
Tiga puluh menit sudah Randy mengendarai mobilnya menuju hotel tempat pernikahan sahabat Randy, setibanya di hotel Randy yang hendak turun melihat ke arah Putri yang tampak gelisah, sambil melepaskan seat belt Randy pun bertanya sambil memegang tangan Putri,
"Kamu kenapa?" tanya Randy.
"Aku gugup Ran, ini kan acara sahabat kamu disana pasti banyak sahabat-sahabat kamu yang lain dan membawa pasangan mereka yang cantik-cantik, sedangkan aku? aku takut bikin kamu malu Ran," kata Putri menunduk.
"Hei kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu? Siapa bilang kamu gak cantik? Kamu sangat cantik Put, bahkan tanpa berdandan seperti ini pun kamu sudah terlihat cantik. Tidak perlu gugup ada aku yang akan selalu di samping kamu selama di dalam," kata Randy menenangkan.
"Tapi Ran gimana kalau ada sahabat kamu yang kenal sama aku?" tanya Putri.
"Ya bagus dong kalau ada sahabat aku yang kenal sama kamu, jadi aku tidak perlu repot-repot untuk ngenalin kamu ke mereka lagian gak ada yang salah dengan diri kamu Put, jadi gak usah terlalu khawatir dengan anggapan-anggapan sahabat aku tentang kamu sekarang kita turun dan masuk ke dalam ya," ajak Randy sambil memegang tangan Putri kembali.
"Tapi kamu janji ya gak akan ninggalin aku selama di dalam?" pinta Putri pada Randy.
"Iya aku janji," Randy pun turun dari mobil nya dan Putri hanya menarik nafas panjang sebelum ia turun
Setelah Randy membukakan pintu untuk Putri, Randy segera meraih tangan Putri dan membawanya masuk ke dalam hotel. Dia merasakan tangan Putri yang dingin karena kegugupan nya.
Randy pun melihat ke arah Putri dan tersenyum, "Udah jangan gugup, ada aku ko," kata Randy.
Putri hanya menanggapi perkataan Randy dengan senyuman, meski ia pun harus melawan kegugupannya dan berusaha untuk tampil biasa saja di depan sahabat-sahabat Randy. Setelah masuk ke tempat dimana acara pesta di adakan Putri merasa terpana dengan kemewahan acara tersebut yang di hiasi dengan bunga-bunga hidup berwarna merah dan putih serta hiasan lampu-lampu kristal dan berbagai makanan modern dihidangkan di beberapa meja. Seketika lamunan Putri pudar saat Randy memanggilnya
"Putri kamu duduk dulu di meja nomor empat ya aku akan bawakan untuk kamu dulu," kata Randy pada Putri.
"Kita bareng-bareng aja Ran, aku ga mau di tinggal sendiri lagian kan kamu belum tau makanan yang aku suka," jawab Putri percaya diri.
Seketika ucapan Putri membuat Randy terdiam "Kamu benar juga, yasudah ayo kita kesana," ajak Randy menuju tempat hidangan.
Saat mereka sedang memilih hidangan untuk di bawa ke meja tiba-tiba Randy di tegur oleh sahabatnya Chiko,
__ADS_1
"Wiihhh gebetan baru nih," kata Chiko sambil tersenyum ke arah Randy.
"Lo kebiasaan tiba-tiba nongol tanpa di undang, ini bukan gebetan gue ini calon istri gue," jawab Randy santai.
Jawaban Randy seketika membuat Putri dan Chiko melotot
"Serius lu Ran? Waahhh selamat ya bro akhirnya berhenti juga lu jadi playboy," jawab Chiko yang kembali membuat Putri melotot.
"Lu gak usah provokasi calon gue, kapan gue jadi playboy?" kata Randy sambil meninju lengan atas sahabatnya itu.
"Wiihhh santai bro, becanda hahaha by the way siapa nama nya teh?" tanya Chiko sambil mengulurkan tangan nya pada Putri.
Randy pun segera menepis tangan Chiko "Gak usah sambil salam-salaman bisa gak?" kata Randy galak.
