CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 31


__ADS_3

Tiga puluh menit berlalu dan Putri baru keluar dari ritual mandi sekaligus berendamnya lalu ia beranjak ke kamar ganti saar ia memilih baju tiba-tiba dering ponsel nya berdering nyaring Putri pun segera ke nakas pinggir tempat tidurnya dan ternyata itu dari Randy.


"Hallo sayang ada yang ketinggalan?" kata Putri.


"Kamu ajak laki-laki itu ke rumah juga?" kata Randy dengan nada tinggi.


"Apa laki-laki siapa maksud kamu?" tanya Putri bingung.


"Laki-laki yang mukul kepalaku di mall," jawab Randy.


"Aku gak ajak dia kemari ko ku hanya ajak Thania dan Lira saja, kenaa kamu bertanya seperti itu?" tanya Putri lagi.


"Aku tadi melihat Dika ke arah rumah kita dan aku tidak mau tau jika laki-laki itu datang ke rumah kamu jangan pernah temui dia atau kamu akan menerima hukuman dariku,* kata Randy tegas.


"Baiklah sayang aku tidak akan menemuinya posesif banget sih jadi suami," gerutu Putri.


"Aku seperti ini karena aku menyayangimu dan tidak ingin siapapun menemuimu apalagi laki-lai macam dia," kata Randy tegas.


"Baiklah sayang kalau begitu aku siap-siap dulu ya karena Thania dan Lira akan segera datang nanti aku kabarin kamu lagi ya dah sayang love you," kata Putri cepat karena ia tidak ingin berdebat dengan Randy karena masalah Dika.


Randy yang tiba-tiba di tutup teleponnya oleh Putri pun semakin curiga dan menelepon pak Amir untuk mengawasi Putri dan teman-temannya Randy juga berpesan agar Putri tidak meninggalkan rumah sebelum Randy pulang dan pak Amir pun hanya mengiyakan perintah Randy dan segera mengaktifkan kamera pengintai agar pak Amir tidak ketahuan oleh Puti jika ia sedang mengawasinya. Chiko yang berada di samping kemudi pun hanya dast menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang dinilai terlalu berlebihan namun saat Chiko ingin menegur Randy terlihat wajah Randy yang begitu muram sehingga Chiko mengurungkan niatnya untuk menasehati Randy karena jika Chiko tetap menasehati Randy yang ada dia yang malah kena semprot pelampiasan amarah Randy. Akhirnya suasana yang awalnya sudah mencair kembali menjadi menegangkan kembali karena Dika. Randy yang sudah tidak tahan pun akhirnya meminta pak Sam untuk melakukan apa yang harus dia lakukan pada Dika dan pak Sam juga mengerti maksud perkataan Randy karena ia sudah memikirkan cara agar Dika tidak mengganggu rumah tagga Randy dan Putri lagi hanya tinggal menunggu perintah dari Randy saja baru ia akan menjalankan tugasnya.


Menit demi menitpun berlalu akhirnya Randy, Chiko dan pak Sam sampai di kantor disusul mobil pengacara Randy yang baru saja sampai karena mereka menggunakan mobil terpisah. Randy pun segera menatap pengacara tajam namun karena mereka menggunakan mobil terpisah pengacara pun tidak mengetahui apa yang sebelumnya terjadi di dalam mobil Randy sehingga saat Randy mentap tajam pengacara ia tidak mengerti maksud tatapannya malah celingak-celinguk melirik ke arah Chiko dan pak Sam. Chiko yang di tatap pengacara pun mengerti ketidakpahaman pengacara dan Chiko hanya memberikan kode untuk segera menyiapkan berkas untuk Firman dan pengacara pun mengerti maksud Chiko.


"Ah iya maaf pak ini berkas yang bapak minta," kata pengacara gugup.


"Baiklah bawa ke ruang meeting sekarang," jawab Randy dingin dan berlalu masuk meninggalkan ketiga orang itu.


"Pak Randy kenapa jadi manusia dingin lagi Ko?" tanya pengacara pada Chiko.


"Biasalah bos tua kita itu sedang bucin pada istrinya dan tadi di perjalanan menuju kesini si bos ketemu dengan laki-laki yang menyukai istrinya sekaligus telah melukai kepalanya hingga masuk rumah sakit," jelas Chiko.


