CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 28


__ADS_3

Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah mewah Randy terlihat bi Sumi dan mang Ujang tengah menunggu mereka di depan pintu karena mereka telah di kabari pak Sam sebelumnya bahwa mereka akan pulang ke rumah dan meminta bi Sumi untuk segera memasak makanan untuk mereka. Saat Randy dan Putri menaiki tangga rumahnya Bi Sumi segera menghambur memeluk Putri dan memeriksa Putri karena bi Sumi juga mengetahui kasus yang menimpa Putri dari pak Sam.


"Non apa nona Putri baik-baik saja? Bibi khawatir non Putri kenapa-kenapa," tanya bi Sumi.


"Alhamdulillah Putri tidak apa-apa bi karena pak Sam datang tepat waktu dan menyelamatkan Putri sebelum mereka berbuat jahat pada Putri," kata Putri tersenyum.


"Syukurlah kalau non Putri baik-baik saja bibi sampai tidak bisa tidur saat bibi tau kalau non Putri hilang dan bibi hanya bisa mendoakan non Putri supaya non Putri senantiasa dalam lindungan gusti Allah," kata bi Sumi berkaca-kaca.


Putri pun terharu mendengar kalimat terakhir bi Sumi dan kembali memeluk bi Sumi membuat semua yang berada disana pun ikut terharu menyaksikan mereka.


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan Putri bi terimakasih juga karena berkat doa-doa bibi Putri bisa kembali lagi ke rumah ini dengan selama," kata Putri di tengah isak tangisnya.


"Sama-sama non Putri sudah bibi anggap sebagai anak bibi sendiri jadi mulai sekarang non Putri jangan sungkan jika membutuhkan apapun dari bibi ya bibi akan selalu ada untuk non Putri," kata bi Sumi dengan tangisnya.


"Terimkasih banyak bi," kata Putri mengusap punggung bi Sumi.


Melihat pemandangan haru seperti itu Randy pun ikut menghampiri mereka dan memeluk mereka juga membuat Putri dan bi Sumi tersentak kaget karena Randy tiba-tiba memeluk mereka hal yang tidak pernah Randy lakukan selama Randy kehilangan kedua orangtuanya. Hati Randy seperti tersayat melihat keakraban mereka walaupun mereka baru mengenal satu sama lain tapi mereka bisa sedekat itu bahkan Randy yang sudah bertahun-tahun bersama bi Sumi pun tidak pernah mengalami hal yang sama.


"Kamu memang wanita yang paling mulia sayang aku tidak salah memilihmu sebagai istriku bahkan kamu bisa mengubah suasana dirumah ini menjadi suasana hangat seperti dulu lagi, ibu ayah doakan Randy untuk bisa menjadi imam yang baik untuk istri Randy dan doakan Randy agar Randy dapat membahagiakan Putri selalu," Batin Randy.


Tak terasa air mata Randu pun ikut lolos membuat semua yang ada disekitar Randy kaget karena baru pertama kali melihat Randy menangis lagi setelah kepergian kedu orangtuanya membuat Putri yang melihatnya bergantian memeluk Randy.


"Sayang kenapa kamu menangis?" tanya Putri.


"Tidak sayang aku hanya mengingat kedua orangtuaku saja," kata Randy pelan.


"Kalau begitu mari kita ke makam mereka sayang lagian selama kita menikah aku belum pernah berkunjung ke makam mereka bahkan untuk meminta restu mereka," kata Putri menenangkan suaminya.


"Baiklah besok kita ke makam mereka ya," kata Randy melerai pelukan mereka.


"Jangan menangis lagi sayang sebaiknya kita sekarang shalat dan mendoakan mereka semoga mereka tenang dan bahagia disana," kata Putri tersenyum dan mengusap air mata Randy dan mendapat anggukan dari Randy lalu mereka pun berpamitan pada yang lainnya untuk masuk ke kamar.


