CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Thania pun tiba-tiba menelpon Putri untuk menanyakan kebenaran berita yang ia tulis pada pesan Whatsapp nya, saat ponsel Putri berdering Randy yang tengah asyik berbincang melihat ke belakang dan Putri mengerti maksud suaminya


"Dari Thania sayang, bolehkah aku mengangkatnya?" Randy pun menganggukan kepala nya dan kembali melihat ke depan.


"Hallo Thania..."


"Hallo Put, bener yang kamu bilang tadi? Kamu sudah menikah dengan Randy?" tanya Thania.


"Betul Than, kami menikah kemarin pagi" jawab Putri.


"Kenapa gak ngabarin aku?"


"Maaf Than, acara nya sangat singkat dan aku tidak sempat memegang ponsel."


"Bukannya kalian baru saling mengenal Put? Kenapa udah nikah aja? Apa terjadi sesuatu antara kalian berdua?" selidik Thania.


"Tidak Than, Randy adalah orang yang baik.. Mungkin karena memang sudah jalan dan jodohnya aku sama Randy dapat menikah meskipun kami baru saling mengenal, tapi aku menyayanginya Than," kata Putri dan melihat ke arah Randy yang sedang berbincang dengan Pak Sam.

__ADS_1


"Kamu dimana sekarang? bisa kita ketemu?" tanya Thania lagi.


"Aku baru sampai di Paris Than, kami berangkat tadi pagi dan aku baru sempat memegang ponsel dan mengabari kalian, maaf ya Than."


"Ah yasudahlah jika itu sudah keputusanmu aku hanya bisa berdoa untukmu semoga ini pernikahan yang pertama dan terakhir, semoga rumah tangga kalian langgeng sampai kakek nenek dan yang paling penting segera di beri momongan ya Put."


"Aamiin makasih doanya ya Than, nanti kalau aku pulang ke Bandung kita ketemu."


"Oke kabarin ya Put kalu udah di Bandung lagi, have fun ya disana," kata Thania lagi.


"Oke Than nanti aku hubungi kamu lagi ya, bye.." Putri pun menutup telpon nya dan Randy tiba-tiba meminta ponsel Putri.


"Untuk apa?"


"Udah sini ponselmu," Putri pun memberikan ponselnya pada Randy, ketika itu Randy mengecek ponsel Putri dari mulai pesan Whatsapp, kontak telpon dan foto. Setelah mengecek ponsel Putri Randy pun terdiam dan tetap memegang ponsel Putri, Putri yang berada di belakang pun mengkerutkan keningnya saat melihat Randy yang tiba-tiba diam setelah mengecek ponsel nya, Pak Sam pun hanya sesekali melirik ke arah Randy sambil tetap mengemudikan mobilnya lalu tak lama mobil yang di kendarai mereka pun sampai di parkiran hotel dan Pak Sam mempersilahkan Randy dan Putri sambil membukakan pintu untuk mereka lalu pak Sam pamit pada Randy dan Putri untuk kembali ke rumah nya dan meminta Randy menghubunginya jika akan bepergian dan hanya di angguki oleh Randy.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Putri memegang tangan Randy saat mereka berjalan menuju meja reseptionist, Randy pun tidak menghiraukan pertanyaan Putri dan hanya berbicara dengan petugas reseptionist untuk meminta kunci kamar yang telah di pesan Chiko, setelah petugas reseptionis memberikan kuncinya Randy pun berlalu meninggalkan Putri yang masih berdiri mematung di dekat meja reseptionist tanpa mengajaknya maupun menggandengnya membuat Putri pun hendak menangis namun ia tahan dan mengikuti Randy di belakangnya sampai di dalam lift tak ada percakapan antara mereka dan Putri hanya diam di belakang Randy hingga akhirnya mereka sampai di depan kamar hotel dan segera masuk.

