
Ketika Randy sampai di rumahnya ia segera menggendong Putri dan bi Sumi membukakan pintu untuk tuan nya.
"Ya Allah ini kenapa pak?" kata Bi Sumi.
"Cepat bukakan pintu kamar saya dan buatkan makan untuk kami," perintah Randy yang langsung di angguki bi Sumi.
Setelah sampai di kamar Randy segera membaringkan Putri di tempat tidur nya, lalu ia segera masuk ke kamar mandi karena sudah sangat gerah. Saat Randy keluar dari kamar mandi Putri masih terlelap dan ia pun menghampiri Putri dan mengelus kepala nya.
"Aku akan segera menikahimu dan akan ku pastikan lelaki tua itu mendekam di penjara selama nya, kalau perlu aku juga akan menghancurkan keluarganya," sumpah randy.
Ia pun kembali menelpon pengacaranya.
"Hallo, gimana kelanjutan kasusnya? Sudah di tangani?" kata Randy.
"Sudah pak saat ini tersangka sedang di bawa ke rumah sakit polri dulu untuk mendapatkan perawatan karena kondisi nya sudah sangat mengkhawatirkan," ucap pengacara nya dengan sangat hati-hati.
"Baiklah, pastikan dia mendapat hukuman yang berat," pungkas Randy.
Dia pun turun ke bawah untuk memastikan bi Sumi memasak makanan yang sehat untuk Putri, saat Randy hendak turun ke bawah tiba-tiba Putri menjerit dan menangis. Randy pun segera menghampiri Putri dan menenangkannya.
"Hei Putri sssttt..... tenang ada aku," seraya memeluk Putri dengan sangat erat namun Putri terus memberontak dan menangis.
"Putri.. hei... hei tenang ini aku Randy sssttt," Putri pun tetap tak bergeming dan terus menangis.
"Putri.. sayang... heiii tenanglah ada aku disini, aku Randy Put, lihat aku!! lihat aku!" kata Randy berteriak.
Putri pun membuka matanya, mendongak dan melihat ke arah Randy.
"Ini aku Randy," kata Randy lagi sambil menangkup pipi Putri sambil tersenyum.
"Randy," kata Putri lemah.
"Iya, aku ada disini tenanglah sayang," jawab Randy.
Putri pun segera memeluk Randy dengan sangat erat dan menangis sesenggukan "A...ku ta..kut Ran huhuhu."
"Jangan takut, aku akan selalu ada di samping kamu," Randy mengusap kepala Putri.
"Sudah jangan menangis lagi ya, nanti cantik kamu hilang," kata Randy lagi sambil mencolek hidung Putri dan tersenyum.
"Tapi gimana kalau dia ke kosan aku Ran aku takut," jawab putri menangis lagi.
"Kamu tidak usah khawatir, dia tidak akan mengganggumu lagi karena dia sudah berada di penjara."
"Bagaimana jika keluarga nya tidak terima dan terus mencari aku Ran?" tanya Putri.
"Jika itu terjadi aku yang akan menangani mereka semua, kamu tidak perlu merasa khawatir," jawab Randy.
"Tapi Ran kamu tidak akan selalu 24 jam bersama ku, jika nanti mereka datang saat aku di kosan gimana?" tanya Putri lagi.
"Seperti janjiku, aku akan menikahimu besok dan kamu akan tinggal disini bersamaku," jawab Randy mantap.
"Lalu persyaratan nikah nya gimana? Aku bahkan belum mempersiapkannya."
__ADS_1
"Itu bisa di urus oleh pengacaraku, yang penting kamu dan aku menikah besok, kamu mau kan?"
Putri pun menganggukan kepalanya, "Bismillah... semoga ini pilihan yang tepat aamiin" batin Putri.
"Yasudah kalau begitu kita makan dulu, kamu belum makan kan dari pagi?" kata Randy.
Putri hanya menggelengkan kepalanya, "Tapi aku mau cuci muka dulu dimana toiletnya?" setelah Randy menunjukkan toiletnya Putri pun berlalu ke toilet dia bukan hanya cuci muka tapi mandi agar lebih segar.
Beberapa menit kemudian Putri pun keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat segar namun matanya masih terlihat sembab.
"Kamu mandi?" tanya Randy karena mencium aroma sabun mandi saat Putri mendekat.
"Iya Ran agar lebih segar" jawab Putri singkat.
"Baiklah ayo kita turun."
Mereka pun turun beriringan sesekali Randy melirik Putri yang terlihat melamun saat menuruni tangga.
"Jangan melamun nanti jatoh," tegur Randy tiba-tiba dan memegang tangan Putri.
"Ah iya maaf, oh ya dimana orangtua mu?" Kenapa rumahnya sepi?" tanya Putri.
"Aku tinggal disini sendiri, orangtua ku meninggal sejak aku usia empat tahun dan sejak kecil aku di rawat oleh bi sumi asistan di rumah ini namun aku sudah menganggapnya sebagai ibuku sendiri," kata Randy saat sudah sampai di meja makan.
