CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Resmi Bertunangan Part 2


__ADS_3

Setelah selesai mereka pun menikmati hidangan yang telah di siapkan oleh keluarga Thania, Randy dan Putri berkeliling mencari hidangan yang mereka sukai ahh tidak lebih tepatnya yang lebih di sukai Putri. Kedua tangan Randy telah di penuhi makanan yang Putri inginkan karena Putri sendiri begitu antusias membawa hidangan yang tersedia satu per satu, setelah puas akhirnya Putri mengajak Randy untuk mencari meja sepanjang perjalanan langkah mereka pun tak luput dari pandangan tamu yang hadir ada yang bisik-bisik ada pula yang tersenyum geli melihat kedua nya. Bagaimana tidak? Kedua tangan Randy dan Putri telah di penuhi berbagai jenis makanan bak orang yang tidak makan beberapa hari, menyadari hal itu Putri merasa malu dan mempercepat langkah nya lain hal nya dengan Randy yang berjalan santai di tengah tatapan-tatapan netizen yang saling berbisik.


"Sayang bisakah kamu jalan lebih cepat? Aku malu," kata Putri berbisik.


"Biarkan saja sayang toh makanan ini bukan mereka yang beli jadi santai saja," jawab Randy cuek.


"Kamu mah emang gak pernah peka!" jawab Putri semakin mempercepat langkahnya.


Randy menghela nafas panjang melihat Putri yang merajuk dengan kesal ia menatap tajam satu persatu netizen yang berbisik tersebut sehingga membuat mereka menunduk diam dan tidak lagi membicarakannya dan Putri. Randy pun kembali berjalan mengikuti istrinya yang sudah terduduk sambil berpangku tangan sadar istrinya yang bad mood Randy mempercepat langkahnya dan duduk di samping Putri.


"Sayang..." kata Randy.


"Udah dong jngan merajuk lagi nanti cantiknya luntur lho," sambungnya.


"Lagian kamu gak pernah peka udah di liatin banyak orang gitu masih tetep santai aja gk mikirin aku!" jawab Putri berapi-api.


"Yasudah maaf sayang lain kali aku akan memarahi mereka yang membicarakan kita diam-diam," kata Randy memegang tangan Putri.


"Dari pada kamu terus merajuk seperti ini lebih baik kita habiskan makanan-makanan ini kan sayang kita sudah mengambilnya capek-capek malah di anggurin seperti ini hhmmm," sambungnya.


Tanpa berbicara apa-apa lagi akhirnya Putri pun memakan hidangan yang ia bawa tadi meskipun wajahnya masih saja menunjukkan kemarahannya namun Randy tetap tersenyum melihat istrinya yang makan dengan mulut yang penuh sehingga membuat pipinya mengembung sempurna.


"Sayang pelan-pelan dong makannya," kata Randy yang malah mendapat tatapan tajam dari Putri.


"Baiklah aku diam saja," sambung Randy.


Dengan sekejap Putri menghabiskan makanannya hingga ia begitu kekenyangan dan bersendawa, bukannya memarahi Putri Randy justru tertawa melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil membuat Putri malu dan mencubit punggung tangan Randy sekuat tenaga.


"Aw! Sayang sakit," kata Randy.


"Itu hukuman karena kamu berani menertawakanku!" jawab Putri angkuh.


Kekonyolan mereka tak luput dari pandangan beberapa pasang mata termasuk Chiko dan Thania yang sejak tadi terus menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Randy dan Putri yang menjadi pusat perhatian para tamu undangan.


"Lihatlah tingkah mereka yang begitu kekanak-kanakan dan justru merekalah yang menjadi pusat perhatian tamu undangan padahal kan kita yang punya acara disini," gerutu Chiko.


"Hehe biarkan saja hitung-hitung hiburan gratis buat kita dan para tamu," jawab Thania sambil cekikikan.


Chiko dan Thania pun membiarkan mereka yamg menjadi pusat perhatian dan fokus dengan acara tunangannya berbincang hangat dengan keluarga besar Thania.


"Sayang aku ingin ke toilet sebentar ya," kata Putri tiba-tiba.


"Baiklah ayo aku antar," jawab Randy memgang tangan Putri.


"Tidak usah sayang lagian toilet nya deket ko hanya di seberang sana," kata Putri menunjuk ke depan kolam renang yang memang bertuliskan toilet.

