata membuat Putri tersenyum.


"Apa kau merasa mual hari ini?" tanya Randy tersenyum manis.


"Tidak, aku hanya merasa pegal saja terus menerus tidur disini tanpa kegiatan apapun, lagian kamu dari mana kenapa tidak sama a Chiko perginya?". tanya Putri yang membuta Randy dan Chiko celingukan.


"Ah iya tadi Chiko aku suruh menangani masalah di kantor, iya kan Ko?" jawab Randy dengan sorotan mata tajam.


"Ah iya iya Put tadi lagi ada sedikit masalah di kantor jadi kita membagi tugas agar masalahnya segera selesai," jawab Chiko menggaruk tengkuknya.


"Oh gitu, emmm sayang bisa tidak kamu temui dokter sekarang?" kata Putri memegang tangan Randy.


"Kenapa sayang apa kamu sakit lagi?" jawab Randy panik.


"Engga sayang aku ingin pulang, bisa ya? Please...," kata manja.


"Hmm baiklah sayang aku akan menemui dokter, Ko ayo ikut temani gue ke ruangan dokter," kata Randy yang langsung di angguki Chiko.


Setelah ke luar dari kamar Putri, Randy pun bertanya kepada Chiko maksud kedatangannya ke rumah sakit sehingga mengundang kecurigaan Putri padanya, Chiko sendiri lupa jika malam ini Randy dan pak Sam hendak melakukan pembalasan pada Sefti namun karena ia terlalu sibuk dengan urusan lain di kantor membuat ia lupa dan langsung mendatangi Randy ke rumah sakit untuk membicarakan masalah saham yang terus menurun sejak kasus kemarin membuat Randy pusing di buatnya.


Selang beberapa menit Randy sampai di ruangan dokter yang menangani Putri dan segera masuk, lama Randy bernegosiasi dengan dokter yang menangani Putri dan konsultasi masalah Putri dan kandungannya akhirnya dokter mengijinkan Putri pulang esok hari dengan catatan dua hari kedepan Putri harus kontrol kembali ke rumah sakit untuk pengecekan ulang, terlebih sebelumnya mengalami kekerasan yang hampir membuat janin nya tidak tertolong seontak membuat Randy kaget dan mengepalkan tangannya. Namun karena ia masih berbicara dengan dokter ia masih mengontrol emosi nya, setelah semua nya selesai dan dokter akan visit ke kamar Putri esok hari sebelum kepulangan Putri yang langsung di setujui oleh Randy. Randy pun keluar dan langsung di sambut oleh Chiko yang sedari tadi menunggu di kursi, saat hendak bertanya Chiko pun mengurungkan niatnya setelah melihat raut wajah Randy yang sedang tidak bersahabat dan tampak menelpon seseorang lalu memerintahkan Chiko untuk ikut bersama pak Sam ke tempat persembunyian.


"Tunggu Ran apa yang terjadi? Kenapa lo begitu sangat marah setelah keluar dari ruangan dokter?" tanya Chiko pelan karena takut menyinggung Randy.

__ADS_1


"Dia hampir saja mencelakai calon anakku, sekarang lo tau kan apa yang harus lo lakukan?" kata Randy menatap tajam Chiko.


"Oke siap bro masalah kecil itu, lalu bagaimana dengan client?" tanya Chiko lagi.


"Atur jadwal pertemuan dengan seluruh client esok hari dan bawa wanita itu ke hadapan mereka," kata Randy lalu berjalan kembali ke kamar Putri.


Di kamar Putri Randy berusaha menyembunyikan kegelisahannya mengenai perusahaan nya yang kini sudah di ujung tanduk dan berusaha memikirkan cara agar perusahaannya kembali pulih seperti sebelumnya, namun tanpa disadari Putri memperhatikan gerak-gerik Randy yang tidak seperti biasanya.


"Sayang kamu kenapa?" kata Putri sambil memakan buah yang di bawa Thania.


"Hemm aku.. aku gak papa ko sayang, emang kenapa?" jawab Randy gugup.


"Jangan bohong sayang ada yang mengganggu pikiranmu?" kata Putri lalu memperbaiki posisinya untuk duduk.


Randy pun segera membantu Putri untuk duduk dan ia pun ikut duduk berhadapan dengan Putri memamerkan senyum manisnya dan memegang tangan Putri.


"Kamu sakit sayang?" kata Putri menempelkan punggung tangannya di kening Randy.


"Hanya sedikit pusing saja ko mungkin karena terlalu banyak kerjaan saja," jawab Randy sekenanya.


