
Selama satu jam lebih mereka menuju kantor polisi dan karena sangat lelah dan kepala Randy pun semakin sakit akhirnya Randy juga ikut terlelap agar sakit kepala nya membaik sedangkan Chiko sibuk dengan chatnya bersama pengacara dan bodyguard Randy yang lain agar lebih waspada lagi karena ia tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Chiko juga sesekali sharing dengan pak Sam langkah apa lagi yang harus di ambil kedepannya agar Putri maupun Randy aman tanpa gangguan dari pihak manapun lagi terlebih mereka baru saja menikah dan Chiko merasa iba dengan nasib pernikahan mereka yang begitu banyak ujiannya tak lupa Chiko juga menceritakan perihal Dika kakak kelas Putri yang juga menyukai Putri dan menyebabkan Randy masuk rumah sakit, pak Sam yang sangat berpengalaman dalam menangani berbagai kasuspun akhirnya memutuskan bahwa masalah Dika biar dia juga yang tangani karena baginya kasus Dika adalah kasus yang sangat kecil sehingga membuat Chiko tersenyum lebar mendengar jawaban pak Sam karena merasa pak Sam selain menjadi seorang supir beliau juga bisa menjadi seorang mafia kelas kakap.
Lama Chiko dan pak Sam berbincang-bincang hingga mereka sampai di halaman parkir kantor polisi lalu Chiko membangunkan Randy yang masih tertidur pulas meski tidak tega membangunkan Randy namun Chiko tetap membangunkannya karena Randy dan Putri yang dibutuhkan oleh polisi untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus yang menimpa Putri.
"Ran bangun sudah sampai," kata Chiko menggoyangkan badan Randy.
"Hmm ya maaf aku ketiduran Ko," kata Randy dengan suara serak dan membenahi posisinya.
"Oke bro tidak apa-apa lo juga masih harus banyak istirahattapi berhububg saat ini polisi butuh keterangan dari lo dan Putri gue terpaksa bangunin lo," kata Chiko tidak enak.
"Oke gak papa bro gue ngerti, yasudah lo duluan turun gue bangunin dulu Putri," kata Randy lalu membangunkan Putri ya g masih lelap tertidur di pangkuannya.
"Sayang bangun kita sudah sampai di kantor polisi," kata Randy mengusap pelan pipi Putri namun karena Putri masih mengantuk ia hanya menggeliatkan badannya lalu tertidur kembali.
"Sayang," kata Randy lagi mengusap pipi Putri.
"Hmm ya sayang ada apa? Aku masih sangat mengantuk sayang," jawab Putri.
"Kita sudah sampai di kantor polisi sayang, kita turun dulu yuk biar semuanya cepat selesai dan kita bisa kembali ke Bandung."
"Hmm iya sayang aku bangun," kata Putri bangun dari tidurnya dan merapihkan pakaian dan jilbab nya, "Ayo sayang," kata Putri lagi.
Setelah mereka turun Chiko yang sudah berada di lobby kantor polisi pun segera menghampiri Randy dan Putri dan segera mengajak mereka ke dalam untuk dimintai keterangan, selama berjam-jam mereka di periksa sebagai saksi akhirnya mereka keluar dari ruangan pada pukul satu dini hari. Putri yang sudah sangat-sangat lelah pun meminta Randy untuk menyewa hotel di dekat kantor polisi untuk beristirahat sejenak ia juga memikirkan kondisi Randy, Chiko dan pak Sam yang pasti sama lelahnya dan Randy juga menyetujui untuk bermalam di hotel dan besok siang kembali lagi ke Bandung kebetulan tidak jauh dari kantor polisi terdapat hotel bintang tiga untuk mereka beristirahat pa Sam pun segera menancap gas ke hotel tersebut dan setelah melakukan chek-in mereka pun masuk ke kamar masing-masing. Sebelum tidur Putri dan Randy mandi terlebih dahulu karena badannya sudah terasa sangat lengket lalu tak butuh waktu lama merekapun terlelap.
__ADS_1
Pagi telah kembali burung-burung pun berkicau saling bersautan menyambut pagi yang cerah saat itu dan mataharipun terus memancarkan sinarnya hingga masuk ke dalam celah gorden pasangan sejoli yang baru menikah beberapa hari itu, membuat Putri terbangun dan melihat kesebelahnya yang ternyata masih terlelap dengan sangat nyenyaknya membuat Putri tersenyum dan memeluk suami yang ia rindukan itu dan kembali terlelap. Saat jam menunjukkan pukul sepuluh lewat tiga puluh menit Randy pun terbangun dan melihat istrinya tertidur memeluk dirinya mebuat Randy tersenyum senang dan mengecup puncak kepala istrinya dan mendekap erat Putri membuat Putri terbangun karena Randy yang memeluknya begitu erat membuat Putri sesak.