"Hahaha galak amat lu jadi cowok, lagian dia juga mana mau sama gue yang cuman bawahan elu," kata Chiko sambil menarik tangannya.
"Belum di jawab teh, namanya siapa?" tanya Chiko lagi.
"Ko kaya sering ketemu ya?" Chiko berpikir sejenak.. "Oh iya kamu manager produksi ya?" tanya Chiko tiba-tiba.
Pertanyaan Chiko sontak membuat Putri kaget karena firasatnya benar akan ada yang mengenali nya.
"I.. iya, bapak audit yang sidak kemarin ya?" tanya Putri lagi.
"Iya betul, waaahhh ternyata kamu calon nya sang CEO muda ya tau gitu kemarin ga usah saya sidak aja tinggal minta laporan dari kamu," kata Chiko sekenanya.
"Maksud bapak?" jawab Putri tidak mengerti.
"Udah gak usah di ladenin ocehan nih orang yuk kita ke meja aja," ajak Randy sambil melotot ke arah Chiko yang membuat Chiko garuk-garuk tengkuk nya karena tidak paham maksud bos nya.
__ADS_1
Saat menuju ke meja Putri mencoba mencerna perkataan Chiko sambil sesekali melirik Randy, saat sudah di meja Randy mencoba mengalihkan pikiran Putri untuk mengajak nya ngobrol dan sesekali bercanda sampai akhirnya Randy mengajak Putri untuk menghampiri sahabatnya Derry dan istrinya di pelaminan
"Kita ke pengantinnya dulu yuk mumpung tamu-tamu nya udah gak begitu banyak, setelah itu kita pulang," kata Randy.
"Iya ayo," kata Putri mengangguk.
Selama menuju ke pelaminan selalu terhalang oleh teman dan kolega Randy yang menanyakan dengan siapa dia datang, dan Randy selalu menjawab dengan jawaban yang sama yakni CALON ISTRI. Putri pun di buat heran kenapa banyak sekali yang menyapa Randy dan hormat padanya "Sebetulnya siapa dia? kenapa banyak yang mengenalinya? hmm ini kan acara sahabatnya, jelas banyak yang mengenali Randy lalu kenapa dia selalu mengenalkan aku calon istrinya? Kan kita baru ketemu tadi pagi, ah sudahlah nanti aku tanyakan setelah di mobil," batin Putri.
Setelah berlama-lama Randy dan Putri terhalang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari teman dan kolega nya akhirnya mereka bertemu dengan pengantin nya, begitupun pertanyaan yang sama di tanyakan oleh sang pengantin,
"Selamat bro akhirnya sampai juga di titik ini," kata Randy pada Derry.
"Makasih bro, gue liat-liat bawa cewek ni siapa bro?" tanya Derry.
"Calon gue bro, giliran gue nanti yang undang elu," kata Randy sambil melihat ke arah Putri.
"Wah hebat juga lu gak pernah di kenalin ke siapa-siapa tiba-tiba mau di nikahin aja, tapi bagus bro biar ga di embat sama temen sendiri," kata Derry menyindir Randy.
Randy pun hanya menepuk pundak Derry tanda untuk Derry tidak melanjutkan ucapannya lagi, Derry pun segera mengerti dan mengalihkan menyapa Putri,
"Hati-hati ya Teh dia mah orang nya suka nyakar kalau lagi marah," kata Derry sambil menunjuk Randy.
"Lu pikir gue singa pake cakar-cakar segala," kata Randy menepuk tangan Derry.
Derry, istrinya dan Putri hanya tertawa melihat ekspresi Randy yang terlihat konyol.
"Teh hati-hati ya malam pertamanya harus sedia tali, beringas soalnya," kata Randy pada istri derry yang berhasil membuat Randy mendapatkan tinjuan keras dari Derry.
Setelah berbincang-bincang dengan sang pengantin akhirnya mereka pun berfoto dan pamit untuk pulang lebih dulu karena Randy harus mengantar Putri yang sudah tampak sangat lelah.
__ADS_1
Bersambung...