CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 6


__ADS_3

Putri malu sendiri yang ternyata Randy hanya memakaikan seat belt saja.


"Astaga aku kira dia mau ngapa-ngapain aku, ternyata cuman mau pasangin seat belt aja. Lagian gara-gara grogi naik mobil berdua sama dia jadi lupa pasang seat belt," kata Putri dalam hati nya.


"Oh ya tadi di telpon kamu mau ngajak aku ke pesta pernikahan sahabat kamu, emang pacar kamu kemana?" tanya Putri tiba-tiba.


"Nih di sebelah aku," jawab Randy santai.


"Ih pede banget sih kamu, orang baru kenal juga," kata Putri.


"Biarin, lagian kamu belum punya pacar kan?" selidik Randy.


"Ya belum sih," kata Putri malu.


"Yaudah kalau gitu jadi pacar aku aja, mau kan?" jawab Randy seketika sambil menepikan mobilnya.


Pertanyaan Randy sontak membuat Putri kaget karena ia pun baru mengenal laki-laki di hadapan nya tadi pagi.


"Kita baru kenal Ran, kamu belum tau aku dan aku juga belum tau kamu, lagian aku gak mau pacaran, kalau serius ya langsung nikah aja,"kata Putri panjang lebar.


"Emang kamu udah siap nikah?" tanya Randy.


"InsyaAllah aku udah siap, tapi kan sebelum itu aku pengen lebih mengenal laki-laki nya dulu," jawab Putri.


"Emang kamu nyari calon suami yang gimana?" tanya Randy.


"Yang pasti baik, seiman, gak pernah bohongin aku, bertanggung jawab, setia," jawab Putri sambil melihat ke arah Randy.


"Lalu materi?" tanya Randy.


"Materi masih bisa di cari, aku juga masih sanggup kerja ko tapi bukan berarti laki-laki nya enak-enak di rumah diem, ya sama-sama bareng-bareng nyari rejeki buat rumah tangga," jelas Putri.


Randy hanya ngangguk-ngangguk mendengarkan kriteria Putri.


"Kalau kamu di minta suami kamu diem di rumah dan biarin suami kamu yang kerja mau?" selidik Randy lagi.


Putri pun kembali melihat ke arah Randy,


"Kalau suami aku minta aku untuk diem di rumah ya sudah aku bakalan diem di rumah, tapi tergantung kondisinya kalau seandainya kebutuhan finansial masih belum terpenuhi aku bakalan minta ijin untuk kerja biar bisa bantu," jawab Putri.


"Kalau suami kamu tetep kekeh gak ijinin kamu kerja gimanapun kondisi nya, kamu masih tetep kekeh mau kerja?" kata Randy.


"Ya kalau suami aku kekeh gak ijinin aku kerja yaudah aku nurut aja, lagian kalau udah jadi suami istri apapun yang aku lakukan kan harus berdasarkan ijin suami, kalau suami aku gak ijinin aku juga gak bakalan maksa," kata Putri.


"hmm oke oke." kata Randy manggut-manggut.


"Tapi kamu saat ini kerja kan?" tanya Randy lagi.


"Iya aku kerja di perusahaan tembaga," jawab Putri.


"Apa nama perusahaan nya?" tanya Randy lagi.

__ADS_1


"PT. Adijaya Pratama yang di Jl. xxx ." kara Putri.


Jawaban Putri seketika membuat Randy kaget, karena itu merupakan perusahaan nya tapi dia gak pernah ketemu dengan Putri setiap kali sidak ke sana.


"Divisi apa?" tanya Putri.


"Aku Manager Produksi, emang kenapa?" tanya Putri heran.


"Jelas aja gak pernah ketemu sama gue itu kan bagian si Chiko yang sidak," batin Randy


"Gak apa-apa ko, kalau kamu di minta untuk mengundurkan diri sama calon suami kamu, apa kamu mau? Secara kan gaji di sana besar banget," tanya Randy sambil kembali menjalankan mobilnya.


"Ya seperti yang bilang tadi, kalau suami aku bertanggung jawab aku siap-siap aja untuk mengundurkan diri," kata Putri.


"Ga sayang sama gaji nya yang besar? Lagian bukannya susah ya masuk ke perusahaan itu?" tanya Randy.


