CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 62


__ADS_3

"Oh ya sayang nnti saat kondisi ku sudah pulih dan dokter sudah mengijinkanku untuk pulang kita pergi berlibur ya, kamu mau kan?" tanya Randy.


"Kemana sayang?" tanya Putri balik.


"Terserah kamu saja sayang mau kemana aku akan mengikutimu," jawab Randy santai.


"Hmm baiklah jika nanti kondisimu sudah betul-betul pulih kita bahas lagi ini ya sayang, baiknya sekarang kamu istirahat saja ya agar segera pulih," jawab Putri tersenyum manis.


"Baiklah sayang aku akan istirahat tapi kamu temani aku disini ya jangan kemana-mana," kata Randy kembali memegang tangan Putri yang langsung di angguki Putri sambil tersenyum manis.


Tak lama Randy pun segera terlelap kembali karena ia kembali merasakan sakit di bagian kepalanya namun ia tidai ingin berbagi rasa sakitnya dengan Putri karena ia tidak ingin membuat Putri khawatir terlebih ia pun tau jika istrinya itu masih belum baik-baik saja meski Putri selalu menunjukkan senyum manis nya pada Randy namun ia tetap tau bahwa Putri sedang berusaha tegar atas apa yang sudah menimpa rumah tangganya, Randy pun berharap jika segala masalah ini cepat berlalu dan ia kembali menata rumah tangganya dan kembali membahagiakan Putri.


Putri menatap wajah suaminya yang kini sudah terlelap mengeluarkan nafas halus pertanda bahwa Randy sudah betul-betul masuk ke alam mimpinya. Putri berpikir bagaimana bisa orang sebaik Randy banyak yang ingin mencelakinya dan menginginkan nya tiada, ia berharap bahwa musibah kali ini adalah musibah terakhir yang di alami Randy karena ia tidak ingin suaminya itu menjadi korban dari saingannya lagi. Tidak ada yang dapat Putri lakukan selain mendoakan suaminya agar selalu di beri perlindungan oleh Allah.


Tanpa sadar Putri pun ikut terlelap dengan tangan yang menjadi tumpuannya untuk tertidur.


Di tempat lain bi Sumi terlihat sangat khawatir semenjak beliau mendengar bahwa Randy dan Chiko kecelakaan di Malaysia tentu saja ia tidak dapat melihat perkembangan Randy secara langsung dan hanya mengandalkan sambungan telepon dengan pak Sam terakhir ia mendapat kabar bahwa Randy sedang kritis sehingga perasaan bi Sumi semakin tidak karuan apalagi pak Sam belum memberikan kabar selanjutnya mengenai kondisi Randy saat ini, mang Ujang yang berada tidak jauh dari bi Sumi pun berusaha untuk menenangkan bi Sumi agar tidak terlalu khawatir dan menyarankan bi Sumi untuk berdoa saja supaya Randy segera diberikan kesembuhan dan tidak terjadi hal-hal buruk menimpa Randy dan Putri yang berada disana.

__ADS_1


Bi Sumi dan mang Ujang pun telah mengetahui bahwa Putri keguguran saat berada di rumah Lira namun bi Sumi tidak dapat pergi menemui Putri dan Randy di rumah Lira karena terlalu jauh untuk bi Sumi dan memang bi Sumi sudah tidak bisa terlalu lama berada dalan sebuah mobil karena ia selalu muntah sehingga bi Sumi hanya bisa melakukan video call dengan Putri, ia bahkan tidak tega melihat kondisi Putri saat itu ia merasakan hancurnya hati Putri saat kehilangan janin yang di kandungnya apalagi janin tersebut adalah yang begitu di nantikan oleh Randy dan Putri. Ingin rasanya bi Sumi memeluk Putri dan berada di dekat Putri namun apa daya bi Sumi tidak dapat melakukan apa-apa sepain berusaha menghibur Putri dan menenangkannya melalui video call.


