
Seketika Putri tersenyum dan menahan rasa perih di pipi nya lalu kembali mengangkat kepalanya dan menatap Randy tajam,
"Aku ingin pulang," kata Putri singkat.
Randy yang sadar dengan tindakannya seketika kaget lalu duduk dan memegang wajah Putri yang telah mengeluarkan darah.
"Sayang maaf.. Aku tidak bermaksud menyakitimu," kata Randy hendak membersihkan darah di sudut bibir Putri namun Putri menepisnya.
"Tidak perlu, aku bisa membersihkannya sendiri," kataPutri lalu bangkit dan kembali di tahan Randy.
"Sayang maafkan aku, aku tidak bisa mengendalikan emosiku aku tidak bermaksud menyakitimu sayang," kata Randy menatap mata Putri.
"Ceraikan aku," ucap Putri tegas.
"Ngga sampai kapanpun aku gak akan ceraikan kamu, kamu akan tetap menjadi istriku sampai aku mati."
Tiba-tiba ponsel Putri berdering dan Randy segera bangkit lalu mengangkatnya.
"Hallo."
"Hallo ini siapa ya?"
"Lo yang siapa telpon ke nomor ini."
__ADS_1
"Saya Dika, ini benar nomor Putri kan? Kenapa kamu yang jawab? Dimana Putri?" tanya Dika.
"Saya suaminya dan kamu tidak perlu menghubungi nomor ini lagi," kata Randy lalu mematikan telponnya dan membanting ponsel Putri ke tempat tidur, Putri yang melihat tingkah Randy hanya menunduk dan pergi mengambil kotak P3K yang berada di dekat pintu keluar.
"Siapa Dika? Apa dia yang ada di galeri handphone sambil merangkulmu?" kata Randy tiba-tiba membuat Putri kaget namun tetap berusaha tenang.
"Dia kakak kelasku," jawab Putri singkat lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.
"Putri ! Aku belum selesai berbicara denganmu," teriak Randy lalu menghampiri Putri di kamar mandi.
"Bisakah kamu menghargaiku sebagai suamimu hah?" teriak Randy lagi lalu menarik tangan Putri yang tengah membasuh wajahnya hingga ia akan terjatuh.
"Bisakah kamu berbicara pelan padaku? Bisakah kamu memperlakukanku dengan baik? Belum puas kah kamu menyakitiku?" kata Putri lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lalu kenapa fotonya masih ada di ponselmu? Kamu masih merindukannya? Sehingga kamu masih menyimpan fotomu bersamanya? Apakah begitu nyaman ketika dia merangkulmu hah?" kata Randy dengan nada tinggi.
Putri hanya menarik nafas panjang lalu melap wajahnya dengan handuk dan menatap wajah Randy.
"Aku jauh lebih nyaman ketika kamu memelukku bukan memperlakukanku dengan kasar seperti ini, sadarkah kamu saat ini kamu telah menggores luka di hatiku dan mengecewakanku? Tahukah kamu saat aku bersedia menerima lamaranmu aku telah bergantung dan berharap bahwa kamu yang aku pilih menjadi suamiku dapat memperlakukanku dengan baik, menyayangiku dengan sepenuh hatimu dan bertutur kata lembut saat kamu berbicara denganku. Tapi seketika kamu meruntuhkan semua harapanku Ran, jika ada hal yang kamu tidak sukai dari diriku jauh lebih baik kamu menanyakan padaku dengan baik bukan tiba-tiba mendiamkan aku lalu berlaku kasar padaku. Kecuali jika kamu menikahiku hanya untuk menyakiti dan menyiksaku aku akan dengan ikhlas pergi jauh dari kehidupanmu saat ini juga, karena aku masih harus melanjutkan hidupku dengan baik," katq Putri dan seketika air matanya pun lolos, Randy yang mendengar kata-kata Putri hanya diam terpaku tanpa bisa berkata apapun lagi karena memang dia sangat bersalah telah bersikap kekanak-kanakan hingga melukai istri yang begitu ia cintai.
Putri pun kembali membalikkan badannya menghadap cermin dan mengusap air matanya lalu mengobati luka nya, sambil meringis kesakitan ia melihat ke arah Randy dari pantulan cermin yang tengah tertunduk lesu Putri yang melihatnya hanya mengabaikannya dan membiarkan Randy berpikir lalu kembali mengobati luka nya, setelah selesai Putri membereskan kotak P3K dan mengembalikannya ke tempat semula lalu beranjak keluar dari kamar mandi meninggalkan Randy yang masih termenung, Putri pun segera mengistirahatkan badan nya karena ia merasa kurang enak badan. Randy yang masih terduduk di lantai kamar mandi masih mencerna ucapan Putri sehingga ia pun tidak sadar jika Putri telah keluar dari kamar mandi sejak tadi.
"Sayaanggg..." Randy pun mengangkat wajahnya dan ia sudah tidak melihat istrinya disana seketika ia pun bangkit keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya tengah terlelap membelakanginya, Randy segera menghampiri Putri dan duduk disamping nya ia mengecup pucuk kepala Putri.
__ADS_1
"Maafin aku sayang, aku janji tidak akan mengulanginya lagi aku janji akan memperlakukanmu selayaknya seorang istri," kata Randy sambil mengusap wajah Putri yang sembab dan terlihat membengkak karena tamparan nya tadi serta badannya yang panas membuat Randy terperanjat kaget. "Sayang kamu demam?" kata Randy pada Putri yang masih terlelap.
Dengan cepat Randy menelpon pihak hotel untuk memanggilkan dokter dan menyuruh ke kamarnya, setelah sepuluh menit menunggu akhirnya dokter pun tiba di kamar Randy dan segera memeriksa keadaan Putri.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"
"Apa istri Anda mengalami benturan dan membuat wajahnya membengkak?" selidik dokter.
"Kami tadi sempat bertengkar dan aku tidak sengaja menamparnya dengan sangat keras sehingga membuat wajahnya seperti ini dok," jelas Randy pada dokter tersebut.
"Baiklah aku akan memberikan obat penurun demam dan salep untuk mengobati bengkak di wajahnya serta untuk mengobati luka di sudut bibirnya, lain kali jika Anda bertengkar dengan istri Anda, Anda jangan sampai berbuat fisik padanya karena memang kondisi nya mudah sekali down," kata dokter itu setelah membereskan peralatan nya.
"Baik dok terimakasih."
Setelah mengantarkan dokter hingga ke pintu keluar, Randy kembali menghampiri istrinya lalu mengobati luka di sudut bibir dan bengkak nya dengan salep, tak lupa ia pun memesan makan pada pihak hotel karena dari kemarin Randy dan Putri belum makan, apalagi Putri harus meminum obat tentu ia harus makan terlebih dahulu agar kondisi nya pun tidak semakin memburuk. Ponsel Putri terus berdering sejak dokter memeriksa Putri membuat Randy tidak tahan dan mengangkat telpon nya.
"Halo ada perlu apa lagi kamu menelpon istri saya? Sudah saya bilang kamu tidak perlu mengganggu istri saya lagi" teriak Randy.
"Mana Putri? Kamu tidak perlu berbohong pada saya, apa yang sudah kamu lakukan pada Putri hah? Apa kamu mengancam Putri? Dimana Putri sekarang saya mau berbicara dengannya," teriak Dika.
"Dia sedang tertidur, kamu tidak perlu mengganggu nya lagi atau kamu akan tau akibatnya," kata Randy Lalu mematikan ponsel Putri agar tidak ada yang mengganggunya lagi.
Bersambung...
__ADS_1