CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Memanusiakan Manusia


__ADS_3

Sepuluh menit kemudian Randy dan Putri sampai di toko kue langganan almarhum ibu Randy, segera merek turun masuk ke dalam. Wangi khas dari toko kue sudah menusuk hidung Putri tersedi berbagai jenis kue, cake dan pastry.


"Sayang mau yang mana?" kata Randy mengambil nampan dan penjapit kue.


"Hehe aku bingung sayang," kata Putri.


"Kenapa bingung?" tanya Randy.


"Emm semuanya terlihat lezat," jawab Putri.


"Kalau begitu ambil semua saja," kata Randy lalu memanggil pelayan.


"Eh sayang kebanyakan," jawab Putri namun tidak di hiraukan oleh Randy.


"Iya pak ada yanf bisa saya bantu?" kata pelayan itu.


"Tolong bungkus semua makanan yang ada disini saya ambil semuanya!" kata Randy.


"Ah betul pak?" tanya pelayan itu.


"Apa kamu melihat saya sedang bergurau?" tanya Randy menatap tajam.


"Ah iya pak mohon di tunggu saya dan rekan saya akan menyiapkan pesanan bapak," jawab pelayan itu menganggukan kepalanya dan pergi ke belakang.


Putri pun kembali menghampiri Randy menggoncang lengannya.


"Sayang apa tidak kebanyakan? Siapa yang akan menghabiskan ini?" kata Putri.


"Bukankah kamu bilang ini semua terlihat lezat?" tanya Randy.


"Iya tapi tidak semuanya kamu borong sayang aku tidak akan sanggup menghabiskannya sendiri," jawab Putri.


"Tak apa sudah tanggung aku beli sayang," kata Randy tersenyum lalu duduk di kursi yng telh di sediakan.


Akhirnya Putri berpikir keras bagaimana caranya menghabiskan makanan yang Randy beli agar tidak mubazir, setelah beberapa saat ia berpikir akhirnya Putri menemukan ide lalu menghampiri pelayan yang sedang membungkus makanannya.


"Permisi mbak!" kata Putri.


"Ah begini mbak bisakah saya meminta tolong bungkus makanan nya secara campur masing-masing satu pcs jadi beberapa kantong karena aku akan membagikan sebagian nya," kata Putri.


"Baik bu mohon menunggu," jawab pelayan itu ramah.


"Terimakasih ya mbak," kata Putri lalu menghampiri Randy yang sedang memainkan ponsel.


"Sayang bolehkah aku membagikan sebagian makanannya untuk orang-orang yang kita temui di jaln termsuk orang-orang yang tinggal di pinggir jalan," kata Putri meminta persetujuan Randy.


Randy menoleh ke arah Putri dan tersenyum.

__ADS_1


"Istriku memang paling baik, tentu boleh sayang nanti kita bagikan makanny di jalan ya," kata Randy memeluk Putri.


"Terimakasih sayang! Aku kira kamu akan marah," kata Putri tersenyum.


"Kenapa aku harus marah jika istriku mempunyai niat yang begitu dermawan? Justeu aku sangat bangga padamu karena jiwa sosialmu begitu tinggi, bahkan aku sering mendengar selma di rumah sakit maupun di rumah kamu selalu memberikan makanan pada pak Sam dan yang lainnya secara sengaja dan tidak pernah membedakan mereka apapun yang kamu makan mereka juga makan makanan yang sama, aku beruntung mempunyai istri sebaik kamu sayang," kata Randy memeluk erat Putri dan menempelkan sisi kepalanya dengan ujung kepala Putri.


"Bukankah menolong dan memanusiakan manusia itu sudah seharusnya sayang?" tanya Putri.


"Iya tapi tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama sepertimu bahkan di antara mereka lebih memilih menghabiskan uang mereka untuk shopping dan jalan-jalan dari pada harus berbagi dengan sesama," kata Randy.


"Mungkin hanya sebagian saja sayang, masih banyak ko orang baik di dunia ini," kata Putri.


"Tapi bagiku kamulah yang terbaik," kata Randy menoleh ke arah Putri membuat Putri tersenyum malu.


"Makasih sayang," jawab Putri.


Sambil menunggu Putri mengabadikan momen mereka dalam beberap jepretan melalui ponselnya ada jug berupa video berdurasi beberapa detik namun karena Randy yang jarang berada di depan kamera sehingga terlihat begitu kaku dan Putri berulang-ulang kali mengajari Randy untuk tidak terlalu kaku saat di depan kamera dan menyuruhnya untuk tersenyum manis, namun tetap saja Randy masih kaku ketika hasil kamera nya telah jadi alhasil Putri lelah untuk memberikan arahan pada Randy dan menerima dengan laang bahwa suaminya itu kutub es jika di depan kamera.


Setelah hampir tiga puluh menit akhirnya pesanan Putri dan Randy sudah masuk ke dalam lebih dari dua puluh kantong dan waktunya Randy untuk membayar pesanan tersebut dan memberikan bonus untuk kedua pelayan yang telah membantunya membungkus seluruh makanan di sana membuat kedua pelayan itu mengucapkan beberapa kali terimakasih kepada Randy dan Putri karena telah memborong makanan di toko tempat mereka bekerja sekaligus memberikan mereka bonus karena memang toko itu sedang sepi.


Akhirnya mereka pun membantu Randy dan Putri memasukkan beberapa kantong keresek ke dalam mobil Randy dan langsung menutup tokonya karena sudah tidak ada yang harus mereka jual.


"Sekali lagi terimakasih banyak pak Randy dan bu Putri," kata pelayan itu yang memang mengenal Randy dan Putri yang selalu masuk top trending terutama Randy.


