
Detik, menit, jam berlalu dan sudah hampir menjelang pagi Putri masih saja belum sadarkan diri Randy pun masih terjaga menunggu Putri sadarkan diri namun kini Randy merasa sangat khawatir karena Putri belum juga sadar sehingga saat ada suster yang visit ke kamar Putri untuk pengecekan Randy segera bangkit dan bertanya mengenai kondisi Putri saat ini lalu setelah suster memeriksa keadaan Putri kondisi nya saat ini sudah berangsur pulih mungkin butuh beberapa jam lagi untuk Putri bisa sadarkan diri, setelah mendengar penjelasan dari suster Randy merasa lega dan ia kembali terduduk di kursi samping Putri dan tanpa sadar ia tertidur dengan posisi duduk dan bersedekap.
Beberapa jam berlalu dan matahari sudah menyinari ruangan Putri saat itu Randy yang menyadari bahwa ia tertidur pun segera bangkit dan melihat kondisi istrinya yang belum ada tanda-tanda bangun, Randy pun beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian agar ia lebih segar lagi dan hanya membutuhkan sepuluh menit Randy pun keluar dari kamar mandi dan betapa kagetnya ia karena Putri sudah bangun dan hendak mengambil air minum di meja sebelahnya membuat Randy segera mencegah Putri untuk tetap di tempat tidur dan segera mengambilkan minum untuk Putri dan menyuapinya tanpa ada penolakan dari Putri karena ia sudah sangat kehausan. Setelah minum Randy menawarkan Putri makan dan langsung di angguki Putri sambil tersenyum membuat Randy merasa senang karena Putri bisa kembali tersenyum padanya lalu Randy segera beranjak menuju dapur untuk menghangatkan makanannya dan selama Randy berada di dapur ponsel nya terus saja bergetar karena Putri penasaran siapa yang menelpon Randy akhirnya ia mengambil ponsel Randy di meja yang ternyata nomor tidak dikenal Putri pun mengabaikan telepon tersebut namun saat Putri hendak menyimpannya di meja nomor tersebut kembali menelpon, Putri pun segera menekan tombol hijau dan ternyata itu dari Sefti yang langsung memarahi Putri tanpa sempat ia mengucapkan satu kalimatpun.
"Halo kamu kenapa sih ngeblokir nomorku? Salahku apa Rand? Dari tadi aku telepon kamu juga kamu gak jawab-jawab teleponku dan ini aku sedang berada di kantormu dari tadi tapi kamu belum datang juga, kamu dimana sekarang?" kata Sefti tanpa jeda.
"Di rumah sakit," kata Putri singkat.
"Apa! Rumah sakit mana? Ini siapa?" jawab Sefti kaget.
"Saya istrinya," jawab Putri singkat.
"Haha gak mungkin jangan ngaku-ngaku deh lo orang Randy ga pernah cerita dia udah nikah ko," jawab Sefti.
Tiba-tiba ponsel Randy di ambil dari tangan Putri dan Randy segera menjawab apa yang Sefti bicarakan pada Putri barusan karena saat di dapur Randy mendengar Putri berbicara dengan seseorang dan ia kira itu dokter akhirnya Randy segera menghampiri Putri dan ternyata Putri sedang menerima telepon dan ia mendengarkan percakapan mereka tanpa Putri sadari, ketika ia melihat raut wajah Putri berubah Randy segera mengambil ponselnya dari tangan Putri dan ia mendengarkan apa yang Sefri bicarakan pada Putri yang membuatnya geram.
"Emang kalau gue gak cerita sama lo kenapa? Lagian kita ketemu baru sebentar dan itupun hanya urusan pekerjaan gue gak mau menyangkut pautkan masalah pribadi dengan kantor, dan yang barusan ngobrol sama lo emang istri gue kenapa lo malah ngetawain? Lo ngeremehin istri gue?" kata Randy tegas.
"Hehe sorry Ran gue pikir itu cewek yang ngaku-ngaku jadi istri lo lagian lo nikah kenapa gak undang-undang gue?" jawab Sefti.
"Yang penting lo sekarang udah tau kalau gue udah punya istri dan sorry lo gak perlu hubungi gue lagi karena istri gue jadi salah paham gara-gara lo chat gue terus menerus," kata Randy melirik ke arah istrinya membuat Putri tertunduk.
"Ko gitu sih Ran kita kan temenan udah lama benget masa gara-gara istri lo cemburu pertemanan kita jadi rusak sih? Istri lo aja yang terlalu posesif sama lo," kata Sefti dengan nada tinggi.
"Berhenti merendahkan istri gue! Lagian gue lebih baik kehilangan teman dari pada harus kehilangan istri gue dan lo gak berhak atur hidup gue apalagi merendahkan istri gue jadi udah ya lebih baik lo gak usah ganggu hidup gue lagi atau lo tau sendiri akibatnya," kata Randy tegas.
__ADS_1
"Randy tega lo ya ngomong gitu sama gue, oke kalau itu mau lo hari ini juga gue batalin kerjasama kita," kata Sefti menutup teleponnya.
Randy hanya menghela nafas panjang dan ia tidak masalah jika harus kehilangan satu proyekan dari pada harus kehilangan Putri istri yang sangat ia cintai, Randy segera ke dapur mengambil makanan Putri yang tadi ia tinggalkan dan saat Randy kembali tiba-tiba Putri meminta maaf karena telah salah paham padanya dan sempat meminta pisah dari Randy tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu Randy pun hanya tersenyum pada Putri lalu ia juga meminta maaf pada Putri karena telah cemburu dengan sahabat-sahabat Putri kemarin hingga membuat situasi nya runyam seperti saat ini, namun Randy dan Putri juga bersyukur dengan kejadian ini mereka mendapat banyak pelajaran hidup yang sangat berarti.