__ADS_1


Putri yang melihat suaminya tetap tidak bergeming pun segera berlalu membuka koper dan mengambil satu setel baju tidur lalu berlalu masuk ke kamar mandi dan menguncinya, Randy hanya menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan lalu pergi keluar kamar tanpa berbicara apapun pada Putri sambil tetap membawa ponsel Putri di tangannya. Putri pun menangis sejadi-jadinya saat sudah di dalam kamar mandi untuk mengeluarkan segala rasa sesak yang sejak tadi ia tahan, lama Putri berada di kamar mandi sambil terduduk di lantai dan menangis. Setelah seluruh rasa sesaknya hilang Putri pun segera beranjak bersih-bersih dan memakai pakaian tidur, saat keluar dari kamar mandi Putri tidak melihat keberadaan suami nya yang semakin membuatnya sakit lalu kembali menangis di tempat tidur hingga ia terlelap.8 Saat waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari Randy baru kembali dan melihat istrinya tengah tertidur lalu ia menyimpan ponsel Putri dan ponselnya di nakas serta langsung tertidur di samping Putri dengan posisi membelakanginya.


Pagipun menjelang hingga cahaya matahari masuk di sela-sela gorden yang masih tertutup menusuk ke dalam mata Putri hingga ia terbangun dengan wajah sembab nya, saat Putri hendak bangun ia melihat suaminya tertidur di samping nya dengan posisi membelakanginya, rasa sakit kembali menusuk hati Putri entah apa yang dilakukan nya hingga suami nya mendiamkan Putri. Ia lalu bangun menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya lalu beranjak menuju balkon kamar untuk merasakan udara sejuk pagi itu yang sedikit membuatnya merasa nyaman, ketika Putri teringat dengan sikap suami nya ia pun tertunduk dan kembali menangis sesenggukan.


Tiba-tiba Randy mengahampiri Putri, "Kamu kenapa?" tanya Randy laku duduk di samping Putri menatap ke depan.


Putri hanya melihat sekilas ke arah Randy dan mengusap air matanya, "Tidak apa-apa," jawab singkat Putri dan kembali masuk ke dalam, Randy pun mengikuti Putri "Aku akan pergi keluar hari ini, apa kau ingin ikut?" kata Randy tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah mendiamkan Putri.


"Tidak kau saja," jawab Putri tanpa melihat ke arah Randy dan hendak masuk ke kamar mandi namun tangan nya di cegah oleh Randy seketika Putri pun menghentikan langkahnya dan menepis tangan Randy "Lepas! aku mau mandi," kata Putri dan berlalu ke kamar mandi.


Randy yang melihat istrinya merajukpun hanya mengepalkan tangan nya dan duduk di sofa menunggu Putri keluar dari kamar mandi, tak lama Putri keluar dan berusaha menghindari Randy akhirnya Randy yang sudah sangat kesal pun tak dapat mengontrol emosi nya hingga menarik tangan Putri dan menjatuhkannya di sofa dengan sangat keras "Kamu kenapa hah?" teriak Randy.


Putri yang mendapat perlakuan seperti itu dari Randy hanya menatapnya lalu tersenyum, "Inikah cara kamu memperlakukan istrimu?" kata Putri dengan pelan karena menahan tangis.


Randy pun tak bergeming dan kembali berteriak pada Putri "Kamu yang tidak menghargaiku sebagai suamimu, aku tanya kamu baik-baik malah pergi dan menepis tanganku kasar!" kata Randy membentak Putri.


"Itu karena kamu yang lebih dulu mendiamkan aku dari semalam Ran, tidakkah kamu ingat itu? Bahkan kamu yang tidak memperdulikanku sama sekali malah kamu pergi keluar tanpa memberitahuku lebih dulu! Apa? Apa salahku sama kamu Ran? Jika kamu menikahiku hanya untuk menyakitiku setelah mendapatkan aku sebagai pemuas nafsumu lebih baik kamu ceraikan aku," kata Putri dengan nada tinggi.

__ADS_1


Tanpa sadar Randy pun menampar wajah Putri dengan sangat keras hingga mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya dan tersungkur di sofa


Bersambung...


__ADS_2