
Setalah Randy mematikan ponsel, bel kamar nya berbunyi dengan segera Randy membuka pintu yang ternyata dari pihak cathering mengantarkan makanan untuk mereka. Randy pun membawa makanan tersebut ke nakas dekat tempat tidur nya.
"Sayang...," kata Randy mengelus kepala Putri.
"Sayang.. bangun yuk kita makan dulu," kata Randy lagi.
Putri hanya menyipitkan mata nya "Pergilah aku ingin istirahat Ran," kata Putri menaikkan selimut nya ke leher.
"Tapi kamu belum makan sayang nanti sakitmu semakin parah, ayo makan dulu sedikit saja," bujuk Randy namun Putri tetap tidak ingin bangun karena kepala nya terasa sangat pusing.
"Sayang.. ayolah nurut sama suamimu, aku suapin ya setelah itu kamu minum obat dan istirahat," bujuk Randy lagi.
Putri pun menarik nafas panjang dan memaksakan untuk bangun dan duduk, Randy pun tersenyum manis pada Putri.
"Makan ya, nih a a a," kata Randy menyuapi Putri.
"Aku bisa makan sendiri," kata Putri hendak mengambil sendok dari tangan Randy.
"Biar aku suapin kamu sayang, ayo cepat buka mulutmu biar kamu cepat istirahat," kata Randy lagi.
Putri pun akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan Randy.
"Sayang nanti aku akan keluar untuk membeli sesuatu, boleh?" tanya Randy sambil menyuapi Putri.
"Terserah kamu saja," jawab Putri singkat.
"Kamu mau nitip sesuatu?"
"Tidak, yasudah kalau kamu mau pergi-pergilah aku bisa makan sendiri, jawab Putri dan kembali hendak mengambil piring dan sendok di tangan Randy.
"Aku akan pergi setelah kamu selesai makan dan minum obat," kata Randy tetap menyuapi Putri.
Putri pun tak menjawab ucapan Randy lagi dia hanya mengunyah dan memalingkan wajahnya ke arah lain tanpa berniat melihat wajah Randy, Randy berusaha untuk tidak terpancing emosi lagi dengan sikap acuh Putri. Setelah Putri menghabiskan makanannya ia mengambil obat yang baru saja di berikan dokter lalu memberikan obatnya pada Putri
"Obat apa itu?" tanya Putri.
"Ini obat penurun demam dan pereda sakit."
__ADS_1
"Dari mana kamu dapat obat itu?"
"Tadi aku memanggil dokter kesini karena badan mu demam tinggi dan wajahmu juga bengkak, kamu pikir aku akan memberikan obat yang membahayakanmu?" selidik Randy.
Putri hanya terdiam.
"Aku tidak sepicik itu, ini obatmu," Randy pun menyimpan obat Putri di atas nakas lalu ia mengambil piring bekas Putri makan dan piring untuknya makan lalu berlalu ke balkon kamar. Putri hanya menatap punggung Randy lalu meminum obatnya.
"B**isa-bisanya kamu mengira aku akan membahayakan nyawamu" batin Randy.
Randy pun makan dengan lahap dan telah menghabiskan makanan nya hanya dalam hitungan menit saja, setelah selesai ia membereskan piring bekas makan dan menyimpan nya di westafle lalu berlalu ke kamar mandi tanpa melihat ke arah Putri. Setelah lima belas menit Randy pun keluar dari kamar mandi dan mengambil ponsel nya di tempat tidur, sejenak ia melihat Putri yang sudah kembali terlelap namun samar ia melihat sisa air mata di sudut matanya. Randy mengahampiri Putri dan duduk di sebelahnya.
"Tidak usah berpura-pura tidur, kenapa kamu menangis lagi?" kata Randy mencubit hidung Putri.
Putri yang kaget karena Randy mengetahui ia sedang berpura-pura pun seketika membuka matanya pelan dan menatap Randy yang tengah tersenyum manis padanya
"Kenapa kamu senang sekali menangis?" Tltanya Randy memegang wajah Putri.