"Aku melihat dari matamu ada yang sedang kamu sembunyikan dariku," kata Putri yang membuat Randy semakin terpojok.


"Itu hanya perasaanmu saja sayang, tak ada yang aku sembunyikan darimu emm lebih baik kamu istirahat ya sudah malam," jawab Randy membuat Putri semakin yakin jika suaminya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tidak ingin berbicara aku tidak akan memaksamu untuk berbicara, namun aku harap masalahmu segera selesai ya," jawab Putri tersenyum dan memeluk suaminya.


"Terimakasih sayang," jawab Randy membalas pelukan istrinya itu yang membuatnya sedikit tenang.


"Maaf sayang aku masih belum bisa menceritakan semuanya padamu, aku akan berusaha mengembalikan perusahaanku demi kamu dan calon anak kita," batin Randy.


Mereka pun segera beristirahat dengan Randy tidur di kursi sambil memegang tangan Putri sedangkan bi Sumi tertidur di sofa dan pak Ujang pulang ke rumah atas permintaan Randy untuk memantau keadaan di rumah karena pak Amir sedang menerima tugas lain dari Randy untuk mengumpulkan data-data Sefti di rumahnya.


Pagi pun tiba...


Pagi ini banyak deadline menanti Randy sehingga akan menyita banyak waktu Randy dimana ia harus mengurus kepulangan Putri dan mengurus perusahaannya agar dapat pulih kembali seperti semula, saat ini Randy sedang bersiap-siap membantu bi Sumi membereskan barang-barang mereka sambil menunggu kedatangan dokter dan Putri masih sarapan karena Randy yang memintanya meski Putri menolak namun Randy tetap memaksanya untuk makan jika tidak di turuti Randy akan membatalkan kepulangan Putri hari ini sehingga Putri dengan cepat memakan makanannya karena tidak ingin berlama-lama lagi di rumah sakit. Setelah membereskan semuanya Randy bergegas ke kamar mandi untuk bersiap yang hanya menyita waktu sepuluh menit bergantian dengan Putri yang di bantu bi Sumi karena Randy masih harus menyiapkan berkas yang hendak di persentasikan di kantor nanti bersama client-client penting bahkan ada yang dari luar negeri.


Ketika Randy sedang bergelut dengan laptop nya dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Putri berbarengan dengan keluarnya Putri dari kamar mandi, Randy pun kembali menutup laptop nya dan mengikuti dokter memeriksa Putri.


"Alhamdulillah pak kondisi ibu Putri saat ini sudah mulai membaik namun ibu tetap harus badrest di rumah agar tidak terjadi sesuatu yangtidak di inginkan, ibu juga harus memakan makanan sehat dan menghindari makanan yang memicu kontraksi dini seperti minuman yang mengandung soda, makanan yang terlalu asam atau juga terlalu pedas dan jangan lupa setelah dua hari ke depan ibu kontrol lagi kesini untuk pengecekan ulang ya bu, pak," jelas dokter itu tersenyum.


.


"Baik dok, tapi istri saya di bekali obat juga kan?" kata Randy.


"Tentu pak nanti saya berikan obat untuk penguat kandungan nya dan jika ada flek lagi yang keluar ibu segera ke IGD saja ya agar cepat di beri tindakan," jelas dokter kembali.


"Baik dok terimakasih," kata Randy berjabat tangan dengan dokter.

__ADS_1


"Sama-sama pak, semoga ibu dan bayinya sehat selalu ya," kata dokter itu lalu pamit keluar.


Randy pun mengikuti dokter untuk menyelesaikan administrasi di lantai satu, setelah menunggu lima belas menit akhirnya Randy mendapatkan surat pulang untuk Putri beserta resep yang harus di tebusnya di apotek tidak jauh dari sana lalu bergegas ke sana, tidak lama menunggu akhirnya Randy mendapatkan obat untuk Putri dan langsung membawanya kembali ke kamar Putri dimana Putri dan bi Sumi sudah menunggu di sofa. Randy segera mengangkat koper yang di bawa oleh Putri menuju ke mobil dan melaju ke rumah, selama di perjalanan menuju ke rumah ponsel Randy terus berbunyi yang ternyata dari Chiko bahwa client sudah hampir semuanya hadir dan Chiko memnita Randy untuk segera ke kantor beruntungnya kondisi jalanan daat itu sedang lancar sehingga Randy bisa menjalankan mobilnya dengan cepat meskipun sesekali Putri menegurnya karena terlalu cepat. Akhirnya setelah menmpuh waktu lima belas menit mereka pun sampai di rumah Randy tanpa mampir dulu ke rumah Randy kembali menancap gas menuju kantornya.


__ADS_2