Randy dan Putri pun segera makan bersama yang tentunya tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan makanan yang semalam Chiko bawa beserta cemilan-cemilannya karena mereka sudah terlalu lapar karena dari kemarin perutnya belum masuk makanan apapun. Setelah selesai Randy segera membereskan sisa makanan tersebut dan membawanya ke dapur serta mencuci nya membuat Putri tidak enak karena Randy yang notabennya seorang bos besar yang paling di segani banyak orang ia harus mencuci piring sisa makan mereka yang membuat Putri semakin mengagumi suaminya itu. Tak berselang lama Randy kembali menghampiri Putri dan bermaksud mengganti pakaian nya namun pintu kamar Putri terbuka dan masuklah dokter dan dua orang suster untuk memeriksa kondisi Putri, Randy pun segera mempersilahkan dokter untuk memeriksa kondisi Putri saat ini setelah memeriksa kondisi Putri dokter meminta suster untuk mengecek urin Putri karena mencurigai sesuatu membuat Putri dan Randy saling pandang.
"Dok apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Randy kaget.
Dokter hanya tersenyum pada Randy dan Putri membuat mereka semakin bingung.
"Begini pak saya mencurigai sesuatu pada istri bapak jadi untuk lebih memastikan lebih baik kita tes urin istri bapak agar saya tidak salah tindakan," jawab dokter itu.
Tanpa pikir panjang Putri pun menyetujui saran dokter dan segera ke kamar mandi untuk mengambil sampel urin nya dan di berikan kepada suster yang ada disana.
"Hasilnya berapa lama sus?" tanya Putri.
"Baiklah kalau begitu saya keluar dulu untuk memeriksa pasien yang lain nanti lima belas menit lagi saya kesini lagi," pamit dokter itu dan berlalu meninggalkan Putri dan Randy.
Semenjak kepergian dokter Putri hanya terdiam karena khawatir terjadi sesuatu dengannya membuat Randy menghampiri Putri dan menggenggam tangan Putri untuk menenangkannya meskipun batin Randy juga sangat cemas dengan kondisi Putri namun ia berusaha untuk menyembunyikannya dari Putri. Setelah lima belas menit berlalu dokterpun kembali masuk ke ruangan Putri membuat keduanya terperanjat dan menanti apa yang akan dokter katakan dengan hasil laboratorium tersebut.
"Bagaimana hasilnya dok?" tanya Randy cepat.
Dokter pun tersenyum ke arah Randy dan Putri, "Mohon maaf ibu apa ibu terlambat datang bulan?" tanya dokter.
"Saya tidak tau dok karena jadwal menstruasi saya tidak pernah teratur tapi memang harus nya saat ini saya sudah menstruasi, memangnya kenapa dok?" tanya Putri polos.
__ADS_1
"Apa ibu merasa mual?" tanya dokter lagi.
"Tidak ada dok hanya saja akhir-akhir ini saya selalu menginginkan makanan tertentu," jawab Putri.
"Baik begini pak Randy dan bu Putri hasil lab nya menyatakan bahwa ibu saat ini positif hamil, silahkan ini hasilnya," kata dokter dengan senyum mengembang.
Seketika Putri dan Randy saling pandang dan segera membuka hasil lab tersebut Randy pun langsung berhambur memeluk Putri yang meneteskan air mata akhirnya ia dan Putri akan menjadi orangtua.
"Selamat ya bu, pak," kata dokter itu ikut bahagia melihat pasangan itu akan menjadi orangtua.
Randy dan Putri pun segera melepaskan pelukan nya, "Terimakasih dok," kata Randy tersenyum.
"Sama-sama pak kalau begitu nanti saya jadwalkan untuk bertemu dengan dokter kandungan ya agar ibu dan bayi bisa segera di beri vitamin dan penguat kandungan juga dapat memastikan usia kehamilan ibu Putri," jelas dokter tersenyum.
"Baik dok lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya," jawab Randy mantap.
Dokterpun mengiyakan permintaan Randy dan segera keluar untuk membiarkan pasangan itu berbahagia dengan kehamilannya. Dan benar saja begitu dokter pergi Randy dan Phtri kembali berpelukan kali ini pelukan mereka sangat erat Randy pun mengecup perut Putri yang masih rata itu dan mengusapnya pelan.
"Nak baik-baik ya di perut mama jangan bikin mama repot ya," kata Randy berbicara di perut Putri.
Putri yang melihat tingkah Randy pun tersenyum bahagia dan mengusap rambut Randy, "Oke papa aku akan baik-baik di perut mama," jawab Putri menirukan suara anak kecil membuat Randy tersenyum dan kembali mensejajarkan posisinya dengan Putri.
"Pokoknya mulai saat ini kamu jangan capek-capek dan banyak istriahat di rumah ya," kata Randy mengusao kepala Putri.
"Iya sayang aku gak akan capek-capek ko lagian kan selama ini juga aku gak pernah melakukan kegiatan berat apapun karena kamu selalu melarangku melakukannya," kata Putri tersenyum.
__ADS_1
"Iya karena aku sayang sama kamu karena kamu menikah denganku itu bukan untuk aku jadikan pembantu, tapi aku menikahimu untuk aku jadikan ratu di rumahku," kata Randy memegang erat tangan Putri membuat Putri tersipu malu.