
Dua Hari Kemudian....
Putri termenung di dalam kamar Lira yang tak kunjung mendapat kabar dari suaminya sejak kepergiannya begitupun dengan Chiko yang juga tak dapat di hubungi, hati Putri kini semakin cemas dengan kondisi suaminya itu bahkan Randy tidak memberi kabar padanya saat ia sampai. Berulang-ulang kali Putri menghubungi nomor suaminya dan Chiko namun tetap tak ada jawaban hingga ratusan pesan yang ia kirim pun tak kunjung mendapat tanda bahwa pesan tersebut telah di terima Randy dan Chiko, ia juga sudah meminta pak Sam untuk mencari keberadaan suaminya dan pak Sam masih belum mendapatkan informasi apapun mengenai Randy. Hingga keesokan harinya ia mendapat kabar dari pak Sam bahwa Randy dan Chiko mengalami kecelakaan saat mereka dalam perjalanan menuju salah satu hotel di Malaysia, kabar tersebut tentu membuat Putri sangat terpukul. Ibu Lira yang baru saja pulang dari pasar sangat terkejut melihat Putri tergeletak di ruang tamu dan segera berlari menghampiri Putri dan meninggalkan belanjaannya di sembarang tempat.
"Nak Putri... bangun nak," katanya.
Ia barusah membantu Putri bangun namun karena tubuhnya yang sudah renta ia tak mampu menopang beban tubuh Putri sehingga mereka pun kembali ambruk di lantai.
"Astagfirullah bagaimana ini?" gerutu ibu Lira.
Ia berusaha kembali bangun lalu keluar mencari pertolongan warga dan untungnya ada pemuda yang lewat di sekitar rumah ibu Lira dan tanpa pikir panjang beliau memint pemuda tersebut untuk menolong Putri mengangkatnya ke dalam kamar, setelah pemuda tersebut membaringkan Putri di tempat tidur pemuda tersebut pun berlalu dan ibu Lira pergi ke kamarnya untuk mencari minyak angin dan kembali lagi ke kamar Putri lalu mengoleskan minyak angin pada Putri agar segera sadar.
Satu jam berlalu Putri masih belum sadarkan diri membuat ibu Lira cemas dan mau tidak mau ia menghubungi Thania karena tadi pagi-pagi sekali Thania pulang ke Bandung untuk kembali bekerja karena masa cutinya telah habis. Setelah beberapa kali menelpon akhirnya sambungan teleponnya terhubung dengan Thania.
"Halo assalamualaikum bu maaf tadi Thania sedang bekerja, ada apa bu?" kata Thania.
"Waalaikumsalam.. Maaf nak ibu mengganggu waktu kerjanya, tadi waktu ibu pulang dari pasar nak Putri pingsan di ruang tamu nak dan sudah satu jam masih belun sadarkan diri," jelas ibu Lira.
"Astagfirullah Putri pingsan kenapa bu?" tanya Thania.
"Ibu tidak tau nak karena tadi ibu tinggal ke pasar, namun dari pagi nak Putri hanya berdiam diri di dalam kamar dan ibu tinggal ke pasar untuk membeli bahan makanan tapi pas ibu kembali nak Putri sudah seperti ini," jelas ibu Lira.
"Baiklah bu Thania akan segera kesana ya, ibu tunggu," jawab Thania lalu mematikan teleponnya.
__ADS_1
Selama menunggu Thania datang ibu Lira terus menerus memberikan minyak angin di hidung Putri berharap Putri segera bangun lalu ponsel Putri pun berdering dan tertulis nama pak Sam disana, ibu Lira pun segera menjawab telepon dari pak Sam berharap ia mendapat jawaban mengapa Putri bisa seperti sekarang.
"Assalamualaikum pak ini saya," kata ibu Lira.
"Waalaikumsalam bu non Putri nya ada?" tanya pak Sam.
"Maaf pak sudah hampir dua jam nak Putri tidak sadarkan diri," jawab ibu Lira.