Putri dan Randy tersenyum manis kepada mereka dan menganggukan kepalanya lalu beranjak masuk ke dalam mobil dan menancap gas menyusuri kota Bandung menuju ke rumah Randy sambil mencari orang-oranf yang beruntung mendapatkan kue dari Randy dan Putri.


Putri merasa sangat lega setelah berkeliling akhirnya mereka dapat menghabiskan sebagian kantong dan sisa nya untuk para pegawai di rumah nya dan hanya dua kantong keresek untuk Putri.


Sesampainya di rumah Randy menghampiri pak Amir yang tengah berjaga untuk membantunya mengeluarkan kantong sisa yang ada di dalam mobil sekalian untuk membagikannya kepada seluruh karyawan di sana termasuk polisi yang sedang berjaga di rumah mereka dan masuk ke dalam menyusul Putri yang sudah naik ke kamar karena kondisi rumah sudah sepi.


Dengn di bantu mang Ujang pak Amir pun membagikan kantong keresek yang berisi kue, cake dan pastry tersebut kepada seluruh karyawan yang tentunya membuat semuanya begitu antusias senang karena mendapat kue mahal yang belum pernah mereka coba untuk di bawa pulang ke keluarga mereka.


Di dalam kamar Putri lngsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti pakaian nya sedangkan Randy membuka laptopjya untuk membaca beberapa email yang telah di kirim sekretarisnya.


"Sayang apa kamu tidak merasa lelah?" tanya Putri saat keluar dari kamar mandi.


"Sedikit sayang, tapi aku harus memeriksa email yang tadi dikirimkan sekretarisku," kata Randy tanpa melihat ke arah Putri.


Akhirnya Putri menghampiri Randy membawa beberapa makanan dan kopi instan untuk Randy dan duduk di samping Randy.


"Ini minumlah dulu," kata Putri memberikan kopi.


Randy segera menerima kopi yang Putri berikan lalu meminumnya sedikit dan menyimpan di meja lalu kembali membaca email dari sekretarisnya. Tampak Randy membaca satu persatu email dari sekretarisnya sedangakan Putri memakan makanan yang ia bawa tadi sambil menyuapi Randy.


Namun tiba-tiba raut wajah Randy berubah dan tidak ingin lagi Putri suapi sehingga membuat Putri heran.


"Sayang apa ada masalah?" tanya Putri yang melihat gelagat Randy ada yng tidak beres.

__ADS_1


"Sayang?" tanya Putri lagi.


"Ah iya sayang boleh aku minta tolong ambilkan ponselku di atas nakas sana sayang?" kata Randy.


Putri pun mengambilkan ponsel Randy lalu memberikannya.


"Ada apa sayang?" tanya Putri lagi sambil mendudukan badannya.


"Ada laporan keuangan yang begitu janggal sayang dan ada beberapa pengeluaran yang tidak wajar sepertinya ada yang berlaku curang selama aku berada di rumah sakit," kata Randy.


"Apa kamu mengetahui orangnya sayang?" kata Putri.


"Aku akan menelpon Chiko sayang," kata Randy.


Saat menunggu Randy menelpon Chiko Putri membaca email yang dikirimkan sekretaris Randy dan tentunya atas seizin Randy ia membuka isi email tersebut.


Setelah menganalisis seluruh isi email tersebut akhirnya Putri mendapat kesimpulan langkah yang harus Randy lakukan untuk mengetahui dalang di balik kejanggalan tersebut.


Putri masih menunggu Randy yang masih berbincang dengan Chiko akhirnya Putri mengambil sebuah kertas dan pulpen untuk menulis perencaan agar lebih mudah di mengerti oleh Randy maupun Chiko.


Setelah beberapa saat menunggu khirnya Putri menyelesaikan diagram untuk perencanaan Randy seiring dengan selesainya Randy menutup teleponnya.


"Sayang apa sudah ada solusi?" tanya Putri.


"Besok aku akan sidak dadakan di kantor sayang," jawab Randy singkat.


"Boleh aku berpendapat sayang?" tanya Putri.


"Boleh sayang, gimana?" tanya Randy lalu duduk di samping Putri.


"Ini aku telah menyimpulkan yang tadi dikirim sekretarismu dan solusinya," kata Putri memberikan secarik kertas pada Randy.


Dengan segera Randy mengambil kertas tersebut lalu membaca dan mempelajarinya dengan teliti, setelah selesai Randy tersenyum manis kepada Putri dan memeluknya erat.


"Gimana sayang apa kamu setuju dengan ideku?" tanya Putri.


"Tentu sayang idemu sangat cemerlang dan memang akan dengan cepat mendapatkan orang-orang yang terlibat di dalam nya terimakasih ya sayang," jawab Randy.


"Syukurlah kalau kamu suka dan setuju dengan ideku," kata Putri mengelus punggung Randy.


"Terimakasih sudah membantuku sayang, besok aku akan ke kantor apa kamu akan ikut?" tanya Randy.


"Sepertinya besok aku akan istirahat di rumah sayang, apa kamu tidak lelah?" tanya Putri balik.


"Aku akan berangkat agak siang sayang agar bisa istirahat terlebih dulu, sebaiknya kita tidur yuk kamu pasti sudah mengantuk kan?" tanya Randy melepaskan pelukannya lalu membereskan laptop dan sisa makanan Putri lalu beranjak ke kamar mandi dan mengganti bajunya.


Malam itu mreka pun tertidur dengan sangat nyenyak karena sudah begitu lelah dan terlalu kenyang.

__ADS_1


__ADS_2