
Akhirnya setelah melewati berbagai ujian di awal pernikahan Allah telah mempercayakan mereka untuk menjadi orangtua yang membuat mereka sangat bahagia dengan kabar baik ini terutama Randy yang memang sudah menginginkan kehadiran buah hati agar rumah nya semakin ramai dan hangat. Putri juga masih dengan tangis haru nya karena tidak menyangka kalau ia akan cepat di beri kepercayaan untuk mengandung buah hati mereka. Saat mereka tengah menikmati kebahagiaan mereka seseorang mengetuk pintu kamar Putri dan Randy membiarkan ia masuk yang ternyata Chiko bersama pengacara membawa buah tangan untuk Putri, karena kondisi Randy sedang sangat bahagia ia pun menyambut hangat keduanya sambil merangkul mereka membuat keduanya saling pandang karena Randy tidak pernah melakukan hal itu biasanya Randy selalu cuek dengan siapapun termasuk mereka tapi entah karena ada angin apa Randy menjadi berubah drastis. Putri yang menyadari kebingungan Chiko dan pengacara pun akhirnya mempersilahkan mereka duduk dan berterimkasih pada mereka karena sudah meluangkan waktu untuk menjenguknya.
Tak lupa Randy menawarkan mereka minum membuat mereka semakin heran dengan sikap Randy yang tiba-tiba baik bahkan Chiko mengira Randy telah terbentur tembok sehingga ia bisa bersika seperti sekarang, namun tetap saja mereka memanfaatkan kebaikan Randy dan meminta di buatkan kopi membuat Randy menatap mereka tajam tapi tetap saja melakukannya dan berlalu ke dapur membuat tiga kopi untuk nya juga, Putri hanya tersenyum geli saat mereka mengerjai Randy dan ajimumpung dengan kebaikan Randy. Chiko pun melirik ke arah Putri yang sedang menahan senyum "Suamimu apa kebentur tembok ya Put, kenapa dia tiba-tiba jadi baik seperti itu?" bisik Chiko dan di angguki pengacara.
Karena tidak tahan sejak tadi menahan senyum akhirnya tawa Putri pun menggelegar saat Chiko mengatakan bahwa Randy kejedot tembok sehingga memancingnya tertawa terbahak-bahak membuat Chiko dan pengacara kembali saling pandang dan kembali berbisik.
"Lah yang satu kepentok tembok yang satu mulai gak normal, ini kenapa ya mereka sehari di rumah sakit ini jadi aneh-aneh gini apa mereka kerasukan syetan disini ya?" bisik Chiko pengacara membuat merek bergidik ngeri sendiri dan sedikit menjauh dari Putri.
Tiba-tiba Randy keluar dari dapur membawa kopi untuk mereka "Jangan bicara yang aneh-aneh disini nanti syetannya muncul di depan kalian baru tau rasa," kata Randy santai dan meletakkan kopi mereka di meja.
"Hehe sorru bro habisnya kalian jadi aneh terutama lo kenapa tiba-tiba baik?" kata Chiko.
"Oh jadi kalian lebih suka gue yang cuek dan arogan? Oke gue jabanin," kata Randy menyeruput kopi nya.
"Gak gitu juga bro kita seneng lo baik kaya gini cuman ya heran aja gitu tiba-tiba banget," kata Chiko lagi.
"Karena suasana hati gue sedang sangat baik makanya gue seperti ini," jawab Randy santai.
"Seperti nya pak Randy sedang bahagia nih," kata pengacara tiba-tiba.
"Iya ada kabar baik apa bro?" sambung Chiko menaik-naikan alisnya.
"Sayang apa kita beritahu mereka sekarang?" tanya Randy pada Putri dan langsung di anggukinya.
"Gue dan Putri akan jadi orangtua karena Putri saat ini sedang mengandung darah daging gue," sontak Chiko berteriak mengulang kata-kata Randy sambil berdiri membuat semua yang ada di sana kaget.
"Selamat bro akhirnya lo jadi ayah juga," kata Chiko merangkul Randy dengan sangat antusias.
"Oke makasih bro cuman kalau lo peluk gue kaya gini bisa-bisa gue gak bisa liat anak gue lahir karena gue pergi lebih dulu," kata Randy menahan sesak.
Chiko pun segera melepas pelukannya pada Randy sambil cengengesan "Hehe sorry bro gue terlalu bahagia denger Putri hamil," Chiko pun kembali duduk di sofa dengan perasaan sangat malu terutama Putri yang sejak tadi memperhatikan sikap konyolnya.
__ADS_1
"Selamat ya pak semoga ibu dan bayinya selau sehat dan lancar hingga persalinan nanti," sambung pengacara menyalami Randy.
"Ya terimakasih," jawab Randy tersenyum.
Mereka pun kembali berbincang ringan disertai canda tawa karena tingkah Randy dan Chiko yang seperti kucing dan tikus selalu memperdebatkan hal-hal yang sepele bahkan mereka memperbincangkan calon anak Randy dan Putri karena takut anaknya mempunyai sikap seperti Randy yang dingin dan arogan membuat Randy geram dan semakin beradu mulut membuat Putri pusing karena tingkah mereka. Tiba-tiba suster masuk membawa kursi roda membuat Randy dan Chiko seketika terdiam.
"Maaf bu saatnya ke ruang obgyn untuk USG," kata suster itu sopan lalu membimbing Putri ke kursi roda.
Randy yang mendengar Putri akan di bawa ke ruang obgyn pun segera berdiri, "Sus saya boleh ikut?" kata Randy cepat dan di angguki suster.
"Apa kalian akan menunggu di sini?" kata Putri pada Chiko dan pengacara.
