CEO Ganteng Suamiku

CEO Ganteng Suamiku
Bab 32


__ADS_3

Di tempat lain Putri telah selesai bersiap untuk kedatangan jedua sahabatnya dan ia pun segera turun ke bawah menemui bi Sumi dan memberitahunya bahwa kedua sabatnya akan segera datang dan meminta bi Sumi menyiapkan cemilan untuk sahabatnya meski Putri tidak enak meminta bi Sumi untuk menyiapkan makanan kecil untuk sahabatnya namun tidak ada lilihan lain karena sebentar lagi sahabatnya sampai dan setelah menitip pesan pada bi Sumi Putri pun beranjak keluar rumah untuk menjemput sahabatnya karena mereka bilang bahwa merea sudah hampir sampai.


Saat Thania dan Lira turun dan Putri hendak memeluk mereka tiba-tiba seseorang pun turun dan membuat Putri terkejut karena ia sama sekali tidak pernah mengundang seseorang tersebut membuat Putri menatap tajam orang itu sehingga kedua sahabatnya merasa heran dengan sikap Putri yang tidak seperti biasanya.


"Put kamu kenapa?" tanya Thania.


"Kalian kenapa bisa bareng dengan orang itu?" tanya balik Putri.


"Aku sengaja mengantar Lira kemari Put dan aku juga datang untuk meminta maafpadamu soal kejadian beberapa hari lalu," kata Dika tiba-tiba membuat kedua sahabat Putri semakin heran dengan pembicaraan mereka.


"Eh tunggu maksud kakak kejadian apa?" tanya Thania lagi.


"Dia telah memukul suamiku sehingga suamiku harus masuk rumah sakit dan menjalani operasi karena bocor di kepala," kata Putri sinis dan membuat kedua sahabatnya kaget termasuk Dika.


"Astaga apa benar dengan yang dikatakan Putri kak?" kata Lira.


Dika pun tertunduk dan menganggukan kepalanya membuat Lira dan Thania mengeleng-gelengkan kepalanya karena tidak percaya dengan apa yang mereka dengar seorang Dika yang terkenal sangat baik dan pendiam ternyata bisa menyakiti seseorang dan itu suami Putri sendiri.

__ADS_1


"Kenapa kakak lakukan itu sama suami Putri? Aku pikir kakak orang baij tapi ternyata..," perkataan Thania terpotong karena Dika.


"Itu semua kakak lakukan karena kakak cemburu padamu Put kakak menyukaimu dan tanpa kakak sadari kakak mencintaimu Put maaf karena kakak mengabaikan rasamu saat itu namun setelah kepergianmu ke Bandung kakak baru menyadari kalau kakak kehilanganmu dan kakak mencintaimu," teriak Dika dan membuat semuanya kaget termasuk Putri yang menatap tajam Dika.


Sesaat pun hening di antara mereka lalu tiba-tiba pukulan keras telah mengenai wajah Dika membuat semuanya nya semakin kaget dengan hal tersebut.


"A Randy!" teriak Putri.


Perkelahian pun tak bisa terelakkan antara Randy dan Dika dan teriakan Putri yang memanggil nama Randy pun membuat bi Sumi yang ada di belakang segera berlari keluar diikuti mang Ujang dan pak Amir yang sedari tadi mengawasi mereka, saat mereka di luar pak Ujang dan pak Amir pun segera melerai mereka di bantu satpam disana dan Putri hanya bisa berteriak dan menangis dengan apa yang terjadi di depan matanya, Randy yang sangat marah sejak tadi pagi pun tak bisa lagi menahan emosi nya dan kembali memberontak hendak menyerang Dika lagi namun terhenti karena teriakan Putri sambil menangis dan memeluk erat Randy.


"Sayang sudah jangan menyakiti dirimu lagi sudah cukup aku menyusahkanmu selama ini tolong jangan lakukan ini lagi," kata Putri terisak.


"Sudah sayang kasian teman-temanmu menunggu," kata Randy membuat Putri tersadar bahwa kedua sahabatnya masih berada disana.


