
Setelah beberapa jam terlelap alhirnya Putri pun terbangun lebih dulu dari suaminya, ia melihat suaminya masih terlelap dengan sangat nyenyak nya sehingga ia berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya lalu menunaikan shalat ashar. Lama ia bersimpuh di atas sejadahnya untuk berdoa agar suaminya lekas pulih dan meminta perlindungan kepada yang Maha Kuasa agar kehidupan tumah tangga Putri dan Randy kedepannya bisa jauh lebih baik tak lupa ia juga berdoa agar Allah dapat mempertemukannya dengan calon bayinya di syurga dan dapat kembali mengandung untuk melengkapi rumah tangganya, derai air mata Putri membasahi kedua pipi mulusnya setiap kata demi kata yang ia ucap tak puput dari tetesan dari kedua bola matanya segala keluh kesah, rasa sakit, khawatir dan
sesaknya ia tumpahkan saat itu hingga tanpa sadar sejak tadi Randy tepah terbangun dari tidurnya dan mendengar setiap doa Putri tak lupa ia pun mengaamiinkan doa-doa Putri hingga ia pun meneteskan air matanya merasakan apa yang Putri rasakan, ia bahkan tidak pernah melihat tangisan Putri hingga sedalam itu. Kini ia betul-betul mengetahui apa yang Putri alami dan selalu di tutupi Putri, ternyata di balik senyuman manis nya tersimpan banyak luka yang Putri simpan dan hanya berusaha tegar di depan orang-orang terkasihnya termasuk Randy. Kini Randy mengetahui bahwa Putri sangatlah rapuh terlebih ujian yang baru-baru ini menimpanya namun ia tetap melihat senyuman ketegaran Putri seolah ia baik-baik saja.
Randy berusaha terduduk dari tidurnya meski ia merasakan sakit yang amat sangat di bagian kepalanya namun ia ingin menunjukkan kepada Putri bahwa ia sudah merasa baik-baik saja agar Putri tidak terlalu merasa khawatir dengan keadaannya saat ini.
Setelah selesai menumpahkan segala rasa sesaknya ia pun kembali membereskan alat shalatnya tanpa menyadari jika Randy sedang memperhatikan aktifitas nya saat itu sehingga saat Putri berbalik ia tampak terkejut melihat Randy sedang dalam posisi setengah dudui sambil tersenyum manis ke arahnya, Putri segera menghampiri suaminya sambil tersenyum.
"Sayang kapan bangun?" tanya Putri yang memang cemas Randy mendengar rintihan doanya tadi.
"Baru saja sayang, kamu kenapa tidak membangunkanku dan shalat bersama sayang?" tanya Randy memegang wajah istri cantiknya itu.
"Aku tidak tega membangunkanmu sayang, tidurmu sangat nyenyak sekali," jawab Putri lega.
"Ah iya sayang mungkin efek obat jadi aku tertidur pulas, sayang sini," kata Randy membuka lebar tangannya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Putri pun segera masuk ke dalam pelukan Randy yang memang sudah ia rindukan dan pelukan yang selalu menenangkannya ketika ia sedang dalam kondisi lemah, tanpa sadar air matanya kembali tumpah di pelukan Randy dan menangis sesenggukan Randy pun mengerti apa yang Putri rasakan ia segera mengusap punggung Putri sambil memeluknya erat membiarkan Putri menumpahkan tangisnya tanpa berakata satu patah katapun. Sesak rasanya dada Randy melihat orang yang begitu ia cintai harus menangis seperti saat ini ia bahkan merasa gagal menjadi seorang suami karena masih saja mengecawakan bidadari syurga seerti istrinya itu, jika saja itu menimpa wanita selain Putri mungkin saja saat ini ia sudah di tinggalkan dan di campakkan berbeda dengan Putri yang justru masih memberinya kesempatan setepah berulang kali ia mengulangi kesalahan nya.
