CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 39


__ADS_3

Satu jam kemudian saat Putri sedang mengecek berita perusahaan Randy di media online tiba-tiba pintu kamar nya terbuka dan masuklah seorang perempuan yang tidak ia kenal dengan wajah penuh amarah Putri dan bi Sumi yang berada di sana tampak kebingungan lalu bi Sumi dengan sigap menghalangi langkah wanita itu namun karena tenaga bi Sumi tidak lebih kuat dari pada wanita itu sehingga wanita iru berhasil mendekat ke arah Putri lalu menampar Putri dengan kuat sehingga Putri merasakan kebas di pipi nya, tak hany itu wanita tersebut juga menarik jilbab Putri sehingga rambut panjang nya terurai bebas kemana-mana dan menarik rambut Putri sekuat tenaga yang membuat Putri mweringis sakit. Bi Sumi yang menyaksikan segera meminta tolong orang sekitar yang berada di sana termasuk ia memanggil satpam untuk membantunya, tak berselang lama satpam pun segera masuk dan menarik wanita tersebut dan bi Sumi segera menyelamatkan Putri dan memakaikan kembali jilbab Putri.


"Non tidak apa-apa?" tany bi Sumi memeluk Putri.


Putri hanya menggelengkan kepalanya dan wanita tadi sudah di bawa ke pos satpam untuk di introgasi, Putri hanya bisa menangis karena wanita itu bilang jika Putri telah merebut Randy darinya sehingga ia harus melakukan berbagai cara agar Randy bisa kembali padanya namun ternyata yang dia ambil malah menjerumuskannya ke tempat yang salah.


Berkali-kali Putri menyangkal jika ia tidak merebut Randy darinya namun wanita tersebut mlah semakin menarik rambut Putri sehingga beberapa helai rambutnya tertarik membuat Putri semakin kesakitan hingga akhirnya bi Sumi datang membawa bantuan akhirnya Putri terlepas dari jeratan wanita itu. Tak lama berselang Thania pun datang membawa buah dan beberapa makanan kesukaan Putri, betapa kaget nya Thania saat ia melihat Putri tengah memeluk bi Sumi sambil menangis lalu ia segera berlari menghampiri Putri dan menyimpan buah tangan nya di meja.


"Putri kamu kenapa?" tanya Thania.


Seketika Putri mengangkat kepalanya dan menghapus air matanya, Thania kembali syok melihat kondisi Putri dengan wajah yang merah seketika Thania duduk di depan Putri dan memegng wajahnya.


"Apa yang terjadi sama kamu Put? Siapa yang melakukan ini? Bi kenapa?" tanya Thania lagi melihat ke arah bi Sumi karena Putri enggan berbicara.


Thania pun memeluk Putri dan Putri kembali menumpahkan rasa sakit nya di pelukan Thania tanpa berbicara apapun padanya, karena penasaran apa yang terjadi Thania pun kembali melirik ke arah bi Sumi seketika bi Sumi mengerti maksud Thania lalu menceritakan semuanya pada Thania membuat Thania geram dengan tindakan wanita tersebut lalu ia melepaskan pelukan Putri dan beranjak ke pos satpam untuk melabrak kembali wanita itu karena telah berbut semena-mena pada Putri yng tidak mengetahui apapun dengan permasalahan dia dan Randy. Putri berusaha mencegah Thania namun ia tertahan oleh bi Sumi dan suster yang masuk untuk mengobati luka Putri akhirnya ia hanya bisa terdiam dan kembali berbaring untuk memudahkan suster mengobati lukanya. Di sisi lain Thania dengan langkah panjang nya masuk ke dalam lift menuju pos satpam dan tanpa menunggu lama pintu lift terbuka segera ia berjalan setengah berlari agar ia cepat sampai di pos satpam, ketika Thania sampai ia melihat seorang wanita yang membelakanginya tengah di introgasi satpam namun jawaban wanita tersebut kembali membuat nya geram seketika ia menghampiri wanita itu lalu menamparnya dengan sekuat tenaga juga karena ia sudah di penuhi emosi. Namun ketika wanita tersebut melihat ke arah Thania betapa kagetnya Thania karena ia mengenali wanita tersebut.

__ADS_1


"Sefti! Ternyata kamu perempuan itu? Kenapa kenapa kamu melakukannya hah? Dia itu sahabat kakak dan kakak sudah menganggap nya seperti keluarga kakak sendiri?" kata Thania dengan nada tinggi.


"Ini bukan urusan kakak," jawab Sefti malas.


"Jelas ini urusan kakak! Kamu sudah menuduh sahabat kakak merebut lelakimu padahal pada kenyataannya kamulah yang terlalu terobsesi dengan Randy bahkan kamu juga telah melakukan tindakan kriminal yang jelas-jelas sangat merugikan perusahaan Randy!" bentak Thania.


"Maaf bu apa ibu kenal dengan wanita ini?" tanya satpam tersebut melerai mereka.


"Iya pak dia adik sepupu saya dan saya akan menelpon teman saya yang juga sedang mencarinya jnagn biarkan dia kabur ya pak," kata Putri lalu beranjak keluar.