"Oh seperti itu pantesan sikapnya seperti es batu lagi," kata pengacara lalu mereka cekikiamkan di parkiran.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari kejauhan dan tiba-tiba ponsel ketiganya berdering secara bersamaan mereka pun segera mengangkat teleponnya dengan wajah pucat dan gemetar.


"Halo bos," kata Chiko cengengesan.


"Jika kalian kesini hanya untuk bergosip lebih baik kalian pulang dan jangan pernah datang lagi ke kantor," kata Randy dingin lalu mematikan teleponnya membuat ketiganya saling pandang dan segera berlari masuk ke kantor menyusul Randy.


"Gara-gara pak Chiko nih kita jadi kena juga kan," kata pak Sam sambil berlari.


"Ko malah aku yang di salahin sih aku kan hanya menjawab pertanyaan pak pengacara," kata Chiko yang tidak mau di salahkan.


Tiba-tiba.. Bruuukkkkk


Chiko menabrak seseorang dan saat Chiko melihat ke arah orang yang ia tabrak ia pun hanya bisa menggaruk kepala nya yang tidak gatal sambil cengengesan dan menyikut pak Sam dan pengacara untuk meminta pertolongan namun yang dimintai tolong hanya terdiam dan tertunduk lemah seperti anak sekolah yang sedang berhadapan dengan guru killer membuat mereka mati kutu tidak berutik apapun.


"Sudah bercandanya?" tanya Randy dingin.


"Maaf bos," jawab Chiko pelan.


"Yasudah cepat masuk pak Sam segera hubungi laki-laki itu untuk segera datang kemari aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu seperti ini," kata Randy lagi dan masuk ke ruangannya.


Pak Sam pun segera menghubungi Firman dan ternyata Firman masih di rumah sedang bersiap untuk ke kantor Randy padahal malam sebelumnya pak Sam dan Firman telah menyepakati jam bertemu hari ini namun Firman malah mengingkarinya membuat pak Sam pun geram dengan jawaban santai Firman yang seolah meremehkan Randy dan seluruh staf di kantor ini. Setelah dua puluh menit menunggu akhirnya Firman datang dengan angkuhnya membuat seluruh karyawan yang berada disana merasa risih saat kedatangan Firman ia lalj menelepon pak Sam mengabari bahwa ia telah sampai dan meminta pak Sam menjemputnya di lobby kantor. Disisi lain Randy yang sudah uring-uringan karena Firman yang datang terlambat membuat Randy harus mengulur waktu meeting dengan clien lainnya membuat Randy semakin geram dengan Firman yang mempermainkannya Chiko yang berada disana berusaha menenangkan Randy agar ia tidak tersulut emosi yang justru dapat membahayakan dirinya sendiri. Saat Randy mendengar bahwa Firman telah berada di lobby ia hendak keluar menjemput Firman langsung namun di cegah pak Sam karena pak Sam tau bahwa Randy sedang dalam emosi dan takut Randy bertindak tanpa terkontrol dan terjadi perkelahian akhirnya pak Sam meminta Chiko untuk menenangkan Randy terlebih dahulu sebelum ia bertemu dengan Firman.


"Bro sudah redakan dulu emosi lo jangan sampai ini jadi bomerang buat diri lo sendiri ingat tujuan kita menemui Firman adalah untuk menjebloskan dia ke penjara tapi kalau lo emosi seperti ini bisa-bisa lo yang masuk penjara bukan dia lo juga harus ingat Putri di rumah berharap lebih sama lo agar lo bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik," kata Chiko pelan membuat Randy melihat ke arah Chiko saat Chiko menyebut nama Putri.


Randy pun kembali duduk di sofa dan berusaha meredam emosinha sebelum ia keluar menemui Firman. Tak lama pintu ruangan kerja Randy di ketuk sekretaris nya dan Chiko membukakan pintu.


"Maaf pak tamu pak Randy sudah datang dan sekarang berada di ruang meeting," kata sekretaris itu sopan.


"Baik mba terimakasih," jawab Randy tersenyum dan segera menghampiri Randy dan memegang pundaknya.


"Gimana bro apa lo sudah siap bertemu dengannya tanpa kekerasan?* kata Chiko.


"Oke bro ayo kita kesana sekarang," kata Randy lalu beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangannya di ikuti Chiko.