Putri tak menjawab pertanyaan Randy malah mencubit paha Randy dengan sangat kencang nya hingga Randy meringis kesakitan.
Bukannya berhenti Putri malah memukul dada Randy dengan sangat keras.
"Hei sayang.. kamu kenapa?" kata Randy lagi memegang kedua tangan Putri.
"Kamu kenapa marah-marah terus sama aku?" tanya Putri sambil menangis.
"Ya kamu kenapa punya pikiran aku akan memberikan obat yang membahayakanmu? Hei kamu istriku, mana mungkin aku mencelakai istriku sendiri," jawab Randy.
Seketika Putri memeluk Randy, "Udah dong kamu jangan marah-marah terus sama aku, istri lagi sakit bukannya di sayang malah kaya gitu," kata Putri semakin memeluk Randy erat.
"Kamu juga kenapa cuekin aku terus hmm," tanya Randy mengusap punggung Putri.
"Aku masih kesel aja sama kamu, kenapa kamu kasar sama aku gara-gara foto aku sama Kak Dika."
"Hei semua pria kalau liat foto masa lalu istrinya apalagi sedang di rangkul seperti itu pasti akan marah."
"Tapi itukan foto masih SMA," jawab Putri melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ya tetap saja, kamu sekarang sudah menjadi istriku dan kamu tidak berhak menyimpan foto pria lain di ponselmu sekalipun itu hanya teman."
"Aku kan baru pegang ponsel saat perjalanan menuju ke sini, kemarin-kemarin aku mana sempat pegang ponsel."
"Yasudah kalau begitu lagian aku sudah menghapus fotonya dan memblokir nomor pria itu," kata Randy memebenarkan posisi duduknya.
"Setelah pulang ke Bandung nanti kamu ganti nomormu dan hanya orang-orang terdekat saja yang boleh tau, satu lagi jangan pernah memintaku untuk menceraikan kamu karena itu tidak akan pernah terjadi," kata Randy tegas
Putri pun menganggukan kepala nya lalu kembali memeluk Randy.
"Terus sekarang kamu mau pergi kemana?"
"Ada yang ingin aku beli," jawab Randy singkat.
"Aku mau ikut kamu," kata Putri melepas pelukannya.
"Tapi kamu lagi sakit sayang," jawab Randy lagi.
"Yaudah kalau gitu kamu gak boleh pergi tanpa aku," kembali memeluk Randy.
"Aku hanya sebentar saja ko sayang."
"Hmm yaudah sana pergi," jawab Putri lalu mendorong Randy dan menarik selimutnya.
Randy pun menarik nafas panjang, "Yaudah aku gak jadi pergi, udah jangan ngambek lagi jelek tau," bujuk Randy.
"Aku mau tidur tapi mau di peluk sama kamu," jawab Putri manja.
"Yaudah sini aku peluk," Randy pun memeluk Putri erat dan mencium keningnya.
"Kamu sekarang istirahat ya sayang, biar cepet sembuh dan biar kita bisa jalan-jalan di sini" Ucap Randy tersenyum dan langsung di angguki Putri.
"Aku pikir kamu adalah wanita kuat dan tegas, tapi ternyata kamu wanita dengan penuh kejutan sayang.. Meskipun aku tau hatimu masih sakit karena sikapku tapi kamu masih bisa bersikap manja padaku, bahkan saat kamu marah padaku kamu masih tetap bisa tersenyum dan berkata baik padaku walaupun aku tau saat itu kamu sedang menahan amarahmu padaku, aku memang tidak salah menjadikanmu pendamping hidup dan ibu untuk anak-anakku.. Terimakasih sayang" batin Randy sambil menatap istrinya dan mengusap pucuk kepala istrinya.
Karena lelah Randy pun ikut terlelap bersama Putri sambil memeluknya dengan sangat erat.
Bersambung...
__ADS_1