__ADS_1


"Baiklah aku mengawasimu dari sini," jawab Randy.


"Oke sayang," kata Putri lalu berjalan menuju kamar mandi.


Sesuai dengan perkataan Randy, ia begitu mengawasi Putri hingga istrinya itu masuk ke kamar mandi dan tak lama Putri keluar dan berjalan menghampirinya, namun ketika Putri hanya tinggal beberapa langkah saja untuk kembali ke meja tiba-tiba seorang pria memanggil Putri yang dengan spontan Putri menengok ke arah sumber suara begitupun Randy yang juga mendengar seseorang memanggil Putri dengan terus menatap tajam pria tersebut tanpa di sangka pria itu setengah berlari tersenyum lebar pada Putri dan tanpa aba-aba memeluk Putri sontak Putri sangat kaget dan berusaha memberontak melepaskan pelukan pria tersebut tapi tak berhasil justru pria tersebut semakin mempererat pelukannya membuat Randy emosi Randy semakin membara dan mengepalkan tangannya. Ia segera berjalan cepat menghampiri mereka dan dengan kasar melepaskan pelukan pria tersebut dari Putri. Tentu saja tangannya sudah begitu gatap ingin langsung menghajarnya namun ia tidak ingin merusak acara Chiko dan Thania terlebih saat itu tamu yang hadir sangatlah banyak.


"Hei bung siapa kau berani-beraninya berlaku kasar padaku!" kata pria itu angkuh.


"Saya suaminya!" jawab Randy menatap tajam..


Seketika pria tersebut diam membisu dan melihat ke arah Putri yang memegang erat tangan Randy.


"Apa itu benar Put?" tanya pria itu yang hanya mendapat anggukan dari Putri.


"Kau siapa berani-beraninya memeluk istriku!" kata Randy dengan nada tinggi.


"Aku hanya masa lalunya, maaf aku tidak mengetahui jika Putri telah bersuami aku harap kamu bisa membahagiakannya, permisi." kata pria tersebut lalu meninggalkan Randy dan Putri dengan wajah sedih.


"Apa dia mantan pacarmu?" tanya Randy tanpa melihat ke arah Putri.


"Iya dia masa laluku," jawab Putri pelan.


"Kenapa tidak pernah cerita?" tanya Randy menatap istrinya.


"Untuk apa aku menceritakan yang sudah menjadi bagian dari masa laluku? Apalagi kamu suamiku, jika aku menceritakan masa laluku padamu bukankah kamu akan merasa sakit hati?" kata Putri menatap mata suaminya.


"Aku sudah berusaha memberontak untuk melepaskan pelukannya namun dia semakin mempererat pelukan nya hingga kamu mendorongnya," jelas Putri.


"Aku sama sekali tidak mengetahui jika dia berada disini lagian aku sudah tidak pernah sedikitpun memikirkannya dan berharap kehadirannya," sambungnya.


"Kelihatannya pria itu masih menyayangimu," kata Randy menundukan kepalanya.


"Itu sudah bukan menjadi urusanku yang aku sudah tidak ada lagi rasa sayang dan cinta terhadapnya," jawab Putri mantap.


"Jika dia meminta kamu kembali padanya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Randy memastikan.


"Pertama yang akan aku lakukan adalah berbicara padamu agar tidak terjadi kesalahpahaman, kedua aku akan tetap bersamamu jika dia memintaku kembali," jawab Putri.


"Kenapa?" tanya Randy.


"Karena kamu satu-satunya orang yang bisa meluluhkan hati yang sempat membeku karenanya, kamulah satu-satunya orang yang aku cintai dan aku sayangi, dan kamulah satu-satunya harapanku untuk dapat membimbingku sehingga kita bisa memiliki keturunan dan menua bersama," kata Putri tersenyum manis.


"Benarkah?" tanya Randy mengukir senyum.


"Apakh terdapat kebohongan di dalam mataku?" tanya Putri.

__ADS_1


"Terimakasih sudah mencintaiku dan bersedia menjaga hatimu untukku sayang," jawab Randy memeluk erat Putri.