"Sayang kau sudah bangun?" tanya Putri dengan suara serak.
"Sudah sayang, apa aku membangunkanmu?" kata Randy tetap memeluk Putri.
"Iya kamu memelukku begitu erat sesak tau," kata Putri memonyongkan mulutnya.
"Haha maaf sayang aku tidak sengaja itu karena aku sangat merindukanmu dan bersyukur saat ini bisa kembali memelukmu," kata Randy tersenyum.
"Hmm iya sayang aku juga merindukanmu, kemarin aku pikir aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi karena aku tau kamu masih dalam perawatan medis dan tidak mungkin bisa menyelamatkanku," kata Putri sedih.
"Itu tidak akan mungkin terjadi sayang dan kemarin terakhir kalinya kamu pergi tanpa aku karena mulai hari ini hingga seterusnya kemanapun kamu pergi kamu harus selalu bersamaku jika tidak kamu tidak boleh pergi kemanapun dan kamu wajib mengikuti aturanku jika kamu melanggar kamu akan mendapat hukuman dariku, paham?" kata Randy mengetuk kening Putri.
"Itu sudah kewajibanku sebagai suamimu sayang," kata Randy.
Setelah percakapan mereka yang berujung sebuah suara merdu keduanya yang memenuhi ruangan itu membuat bulu kuduk yang mendengarnya merinding, namun sayang kamar yang mereka pesan adalah kamar khusus pengantin baru sehingga suara mereka tidak terdengar oleh siapapun yang lewat di depan kamarnya membuat mereka lebih leluasa melakukannya hingga dua jam baru mereka terkulai lemah lalu Randy membawa istrinya ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan bersiap untuk segera kembali ke Bandung agar mereka bisa kembali menyelesaikan masalah di Bandung dengan cepat, setelah Randy dan Putri mengisi perutnya dengan makan siang Randy pun segera menelepon Chiko dan pak Sam untuk menemuinya di lobby hotel bersama. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Chiko dan pak Sam datang dan langsung menghampiri Randy dan Putri yang tengah duduk di lobby hotel.
"Maaf menunggu lama," kata pak Sam sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa pak kami juga baru saja sampai," kata Putri tersenyum.
"Yasudah kalau begitu kita langsung berangkat saja ya agar tidak terlalu siang lagian perjalanan hari ini sepertinya akan padat," sambung Randy.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu mari pak," kata pak Sam yang berjalan lebih dulu diikuti Chiko lalu Randy dan Putri di belakang nya.
Empat jam berlalu...
Akhirnya mereka sampai di kota kembang Bandung dengan selamat dan pak Sam mengantar Chiko terlebih dahulu ke apartemen lalu pulang ke rumah Randy.
"Sayang apa kamu yakin akan pulang ke rumah? Bagaimana dengan sakit kepalamu?" kata Putri saat di perjalanan menuju ke rumah.
"Aku tidak apa-apa sayang sakit kepalaku sudah sedikit membaik tinggal minum obat saja," kata Randy tersenyum.
"Tapi kalau kamu merasa sakit kepalamu masih belum membaik kamu bilang ya biar kita segera ke rumah sakit," kata Putri memegang kepala Randy.
"Tentu sayang aku akan bilang padamu jika kepalaku terasa sakit lagi. Oh ya pak Sam apakah sudah ada perkembangan mengenai kasus di kantorku?" tanya Randy pada pak Sam.
"Oh iya pak maaf saya lupa memberitahu bapak jika semua pelaku yang terlibat dalam kasus kebakaran di kantor bapak itu sudah tertangkap semua pak dan mereka saat ini sudah di tahan, sedangkan keluarga pelaku juga sudah kami selidiki dan memang benar mereka menerima perundungan dari para tetangganya bahkan sampai di kucilkan pak karena memang lingkungannya itu adalah lingkungan yang sangat religius sehingga jika ada salah satu tetangga mereka yang bermasalah atau berbuat kesalahan mereka akan diperlakukan seperti itu," jelas pak Sam.
"Astaga kasian sekali mereka lalu apa mereka masih berada disana pak?" kata Putri.
"Tidak bu dua hari lalu orang-orang saya sudah membawa mereka keluar dari tempat itu dan sekarang tinggal di rumah kos-kosan tidak jauh dari kantor dan istrinya sudah saya beri modal usaha untuk menyambung hidup mereka selama pelaku berada di tahanan," jelas pak Sam lagi.
"Syukurlah kalau begitu pak semoga saja kasus ini segera berakhir agar semuanya bisa kembali seperti semula," kata Putri dan di aamiini oleh Randy dan pak Sam.
Sebetulnya ada lagi yang ingin Randy bicarakan dengan pak Sam yakni mengenai Dika namun karena Putri ada bersamanya akhirnya Randy pun mengurungkan niatnya dan lebih memilih diam sambil merangkul istrinya.
__ADS_1