Melihat tindakan Thania, Sefti pun tidak tidak tinggal diam dan segera menangkis kaki Thania hingga ia terjatuh membuat Thania meringis kesakitan, Thania pun segera di bantu satpam lain untuk berdiri namun ia kembali merasakan sakit di kaki nya saatThania hendak berdiri sehingga satpam mendudukanny di kursi tak jauh dari Sefti. Thania pun menatap tajam ke arah Sefti dan segera menelpon seseorang yang sebelumnya meminta satpam untuk memegang Sefti agar ia tidak melakukan tindakan yang sama pada Thania setelah semuany aman barulah Thania mengeluarkan ponselnya dan menelpon orang yang juga ada kaitannya dengan Sefti.


"Halo," kata Thania.


"Halo apa yng terjadi?" kata seseorang itu.

__ADS_1


"Apa kamu sedang mencari Sefti? Jika kamu sedang mencarinya dia sedang berada di pos satpam rumah sakit bersamaku karena dia telah membut ulh disini" kata Thania.


"Baiklah aku segera kesana sekarang."


Setelah menutup teleponnya Thania melihat ke arah Sefti dengan senyum sinis nya membuat Sefti tertunduk lesu meratapi nasibnya kini karena ia sangat mengenali orang tersebut yang tidak memandang siapapun yang berani berurusan dengan nya. Selang dua puluh menit lelaki itu datang bersama beberapa orang pria berbadan tegak membuat Sefti dan Thania bergidik ngeri dan satpam yang ada di sana pjn memberikan hormat pada lelaki tersebut dan melepaskam Sefti.


"Dia berbuat ulah apa disini?" tanya lelaki tersebut pada Thania.


"Dia telah melukai istrimu sehingga dia harus di bawa ke sini," jelas Thania membuat Randy geram dan mencengram pipi Sefti hinhha ia meringis kesakitan.


Ya pria itu Randy, Thania sengaja menelpon Randy agar Sefti mendapat ganjaran yang setimpal dari Randy karena ia sebagai kakak sepupunya telah gagal mendidiknya. Perlu diketahui Sefti selama ini tinggal bersama Thania semenjak kedua orangtuanya menetap di Jerman dan dua tahun lalu meninggal dunia karena kecelakaan pesawat saat hendak pulang ke Indonesia untuk membawa Sefti menyelesaikan kuliah disana,


Flashback on..


Sefti yang sangat antusias karena hendak bertemu dengan kedua orangtuanyapun segera bergegas menuju bandara di temani Thania untui menjemput kedua orangtuanya tak lupa Sefti membawa bunga untuk menyambut kedatangan orangtuanya. Sefti pun menanyakan kepada petugas pukul berapa penerbangan dari Jerman sampai dan ternyata sekitar tiga puluh menit lagi, tampak Sefti dengan wajah berseri menunggu kedua orangtua nya di kursi sambil mengecek ponsel nya melihat fotonya saat orangtuanya masih berada disini bersamanya. Tapi siapa sangka takdir berkata lain, pesawat yang di tumpangi kedua orangtuanya kehilangan kontak saat lima belas menit lagi sampai di bandara membuat selemuruh keluarga disana panik dan menanyai beberapa perugas disana tentang informasi tersebut, dengan berat hati petugas pun membenarkan informasi tersebut yang mengundang tangis dari seluruh keluarga yang anggota keluarganya menjadi penumpang di pesawat tersebut tak terkecuali Sefti. Ia sangat terpakul dengan berita yang ada dan Sefti berusaha menghubungi kedua orangtuanya namun tetap ponsel orangtuanya masih tidak aktif semakin menambah kesedihan Sefti yang sudah mengharapkan bertemu dengan orangtuannya, Thania pun berusaha menenangkan Sefri yang begitu histeris di bantu dengan petugas disana untuk membawa Sefti ke klinik sekitar sana, setelah sampai Sefti langsung diberikan obat penenang karena Sefti semakin memberontak membuat Thania dan petugas di sana kewalahan. Setelah Sefti tertidur Thania kembali memastikan jika informasi itu benar atau tidak dan setiap petugas yang ia temui membenarkan bahwa pesawat Jerman-Indonesia mengalami kecelakaan Thania pun ikut meneteskan air matanya dan duduk di kursi tunggu. Beberapa hari kemudian setelah kepergian orangtuanya Sefti menjadi tanggungjawab Thania sepenuhnya karena hanya dialah keluarga satu-satunya untuk Sefti lalu setelah Sefti lulus kuliah ia pun pergi ke Jerman untuk meneruskan perusahaan papa nya disana dan baru seminggu ini Sefti pulang ke Indonesia tinggal bersama Thania kembali.

__ADS_1


Flashback off..


Beberapa hari lalu Sefti bercerita kepadanya jika ia kembali bertemu dengan teman lama yang ia sukai Thania sendiri tidak mengetahui jika orang yang di maksud itu Randy suami dari sahabatnya sehingga ia hanya bisa mensupport sepupunya itu agar ia segera menemukan pendamping hidup yang bisa menjaganya namun tanpa di sangka Sefti menyukai orang yang sudah beristri bahkan ia telah melakukan segala cara untuk mendapatkannya sehingga saat ini ia sudah tidak tau lagi harus berbuat apa dan ia menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini pada Randy dan Putri.


__ADS_2