Seketika tepuk tangan dan teriakan riuh mengiringi pelukan hangat yang Putri rasakan karena tanpa mereka sadari sejak Putri di peluk pria tadi yang tidak lain adalah mantannya menjadi pusat perhatian banyak tamu undangan mereka pun mendengar percakapan antara Randy dan Putri hingga mereka berpelukan membuat suasana yang awalnya tegang menjadi romantis dan menggemaskan karena dua sejoli ini. Chiko dan Thania pun menghampiri Randy dan Putri.


"Akhirnya kedua bocah ini bisa saling mengalahkan egonya masing-masing," kata Chiko menepuk pelan pundak Randy.


"Semoga kamu bisa senantiasa bahagia ya Put," sambung Thania.


"Makasih ya, semoga kalian juga bahagia dan saling melengkapi aku doakan agar kalian dapat terus kuat meskipun banyak badai yang akan kalian hadapi sebelum acara pernikahan kalian berlangsung semoga kalian bisa melewati itu semua dan selalu di lnncarkan persiapannya sampai hari besar kalian ya," kata Putri.


"Aamiin terimakasih ya Put kamu memang sahabat terbaikku," kata Thania yang hendak memeluk Putri.


"Tidak ada yang boleh memeluknya selain aku, suaminya!" kata Randy menghalangi langkah Thania dan menekankan perkataanya.


"Apaan sih kamu sayang dia kan sahabatku," kata Putri yang langsung memeluk erat Thania.


"Kapan lagi bisa memelukmu seperti ini? Apalagi kamu akan segera menikah pasti waktu kita untuk saling berbincang akan lebih sulit," kata Putri.


"Pokoknya kita harus tetep kumpul meski kita sudah menikah, dan kalian suami dan calon suami harus mengijinkan kita jika kita ingin bertemu," kata Thania menatap tajam Randy dan Chiko.


"Baiklah tuan Putri," jawab Chiko tersenyum genit.


"Oke sudah selesai kangen-kangenan nya ya karena aku akan membawa Putri pulang karena hari sudah mulai petang aku dan Putri pun sudah sangat lelah karen perjalanan tadi, iya kan sayang?" kata Randy.


"Ah iya sayang aku juga sudah merindukan rumah dan bi Sumi, Than aku pulang duluan gak papa kan?" kata Putri antusias.


"Iya Put gak papa ko aku juga sangat paham," kata Thania yang tersenyum penuh arti.


"Apaan sih kamu! Aku pamit ya salam untuk orangtuamu sepertinya mereka sibuk dengan para tmmu undangan," kata Putri.


"Iya nanti aku sampaikan, bye Put jaga baik-baik sahabatku ya," kata Thania pada Randy.


Randy hnya mengacungkan kedua jempolnya lalu merangkul Putri mengajaknya untuk keluar dari rumah Thania di ikuti pak Sam, anak buah pak Sam beserta polisi yang akan kembali mengawal kepulangan Randy dan Putri hingga mereka selamat sampai rumah.


Randy semakin mempererat rangkulannya pada Putri dan berjalan menuju mobil yang memang parkir tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, ia ingin segera sampai di rumah karen selain sudah sangat kelelahan ia sudah menahan rasa rindunya terhadap Putri yang sudah lama tidak ia rasakan badannya yang kian memanas membuat Randy tak sengaja mencengram pundak Putri membuat Putri meringis kesakitan.


"Sakit sayang, kamu kenapa mencengkramku begitu?" tanya Putri mengelus pundaknya sambil naik ke atas mobil.


Randy hanya tersenyum simpul tanpa menjawab satu patah katapun pertanyaan Putri membuat Putri mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan tingkah suaminya. Ia pun berusaha untuk tidak menghiraukan tatapan sayu Randy padanya dan menyandarkan kepala di pundak Putri.


"Tidurlah sayang nanti kalah sudah sampai aku bangunkan ya," kata Putri yang mengira Randy terlalu lelah.


Namun bukannya tertidur Randy justru malah memainkan jarinya di paha Putri, menyadari bahwa tingkah Randy yang semakin vulgar dan merasa tidak enak dengan pak Sam akhirnya Putri mencubit punggung tangan Randy sekeras mungkin agar bir*hinnya tidak kian memuncak.


"Sayang," kata Randy dengn suara serak.

__ADS_1


Putri hanya memelototi Randy dengan tatapan yang tajam sehingga membuat Randy kembali terdian dan tidak melakukan hal-hal aneh lagi membuat Putri tersenyum puas.


__ADS_2