"Tentu, kami ingin tau jenis kelamin nya dan mirip dengan siapa," kata Chiko antusias membuat suster disana hanya tersenyum melihat tingkah Chiko.
"Ya jelas mirip papanya lah orang ganteng gini," kata Randy sombong dan mereka pun kembali berdebat membuat Putri kembali pusing dan meminta suster untuk segera membawanya ke ruang obgyn dan langsung di angguki oleh suster tersebut.
Pegacara pun melerai perdebatan mereka dan memberitahu Randy kalau Putri sudah berlalu pergi seketika membuat Randy terdiam dan langsung menyusul Putri dengan langkah panjang, saat Randy keluar Putri baru saja masuk ke dalam lift dan tidak sempat ia menghentikkan lift tersebut sehingga Randy harus menunggu lift sampai dan bertanya pada suster lain dimana ruang obgyn berada. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu lift terbuka dan Randy segera masuk ke dalam dan menuju ruang obgyn saat pintu lift terbuk Randy begitu tergesa-gesa untuk menyusul Putri dan ternyata Putri sedang menunggu giliran di dekat pintu masuk di temani suster tadi, dengan cepat Randy menghampiri Putri dengan nafas tersengal dan menarik perhatian semua orang yang ada di sana termasuk Putri.
"Habisnya kamu lama berdebat terus-menerus dengan Chiko yaudah kita tinggal," kata Putri.
"Baiklah maaf," kata Randy lalu duduk di kursi pasein samping Putri.
Tak lama pasien yang sebelumnya sudah keluar dan kini giliran Putri yang masuk dengn di dorong Randy lalu suster memberikan berkas pasien pada dokter obgyn lalu beranjak keluar membiarkan Randy dan Putri di dalam. Putri pun di minta dokter untuk berbaring di brankar yang tersedia lalu Randy dengan sigap membantu Putri berjalan menuju brankar, dokter pun segera memberikan gel ke perut Putri dan mulai memeriksa perut Putri dengan senyum mengembang dokter menjelaskan setiap detailnya di perut Putri hingga akhirnya dokter memberitahu Putri bahwa kandungan nya saat ini sudah memasuki empat minggu. Senyum bahagia pun menghiasi mereka Randy dan Putri yang tiada henti-hentinya mereka mengucap syukur.
"Dok bagaimana dengan jenis kelaminnya?" kata Randy antusias.
Dokterpun tersenyum ke arah Randy sambil membersihkan sisa gel di perut Putri lalu membawa mereka kembali duduk di mejanya.
"Mohon maaf pak usia kandungan ibu masih terlalu dini untuk mengetahui jenis kelaminnya dan biasanya jenis kelamin itu bisa terlihat di usia kehamilan enam belas minggu ke atas, untuk saat ini ibu saya beri vitamin, obat mual dan obat penguat untuk kandungan ibu," jelas dokter.
"Apa ada makanan yang di larang dok?" tanya Putri.
__ADS_1
"Untuk makanan sebetulnya tidak ada yang dilarang tapi sangat dianjurkan untuk memakan makanan yang sehat dan tinggi nutrisi untuk perkembangan janin lalu jangan terlalu banyak memakan makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas secara berlebihan karena akan mempengaruhi kondisi janin," jelas dokter itu lagi sambil tersenyum.
"Baik dok terimakasih, kapan saya kontrol lagi?" tanya Putri lagi.
"Bulan depan ya bu agar janin nya bisa terkontrol dengan baik," jawab dokter itu tersenyum.
"Baik dok terimakasih," kata Randy tersenyum lalu membuka pintu ruangan lalu mendorong kursi roda Putri mmuntuk kembali ke ruang rawat Putri.
Di dalam kamar Putri tampak Chiko dan pengacara tengah asyik berbincang membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis Randy sambil menunggu Putri dan Randy kembali, tiba-tiba pintu kamar mereka kembali terbuka lebar dan tampaklah Putri dan Randy masuk ke ruangan lalu Randy menggendong Putri dan kembali membaringkannya di tempat tidur lalu suster kembalu menjalankan selang infus agar kondisi Putri lebih membaik.
"Sus kapan saya bisa pulang?" kata Putri pelan.
"Saya belum tau bu nanti saya konsultasikan dulu ke dokter, jika kondisi ibu sudah betul-betul pulih ibu boleh langsung pulang," jawab suster itu tersenyum lalu meninggalkan ruangan itu setelah Putri mengijinkannya untuk keluar.
"Bro gimana laki-laki apa perempuan?" kata Chiko menghampiri mereka.
"Kata dokter belum keliatan jenis kelaminnya apa, baru bisa di lihat setelah usia kandungannya empat bulan," jelas Randy.
"Lalu sekarang Putri sedang mengandung berapa bulan?" tanya chiko lagi.
"Baru satu bulan," jawab Putri
"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu aku ikut senang, jaga kesehatan jangan terlalu stres mikirin seseorang seperti Randy ya Put fokus aja sama diri kamu dan janin yang ada di perut kamu," kata Chiko menasehati Putri dan langsung di angguki Putri di sertai senyuman.
"Baiklah kalau gitu Put kita harus kembali ke kantor untuk menyelesaikan kerjaan Randy yang menumpuk yang penting sekaranf kondisimu sudah jauh lebih baik," pamit Chiko.
"Titip kantor dulu ya bro selama gue disini," kata Randy menepuk pundak Chiko.
"Oke bro siap kita pamit ya," kata Chiko dan berlalu keluar bersama pak pengacara.
Setelah kepergian mereka Putri pun kembali membaringkan diri karena ia masih sangat lelah dan pusing tanpa di suruh lagi Randy segera menyelimuti Putri dan mengecup keningnya lalu ia pun membaringkan dirinya di sofa karena ia juga sangat lelah.
__ADS_1