
Malam sudah hampir larut, saat Randy mengantarkan Putri ke kosan nya jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan terlihat Putri sudah sangat lelah karena dari pagi ia harus menggunakan tenaganya dengan ekstra untuk menjenguk sahabatnya dan yang tak di sangka-sangka harus menemani Randy ke pesta pernikahan sahabat Randy terlebih ia besok harus kembali bekerja.
Setelah di dalam mobil Randy pun segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebetulnya banyak yang ingin di tanyakan Putri pada Randy namun karena ia sudah terlalu lelah akhirnya dia memilih diam dan menatap keluar jendela,
"Kamu kenapa Put? Apa kamu tidak menyukai saat di pesta tadi?" tanya Randy sambil tetap mengemudikan mobilnya.
Putri pun mengalihkan pandangan nya, "Engga ko Ran, aku cuman sedikit capek aja,"
"Yasudah kamu tidur aja nanti kalau udah nyampe aku bangunin," kata Randy.
"Gak apa-apa ko kan dari sini ke tempat kos gak begitu jauh". jawab Putri.
Tiba-tiba posel Putri berdering, Putri pun segera mengambilnya dari dalam tas dan menekan tombol hijau.
"Hallo Than,"
"Hallo Put, akhirnyaaaa kamu kemana aja sih dari tadi aku telpon gak di angkat-angkat di chat juga gak di bales, bikin khawatir aja, kamu gak di apa-apain kan sama pangeran kodok itu?" tanya Thania bertubi-tubi.
"Ya Allah Than kebiasaan deh kalau nanya gak pernah satu-satu," kata Putri.
"Ya habisnya kamu dari tadi ga ada ngabarin aku atau Lira kalau kamu udah nyampe Bandung atau belum kan kita jadi khawatir Put," jawab Thania lagi.
"Iya maaf udah bikin kalian khawatir, aku tadi sampe di Bandung jam lima langsung ke butik untuk siap-siap nemenin Randy ke pernikahan sahabatnya ini baru di perjalanan mau ke kosan, aku belum sempat pegang handphone dari tadi Than," jelas Putri panjang lebar.
"Astaga kamu dari tadi masih belum sampai ke kosan? bukannya besok kamu harus kerja lagi Put? Ini udah larut malam loh, ga biasanya kamu pulang jam segini emang tuh cowok ga ngijinin kamu pulang nyampe kamu harus di antar pulang jam segini?"
"Ga apa-apa ko Than nanti sampe kosan aku langsung istirahat, ini bentar lagi juga nyampe ko," Putri pun melihat ke arah Randy yang sudah terlihat muram.
"Yasudah nanti aku kabarin kamu lagi ya kalau udah nyampe kosan."
"Yasudah hati-hati ya," Thania pun menutup telponnya dan Putri kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Di mana kosan kamu?" tanya Randy tanpa melihat ke arah Putri.
"Itu di depan belok kiri, nanti ada sekolah TK berhenti disitu aja soalnya jalan ke kosan ku ga masuk mobil," jelas Putri yang hanya di angguki oleh Randy.
__ADS_1
Lima menit kemudian mereka sampai di tempat yang tadi Putri jelaskan. Sebelum Putri turun,
"Besok kamu tidak perlu masuk kerja ambil cuti lagi aja, aku akan jemput kamu jam 10 pagi besok agar kamu tau tempat kerjaku," kata Randy tanpa melihat Putri.
"Tapi aku cuman di kasih cuti satu hari aja Ran, aku gak bisa ambil cuti lagi," jawab Putri pelan.
"Kalau gitu kamu siapkan surat pengunduran diri dan besok kamu berikan ke kantor," kata Randy lagi yang kali ini melihat mata Putri.
"Kalau aku mengundurkan diri aku kerja dimana lagi Ran? Aku masih perlu kerjaan ini untuk makan dan sewa kos," kata Putri lagi yang mulai berkaca-kaca.
"Aku yang akan tanggung semua kebutuhan kamu termasuk tempat tinggal kamu, kalau kamu setuju lusa kita menikah," kata Randy yang membuat lidah Putri kaku.
"Apa kamu serius dengan ucapanmu? bahkan aku belum tau siapa kamu, rumah kamu, pekerjaan kamu, latar belakang kamu," kata Putri dengan bergetar karena air matanya sudah jatuh.
"Maka dari itu besok aku akan perlihatkan semuanya siapa aku, pekerjaan aku, latar belakang aku, semua yang ingin kamu ketahui tentang aku besok aku akan memberitahumu, besok aku akan menunggu kamu disini pukul sepuluh pagi jika kamu tidak datang aku anggap itu sebagai penolakan darimu," kata Randy lalu turun dari mobil dan membukakan pintu Putri.
