
"Sayang apakah sudah selesai?" tanya Randy saat keluar dari kamar ganti.
"Iya sayang sebentar lagi selesai," kata Putri yang sedang memakai jilbab.
Randy bergegas mengambil ponsel dan kunci mobilnya lalu menghampiri istrinya,
"Ayo sayang kita berangkat!" kata Putri menarik lengan Randy.
Randy pun tesenyum manis ke arah Putri yang begitu bersemangat karena hendak pergi jalan-jalan, tampak senyuman yang membahagiakan pada raut wajah Putri saat keluar dari kamar dan menuruni anak tangga bersama Randy.
"Sayang kita mau kemana dulu?" tanya Randy.
"Aku ingin makan dulu sayang cacing-cacing di perutku sudah demo meminta makan," jawab Randy memegang perutnya.
"Baiklah kamu mau makan apa?" tanya Randy memegang pucuk kepala Putri.
"Hmm aku ingin daging hotpot sayang di restaurant Korea," jawab Putri antusias.
"Baiklah tuan Putri," kata Randy mencubit manja hidung Putri.
Ketika sampai di bawah Randy berpapasan dengan bi Sumi yang hendak keluar,
"Bi kita akan mkan di luar ya bibi belum masak kan?" kata Putri.
"Belum non soalnya makanan yang tadi pagi juga masih ada," jawab bi Sumi.
"Apa tidak ada yang memakanny bi?" tanya Putri.
"Tidak non bibi pikir non Putri sama den Randy akan makan di rumah," jawab bi Sumi.
"Maaf ya bi aku ingin sekalian ajak Putri jalan-jalan," kata Randy.
"Kalau begitu makanan nya untui karyawan yang lain saja y bi sama untuk bapak-bapak polisi yang tadi mengantar kami kemari biar tidak mubazir," kata Putri.
__ADS_1
"Baik non nanti bibi hangatkan dulu masakannya," jawab bi Sumi.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya bi," kata Randy.
Mereka pun berjalan keluar rumah dengan terus bergandengan tangan, Randy segera membukakan pintu mobil untuk Putri. Putri pun membalas senyum pada Randy yang juga tersenyum manis padanya, mereka segera meluncur ke tempat makan yang Putri inginkan. Karena tempatnya yang memang jauh dari rumah mereka pun harus menempuh waktu hingga tiga puluh menit untuk sampai di restauran Korea karena perjalanan yang jauh Putri meminta Randy untuk mampir di supermarket terlebih dahulu untuk membeli minum dan cemilan sekalian untuk di rumah yamg memang telah habis.
"Ambilah yang kamu inginkan," kata Randy saat masuk ke dalam supermarket.
Dengan semangat Putri memasukkan beberapa jenis cemilan mulai dari biskuit, roti, cokelat, makanan ringan, susu kemasan dan minuman kesukaan Randy hingga keranjang yang Randy bawa hampir penuh dengan berbagai jenis makanan yang Putri inginkan. Ketika melihat keranjang yang sudah hampir penuh Putri hanya nyengir kuda pada Randy dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hehe sayang kebanyakan ya," kata Putri.
"Tidak sayang segini mana di bilang banyak, ambil lagi saja jika ada lagi yang kamu mau,' kata Randy.
"Hehe tidak sudah itu saja ayo kita ke kasir," kata Putri.
"Yakin ini cukup untuk stok makananmu di rumah?" tanya Randy memastikan.
Mereka pun menuju kasir untuk membayar makanan mereka tampak Randy menunggu di pintu keluar sambil memainkan ponsel sedangkan Putri mengantri.
Ketika sedang mengantri Putri melihat Randy dari kejauhan sedang berbincang dengan wanita seusianya yang tampak akrab ia bertanya-tanya siapa wanita yang sedang berbincang dengan suaminya itu bahkan Randy tidak menghiraukannya yang sedang memperhatikan mereka.
Putri tampak sangat kesal dan ingin segera menghampiri Randy namun karena antrian yang begitu panjang akhirnya ia harus bersabar hingga sampai gilirannya untuk membayar.