Bi Sumi yang mendengar percakapan Randy dan Putri pun ikut menitikan air matanya karena bi Sumi tau bagaimana Randy sangat dekat dengan kedua orangtuanya bahkan sebelum kepergian kedua orangtuanya pun Randy masih tidur bersama kedua orangtuanya bahkan Randy dulu selalu di olok-olok oleh teman-teman sekelasnya karena masih tidur bersama kedua orangtuanya bahkan sering si suapi oleh ibunya hingga sebelum kepergian kedua orangtuanya namun Randy tidak pernah peduli dengan semua ucapan teman-temannya karena momen itu adalah momen yang tidak pernah terulang lagi setelah kepergian mereka bahkan momen bersama mereka yang paling Randy rindukan hingga saat ini dan bi Sumi juga tau setelah kepergian kedua orangtuanya Randy berubah menjadi anak yang selalu mengurung diri di dalam kamar bahkan Chiko sahabatnya selalu membujuk Randy untuk main keluar rumah agar Randy bisa kembali ke jati dirinya seperti semula sampai akhirnya Randy kuliah dan selalu menjadi mahasiswa berprestasi di kampusnya dan meneruskan perusahaan peninggalan ayahnya hingga berkembang pesat seperti saat ini dan bahkan saat Randy mencapai puncaknya seperti saat ini banyak wanita yang menginginkan menjadi istrinya namun selalu di tolak Randy dengan alasan ia ingin fokus terlebih dahulu dengan perusahaan peninggalan ayahnya hingga akhirnya Randy membawa Putri ke rumah dan mengenalkan pada bi Sumi bahwa Putri adalah calon istrinya membuat bi Sumi pun ikut bahagia karena Randy memilih calon istri yang tidak memandang siapa Randy dan asal usulnya justru karena kepolosan Putri lah yang membuat Randy jatuh hati padanya. Bi Sumi juga sangat bersedih dengan ujian yang saat ini sedang di hadapi Randy dan Putri terlebih kasus yang menimpa Randy dan kantornya juga kasus yang menimpa Putri membuat bi Sumi semakin khawatir dengan keadaan mereka padahal mereka masih terbilang pengantin baru namun ujian di awal pernihakan mereka sangat berat namun bi Sumi tetap berdoa semoga kasus yang menimpa mereka segera selesai dan tidak adalagi kasus serupa yang menimpa mereka juga semoga rumah tangga Randy senantiasa di lindungi Allah hingga maut memisahkan mereka.

__ADS_1


Setelah Randy dan Putri berpamitan bi Sumi pun segera masuk ke dapur untuk menyiapkan makanan mereka. Di tempat lain Randy dan Putri tengah beribadaha dengan khusyuk dan Randy menjadi imamnya segala doa mereka panjatkan untuk kebaikan rumah tangga mereka, kasus yang menimpa mereka tak lupa mereka juga berdoa untuk kedua orangtua mereka yang telah berpulang lebih dulu agar mereka senantiasa berada di tempat terbaik disisi-Nya. Selesai berdoa Putri lalu mencium punggung tangan suami nya itu dan Randy mengecup kening Putri lama dan tersenyum menatap istrinya.


"Tetaplah menjadi istri yang terbaik untukku sayang dan tetaplah menjadi istri yang selalu memberikan kehangatan untukku dan rumah ini aku menyanyangimu istriku," kata Randy lalu memeluk erat istrinya.


"InsyaAllah aku akan berusaha menjadi istri dan ibu yang terbaik untukmu dan untuk anak-anak kita kelak aku juga berharap kamu bisa membimbingku menuju syurga," kata Putri dalam dekapan Randy.


"Tentu sayang kita saling mengingatkan ya," kata Randy mengusap kepalla Putri dan langaung di angguki oleh Putri.


"Terimakasih sudah memilihku menjadi pendamping hidupmu sayang bahkan aku yang tidak memiliki apa-apa harta pun aku tak punya tapi kamu memilihku dari sekian banyak wanita diluar sana yang aku yakin banyak yang menginginkanmu menjadi pendampingnya," kata Putri menatap suaminya.


"Tapi kamu memiliki hati lembut yang tidak dimiliki oleh wanita manapun diluar sana yang mengejarku kamu bahkan tidak menginginkan apa yang aku punya saat ini mengenalku saja kamu tidak tau," jawab Randy disertai senyum tawanya mengingat saat pertama kali ia mengenal Putri.


Putri yang juga ingat betapa konyolnya dia yang tidak mengetahui bos nya sendiri pun hanya bisa tersenyum dan tertunduk malu karena memang saat itu ia hanya fokus dengan kerjaanya saja tanpa ingin tau siapa orang-orang yang ada di sekitarnya bahkan pemilik tempat ia bekerja bahkan Putri tidak memiliki televisi yang selalu menanyangkan Randy di channel manapun uang yang dapat dari hasil bekerjanya hanya ia pakai untuk kebutuhan makan dan kuliah saja sisa nya ia tabung untuk cita-citanya membeli rumah baru namun sebelum itu semua tercapai Putri telah lebih dulu mengenal Randy yang sekarang menjadi istrinya dan itu adalah anugerag terindah dalam hidupnya bahkan Putri pun perlahan mengetahui sisi baik lain yang ada dalam diri suaminya setelah melewati berbagai ujian dalam pernikahan nya namun Putri selalu mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi dalam kehidupannya karena ia tau bahwa Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan umat-Nya sehingga saat ini ia hanya bisa berusaha dan bersabar agar ia dan Randy bisa melewati ujian ini dengan baik.


"Sayang kenapa kamu diam?" tanya Randy mengkat dagu Putri.


"Tidak sayang aku hanya mengingat saat pertama aku mengenalmu sampai akhirnya bisa menjadi istrimu dan meleqari berbagai ujian ini," kata Putri menatap mata suaminya.


"Iya sayang," kata Putri tersenyum.


"Yasudah sebaiknya kita turun dan makan malam dulu yuk aku tau kamu sudah sangat lapar," ajak Randy.


"Tau aja sih suamiku kalau aku sedang ingin makan saat ini," kata Putri dengan suara manja.


