
Saat Randy berjalan menuju titik lokasi terakhir pada handphone Putri tiba-tiba seseorang menelpon Randy.
"Halo," kata Randy.
"Apa anda mencari istri kesayanganmu?" kata seseorang di seberang sana.
"Siapa kamu? Dimana istri saya! Jangan pernah coba-coba menyentuhnya sedikitpun!" kata Randy dengan nada tinggi.
"Hahahaha sungguh hanya laki-laki tidak normal yang tidak menyukai istrimu," kata pria itu.
"Jangan coba macam-macam dengan istriku jika tidak ingin kehilangan lehermu!" kata Randy dengan nada tinggi.
"Hahahaha," tawa pria itu lagi lalu mematikan teleponnya.
"Halo halo shitt!" kata Randy kesal.
Randy pun segera mengecek kembali titik terakhir handphone Putri dan ternyata masih berada di tempat yang sama, saat Randy hendak pergi asistan Randy Chiko pun datang.
"Ran kamu mau kemana?" tanya Chiko.
"Kebetulan kamu ada disini Putri di culik bro, antar gue kesana," kata Randy.
"Hah Putri di culik? Kenapa bisa?" kata Chiko lagi memegang Randy.
"Sudahlah kamu jangan banyak tanya dulu yang penting sekarang segera selamatkan Putri aku tidak ingin dia kenapa-kenapa," kata Randy dengan cepat.
Mereka pun segera pergi ke titik lokasi terakhir handphone Putri dan ternyata disana hanya ada sebuah taksi yang terparkir tidak jauh dari rumah sakit tempat Randy di rawat Randy segera turun dari mobil dan memeriksa ke dalam taksi tersebut sedangkan Chiko bertanya pada orang-orang yang berada di sekitar itu apa yang terjadi. Randy pun menemukan handphone Putri yang tergeletak di bawah bangku penumpang.
"Ran, kata warga sekitar katanya ada yang membawa Putri menggunakan mobil jeep putih ke arah puncak," kata Chiko menghampiri Randy yang tengah melamun.
"Lo yakin bro?" tanya Randy.
Tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri Randy dan Chiko.
"Pak maaf apa bapak mencari wanita yang di bawa tadi?" tanya wanita itu.
"Ah iya mbak dia istri saya, apa mbak memiliki informasi lain?"
__ADS_1
"Ini pak saya tadi sempat memvideo saat istri bapak di bawa ke dalam mobilnya karena saya melihat ada yang tidak wajar saat istri bapak di masukkan ke dalam mobil dan saya melihat sopir taksi itupun ikut di bawa," kata wanita itu memberikan ponsel nya.
"Baiklah terimakasih mbak," kata Randy mengambil handphone wanita itu dan segera melihat isi video nya.
Randy sangat marah ketika ia melihat Putri di lempar ke dalam mobil bersama supir taksi itu.
"Mbak bisakah mbak kirim video ini ke handphone saya untuk barang bukti ke polisi?" kata Randy.
"Baik pak."
Chiko sibuk menelpon pak Sam dan polisi untuk membantu mencari Putri dan melacak plat nomor mobil yang Chiko lihat saat melihat video tadi.
Setelah selesai mengirimkan video ke handphone Randy, Randy dan Chiko segera bergegas kembali ke mobil tak lupa Randy mengucapkan terimakasih pada wanita itu.
"Ran gue udah telepon polisi dan pak Sam untuk membantu kasus ini dan gue minta pihak polisi untuk melacak plat nomor mobil yang menculik Putri," kata Chiko di dalam mobil.
"Baiklah kalau begitu kita ke arah puncak saja biar polisi dan pak Sam menyusul lo tetap minta kabar dimana Putri berada sekarang," kata Randy dengan tatapan kosong.
"Oke bro, lo jangan khawatir gue yakin Putri baik-baik saja sekarang," kata Chiko menenangkan.
"Halo," kata Randy.