Selang beberapa hari setelah mendapat kabar dari pak Sam bahwa Putri keguguran bi Sumi kembali mendapat kabar bahwa Randy dan Chiko kecelakaan yang tentunya membuat bi Sumi syok sehingga penyakit renta nya kembali timbul seperti lambung dan darah tinggi nya. Bagaimana tidak, Randy sudah ia anggap seperti anaknya sendiri sehingga saat ia mendapat kabar buruk mengenai Randy ia begitu sangat terpukul apalagi sebelumnya ia mendapat kabar bahwa Putri keguguran. Bi Sumi termenung melihat Randy dan Putri yang tiada henti mendapat berbagai ujian di awap pernikahan mereka padahal baik Randy maupun Putri adalah orang yang begitu baik dan penyayang tapi kenapa Allah begitu banyak memberi mereka ujian seperti saat ini. Setiap hari ia selalu berdoa untuk kesembuhan Randy dan meminta kekuatan untuk Putri saat menemani Randy, seandainya jarak mereka dekat bi Sumi ingin sekali melihat keadaan Randy sehingga ia tidak akan sekhawatir saat ini.


Selang dua jam bi Sumi tidak lagi mendapat kabar dari pak Sam akhirnya ia memutuskan untuk menelepon pak Sam terlebih dahulu, setelah beberapa kali ia menelepon pak Sam akhirnya ia dapat mendengar suara pak Sak dari seberang sana.


"Halo bi," kata pak Sam.


"Halo pak Sam maaf saya mengganggu, bagaimana keadaan den Randy dan non Putri disana? Saya sangat khawatir," kata bi Sumi.


"Oh iya bi maaf saya lupa mengabarkan, alhamdulillah tuan Randy sudah sadar dan dapat kembali berbicara bi non Putri juga alhamdulillah baik-baik saja daj sekarang sedang menemani tuan Randy di ruangan nya," jawab pak Sam.


"Iya bi alhamdulillah ini semua berkat doa-doa dari orang-orang yang menyayangi tuan Randy termasuk bibi dan non Putri, saya juga khawatir melihat kondisi non Putri yang begitu sangat khawatir dengan keadaan tuan Randy sehingga ia harus lupa makan dan istirahat," jelas pak Sam lebar.


"Iya pak maka dari itu saya sangat menunggu kabar dari pak Sam mengenai perkembangan kondisi den Randy dan non Putri," jawab bi Sumi.


"Maaf bi tadi saya sedang menjalankan tugas terlebih dahulu sehingga saya lupa untuk mengabari bi Sumi kembali," kata pak Sam.

__ADS_1


"Baiklah tidak apa-apa pak Sam yang penting den Randy dan non Putri sekarang sudah baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup untuk memmbuat bibi tenang," jawab bi Sumi yang berkaca-kaca.


"Iya bi kalau begitu saya tutup dulu teleponnya ya doakan saja semoga tuan Randy segera pulih sehingga dapat segera pulang ke Bandung," kata pak Sam.


"Iya pak insyaAllah saya selalu mendoakan den Randy dan non Putri dari sini, terimakasih pak Sam." jawab bi Sumi lalu mematikan sambungan teleponnya.


" Bagaimana keadaan tuan Randy sekarang bi?" tanya mang Ujang yang sejak tadi mendengarkan percakapan anatara bi Sumi dan pak Sam.


"Alhamdulillah mang den Randy sekarang sudah sadar dan kembali berbicara, dan sekarang sedang di temani non Putri," jawab bi Sumi tersenyum.


"Alhamdulillah akhirnya doa-doa kita terkabul bi mudah-mudahan den Randy dapat segera sembuh dan segera pulih agar den Randy dan non Putri bisa segera kembali ke rumah ini lagi," kata mang Ujang.


"Iya mang bibi juga berharap seperti itu kita doakan saja," kata bi Sumi.


"Baiklah kalau begitu bibi sekarang istirahat saja jangan terlalu banyak pikiran lagi," kata mang Ujang.


"Baik mang terimakasih," jawab bi Sumi.

__ADS_1


Mang Ujang meninggalkan bi Sumi untuk segera beristirahat agar kondisi bi Sumi pun dapat segera pulih.


__ADS_2