"Karena aku juga sudah sangat lapar sayang hahahaha," canda Randy dan langsung berdiri menghindari cubitan maut Putri.


"Iihhh nyebelin banget sih kamu gak ada romantis-romantisnya jadi suami," gerutu Putri.


"Hahaha bercanda sayang kali-kali jangan terlalu serius lha biar gak cepet tua wlee." canda Randy lagi dan akan meninggalkan Putri.


"Awas ya gak ada jatah malam ini," kata Putri membuka mukena nya seketika membuat langkah Randy terhenti.


"Uuhhhh sayang jangan gitu dong aku kan cuman bercanda aja gak ada maksud untuj ngerjain kamu beneran ko suer deh," kata Randy mengacungkan kedua jarinya.

__ADS_1


"Bodo amat!" kata Putri lalu meninggalkan Randy.


"Sayang tunggu" teriak Randy namun ridak di hiraukan Putri.


Putri yang kesal dengan tingkah Randy pun cepat menuruni tangga dan menuju dapur menghampiri bi Sumi yang sedang menyiapkan makanan untuk mereka tanpa menghiraukan panggilan Randy yang sedang mengejarnya. Putri pun segera menyibukkan dirinya di dapur meskipun sudah di larang oleh bi Sumi namun Putri tetap melakukannya agar tidak di ganggu oleh Randy karena ia tau Randy tidak akan mengganggunya jika ia sedang berada di dapur, lalu setelah beberapa menit kemudian makananpun sudah jadi dan Putri segera menghidangkannya ke meja makan dan terlihat Randy sedang menunggu di meja makan sambil memeperhatikannya membuat Putri salah tingkah namun ia tetap mengontrolnya karena tidak ingin Randy tau bahwa ia sedang merasa malu diperhatikan suaminya seperti itu dengan cepat Putri memghidangkan makanan itu di meja makan dan mengambilkan nasi beserta lauk pauknya untuk Randy lalu ia mengambil nasi serta lauk pauk untuknya dan duduk berhadapan dengan Randy, selama makan tidak ada yang bicara satu sama lain namun Putri menyadari jika suaminya selalu memperhatikannya meskipun ia tidak menunjukkannya namun tiba-tiba,


"Aww," teriak Randy lalu memegang kepalanya membuat Putri tersentak dan segera berdiri menghampiri suaminya.


"Astaga sayang kenapa? Apa kepalamu sakit lagi? Bagian mana yang sakit sayang," tanya Putri panik.


Namun tiba-tiba Randy tertawa terbahak-bahak lagi karena berhasil mengerjai Putri lagi dan malah mendapat cubitan keras dari Putri dan kembali makan dengan cepat tanpa berkata sepatah katapun pada Randy. Melihat istrinya yang semakin merajuk membuat Randy berhenti tertawa dan merasa bersalah.


"Sayang maaf," kata Randy.


"Cepat habiskan makananmu aku akan mengambilkan obat untukmu," kata Putri yang telah selesai menghabiskan makanannya dan berlalu ke dapur lalu ke kamar untuk mengambilkan obat Randy tanpa menghiraukan Randy yang tengah tertunduk lesu seperti anak kecil yang di marahi oleh ibunya tanpa memakan kembali makanannya.


Tak lama Putri pun kembali membawa obat Randy dan menyiapkannya namun saat melihat makanan Ramdy masih utuh membuat Putri menghela nafas panjang lalu mengambil piring milik Randy dan hendak menyuapinya.


"Cepat buka mulutmu tidak baik mengabaikan makanan diluar sana masih banyak orang yang kelaparan karena tidak mampu membeli makan jadi bersyukurlah dengan memakan makanan ini dan tidak bercanda saat sedang makan,"


Perkataan Putri seketika membuat Randy mengangkat kepalanya, "Maaf sayang jangan marah," kata Randy memegang tangan Putri.


"Sudah cepat buka mulutmu biar segera minum obat dan beristirahat," kata Putri tanpa menjawab permintaan maaf Randy.


"Aku tidak mau makan kalau kamu belum memberikan maaf untukku," kata Randy lalu memalingkan wajahnya ke arah berlawanan membuat Putri semakin menghela nafas panjang.


"Baiklah aku memaafkanmu sekarang makanlah," kata Putri menyodorkan sendoknya ke mulut Randy.


"Makasih sayang," kata Randy bergelayut manja memeluk tangan Putri seperti anak kecil.


"Yasudah cepat makan dulu," kata Putri lagi dan di angguki Randy lalu mengahbiskan makanannya sambil di suapi Putri dan meminum obatnya setelah itu mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.


Ah tidak mereka tidak untuk beristirahat melainkan menjalani ritual suami istri karena setelah sampai di kamar ternyata Putri masih merajuk namun karena telah di dalam kamar dan lebih leluasa Randy segera memeluk Putri dari belakang dan memberikan sentuhan-sentuhan yang membuat Putri lemah sehingga Randy bisa semakin melancarkan aksinya dan malam itu mereka habiskan dengan melepas kerinduan yang teramat dalam.

__ADS_1


__ADS_2