Putri pun segera menghampiri mereka di susul Randy dengan baju dan wajah yang sudah berantakan namun sebelum masuk ke dalam rumah Randy tersenyum pada Thania dan Lira membuat kedua sahabat itu saling pandang karena Randy yang tadi sangatlah menakutkan. Putri yang menyadari tingkah dkedua sahabatnya itu segera menegur mereka.


"Jangan takut Randy sebetulnya baik ko hanya saja jika ia sudah dikuasai amarah memang sangat menakutkan," kata Putri tersenyum dan membawa kedua sahabatnya masuk ke rumah.

__ADS_1


"Put kamu berhutang penjelesan sama kita kenapa Dika bisa sampai memukul suamimu," kata Thania dan Putri hanya menganggukan kepalanya dan membawa mereka duduk di ruang tamu.


Putri berlalu ke dapur memberitahu bi Sumi untuk membuatkan minuman dan mengantar makanan kecil untuk kedua sahabatnya lalu mengambil air es untuk mengompres luka di badan dan wajah Randy setelah bi Sumi mengiyakan permintaan Putri bi Sumi pun segera menata makanan yang telah ia siapkan tadi lalu membawa nya ke ruang tamu dan tak lama Putri menyusul bi Sumi untuk ijin kepada kedua sahabatnya yang hendak mengobati suaminya sebentar.


"Guys sebentar ya aku ke atas dulu mau ngobatin luka Randy kalian istirahat dulu aja ya sambil nikmatin hidangannya," kata Putri dan di angguki kedua sahabatnya lalu mengambil minuman yang telah di berikan bi Sumi tadi.


Putri segera berlalu ke kamar sambil membawa air es di tangannya dan saat Putri masuk ternyata suaminya sedang berbaring di tempat tidur sambil memejamkan matanya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu membuat Putri menggelengkan kepala nya lalu masuk dan segera membuka sepatu Randy membuat Randy terbangun dan tersenyum ke arah Putri tanpa berkata apa-apa Putri segera mengompres luka Randy dan memberikan alkohol pada luka nya membuat Randy meringis kesakitan namun Putri tetap mengobatinya agar lukanya cepat sembuh setelah mengobati luka suaminya Putri beranjak ke kamar ganti untuk mengambilkan pakaian yang nyaman untuk Randy dan saat ia kembali Randy sudah tertidur kembali. Tanpa pikir panjang Putri membuka pakaian kantor Randy dan menggantinya dengan pakaian santai setelah selesai Putri segera membereskan baju-baju kotor ke tempat cucian dan membawa kembali air bekas kompresan tadi ke bawah dan membiarkan Randy beristirahat karena ia tahu Randy sangat lelah karena pekerjaannya apalagi ia harus mengeluarkan banyak tenaga tadi akhirnya Putri meninggalkan Randy di kamar yang sebelumnya ia menyelimuti Randy terlebih dahulu.


Ketika Putri turun tampak kedua sahabatnya sedang menikmati cemilan sambil mengobrol dan menonton televisi siaran kesukaan mereka yaitu oppa korea, Putri segera menyimoan air kompresan tadi ke dapur dan mencucinya sebentar laku menghampiri kedua sahabatnya yang sedang asyik menonton tanpa memyadari kehadirannya.


"Ehem."


Mereka pun melirik ke arah sumber suara tersebut dan tersenyum manis "Hehe maaf tayangannya terlaku seru Put," kata Thania.


"Iya gak papa ko mumpung lagi disini jadi nikmatilah," kata Putri santai.


"Eh iya gimana suamimu dia tidak marah kamu kemari?" kata Lira.

__ADS_1


"Engga ko dia sedang tidur mungkin lelah," kata Putri lalu mengambil cemilan di atas meja.


Mereka pun berbincang sambil membahas masalah Putri dan Dika dan kenapa Putri bisa sampai menikah dengan Randy dan Putri pun menceritakan semuanya pada kedua sahabat mereka membuat kedua sahabatnya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa memotong penjelasan Putri sedikitpun hingga yang awalnya mereka menonton film korea menjadi terbalik film korealah yang saat ini menonton mereka karena cerita Putri jauh lebih menarik untuk mereka.


__ADS_2