"Sayang sih, tapi kan tetep harus nurut sama suami dari pada jadi dosa," kata Putri.


"Hmm oke deh," Randy tersenyum puas dengan jawaban Putri.


"Kenapa sih ko kamu nanya-nanya gitu?" selidik Putri.


"Ah engga aku cuman pengen memastikan aja, karena aku juga cari calon istri dan jawaban-jawaban kamu tadi bikin aku yakin kalau kamu yang aku pilih untuk dampingi aku," kata Randy tersenyum dan melihat ke arah Putri.


"Maksud kamu?" tanya Putri.


"Iya, kamu mau nikah sama aku?" tanya Randy sambil memegang tangan Putri.


Putri sontak kaget dengan pertanyaan Randy yang di nilai nya terlalu cepat.


"Kita bisa lebih mengenal setelah kita menikah nanti, dimana rumah orang tua kamu?" kata Randy


Putri pun melepaskan pegangan Randy,


"Orangtua ku sudah lama meninggal karena sakit Ran," jawab Putri tertunduk.


"Maaf aku gak bermaksud buat kamu sedih, aku hanya ingin minta restu orangtua kamu aja," kata Randy sambil memegang pundak Putri.


"Terus kamu tinggal dimana?" tanya Randy lagi.


"Aku kost gak jauh dari perusahaan tempat aku kerja, biar gak telat dan hemat ongkos," kata Putri.


"Udah lama kamu kost disana?" tanya Randy.


"Baru dua tahun, semenjak aku kerja di sana, oh ya kamu kerja dimana?" tanya Putri.


"Besok aku ajak kamu ke tempat kerja aku," kata Randy santai dan Putri hanya manggut-manggut aja.


Saat di perjalanan Randy melihat sebuah restauran di tengah pemandangan gunung dan pesawahan, Randy pun mengehentikan mobil nya di sana,


"Kita makan dulu ya," kata Randy sambil melepas seat belt nya

__ADS_1


"Tapi aku masih kenyang Ran, soalnya tadi sebelum pulang aku di tawarin makan sama ibu nya Lira," tolak Putri.


"Yaudah kamu temenin aku makan, aku belum makan," Randy pun turun dari mobil nya dan membukakan pintu Putri.


"Makasih," kata putri tersenyum.


Randy pun memegang tangan Putri dan mengajaknya masuk, mereka berjalan beriringan sampai ke meja tempat mereka makan.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Randy.


"Aku pesen minum aja Ran, jus mangga satu ya mbak," kata Putri pada pelayan.


"Cemilan nya?" tanya Randy.


"Engga aku masih kenyang," tolak Putri.


"Yasudah saya steak beef satu tambah nasi satu porsi, minum nya air putih," kata Randy pada pelayan.


"Baik pak di tunggu pesanannya," kata pelayan ramah.


Randy hanya menganggukan kepalanya.


"Nanti dari sini kita ke butik ya untuk beli baju ke pesta nanti," ajak Randy seketika.


"Kenapa gak pulang dulu ke kosan aku aja? aku ada baju pesta ko," tolak Putri.


"Udah ga ada waktu lagi, acaranya di mulai jam tujuh malam perjalanan kesana satu jam," kata Randy singkat.


"Yaudah tapi nanti ke ATM dulu ya soalnya aku ga bawa uang cash banyak," jawab Putri.


"Buat apa uang cash banyak-banyak?" tanya Randy.


"Ya buat beli baju butik, kan pasti mahal harganya," jawab Putri


"Emang siapa yang suruh kamu bayar?" tanya Randy


"Terus siapa yang bayar? Kamu?" tanya Putri balik


"Ya jelas aku lah, mana mungkin aku minta kamu yang bayar," jawab Randy


"Tapi kan? Kita..."


"Apa? baru kenal?" potong Randy.


"Iya, nanti kamu ngira aku perempuan matre minta di beliin baju," jawab Putri


"Ya engga lah orang aku yang minta, udah ngikut aja," kata Randy.


"Yasudah terserah kamu saja," jawab Putri enggan berdebat lagi.


"Anak baik," kata Randy tersenyum.

__ADS_1


Makanan pun datang dan Randy pun segera makan dan Putri hanya minum saja sambil liatin Randy makan.


Bersambung...


__ADS_2