"Jika kamu ingin istrimu selamat segera pergi ke vila yang ada di puncak sekarang tanpa membawa polisi jika kamu membawa polisi kemari jangan harap istrimu kau temui dalam keadaan hidup," ancam pria tersebut lalu mematikan teleponnya.
"Brengsek! Berani-beraninya macam-macam denganku!" hardik Randy.
"Apa itu penculiknya bro?" tanya Chiko.
"Ya dia memintaku untuk datang ke vila yang ada di puncak tanpa membawa polisi," kata Randy.
"Baiklah berapa nomor penculiknya? Biar ku kirimkan ke polisi dan pak Sam," kata Chiko menepikan mobilnya.
"Ah iya tadi ada nomor masuk tanpa privat nomor," kata Randy dan mengotak atik ponsel nya dan menemukan nomor itu serta memberikan pada Chiko.
Setelah nomor itu sampai di ponsel Chiko, Chiko pun segera mengirimkan nomor itu ke polisi dan pak Sam serta meminta polisi untuk melacak keberadaan Putri dengan bantuan polisi setempat untuk memudahkan mereka menemukan Putri dengan cepat. Selesai mengirimkan nomor itu Chiko pun segera mengemudikan kembali mobilnya menuju puncak, selama di perjalanan Chiko melihat Randy yang tampak gelisah sambil sesekali memegang kepalanya.
"Bro apa lo baik-baik saja? Gue perhatikan lo tampak gelisah, apa kepala lo sakit lagi?" tanya Chiko.
__ADS_1
"Hanya sedikit sakit saja, gue khawatir dengan keadaan Putri seandainya gue tidak sakit mungkin Putri saat ini masih ada di samping gue bro," kata Randy menatap ke depan.
"Sudah bro jangan menyalahkan diri lo seperti itu, lebih baik lo berdoa sekarang mudah-mudahan Putri baik-baik saja dan apa sebaiknya lo menunggu di rumah sakit agar lo bisa istirahat?" kata Chiko.
"Tidak perlu, aku ingin memastikan Putri baik-baik saja dengan mata kepala gue lagian yang mereka inginkan itu gue hadir di hadapan mereka karena sasaran utamanya gue bukan Putri,"
"Baiklah kalau itu mau lo, tapi kalau lo merasa kepala lo semakin sakit lo kasih tau gue jangn sampai lo malah semakin drop saat di sana," kata Chiko.
"Oke bro gue pasti baik-baik saja," jawab Randy mantap.
"Sayang bertahanlah, aku akan segera menjempumu," batin Randy.
Pak Sam pun menelpon Randy, "Halo pak Sam," kata Randy
"Halo pak saya sudah menemukan titik lokasi penculik itu dan saat ini saya sudah menuju kesana bersama penjaga yang lain dan polisi," kata pak Sam.
"Ah baiklah kamu share lokasi Putri saat ini ke saya," kata Randy cepat.
"Baik pak."
Setelah menerima lokasi Putri sekarang Randy segera memberirahu Chiko dan memasang GPS nya di mobil Chiko, tertulis disana lima puluh lima menit untuk Randy dan Chiko sampai disana, Chiko pun segera tancap gas dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai di lokasi Putri. Penculik itu pun kembali menelpon Randy,
"Halo," kata Randy.
"Halo sayang, tolong aku," teriak Putri disertai isak tangis.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" kata Randy panik.
"Hahaha kamu dengar kan istrimu sedang sangat terpukul saat ini, segera datang kemari karena kami juga sangat lapar untuk segera memakan istrimu di depan mata kepalamu! Hahahaha," kata penculik itu lalu mematikan teleponnya.
"Halo jangan pernah menyentuh istriku!" teriak Randy.
"Bro kenapa? Putri baik-baik saja?" kata Chiko panik.
"Lajukan mobil nya lebih cepat lagi," teriak Randy.
Chiko yang mengerti dengan kondisi Randy saat ini tidak banyak bicara lagi dan segera menancap gas dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1