Tak lama bi Sumi pun keluar dari dapur dan menata hidangan yang telah di masaknya.
"Silahkan den Randy dan non Putri," kata bi Sumi sambil tersenyum.
"Makasih bi, oh ya bi kenalin ini Putri calon istri Randy dan besok kita akan menikah," kata Randy.
"Alhamdulillah, bibi ikut senang mendengar aden akan segera menikah apalagi sepertinya calon nya aden wanita baik-baik almarhum nyonya dan tuan pasti juga akan sangat bahagia jika aden menikah," kata bi Sumi sambil tersenyum pada Randy dan Putri.
"Terimakasih bi, Putri ini bi sumi yang selalu merawatku dari aku masih bayi."
"Putri.." Putri mengangguk dan tersenyum pada bi Sumi.
"Oalaah.. ayu tenan senyumnya, pantesan den Randy klepek-klepek sama non Putri." jawab bi Sumi seketika.2
"Makasih bi..." Putri pun kembali tersenyum pada bi Sumi
"Yaudah silahkan di makan hidangan nya nanti keburu dingin, bibi lanjut ke belakang lagi ya," kata bi Sumi dan berlalu pergi.
Mereka pun makan tanpa ada yamg bersuara selain suara sendok, garfu dan piring. Selesai makan Randy mengajak Putri ke halaman belakang rumah yang ternyata di sana terdapat sebuah kolam renang besar dengan lampu-lampu di pinggir-pinggir kolam nya, Randy pun membawa Putri untuk duduk di gazebo dekat kolam renang.
"Ran... aku mau tanya sesuatu sama kamu."
"boleh, tanya aja."
"Kamu kerja dimana? Aku lihat sepertinya kamu bukan orang sembarangan."
"Sebetulnya aku CEO di perusahaan tembaga tempat kamu bekerja, dan tempat kamu bekerja kemarin adalah salah satu anak perusahaanku tentunya kamu sangat tau dimana kantor pusatnya, disitulah aku bekerja," jawab Randy yang tentunya dapat tatapan tajam dari Putri.
"Jadi selama ini aku dekat dengan bos ku sendiri?"
__ADS_1
"Ya tepat sekali," kata Randy tersenyum.
"Lalu kenapa kamu menyuruhku untuk mengundurkan diri? Apa kamu tidak ingin aku mengganggumu?"
"Aku tidak ingin istriku lelah bekerja biarkan aku yang bertanggunh jawab atas dirimu dan anak-anak kita, lagian kan kamu sendiri yang bilang kalau calonmu meminta untuk kamu tidak bekerja kamu akan mengikutinya bukan?"
"Bukan karena kamu memiliki rahasia besar yang takut untuk aku ketahui jika aku masih bekerja di perusahaanmu?"
"Tidak ada rahasia apapun yang aku sembunyikan, jika kamu tidak percaya kamu boleh datang ke kantor Pusat untuk mengeceknya."
Putri hanya terdiam sebentar, "Kalau aku bekerja di perusahaan pusat gimana? Itu kan jauh lebih baik."
"Aku tidak mengijinkan kamu bekerja, cukup layani suamimu saja," kata Randy tersenyum.
"Kalau aku bosan di rumah gimana?"
"Kamu tinggal datang ke kantorku kapanpun kamu mau."
"Benarkah?"
"Tentu saja, ada lagi yang kamu ketahui dari aku?"
"Hmm untuk saat ini tidak ada, tapi kalau nanti aku ingin mengetahui sesuatu dari kamu bolehkan aku bertanya lagi?"
Randy pun tertawa sambil memegang pucuk kepala Putri, "Tentu saja boleh, kenapa harus minta ijin dulu?"
"Ya aku takut kamu marah jika aku banyak bertanya tentang kehidupanmu."
"Tentu tidak, kamu berhak mengetahuinya," jawab Randy tersenyum.
"Ayo kita kembali ke kamar, udaranya sudah dingin."
"Baiklah ayo."
Mereka pun kembali dalam rumah dan masuk ke kamar tiba-tiba.
"Eh tunggu dulu, apa kita akan tidur sekamar?"
"Memangnya kenapa? Besok kita kan akan menikah jadi tidak apa-apa kan? Tenang saja aku akan tidur di sofa dan aku tidak akan melakukan apapun padamu sebelum kamu menjadi istriku," jawab Randy yang mengerti dengan tatapan Putri.
"Tapi apa kamu akan tidur dengan pakaian itu?"
"Aku tidak memiliki pakaian lain Ran, jadi biarkan saja aku tidur dengan pakaian ini."
"Di kamar ganti sudah terdapat baju untukmu, gantilah," kata Randy sambil memainkan ponselnya.
"Kapan kamu membelinya?" tanya Putri heran.
"Udah ganti saja, dari pada kamu jadi gatal," jawabRandy tanpa menoleh ke arah Putri.
"Hmm baiklah dimana kamar gantinya?"
Randy hanya menunuk ke arah kamar ganti dan kembali memainkan ponselnya, lalu Putri berlalu pergi ke kamar ganti.
__ADS_1
Bersambung...