Tanpa ada kata-kata apapun akhirnya Putri turun dan berlalu meninggalkan Randy sediri, ia begitu kalut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Randy di sisi lain ia ingin sekali menikah dan berumah tangga di sisi lain lagi ia baru mengenal Randy dan takut jika Randy hanya mempermainkannya, saat ia berjalan dengan pikiran-pikirannya tiba-tiba ponsel nya berdering dan ia segera mengambilnya karena takut mengganggu istirahat tetangga yang ia lewati,
"Hallo."
"Apakah untuk berjalan ke kosan mu harus berjalan sejauh itu?" tanya Randy di telpon.
"Hei kenapa gak di jawab?" tanya Randy lagi.
"Eh iya, emang harus berjalan dulu sebentar lagi juga sampai, kenapa belum pulang?"
"Aku hanya ingin memastikan kamu pulang dengan selamat,"
"Makasih atas perhatiannya, ini aku udah sampai di kosan ko," kata Putri sambil membuka pintunya.
"Baiklah kalau begitu aku pulang ya, ingat besok aku jemput kamu jam sepuluh pagi di sini, selamat istirahat," Randy pun menutup telponnya.
Putri hanya menatap layar ponsel nya dan tak lama ia pun segera ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan beristirahat karena ia sudah sangat lelah akhirnya dia pun langsung tertidur.
Keesokan harinya dia terbngun karena bunyi alarm dari ponsel nya yang sudah ia setel dari dua tahun lalu, namun karena masih mengantuk akhirnya dia tertidur lagi dan hanya mematikan alarmnya. Beberapa jam pun berlalu akhirnya Putri terbangun pukul delapan lewat enam menit seketika ia langsung terperanjat karena sudah sangat telat untuk bekerja akhirnya ia dengan cepat ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap saat ia mengambil ponsel nya tiba-tiba ponselnya berdering,
__ADS_1
"Hallo Ran, aku udah telat masuk kantor nanti lagi telponnya ya," kata Putri buru-buru.
"Kamu ga jadi mengundurkan diri?" ucapan Randy seketika membuat Putri kembali teringat dengan percakapannya semalam yang ia kira hanya mimpi.
"Aku belum sempat membuat suratnya Ran," jawab Putri dengan segera.
"Yasudah aku buatkan suratnya kirim aja Kartu Identitas kamu, nanti aku bawa saat aku jemput kamu. Lagian kalaupun kamu ke kantor sekarang pasti dapat SP dari atasan kamu."
Ucapan Randy seketika membuat Putri tersadar dan ia kembali duduk di kasurnya "yasudahlah mungkin memang sudah jalannya seperti ini, lebih baik aku mengikuti keinginan Randy dan menikah dengannya, semoga ini pilihan yang tepat bismillah".
"Yasudah kalau begitu aku tunggu kamu," kata Putri dan segera mematikan telponnya lalu menelpon atasannya.
Tak lama berdering akhirnya di angkat oleh atasan Putri.
"Hallo Putri kamu kemana? Katanya kamu masih belum datang? Bukannya kamu saya kasih cuti satu hari, kenapa hari ini masih gak ada?" kata atasan Putri dengan nada tinggi.
"Mohon maaf pak, saya akan mengundurkan diri dan nanti saya akan ke kantor untuk memberikan surat pengunduran diri saya dan mengambil barang-barang saya."
"Apa? kenapa kamu mengundurkan diri secara tiba-tiba Putri?" jawab atasan Putri tak kalah tinggi.
"Mohon maaf pak saya akan menikah, dan calon suami saya tidak mengijinkan saya untuk bekerja, saya harap bapak dapat memaklumi," kata Putri sopan.
"Hah yasudah saya tunggu kamu di kantor," jawab atasan Putri lagi lalu menutup telponnya.
Tak berselang lama telponnya kembali berdering dari Randy,
"Hei kamu kenapa main matiin aja telpon nya? Aku belum selesai bicara sama kamu, kamu juga belum ngirimin aku kartu identitas kamu," kata Randy marah.
"Ah iya maaf Ran aku tadi ngabarin dulu atasan aku karena aku mau mengundurkan diri, maaf aku tidak bermaksud tidak sopan karena mematikan telponmu aku pikir kamu sudah selesai bicara sama aku, aku juga takut tadi atasanku marah karena aku masih belum datang ke kantor, soal surat pengunduran diri biar aku saja yang buat aku masih ada waktu ko sebelum kamu jemput," jelas Putri panjang.
"Yasudah lain kali jangan di ulang lagi, tiga puluh menit lagi aku jemput kamu di depan sekolah TK."
"Iya Rand kalau begitu aku buat dulu surat pengunduran diri ya, nanti kabarin aku kalau udah sampai."
"Oke, see you."
__ADS_1
Mereka pun mengakhiri teleponnya dan Putri segera bergegas mengambil laptop nya untuk membuat surat pengunduran diri.
Bersambung...