Kembali Putri melihat dari kejauhan wanita yang berbincang dwngam Randy seperti memberikan nomor ponsel pada Randy sehingga membuatnya kembali emosi, ia tak habis pikir suaminya tersebut berani-beraninya memimta nomor ponsel wanita lain di depan matanya dan tidak menghiraukan keberadaanya sedikitpun.
"Awas saja kamu!" gerutu Putri.
Tiba saatnya giliran Putri membayar belanjaannya ketika melihat ke arah suaminya ternyata wnnita tadi telah pergi tampaklah Randy yang sedang memperhatikannya sambil tersenyum karen masih kesal dengan sikap Randy dan wanita tadi akhirnya Putri membuang muka ke arah lain membuat Randy mengernyitkan dahinya.
Selesai membayar Putri berjalan menghampiri Randy dan dengan sigap Randy mengmbil kantong belanjaan Putri namun Putri malah berjalan mendahuli Randy tanpa berkata satu patah kata pun dan msuk ke dalam mobil, melihat istrinya yang merajuk Randy mempercepat langkahnya dan memasukkan kantong belanjaannya ke bagasi lalu masuk ke dalam mobil dan melihat istrinya yang tengah memandang keluar jendela tanpa memghiraukannya.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Randy memegang tangan Putri namun segera di tepis oleh Putri.
__ADS_1
"Apa ada yang menyakitimu sayang?" tanya Randy.
Putri hanya mendelik tak suka pada Randy lalu kemnbali memalingkan wajah nya ke jendela.
"Siapa wanita tadi?" tanya Putri.
"Oh dia teman kuliahku sayang jangn salah paham dulu tadi dia meminta pekerjaan padaku karena sudah beberap bulan ia menganggur dan saat ini ayahnya sedang sakit keras tadi aku memberikan nomor HRD di perusahaan untuk meminta lowongan pekerjaan," jelas Randy.
Putri pun melihat mata suaminya, "Apa kau tidak sedang membohongiku?" tanya Putri.
"Silahkan periksa ponselku sayang," kata Randy memberikan ponselnya pada Putri.
Dengan segera Putri mengecek ponsel Randy dan aktivitas terakhirnya ternyata memang ia memberikan nomor ponsel HRD kantornya akhirnya Putri pun percaya dan tersenyim ke arah suaminya sambil memberikan ponselnya.
"Awas saja kalau kamu berani memberikan nomorku pada wanita lain," ancam Putri.
"Mana mungkin aku memberikan nomorku pada wanita lain sayang, jadi istriku ini sedang cemburu ya?" goda Randy.
"Apaan sih ngga siapa juga yng cemburu!" jawab Putri memalingkan wajahnya.
"Yakin? Lalu apa artinya kamu marah-marah padaku jika bukan karena cemburu hmm?" goda Randy lagi mendekatkan wajahnya.
"Tidak!" jawab Putri cepat.
"Masih tidak mau mengakuinya?" goda Randy semakin mendekatkan wajahnya.
"Ahhhh iya iya aku cemburu! Memangnya tidak boleh jika seorang istri cemburu sama suaminya sendiri?" kata Putri menatap tajam Randy.
"Tentu boleh sayang aku sangat menyukainya apalagi jika kamu salah tingkah seperti ini, semakin menggemaskan!" kata Randy yang mencubit pelan pipi Putri lalu kembali memperbaiki posisi nya di kursi kemudi sambil tersenyum lebar karena berhasil menggoda istriny yang mulai cemburu terhadapnya.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju restauran Korea yang tinggal lima belas menit lagi untuk sampai disana, sambil memunggu Putri mengambil cemilannya untuk mengganjal perutnya yang sudah sangat keroncongan sambil meyuapi suaminya juga.
Putri telah menghabiskan beberapa potong roti yang ia beli tadi sedangkan Randy hnya menghabiskan satu potong roti saja karena ia berjaga agar tidak terlalu kekenyangan saat makan di restauran nanti.
__ADS_1