"Apa yang terjadi bu?" tanya pak Sam.
"Justru itu yang ingin saya tanyakan pak, karena tadi saat say pulang dari pasar nak Putri sudah tergeletak di ruang tamu apa bapak mengetahui sesuatu?" jelas ibu Lira.
"Begini bu tuan Randy dan pak Chiko kecelakaan saat menuju hotel di Malaysia dan saya menghubungi non Putri untuk memberikan kabar bahwa pak Randy sedang berada di ruang ICU dalam keadaan kritis sedangkan pak Chiko baru saja selesai operasi karena benturan di kepalanya," jelas pak Sam.
"Sepertinya ada seseorang yang sengaja mencelakai tuan Randy bu namun baik saya maupun polisi saat ini masih mencari pelakunya, oh iya bu anak buah saya yang lain sedang dalam perjalanan menuju rumah ibu untuk berjaga disana saya juga akan menghubungi dokter untuk memeriksa keadaan non Putri," kata pak Sam.
"Baiklah pak kabari lagi jika ada perkembangan mengenai nak Randy dan nak Chiko," kata ibu Lira.
"Baik bu kalau begitu saya tutup dulu teleponnya ya bu," jawab pak Sam.
Setelah sambungannya terputus ibu Lira pun kembali menyimpan ponsel Putri di atas nakas lalu menatap Putri dengan tatapan sayu dan membelai rambut Putri.
"Sungguh begitu banyak ujian yang menimpamu nak baru saja kamu kehilangan anakmu sekarang suamimu juga sedang berjuang untuk hidup, semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan untukmu nak dan semoga suamimu segera pulih dan kembali lagi kesini dengan sehat, yang kuat ya nak," kata ibu Lira meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum bu, bagaimana keadaan Putri sekarang?" kata Thania tiba-tiba masuk dan langsung terduduk di bawah tempat tidur Putri memegang telapk tangannya.
"Ibu kenapa menangis?" tanya Thania saat melihat air mata di wajah ibu Lira.
"Ibu tadi mendapat kabar dari pak Sam bahwa nak Randy dan nak Chiko mengalami kecelakaan di sana mungkin itulah yang membuat nak Putri pingsan," jelas ibu Lira.
"Apa? Randy dan Chiko kecelakaan bu? Lalu bagaimana kondisi mereka sekarang bu? Apa mereka baik-baik saja?" tanya Thania panik.
"Itulah nak, nak Randy saat ini sedang berada di ruang ICU dalam kondisi kritis sedangkan nak Chiko baru saja selesai operasi karena benturan keras di kepalanya," jelas ibu Lira lagi.
"Ya Allah ujian apa lagi ini? Kasian Putri bu, baru saja dia kehilangan anaknya sekarang ia harus mendapat kabar bahwa suaminya kecelakaan dia pasti sangat terpukul bu," jawab Thania melihat wajah pucat Putri.
"Iya nak semoga saja ada keajaiban dan nak Randy bisa pulih lagi dan kembali kesini," kata ibu Lira.
"Iya aamiin bu semoga saja," jawab Thania.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah ibu Lira dan Thania bergegas membuka pintu yang ternyata seorang dokter dan beberapa orang yang ia tidak kenal berada di ambang pintu.
"Permisi mba saya di minta pak Sam untuk memeriksa nona Putri, apa betul ini rumahnya?" tany dokter tersebut tersenyum.
"Ah iya betul dok ini rumah ibu Lira dan Putri ada di dalam, mari dok saya antar ke kamar Putri,"jawab Thania mempersilahkan dokter itu masuk namun matany tetap tertuju pada beberapa orang yang berada di sekitar pelataran rumah ibu Lira.
Setelah mengantar dokter ke kamar Putri Thania bergegas keluar lagi untuk menanyakan siapa mereka karena ia takut mereka orang jahat yang ingin mencelakai Putri.
__ADS_1