"Ya Allah... apa yang sudah aku perbuat pada istri shalehahku ini? Betapa bodohnya aku selalu menyianyiakan kesempatan yang selalu ia beri untukku bahkan istriku sering menangis karena sikapku tapi ia masih saja berlaku baik padaku, suami macam apa aku ini ya Allah... sakit rasanya hatiku saat wanita yang ku cintai tidak dapat merasakan kebahagiaan selama bersamaku padagal dulu akulah yang mengejarnya untuk dapat bersanding denganku namun setelah aku memilikinya, aku malah melukai hatinya, membuatnya menangis bahkan karena keegoisanku kini kami harus kehilangan calon bayi kami.... ya Allah ampuni aku bimbinglah aku untuk bisa menjadi suami dan imam yang untuk istri dan anak-anakku kelak, bimbinglah aku untuk menjadi suami yang lebih baik lagi," batin Randy meneteskan air matanya yang dengan cepat ia hapus kembali karena takut Putri mengetahui.
Lama Putri berada di pelukan Randy hingga ia betul-betul merasa sesak di dadanya kembali hilang ia pun melepaskan pelukannya dan melihat pakaian Randy sudah basah dengan air mata dan ingus nya membuat Putri malu, Randy yang mengerti dengan tatapan Putri pun dengan cepat menenangkan Putri.
"Sudah lega sayang?" tanya Randy tersenyum.
Putri hanya menganggukan kepalanya pelan dan mengusap sisa air matanya.
"Apa ia mendengar doa-doaku tadi?" batin Putri.
Seolah mengerti dengan tatapan kosong Putri akhirnya Randy menyangkal pikiran Putri,
"Aku merasakan sesak di dadamu saat kamu menangis barusan sayang, kamu tidak pernah menangis seperti barusan, jika ada yang ingin kamu ceritakan padaku ceritakanlah sayang agat bebanmu sedikit berkurang, aku siap mendengarkamu," kata Randy mantap.
__ADS_1
"Tidak sayang aku hanya bersyukur saja Allah masih bisa membuatku memelukmu bahkan kamu membalas pelukanku, aku hanya merindukanmu saja sayang," jawab Putri tersenyum.
"Kamu masih saja berbohong sayang" batin Randy.
"Benarkah? Aku juga sangat merindukan pelukanmu sayang, biasanya aku selalu tertidur setelah memelukmu," jawab Randy tersenyum.
"Maka dari itu segeralah pulih sayang biar kita bisa kembali melakukan kebiasaan kita sebelumnya," jawab Putri memegang pipi Randy.
"Tentu sayang, aku sudah merasa pulih sekarang buktinya aku sudah bisa terduduk seperti ini," jawab Randy sok kuat padahal ia tengah menahan rasa sakit di kepalanya.
"Alhamdulillah kalau begitu sayang semoga setiap harinya selalu berangsur membaik seperti sekarang ya sayang, aku senang bisa melihatmu bisa terduduk seperti ini," kata Putri tersenyum.
"Tapi jangan lama-lama duduknya sayang meskipun kamu sudah merasa lebih baik tapi kamu masih perlu istirahat yang sangat cukup jadi sekarang kamu tiduran lagi ya sayang," kata Putri kembali membantu Randy untuk tertidur kembali.
Ia mengetahui jika Randy berpura-pura menahan rasa sakitnya untuk terduduk karena ia beberapa kali melihat Randy mengernyitkan dahinya setiap Randy menngangkat kepalanya pertanda bahwa Randy masih belum betul-betul pulih sehingga Putri tidak tega melihat Randy terlalu memaksakan diri untuk tetap terduduk demi membuatnya bahagia.
__ADS_1
Randy pun mengikuti arahan Putri karena ia memang sudah menahan sakit terlalu lama dan Putri pun segera memeberikan air putih untuk Randy agar suaminya itu kembali merasa rileks.