__ADS_1


Randy berjalan dengan langkah panjang menuju ruangan meeting dan saat Randy membuka pintu tampak Firman dan pak Sam sudah duduk bersebelahan dimana tingkah Firman saat itu semakin membuat Randy geram karena menaikan kaki nya ke atas meja dan memasang wajah angkuhnya.


"Sabar bro tahan emosi lo demi Putri," kata Chiko daei belakang.


Tanpa menjawab apapun Randy segera masuk ke dalam dengan senyuman palsunya lalu duduk di kursi kebesarannya.


"Selamat siang pak," kata Randy mengulurkan tangannya.


Firman hanya melihat tangan Randy lalu membenahkan posisi nya "Sudah tidak perlu basa basi kedatanganku kemari untuk menagih janji kesepakatan yang telah aku perbuat bersama orang yang berada disampongku," kata Firman sombong membuat semua yang ada disana muak dengan tingkah nya tak terkecuali Randy yang sudah ingin melayangkan salam perkenalan di wajah tua nya itu. Randy kembali berusaha meredamkan emosinya dan hanya mengepalkan tangannya di balik meja.


"Ah ia masalah itu saya bisa saja memberikannya untukmu namun apa kamu bisa merawat perusahaanku dengan baik? Karena perusahaan itu susah payah aku dapatkan dan ketika kau mengambilnya dariku aku hsrus pastikan bahwa kamu akan merawatnya dengan baik bahkan membuat perusahaanku semakin berkembang karena banyak karyawan yang bergantung pada perusahaanku jangan sampai kau merusak masa depan mereka," kata Randy menatap tajam Firman.


"Halah sudahlah kau tidak perlu mengajariku aku tau apa yang harus aku lakukan cepat berikan surat-suratnya sekarang atau kau aku laporkan ke polisi karena sudah membunuh adikku," kata Firman dengan nada tinggi.


"Baiklah tai sebelum aku memberikannya ada sesuatu yang perlu anda dengar sekarang," kata Randy lalu memberikan kode pada Chiko.


Chiko pun segera memasang flashdisk di laptop nya dan segera memutar isi rekaman yang telah di dapatkan pak Sam. Saat rekaman itu di putar tampak raut wajah Firman berubah menjadi takut dan ia salah tingkah melihat sorotan tajam Randy padanya namun ia menepisnya dan malah menggebrak meja lalu berdiri memegang kerah baju pak Sam dan berteriak.


"Kau menjebakku tua bangka!" kata Firman.


"Hei kau jangan coba-coba membuat keributan di kantorku," kata Randy tegas membuat ruangan itu bergema dan semua yang ada disana kaget dengan tindakan Randy.


"Kau tidak perlu mengulur waktu lagi pria arogan cepat serahkan perusahaanmu padaku atau kau saya laporkan ke polisi," teriak Firman pada Randy dan melepaskan tangannya dari pak Sam.


Tanpa berlama-lama lagi Randy memberikan kode lagi pada Chiko dan Chiko pun bertepuk tangan dua kali dan masuklah beberapa orang polisi dan segera meringkus Firman membuat ia memberontak dan berkata kasar pada Randy.


"Hei pria arogan berani-beraninya kalian menjebakku seperti ini hah saya akan pastikan anda mendekam di penjara seumur hidup! Lepaskan saya pak yang harus anda tangkap itu dia karena dia telah membunuh adik saya."


"Hei bung sebelum anda memenjarakan saya, saya akan lebih dulu memenjarakan anda karena kasus pemerasan yang anda lakukan pada saya dan saya pastikan anda akan membusuk di dalam penjara!" kata Randy menatap tajam Firman.


"Bawa dia pak!" perintah Randy dan kembali duduk.


Firman yang hendak di bawa polisi pun akhirnya memohon-mohon pada Randy agar ia tidak di jebloskan ke penjara dan berjanji bahwa dia tidak akan memenjarakan Randy dan menganggap kasus ini selesai namun Randy tidak menghiraukan perkataan Firman dan hanya memberikan senyuman sinis pada Firman membuat Firman semakin memberontak namun pegangan kuat polisi berhasil membawanya keluar dari ruangan meeting. Setelah kepergian Firman Randy pun bernafas panjang karena akhirnya rencananya berhasil ia juga mengucapkan terimakasib pada semua yang ada di ruang meeting karena telah kembali membantunya menyelesaikan kasus ini dan meeting pun ia tutup dan meminta semuanya untuk kembali ke ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2